Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat ath-Thariq

وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ

Arab-Latin: was-samā`i waṭ-ṭāriq

Terjemah Arti: 1. Demi langit dan yang datang pada malam hari,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ

wa mā adrāka maṭ-ṭāriq

2. tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

النَّجْمُ الثَّاقِبُ

an-najmuṡ-ṡāqib

3. (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,

إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ

ing kullu nafsil lammā ‘alaihā ḥāfiẓ

4. tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-4. Allah memulai surat ini dengan bersumpah dengan langit yang memiliki bintang-bintang bercahaya. Dan Ia bersumpah dengan sesuatu yang datang pada malam hari. Kemudian Allah memberi pertanyaan yang membangkitkan minat keingin tahuan dengan berkata : Apakah engkau tahu wahai Nabi Allah, dengan sesuatu yang datang pada malam hari ini ? Lalu Allah jelaskan bahwa ia adalah bintang yang bersinar dimana cahayanya menembus kegelapan malam, memberi petunjuk kepada siapa yang berjalan di malam hari dan menyembunyikan siang. Kemudian datang penjelasan jawaban bagi sumpah Allah, bahwa setiap jiwa ada penjaganya dari kalangan para malaikat, yang senantiasa menjaga dan mencatat atas apa yang nampak oleh malaikat dari kebaikan dan keburukan (manusia).

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ

falyanẓuril-insānu mimma khuliq

5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?

خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ

khuliqa mim mā`in dāfiq

6. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,

يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ

yakhruju mim bainiṣ-ṣulbi wat-tarā`ib

7. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.

5-7. Kemudian Allah memerintahkan agar manusia berfikir (merenungi) darimana ia diciptakan? dan bagaimana ia bisa wujud (ada)? dan bagi manusia semestinya paham bahwa ia diciptakan dari air yang keluar dari tulang belakang laki-laki dan terpancar ke dalam rahim perempuan, kemudian bercampurlah dengan air (ovum) yang ada pada perempuan, yang turun dari tulang belakangnya maka jadilah percampuran (dari keduanya) yang menghasilkan janin.

إِنَّهُ عَلَىٰ رَجْعِهِ لَقَادِرٌ

innahụ ‘alā raj’ihī laqādir

8. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ

yauma tublas-sarā`ir

9. Pada hari dinampakkan segala rahasia,

8-9. Allah kabarkan bahwa yang memulai menciptakan manusia adalah Dzat Yang Maha Mampu mengembalikannya setelah kematiannya. Kemudian Allah jelaskan pengembalian manusia dan dibangkitkannya aka terjadi pada hari kiamat dan ia adalah hari sebagai ujian bagi jiwa-jiwa manusia dan cobaan. Pada hari itu manusia mengetahui apa yang disembunyikan dan dirahasiakan.

فَمَا لَهُ مِنْ قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ

fa mā lahụ ming quwwatiw wa lā nāṣir

10. maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong.

Pada hari itu tidak akan mampu manusia untuk dapat memilih (menolak) adzab dengan kekuatannya atau menjauhkannya dari dirinya agar tidak tertimpa adzab Allah. Tidak ada penolong yang akan menolong ata apa yang diturunkan padanya dari kepedihan dan musibah.

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ

was-samā`i żātir-raj’

11. Demi langit yang mengandung hujan

وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ

wal-arḍi żātiṣ-ṣad’

12. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

11-12. Kemudian Allah kembalikan dan Ia bersumpah dengan langit yang menurunkan hujan terus menerus, dan bersumpah dengan bumi yang gersang yang kemudian dikeluarkan darinya tumbuh-tumbuhan.

إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ

innahụ laqaulun faṣl

13. sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.

وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ

wa mā huwa bil-hazl

14. dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.

13-14. Kemudian datang jawaban atas sumpah Allah menjelaskan bahwa Al Qur’an ini ada kalamullah yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Dan Al-Qur’an (isinya) adalah kesungguh-sungguhan tidak main-main dan senda gurau; Karena ia adalah firman Rabbul Alamin sebagai Hakim atas segala sesuatu.

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا

innahum yakīdụna kaidā

15. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.

وَأَكِيدُ كَيْدًا

wa akīdu kaidā

16. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

15-16. Ketahuilah wahai manusia bahwa mereka orang-orang musyrik itu merencanakan untuk bisa menipu cahaya Allah, dan menyingkirkan manusia dari agama Allah dengan membangkitkan fitnah dan hasutan-hasutan, dan menyebarkan keragu-raguan serta syahwat. Akan tetapi Allah yang akan membalas makar mereka sebagaimana tipu daya mereka, dan dengan itu pula Allah tangguhkan dan ulurkan atas keinginan-keinginan mereka.

فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا

fa mahhilil-kāfirīna am-hil-hum ruwaidā

17. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.

Allah perintahkan Nabi-Nya untuk meminta kepada Rabbnya agar menjadikan hukuman dan kebinasaan bagi mereka para pendusta; Akan tetapi Allah beri ulur kepada mereka, dan mereka sebentar lagi akan melihat akibat perbuatan mereka. Hal ini sebagai hiburan bagi Nabi ﷺ akan kedekatan kemenangan dan pertolongan bagi orang-orang beriman dan sebagai kabar gembira dengan dekatnya kebinasaan orang-orang kafir.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!