Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-A’la

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

Arab-Latin: sabbiḥisma rabbikal-a’lā

Terjemah Arti: 1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini dimulai dengan perintah Nabi ﷺ untuk mensucikan Rabbnya Yang Maha Tinggi dan Maha Agung dari sifat-sifat-Nya yang memiliki kekurangan dalam dzat, sifat, nama, perbuatan, hukum dan maksud Allah (dalam) memerintahkan orang-orang beriman.

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ

allażī khalaqa fa sawwā

2. yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

Allah menjelaskan ke Maha Sucian-Nya, karena Ia yang menciptakan segala sesuatunya, dan tidak ada pengecualian. Dan Allah jadikan teratur dan sempurna (ciptaan-Nya).

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ

wallażī qaddara fa hadā

3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,

Dan Allah lah yang sungguh Maha Mampu menentukan kadar pada setiap makhluk dan memberi petunjuk untuk mendatangkan macam-macam kadar yang telah ditentukan, serta membimbing (menuju) kemaslahatan dan upaya (makhluk) dalam kebaikan. Sebagaimana Allah berfirman : “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” {Thaha : 50}.

وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَىٰ

wallażī akhrajal-mar’ā

4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,

فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَىٰ

fa ja’alahụ guṡā`an aḥwā

5. lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

4-5. Allah yang menumbuhkan rumput dan memelihara apa yang tumbuh (di atas bumi) seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Kemudian Allah jadikan setelah warna hijaunya menjadi condong kepada warna hitam.

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ

sanuqri`uka fa lā tansā

6. Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,

إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىٰ

illā mā syā`allāh, innahụ ya’lamul-jahra wa mā yakhfā

7. kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

6-7. Kemudian Allah kabarkan bahwa Nabi Allah (Muhammad ﷺ ) akan membacakan Al Qur’an ini sampai ia hafal di dalam dadanya dan tidak lupa; Sebab Allah melindunginya dari lupa/kelupaan terhadapan ayat Al Qur’an. Dan Allah kecualikan bagi yang ingin Allah ganti (secara hukum dalam ayat) dengan mengganti ayat Al-Qur’an dengan cara menghapusnya (nasakh hukumnya) dimana Allah akan jadikan ia lupa, sebagaimana Allah berfirman : “Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?” {Al Baqaran : 106}. Allah mengkabarkan bahwa Ia mengetahui apa yang namapak pada seorang hamba dan setiap apa yang ia (hamba) tersebut sembunyikan dari ucapan dan perbuatan, tidak akan perna tersembunyi bagi-Nya apa yang tersembunyi di bumi dan tidak juga di langit.

وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ

wa nuyassiruka lil-yusrā

8. dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah,

Kemudian Allah kabarkan kepada Nabi-Nya (Muhammad ﷺ) bahwa Ia (Allah) akan mengokohkannya di atas (petunjuk) syariat yang diridhai, dan Allah jadikan ia sebagai penjaga wahyu yang ia bawa. Dan Allah juga akan mudahkan untuknya dalam mengajarkan (Al-Qur’an) dan menyampaikannya.

فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰ

fa żakkir in nafa’atiż-żikrā

9. oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ

sayażżakkaru may yakhsyā

10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

9-10. Kemudian Allah perintahkan Nabi-Nya ﷺ agar terus menerus memperingatkan manusia dengan Al Qur’an ini, dan menyampaikan kerisalahan yang datang dari Rabbnya bagi semua makhluk sebagai hukum yang digunakan dan sebagai nasihat-nasihat yang baik. Lalu Allah jelaskan bahwa ia (manusia) akan mengambil (apa yang disampaikan) dari Al-Qur’an ini, bagi siapa yang takut dan takut pula dengan hukuman dari Rabbnya.

وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى

wa yatajannabuhal-asyqā

11. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

Allah menjelaskan bahwa siapa yang menjauh dari peringatan ini, ia tersesat dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Ia menjadi orang-orang yang menolak (syariat), keras kepala dan sombong.

الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ

allażī yaṣlan-nāral-kubrā

12. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ

ṡumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā

13. Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

12-13. Kemudian Allah menjelaskan orang-orang yang menjadi keras kepala yaitu ia akan masuk ke dalam neraka jahannam yang disiksa dengan panas dan adzabnya. Dan orang yang kafir ini tidak akan mati di dalam neraka dan tidak pula ada istirahat dari kerasnya adzab dan pedihnya, ia tidak juga hidup dengan kehidupan yang baik di dalamnya.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ

qad aflaḥa man tazakkā

14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

wa żakarasma rabbihī fa ṣallā

15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

14-15. Allah kabarkan sesungguhnya telah menang dan berhasil (lolos) dari neraka karena sebab bersihnya dirinya dengan keimanan dan kebaikan amalannya, dan kosong dari syirik begitu juga maksiat. Ia hadirkan dalama hatinya nama dan sifat Rabbnya serta apa yang terkandung dari keagungan dan kesempurnaan-Nya. Allah diingat kemuliaan-Nya dalam ketinggian-Nya. Kemudian (seorang hamba tersebut) menegakkan shalat yang diwajibkan di waktunya dengan khusyuk dan penuh ketundukan.

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā

16. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

wal-ākhiratu khairuw wa abqā

17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

16-17. Bersamaan dengan itu, Allah menjelaskan yang tidaklah mereka menjadi (hamba) yang berhasil kecuali mereka jadikan (keimanannya) memberikan dampak dari kelezatan-kelezatan fana yang berlalu begitu saja dengan cepat di dunia, dibandingkan dengan akhirat yang akan datang dan abadi; Mereka menjadikan apa yang menjadikannya berhasil dengan (meninggikan) keadaan hari akhirat yang mereka tidak banyak berpikir (ragu-ragu) yaitu dengan (balasan) mendapatkan surga yang lebih utama dibandingkan dunia

إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ

inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā

18. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ

ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā

19. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

18-19. Allah tutup surat ini dengan nasihat-nasihat yang memiliki keutamaan yang tinggi yang tersebut dalam surat ini, yang juga telah disebutkan dalam lembaran-lembaran yang telah lalu, yang telah diturunkan kepada Ibrahim dan Musa, yang syariat menganjurkannya karena kesempurnaan (isinya) dan maslahat bagi seorang hamba di dunia maupun di akhirat.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!