Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Insyirah

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

Arab-Latin: a lam nasyraḥ laka ṣadrak

Terjemah Arti: 1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah memulai surat ini dengan menyatakan (sesuatu) kepada Nabi ﷺ, Allah berkata : Bukankah kami yang melapangkan dadamu wahai Nabi Allah, dengan hidayah dan iman hingga engkau memahami wahyu dan engkau mampu berbicara kepada orang-orang yang merugi dan dendam kesumat (padamu).

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

wa waḍa’nā ‘angka wizrak

2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

Kami bebankan kepadamu apa yang berat di punggungmu, yang dirimu harus menyampaikan kerisalahan dan membimbing orang-orang yang mengikutinya.

الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ

allażī angqaḍa ẓahrak

3. yang memberatkan punggungmu?

Allah menjelaskan bahwasanya beban yang dibebankan dari-Nya ini sangatlah berat di punggungnya dan sulit penuh resiko karena penuh kesedihan dan kepayahan.

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

wa rafa’nā laka żikrak

4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,

Allah mengabarkan bahwa Ia menjadikan Nabi ﷺ seseorang yang tinggi, ditinggikan derajatnya dan menjadikan kedudukannya (misalnya) termasuk orang yang shalih dan akhlaknya yang menjadi percontohan, yang mewakili orang-orang shalih.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

fa inna ma’al-‘usri yusrā

5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

inna ma’al-‘usri yusrā

6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

5-6. Ketahuilah wahai Nabi Allah, bersamaan dengan kesempitan ada kebahagiaan; Yang akan datang kebahagiaan setelah kesempitan, dan kemudahan setelah kesulitan, maka janganlah bersedih dan jangan memaki. Karena kesulitan yang telah mendahului dan musibah-musibah yang engkau terima, setelahnya akan menjadi kemudahan. Berkata Ibnu Mas’ud : Kesulitan tidaklah mendominasi kemudahan-kemudahan, kemudian beliau membaca ayat ini.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

fa iżā faragta fanṣab

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

wa ilā rabbika fargab

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

7-8. Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ : Jika telah lapang urusan dakwah kepada manusia maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah kepada Tuhanmu, dan jadikan cita-cita dan harapan dengan apa yang ada di sisi Allah, dan mintalah kepadan-Nya karunia. Jadilah manusia yang bertawakal kepada-Nya saja atas semua urusan dalam kehidupan; Karena Ia adalah pemilik kenikmatan dan pertolongan.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!