Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Adiyat

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

Arab-Latin: wal-‘ādiyāti ḍab-ḥā

Terjemah Arti: 1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah bersumpah dalam surat ini dengan sebagian dari makhluknya, Allah bersumpah dengan kuda (perang), yang digunakan untuk di jalan Allah dan berlari dengan kencang, terdengar langkah kakinya yang menghembuskan nafas dengan kencang.

فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا

fal-mụriyāti qad-ḥā

2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

Allah bersumpah dengan kuda yang memantikkan api dari kuku-kukunya yang bergesekkan dengan bebatuan ketika berlari dengan kencang. Maka berterbanganlah percikan (apinya).

فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا

fal-mugīrāti ṣub-ḥā

3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

Allah bersumpah dengan kuda yang berubah haluan menuju ke para musuh dan menyerang mereka secara tiba-tiba di waktu subuh.

فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا

fa aṡarna bihī naq’ā

4. maka ia menerbangkan debu,

Allah menjelaskan dari sifat kuda ini dimana ia keras kepada musuh, sampai-sampai menerbangkan debu-debu yang berhamburan.

فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا

fa wasaṭna bihī jam’ā

5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

Allah menjelaskan dari sifat kuda ini yang (pemberani), berkumpul di tengah-tengah musuh di jantung peperangan.

إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

innal-insāna lirabbihī lakanụd

6. sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ

wa innahụ ‘alā żālika lasyahīd

7. dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

wa innahụ liḥubbil-khairi lasyadīd

8. dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

6-8. Kemudian datang jawaban bagi sumpah (pada ayat-ayat sebelumnya) yang dikabarkan bahwa manusia itu sangat ingkar dan kufur atas nikmat Allah, ia menyembunyikan nikmat dan hanya menampakkan kesedihan. Dan manusia pada dasarnya mengakui (akan nikmat Allah) dengan pengingkaran dan menampakkan kekurangan. Terkadang ia menghabiskan hartanya karena sebab syahwat dan foya-foya, dan bukannya diberikan kepada si faqir (hartanya). Inilah manusia yang begitu cintanya dengan harta dan sangat bersemangat dalam mengumpulkannya, ia tidak peduli darimana ia mengumpulkan hartanya, dari yang halal atau haram, inilah kondisi umumnya, tidak termasuk mereka yang dipilih oleh Allah seperti para Nabi, Syuhada, dan orang-orang shalih.

۞ أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ

a fa lā ya’lamu iżā bu’ṡira mā fil-qubụr

9. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ

wa huṣṣila mā fiṣ-ṣudụr

10. dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

9-10. Allah menegur mereka manusia yang tidak berterima kasih (kepada Allah) dengan berkata : Tidakkah orang bodoh lagi keras kepala dan ingkar akan nikmat Allah ini mengetahui, bahwa akibat dan adzabnya menunggunya di hari kiamat; Dimana kubur terombang-ambing dan tercerai berai apa yang ada di dalamnya yaitu mayit ? Dan Allah menampakkan apa yang ada dalam dada-dada mereka dan tersingkap apa yang dari kebaikan dan keburukan.

إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ

inna rabbahum bihim yauma`iżil lakhabīr

11. sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

Allah menjelaskan bahwa tidak akan tersembunyi bagi-Nya sesuatupun dari apa yang telah berlalu (di dunia), dan Allah akan menampakkan segala amalan-amalan mereka beserta balasannya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!