Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat adh-Dhuha

وَالضُّحَىٰ

Arab-Latin: waḍ-ḍuḥā

Terjemah Arti: 1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ

wal-laili iżā sajā

2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-2. Allah memulai surat ini dengan masalah keimanan. Allah berkata : Bersumpahlah wahai Nabi Allah dengan waktu dhuha dan ia adalah awal waktu siang, ketika naik matahari, dan dengan malam jika telah gelap gulita malamnya dan tertutupi segala sesuatu yang nampak.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā

3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

Kemudian datang jawaban atas sumpah, Allah berkata : Sungguh Allah tidaklah meninggalkanmu wahai Nabi, semenjak Ia memilih engkau untuk menyampaikan risalah-Nya dan tidak juga engkau diabaikan, serta marah kepadamu.

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

Allah mengabarkan dengan kabar gembira kepada Nabi-Nya ﷺ, bahwa surga lebih baik baginya dari dunia yang fana ini. Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin pada pelajarannya di masjid Al Haram (Mekkah) saat subuh tanggal 28/3/1418 H : Dan firman-Nya وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌۭ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ ayat ini khusus bagi Nabi ﷺ, adapun bagi seluruh manusia maka Allah berfirman وَٱلْءَاخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ yang artinya : dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa, {Az Zukhruf : 35}, dan tidaklah disyaratkan taqwa bagi Nabi ﷺ, karena Nabi adalah imam bagi orang-orang yang bertakwa.

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ

wa lasaufa yu’ṭīka rabbuka fa tarḍā

5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

Allah memberikan kabar gembira bahwa Ia akan memberikan kenikmatan-kenikmatan di dunia dan akhirat yang membuat engkau ridha dengannya dan yang menyenangkan pandanganmu.

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ

a lam yajidka yatīman fa āwā

6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Allah menyebutkan sebagian nikmat atas Nabi ﷺ dengan berkata : Bukankah Ia mendapatimu tumbuh dalam keadaan yatim lalu Ia melindungi dan membimbingmu ?

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ

wa wajadaka ḍāllan fa hadā

7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

Dan Allah dapati engkau salah arah, tidak mengetahui apa itu iman, Al Qur’an dan syariat kemudian Ia menunjukimu ?

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ

wa wajadaka ‘ā`ilan fa agnā

8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Allah dapati engkau seorang faqir kemudian Allah menjadikanmu kaya ? Berkata Ibnu Utsaimin dalam pelajaran subuhnya di masjid Al Haram pada tanggal 28/3/1418 : Perkataan Allah أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًۭا فَـَٔاوَى, وَوَجَدَكَ ضَآلًّۭا فَهَدَىٰ, وَوَجَدَكَ عَآئِلًۭا فَأَغْنَىٰ, Allah tidak berkata : Allah yang melindungimu, menunjukimu, mengayakanmu, akan tetapi Allah berkata dengan lafadz umum. Sebab Allah yang memberi petunjuk kepadamu dan kepadanya, Allah yang melindungimu dan melindunginya, Allah yang mengayakanmu dan mengayakannya, Allah tidaklah mencegah dari seseorangpun (memberikan kepada siapa saja), karena lafadznya umum.

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

fa ammal-yatīma fa lā taq-har

9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Setelah Allah menyebutkan sebagian nikmat ini kepada Nabi ﷺ, Allah memerintahkan untuk tidak sewenang-wenang dan merendahkannya.

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ

wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

Janganlah engkau menghardik orang yang meminta-minta (pengemis) yang meminta karena butuh dan faqir. Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin pada pelajaran subuh tanggal 28/3/1418 : Orang yang meminta pada firman Allah وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَر mengandung makna orang yang meminta dalam kondisi faqir dan orang yang meminta dalam masalah keilmuan dan orang yang meminta karena sebab meminjam, kemudian beliau berkata : Makna (dalam ayat ini) dibawa kepada makna secara keseluruhan.

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

wa ammā bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ

11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.

Kemudian Allah memerintahkan untuk menampakkan kenikmatan yang diberikan oleh Allah dan menyebarkannya kepada manusia dan menyiarkan diantara mereka.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!