Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat at-Tiin

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

Arab-Latin: wat-tīni waz-zaitụn

Terjemah Arti: 1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

وَطُورِ سِينِينَ

wa ṭụri sīnīn

2. dan demi bukit Sinai,

وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

wa hāżal-baladil-amīn

3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-3. Allah memulai ayat ini dengan sumpah dengan buah tin dan buah zaitun, dan keduanya adalah pohon yang diberkahi, bermanfaat, dan terkenal di negeri Syam yang penuh keberkahan. Kemudian Allah bersumpah dengan gunung Thur dan ia adalah gunung yang diberkahi dimana Allah mengajak bicara Musa digunung ini. Kemudian Allah bersumpah dengan Mekkah negeri yang aman, yang termulia yang tersisa di atas bumi.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm

4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Datang jawaban atas sumpah yang menjelaskan di dalamnya bahwa Allah lah yang menciptakan manusia dalam bentuk yang pertama kali, dan memiliki bentuk yang sempurna, dan dihiasi dengan akal, lisan, dan kelebihannya atas kebanyakan makhluk.

ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn

5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

Allah menjelaskan sesungguhnya Ia setelah menyebutkan kesempurnaan manusia dan gagah, kemudian akibat setelah itu manusia akan menuju ke dalam neraka jika tidak menjalankan perintah-Nya dari keimanan kepada Allah, iman kepada hari akhir dan beribadah kepada Allah saja tanpa menyekutukan-Nya.

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum ajrun gairu mamnụn

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Dikecualikan atas akibat yang buruk ini, dari mereka yang beriman kepada Allah, hari akhir, beramal dengan amalan-amalan shalih dan mereka yang mensyukuri atas nikmat Allah; Dan dengan sebab keimanan mereka dan beramal dengan amalan shalih, maka sungguh mereka akan mendapatkan balasan yang terus menerus tanpa terputus.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ

fa mā yukażżibuka ba’du bid-dīn

7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

Setelah petunjuk-petunjuk dan bukti-bukti yang jelas, maka apa yang menjadikanmu wahai manusia untuk mendustakan Allah, hari akhir, hari pembalasan dan hisab ?

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

a laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīn

8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Allah tutup surat ini dengan pertanyaan yang menjelaskan bahwa Ia yang menentukan hukum dan yang menghukumi dan yang adil dan mengadili. Dan kami katakana : Benar, kami sungguh menjadi saksi, dan dengan adanya urusan yang demikian bukankah sudah menjadi kewajiban (manusia) ikhlas beribadah kepada-Nya saja dan mengikuti Rasul-Nya ﷺ ?

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!