Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Ma’un

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

Arab-Latin: a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn

Terjemah Arti: 1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah menujukan firman-Nya kepada Nabi-Nya ﷺ, Allah berkata : Kabarkan kepada-Ku wahai Nabi Allah, apakah engkau melihat keburukan dan keheranan tentang kondisi manusia yang mendustakan agama (mendustakan hari pembalasan dan hisab di akhirat), dan mengingkari apa yang datang dari Tuhannya, dari kebenaran dan hidayah bagi seluruh alam. Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin ketika memberikan pelajaran di Masjid Al Haram pada tanggal 27/3/1417 H : Berkata Ulama : Jika Allah berfirman أَرَءَيْتَ maka maknanya adalah kabarkan kepada-Ku.

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

fa żālikallażī yadu”ul-yatīm

2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn

3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

2-3. Dan sebagian dari sifat manusia yang mengingkari hari kebangkitan dan pembalasan, dimana ia juga menahan (harta) anak yatim dengan kejam, dengan menjauhinya dan (perlakuannya yang) kasar, serta menahan hak waris bagi mereka (anak yatim); Dimana pada waktu itu bangsa Arab tidak mewariskan kepada perempuan dan anak kecil. Mereka berkata : Sesungguhnya yang berhak dengan warisan adakah dia yang membawa senjata dan melindungi suku (kaum). Dan dari sebagian sifat manusia-manusia pendusta bahwasanya mereka tidak menganjurkan pada selain dirinya untuk memberikan makan orang-orang miskin; Karena sebab kasih sayang telah dicabut dalam hatinya, oleh sebab itu tidak selain dirinya berbuat itu dan tidak menyeru akan perbuatan seperti itu (memberi makan orang miskin, dll.), karena masih wajar jika hanya memberlakukan bagi dirinya, (tapi mereka mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa).

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ

fa wailul lil-muṣallīn

4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhụn

5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

allażīna hum yurā`ụn

6. orang-orang yang berbuat riya,

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

wa yamna’ụnal-mā’ụn

7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

4-7. Kemudian Allah mengabarkan celakanya dan adzab bagi orang yang shalat, yang mengabaikan waktunya, dan yang tidak mengerjakannya untuk mencari wajah Allah, dan yang secara dzahir mereka beramal dengan amalan shalih karena ingin dipuji manusia, dan mereka yang menghalangi apa yang tidak menjadi kebiasaan untuk dilarang, seperti melarang menggunakan bejana-bejana dan selainnya dari apa yang tidak membahayakan ketika digunakan. Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin pada pelajaran yang sama (di masjidil Haram) : Kita bersyukur Allah tidak mengatakan : Celaka bagi orang yang shalat, yaitu mereka yang في (di dalam( shalatnya lalai; Sebab tidak akan selamat seorangpun dari kelalaian dalam shalatnya, bahkan Nabi juga telah lalai dalam shalatnya lebih dari empat kali. Kemudian Allah berfirman : Pertama, فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ. Kedua ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ, karena para ulama berselisih akan hal itu, yang aku (Syaikh Ibnu Utsaimin) maksud adalah dalam memisah dan berhentinya (bacaan), dan jika yang mendengarkan, mendengar berhenti setelah ayat فَوَيْلٌۭ لِّلْمُصَلِّينَ, akan terkejut (keheranan) dan bertanya kenapa demikian ? Dan didatangkan jawaban pada ayat yang setelahnya. Adapun barangsiapa yang tidak shalat, maka tidak ada kecelakaan baginya; Akan tetapi kafir dan kekal dalam neraka.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!