Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Bayyinah

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

Arab-Latin: lam yakunillażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta`tiyahumul-bayyinah

Terjemah Arti: 1. Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً

rasụlum minallāhi yatlụ ṣuḥufam muṭahharah

2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-2. Dimulainya surat ini dengan penjelasan mereka yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ, dari Yahudi dan Nashoro dan orang-orang musyrik yang mengibadahi benda-benda mati dan patung-patung, yang kekufuran dan kesesatannya masih terus berlanjut sampai mereka mendapatkan penjelasan yang benar, yang diberikan kepadanya dengan tanda-tanda dan argumentasi yang terang (jelas) dimana mereka telah dijanjikan di dalam kitab-kitab samawiyyah yang mendahului (Al Qur’an). Kemudian Allah menjelaskan bahwa tanda-tanda yang mereka dijanjikan dengannya ada (diutusnya) Muhammad ﷺ, yang ia membacakan pada mereka Al Qur’an yang bersih dari kebathilan dan yang menunjuki dan mengoreksi mereka, dalam kehidupan.

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

fīhā kutubung qayyimah

3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

Allah menjelaskan bahwa Al Qur’an mengandung ayat-ayat dan hukum-hukum, yang memberi pengajaran berharga, teruji dan jelas, yang tidak ada kesesatan di dalamnya. Dan yang memberi petunjuk kepada yang haq dan jalan yang selamat.

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ

wa mā tafarraqallażīna ụtul-kitāba illā mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinah

4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Kemudian Allah menjelaskan tentang Yahudi dan Nashoro yang mereka tidak berselisih kecuali setelah diutusnya Rasul ﷺ kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka apa yang dihilangkan oleh mereka dari kitab samawiyyah, Maka ketika diutusnya Rasul ﷺ kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka bahwa Nabi yang telah dijanjikan di Taurat dan Injil (telah datang), maka barulah mereka berselisih. Diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan dari mereka tidak mengimani; Sebab mereka tidak ridha bahwa Nabi diutus dari selain (kaum) mereka. Sebagaimana Allah berfirman : لِّئَلَّا يَعْلَمَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ أَلَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍۢ مِّن فَضْلِ ٱللَّهِ ۙ وَأَنَّ ٱلْفَضْلَ بِيَدِ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ , yang artinya : (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya; {Al Hadid : 29}. Dan sungguh Allah telah datangkan kenabian kepada Muhammad ﷺ.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

wa mā umirū illā liya’budullāha mukhliṣīna lahud-dīna ḥunafā`a wa yuqīmuṣ-ṣalāta wa yu`tuz-zakāta wa żālika dīnul-qayyimah

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Allah menjelaskan perintah-perintah yang terkandung di dalam Al Qur’an untuk Yahudi dan Nasrani beserta musyrikin, dalam (menjalankan) keikhlasan beribadah kepada Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan mengikuti agama yang lurus serta berpaling dari semua agama, menuju kepada agama islam. Kemudian memerintahkan juga untuk menegakkan shalat dan mentunaikan zakat. Itulah yang diperintahkan Allah pada nya, yang islam adalah agama yang tetap dimana para Rasul diperintahkan (mengikutinya).

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

innallażīna kafarụ min ahlil-kitābi wal-musyrikīna fī nāri jahannama khālidīna fīhā, ulā`ika hum syarrul-bariyyah

6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Allah mengabarkan bahwasanya barangsiapa yang mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ dari kalangan Yahudi dan Nasrani serta musyrikin yang mengibadahi benda mati; Mereka semua pada hari kiamat tempatnya di neraka jahannam, tinggal di dalamnya selama-lamanya, tidak dikeluarkan darinya selamanya. Sebab mereka adalah seburuk-buruk dan sejelek-jelek ciptaan.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika hum khairul-bariyyah

7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

jazā`uhum ‘inda rabbihim jannātu ‘adnin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, żālika liman khasyiya rabbah

8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

7-8. Setelah Allah menjelaskan balasan orang-orang kafir di akhirat, Allah menjelaskan tentang orang-orang yang beriman. Dan Ia kabarkan mereka yang membenarkan Allah dan mengikuti Rasul ﷺ dan beramal dengan amalan yang shalih, mereka adalah sebaik-baik ciptaan di dunia dan akhirat, mereka adalah orang yang berhak mendapat karunia Allah, dan oleh karena itu balasan mereka ada di sisi Penciptanya, mereka di akhirat mendapat surga yang mengalir di bawah kamar-kamar dan pepohonan mereka sungai-sungai, dan mereka menempati kenikmatan ini selama-lamanya. Tidak akan terputus (kenikmatan) yang di dapatkan mereka selamanya. Allah ridha dengan mereka dan kepada amalan shalih yang mereka kerjakan sebelumnya (di dunia), dan mereka juga ridha kepada Tuhannya atas kenikmatan dan tempat tinggal yang diberikan kepada mereka. Kemudian Allah menjelaskan bahwa balasan dan ganjaran yang baik ini diberikan bagi mereka yang takut kepada Allah, dan menjauhi apa yang membuatnya murka dari kekafiran dan kesyirikan serta dosa dan maksiat.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!