Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Balad

لَا أُقْسِمُ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

Arab-Latin: lā uqsimu bihāżal-balad

Terjemah Arti: 1. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

وَأَنْتَ حِلٌّ بِهَٰذَا الْبَلَدِ

wa anta ḥillum bihāżal-balad

2. dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

wa wālidiw wa mā walad

3. dan demi bapak dan anaknya.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-3. Allah memulai surat ini dengan bersumpah (dengan) kota ini yaitu Mekkah Al Mukarramah dengan sumpah yang tegas. Dan firman-Nya لَآ sebagai peringatan dan penegasan. Kemudian Allah berkata : Dan engkau wahai Nabi tinggal di kota ini, meskipun kaum musyrikin menghalalkan berdusta atasmu, menyerangmu, menganggapmu gila, penyihir dan penyair. Kemudian Allah bersumpah dengan Adam dan anak keturunannya.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

laqad khalaqnal-insāna fī kabad

4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

Kemudian datang jawaban atas sumpah (pada ayat sebelumnya) yang menjelaskan bahwasanya Allah menciptakan manusia dan menjadikannya penuh ujian dan kesulitan. Dan tidaklah hilang penderitaan (macam-macam ujian) sejak tumbuh kembang di perut ibunya sampai menjadi seorang laki-laki.

أَيَحْسَبُ أَنْ لَنْ يَقْدِرَ عَلَيْهِ أَحَدٌ

a yaḥsabu al lay yaqdira ‘alaihi aḥad

5. Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?

Kemudian Allah menjelekkan manusia yang sesat, keras kepala dan sombong dengan kekuatan (fisiknya), kemudian Allah berkata : Apakah ia menyangka bahwa manusia yang menderita (dan) yang bermaksiat ini bukan Allah yang memampukan kekuatannya? Telah dikatakan bahwa ayat ini turun ditujukan untuk Abu Asyad bin Kuldah, yang ia adalah seseorang yang melampaui batas, sombong, keras kepala dan tertipu dengan kekuatannya.

يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُبَدًا

yaqụlu ahlaktu mālal lubadā

6. Dan mengatakan: “Aku telah menghabiskan harta yang banyak”.

أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ

a yaḥsabu al lam yarahū aḥad

7. Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

6-7. Kemudian Allah mengabarkan bahwa manusia yang bermaksiat dank eras kepala ini penah berkatan dengan gaya bahasa sombong : Sungguh aku telah menginfakkan harta dalam jumlah banyak kepada musuhku yaitu Muhammad dan kawan-kawannya. Maka apakah kafir keras kepala ini menyangka bahwa Allah tidak akan menampakkan (kemaksiatannya) ketika ia (pernah) menginfakkan hartanya, dan apakah ia menyangka Allah tidak akan menghisabnya atau bertanya kepadanya, atas hartanya yang ia dapatkan dan yang ia infaqkan ?

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ

a lam naj’al lahụ ‘ainaīn

8. Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ

wa lisānaw wa syafataīn

9. lidah dan dua buah bibir.

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

wa hadaināhun-najdaīn

10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,

8-10. Kemudian Allah menjelaskan dengan menyebutkan sebagaian nikmat yang telah ia berikan kepada manusia sesat dan tertipu, Allah berkata : Apakah ia tidak mengetahui bahwa Kami yang menciptakan kedua matanya sehingga ia dapat melihat denganya ? Dan lisannya yang memiliki dua bibir (atas dan bawah) yang ia berbicara dengannya ? Dan Kami telah beri petunjuk kepadanya menuju jalan kebaikan dan keburukan.

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

fa laqtaḥamal-‘aqabah

11. Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

Setelah Allah menyempurnakan kekuatan dan akal pada manusia pendosa dan keras kepala ini, ia tidak juga bersungguh-sungguh (memperbaiki) dirinya, menjauhi setan dan berinfak dengan harta serta beramal dengan amalan yang baik agar terhindar dari adzab, dan adzab itu (datang) pada kondisi hari kiamat.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ

wa mā adrāka mal-‘aqabah

12. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

Allah berkata dengan sesuatu yang besar dan tegas : Dan tidaklah engkau mengetahui wahai manusia, urusan adzab ini, dan bagaimana cara agar terhindar darinya, dan tak diragukan lagi bahwa agar terhindar dari adzab ini adalah dengan keimanan kepada Allah, kepada Rasul ﷺ dan memperbanyak amalan yang shalih.

فَكُّ رَقَبَةٍ

fakku raqabah

13. (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ

au iṭ’āmun fī yaumin żī masgabah

14. atau memberi makan pada hari kelaparan,

يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ

yatīman żā maqrabah

15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ

au miskīnan żā matrabah

16. atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

13-16. Allah menjelaskan urusan bagi manusia yang berhasil menghindar dari adzab, Allah berkata : Sesungguhnya keberhasilan mengindar dari adzab yaitu dengan melepaskan jeratan tali (dosa) menuju kepada Allah, dengan kata lain melepaskan penyembahan (kepada slain Allah) atau amalan-amalan (Su’u) serta kokoh di atas kesulitan. Dan memberikan makan pada orang faqir (untuk selamat) dihari yang sulit dan kelaparan terjadi dimana-mana. Dan memberi makan disini (mungkin) ia berikan kepada anak yatim yang tidak memiliki bapak dan belum sampai usia remaja serta seakan-akan (yang memberi) menjadi (seperti) saudaranya. Atau memberikan kepada orang miskin yang sangat membutuhkan.

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

ṡumma kāna minallażīna āmanụ wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-mar-ḥamah

17. Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Allah menjelaskan bahwa wajib bagi pendosa ini jika menginginkan menebus dosa-dosanya agar mengerjakan amalan-amalan shalih dan juga beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ, sebab jika amalan shalih tanpa keimanan tidak akan bermanfaat atas amalan tersebut dan bagi yang mengerjakannya. (Selanjutnya) adalah bersabar dan berwasiat kepada selain dirinya untuk bersabar di atas ketaatan kepada Allah, bersabar agar tidak bermaksiat kepada Allah, bersabar atas takdir-takdir Allah yang tidak disenangi, berwasiat pula kepada selain dirinya untuk berkasih sayang kepada sesame makhluk dan berbuat baik kepada mereka semua.

أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

ulā`ika aṣ-ḥābul-maimanah

18. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

Allah menjelaskan bahwa mereka yang mentaati Allah dan tidak menyangkal adanya adzab-Nya dan mereka mengerjakan amalan-amalan terpuji yang mulia, maka mereka adalah golongan kanan. Penghuni surga yag kekal di dalamnya.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ

wallażīna kafarụ bi`āyātinā hum aṣ-ḥābul-masy`amah

19. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

Allah menjelaskan bahwa mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah dan menolak kenabian Muhammad ﷺ, mereka adalah golongan kiri, atau mereka adalah golongan yang mengambil buku catatan amal merek dengan tangan kiri.

عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ

‘alaihim nārum mu`ṣadah

20. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

Allah menjelaskan golongan kiri, Allah kabarkan bahwa mereka tempatnya di neraka yang bertingkat-tingkat dan terkunci rapat-rapat (di dalamnya), dan tidak dapat keluar darinya selama-lamanya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!