Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

Arab-Latin: qul yā ayyuhal-kāfirụn

Terjemah Arti: 1. Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

lā a’budu mā ta’budụn

2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-2. Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ agar berkata (kepada mereka orang-orang kafir, yang mereka menyeru untuk beribadah kepada berhala dan batu) : Ketahuilah oleh kalian wahai orang-orang kafir, bahwasanya aku beribadah kepada Allah saja dan aku tidak mengibadahi tuhan-tuhan kalian dan berhala-berhala kalian selamanya, dan jika kalian masih terus kafir, sungguh aku berlepas diri dari sesembahan kalian.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

Dan agar Nabi ﷺ berkata (kepada musyrik) : Tidaklah kalian wahai orang-orang musyrik, menyembah Tuhanku secara benar, yaitu beribadah kepada Allah saja, tidak sebagaimana kalian, sungguh aku (hanya memerintahkan) agar kalian beribadah kepada-Nya saja. Sebab ibadah kalian memiliki keterikatan dengan kesyirikan, maka tidaklah kalian dianggap telah beribadah.

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

Dan Allah memerintahkan juga agar Nabi ﷺ berkata kepada mereka : Dan aku di masa mendatang, tidak akan pernah menjadi hamba (mengibadahi) tuhan-tuhan kalian, dimana hal itu termasuk beribadah kepada selain Allah.

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

Dan Allah memerintahkan juga agar Nabi ﷺ berkata kepada mereka : Kalian juga demikian, tidak akan mengibadahi Tuhanku yang Maha Benar, selama kalian tetap dalam keadaan kafir.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

lakum dīnukum wa liya dīn

6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.

Ketahuilah wahai orang-orang musyrik, sesungguhnya bagi kalian balasan atas amalan-amalan kalian dan agama kalian, yang kalian meridhainya atas diri-diri kalian. Dan bagiku balasan atas amalan dan agamaku, yang Allah ridha kepadaku. Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin : Yakni bagi kalian amalan kalian, dan bagiku amalanku dimana Allah ridha denganku; Dan kalian berlepas diri dari agamaku, dan aku berlepas diri dari agama kalian. Dan terputusnya ini setelah penolakan keimanan atas mereka, sebagaimana Allah berfirman : وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّى عَمَلِى وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنتُم بَرِيٓـُٔونَ مِمَّآ أَعْمَلُ وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌۭ مِّمَّا تَعْمَلُونَ {Yunus : 41}, yang artinya : Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: Bagiku amalanku dan bagimu amalanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan. Dan pengulangan dalam surat Al Kafirun sebagai penegasan, dan penegasan di dalam Al Qur’an sangat banyak.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!