Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Qari’ah

الْقَارِعَةُ

Arab-Latin: al-qāri’ah

Terjemah Arti: 1. Hari Kiamat,

مَا الْقَارِعَةُ

mal-qāri’ah

2. apakah hari Kiamat itu?

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

wa mā adrāka mal-qāri’ah

3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-3. Allah memulai dengan penyebutan nama dari nama-nama hari kiamat dan ia adalah Al Qari’ah dimana timbul pada hati manusia penyesalan karena sebab keadaan hari kiamat, yang urusannya mengerikan (dan) yang menimbulkan pertanyaan : Sesuatu yang seperti apa Al Qari’ah ini ? Kemudian Allah tambahkan rasa penasaran dengan berkata : Apakah engkau tahu wahai Nabi Allah apa Al Qari’ah itu ?

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ

4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

Kemudian Allah menjelaskan sesuatu dari keadaan-keadaan hari kiamat (Al Qari’ah); Allah mengabarkan bahwa manusia pada hari kiamat dikeluarkan dari kubur-kubur mereka. Mereka ketakutan dan mereka seolah-olah seperti anai-anai yang bertebaran di sini dan di sana, sebagian dari mereka terombang-ambing atas sebagian yang lain. Mereka berlarian ke semua penjuru arah tidak beraturan karena sebab kengerian pada hari itu. Allah telah jelaskan dalam ayat yang lain : كَأَنَّهُمْ جَرَادٌۭ مُّنتَشِرٌۭ yang artinya : Mereka seakan-akan seperti belalang yang beterbangan, {Al Qamar : 7}. Dan belalang terbang menuju satu arah semisal kerumunan burung, dan boleh jadi pada hari kebangkitan, makhluk melewati banyak keadaan, dan maksudnya adalah (belalang) yang menyerupai manusia menuju ke satu titik (pada hari kebangkitan).

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy

5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Allah menjelaskan bahwa gunung-gunung pada hari kiamat seperti bulu, dimana gunung-gunung menghilang (dari tempatnya), menjadi seperti bulu (kapas) yang terkoyak dan berhamburan bagian demi bagiannya dan beterbangan di udara.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh

6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah

7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

6-7. Allah mengabarkan bahwa siapa yang timbangan amalan kebaikannya lebih dominan, maka Allah tambahkan kebaikannya di atas keburukan. Dan ia dalam kehidupannya menjadi manusia yang diridhai masuk dalam surga, merasa nyaman pandangannya, dan dirinya bergembira.

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

wa ammā man khaffat mawāzīnuh

8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

fa ummuhụ hāwiyah

9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

wa mā adrāka mā hiyah

10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

نَارٌ حَامِيَةٌ

nārun ḥāmiyah

11. (Yaitu) api yang sangat panas.

8-11. Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang timbangan amal keburukannya lebih dominan daripada kebaikannya, maka Allah tidak jadikan dirinya mendapat kebaikan, dan tempat kembalinya adalah dijebloskan (dilempar) ke dalam jahannam. Kemudian Allah bertanya dengan maksud tegas : Apakah engkau tahu wahai Nabi Allah apat itu Hawiyyah ? Maka Allah menjawab bahwa itu adalah neraka yang apinya telah dinyalakan, kemudian sampailah (orang yang masuk neraka) ini pada tujuan akhirnya (neraka). Ya Allah, kami meminta pada-Mu keselamatan atas diri kami dan saudara-saudara se-islam.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!