Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat ‘Abasa

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

Arab-Latin: ‘abasa wa tawallā

Terjemah Arti: 1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,

أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

an jā`ahul-a’mā

2. karena telah datang seorang buta kepadanya.

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

wa mā yudrīka la’allahụ yazzakkā

3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

au yażżakkaru fa tanfa’ahuż-żikrā

4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-4. Pada awal-awal surat ini (ditujukan) sebagai petunjuk untuk Nabi dalam bergaul dengan orang-orang yang lemah dari kalangan kaum muslimin. Allah menjelaskan bahwa pada wajah Rasul nampak perubahan dan bermuka masam ketika telah datang padanya seorang yang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum yang menanyakan kepadanya berkenaan dengan urusan agama; Maka Rasul berpaling darinya karena Abdullah Ummi Maktum memotong ucapan Rasul ketika beliau sibuk berdakwah kepada pembesar-pembasar Quraisy yang keras kepala semisal : Utbah, Syaibah, Abu Jahl, dan Walid bin Mughirah yang Rasul mendambakan keislaman pada mereka. Kemudian Allah tegur Nabi dengan berkata : Tidaklah engkau (wahai Nabi) mengetahui dirinya dan dikabarkan berkenaan dengan keadaan orang yang buta ini, maka semoga ia dengan bertanya kepadamu aka menjadikan dirinya suci dari dosa-dosanya. Atau memberikan manfaat dengan apa yang ia dengar darimu kemudian ia berpikir dan menerangi hatinya dengan cahaya keimanan. Adapun pembesar-pembesar itu yang justru wajahnya berpaling, pura-pura buta dengan apa yang engkau dakwahkan, maka sungguh engkau telah menyampaikan dakwah kepada mereka dan tidak ada kewajiban bagimu kecuali hanya menyampaikan, dan sungguh telah engkau kerjakan. Dan Allah catat dengan firman-Nya : “Abasa wa Tawallaa”. Dan Allah tidak mengatakan : Engkau Muhammad bermuka masam dan telah berpaling, yang seolah-olah berbicara dengan seseorang yang lain (selain nabi). Karena maksud Allah hanyalah mengingatkan dan memberi petunjuk.

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

ammā manistagnā

5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ

fa anta lahụ taṣaddā

6. maka kamu melayaninya.

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

wa mā ‘alaika allā yazzakkā

7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ

wa ammā man jā`aka yas’ā

8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

وَهُوَ يَخْشَىٰ

wa huwa yakhsyā

9. sedang ia takut kepada (Allah),

فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ

fa anta ‘an-hu talahhā

10. maka kamu mengabaikannya.

5-10. Kemudian Allah berkata kepada Nabi-Nya dengan merinci, Allah berkata : Adapun orang-orang yang telah datang kepadamu dan ia termasuk orang yang kaya dengan hartanya namun menolak akan agama Allah, maka apakah hal seperti ini yang ia datang dengan penolakan patut untuk diurusi ucapannya ? Maka pada hal yang demikian tidak ada dosa bagimu dan kewajiban jika ia tidak mau mensucikan kotoran kekufuran dan kemaksiatannya. Adapun orang yang buta ini datang kepadamu dengan bersegera karena sebab takut dari adzab Allah dan hukuman dari-Nya, sedangkan engkau malah tersibukkan dan berpaling darinya, kemudian berpaling menuju kepada mereka pembesar-pembesar kafir untuk mendakwahinya.

كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ

kallā innahā tażkirah

11. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ

fa man syā`a żakarah

12. maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,

فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ

fī ṣuḥufim mukarramah

13. di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,

مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ

marfụ’atim muṭahharah

14. yang ditinggikan lagi disucikan,

بِأَيْدِي سَفَرَةٍ

bi`aidī safarah

15. di tangan para penulis (malaikat),

كِرَامٍ بَرَرَةٍ

kirāmim bararah

16. yang mulia lagi berbakti.

11-16. Maka ketahuilah wahai Nabi Allah ! Bahwasanya (urusannya) tidak demikian sebagaimana yang telah engkau perbuat; Akan tetapi urusan semisal ini, yaitu berpaling darinya tidak dibenarkan kepada orang yang mencari petunjuk dan kebenaran, meskipun engkau beranggapan bahwa berpaling ke mereka (orang-orang kafir) menyangkut islam. Dan tidaklah pada surat ini dan yang di dalamnya ada banyak petunjuk yang memberikan nasihat dan peringatan bagimu (wahai Nabi) dan bagi siapa yang menginginkan untuk mengambil pelajaran bagi hamba-hamba Allah. Ketahuilah bahwa nasihat-nasihat ini tegas dalam lembaran-lembaran yang di muliakan dan di tetapkan (Al Qur’an). Allah tinggikan ia (Rasulullah) di sisi Allah dan dibersihkan dari kesalahan. Bahwasanya utusan-utusan Allah, Allah jadikan mereka orang-orang yang shalih antara diri-Nya dan Rasul-Rasul-Nya. Dan mereka para malaikat memuliakan (bershalawat) kepadanya di sisi Allah, menuntut menjadikan utusan-Nya taat dan bersih dari dosa.

قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ

qutilal-insānu mā akfarah

17. Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?

مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ

min ayyi syai`in khalaqah

18. Dari apakah Allah menciptakannya?

مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ

min nuṭfah, khalaqahụ fa qaddarah

19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ

ṡummas-sabīla yassarah

20. Kemudian Dia memudahkan jalannya.

ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ

ṡumma amātahụ fa aqbarah

21. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,

ثُمَّ إِذَا شَاءَ أَنْشَرَهُ

ṡumma iżā syā`a ansyarah

22. kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ

kallā lammā yaqḍi mā amarah

23. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,

17-23. Kemudian Allah menyeru kepada orang-orang kafir, Ia berkata : Allah akan perangi orang-orang yang kufur dengan kekufuran yang sangat kepada Allah, (padahal) bersamaan dengan kekufurannya, Allah telah berbuat baik kepadanya. Lalu Allah katakan kepada mereka yang bersikukuh dengan kekufurannya : Bukankan ia (orang-orang kafir) melihat asal penciptaannya yang diciptakan dari setetes mani yang hina ? Sampai-sampai mereka tidak membutuhkan lagi keimanan kepada Rabbnya ? Dengan mani ini Allah jadikan mereka ditakdirkan menempel di rahim ibunya dengan kondisi bertahap sampai menjadi manusia. Kemudian setelah melewati tahap ini yaitu ketika hidup di dalam rahim ibunya, Allah mudahkan baginya untuk keluar (ke dunia), Allah beri petunjuk untuk hidup di bumi, Allah mudahkan untuk mendapatkan petunjuk (kebaikan) jika ia mendambakannya, dan Allah bebaskan bermaksiat jika memang itu dambaannya. Kemudian Allah beri kenikmatan (pada mukmin) ketika mati dan dikuburkan di dalam kubur, Allah berikan kemuliaan atasnya. Kemudian Allah beri kenikmatan ketika Allah berkehendak menghidupkan dan membangkitkannya setelah kematiannya untuk dihisab dan dibalas amalannya ketika dunia; Sedangkan orang-orang kafir Allah berikan cobaan dan diuji atas kesombongan dan keangkuhannya, padahal Allah telah berbuat baik kepadanya (di dunia) dan sama-yaitu dibebankan syariat; Akan tetapi ia tidak menganggap (acuh) atas apa yang telah diwajibkan oleh Rabbnya dari keimanan dan amal yang shalih.

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ

falyanẓuril-insānu ilā ṭa’āmih

24. maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا

annā ṣababnal-mā`a ṣabbā

25. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),

ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا

ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā

26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا

fa ambatnā fīhā ḥabbā

27. lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,

وَعِنَبًا وَقَضْبًا

wa ‘inabaw wa qaḍbā

28. anggur dan sayur-sayuran,

وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا

wa zaitụnaw wa nakhlā

29. zaitun dan kurma,

وَحَدَائِقَ غُلْبًا

wa ḥadā`iqa gulbā

30. kebun-kebun (yang) lebat,

وَفَاكِهَةً وَأَبًّا

wa fākihataw wa abbā

31. dan buah-buahan serta rumput-rumputan,

مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ

matā’al lakum wa li`an’āmikum

32. untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

24-32. Kemudian Allah menunjukkan kepada manusia untuk mentadabburi terhadap urusan (mereka) yang berhubungan dengan makanan yang ia makan, dan bagaimana (makanan tersebut) bisa sampai kepadanya setelah melalui proses yang beraneka ragam. Lalu Allah mengabarkan bahwasanya Ia mampu menurunkan air dari awan menuju ke bumi. Kemudian mengalirlah air tersebut yang (kemudian) mengeluarkan tumbuhan darinya. Kemudian Allah tumbuhkan (dari bumi) macam-macam biji-bijian seperti gandum dan syaiir. Dan padanya juga Allah tumbuhkan macam-macam anggur yang lezat, dan macam-macam sayuran hijau semisal selada, parsley, daun mint dan jarjir. Allah juga tumbuhkan pohon-pohon zaitun dan pohon kurma. Dan Allah tumbuhkan di bumi kebun-kebun dan ladang-ladang yang di dalamnya banyak pepohonan beraneka ragam. Dan juga Allah tumbuhkan macam-macam buah-buahan, dan oleh karena itu pulalah yang dengannya Allah jadikan rumput ada di dalamnya; Dan rumput kering yang ia adalah makanan bagi hewan liar dan ternak. Kemudian Allah kabarkan bahwa dijadikan ini semua (yaitu makanan) karena sebab manfaat bagi mereka. Kalian dapat mengambil manfaat dan menikmatinya.

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ

fa iżā jā`atiṣ-ṣākhkhah

33. Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

yauma yafirrul-mar`u min akhīh

34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,

وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ

wa ummihī wa abīh

35. dari ibu dan bapaknya,

وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

wa ṣāḥibatihī wa banīh

36. dari istri dan anak-anaknya.

لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

likullimri`im min-hum yauma`iżin sya`nuy yugnīh

37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

33-37. Kemudian Allah tutup surat ini dengan kejadian-kejadian pada hari kiamat, Allah berkata : Dan ketika datang (secara pasti) hari kiamat dengan suara yang memekikkan telinga, maka pada hari itu (orang-orang kafir) akan menyesal. Pada hari semua manusia berlarian dari seseorang yang dicintainya. Semuanya (seolah-olah) berkata : “Yang terpenting adalah diriku…diriku”. Ia lari dari saudara-saudaranya, ibunya, bapaknya, istrinya, dan anak-anaknya. Setiap manusia pada hari itu sibuk dengan urusan masing-masing.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ

wujụhuy yauma`iżim musfirah

38. Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ

ḍāḥikatum mustabsyirah

39. tertawa dan bergembira ria,

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ

wa wujụhuy yauma`iżin ‘alaihā gabarah

40. dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,

38-40. Dan pada hari yang besar ini (yaitu hari kiamat) Allah putihkan wajah-wajah mereka dan terlihat berseri-seri padanya, begitu juga nampak senyuman di wajahnya. Dan itulah wajah ahli tauhid dan ahli iman. Dan di sana terdapat wajah yang tertutup debu dan cemberut ketakutan dari apa yang telah mereka lalaikan (di dunia).

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

tarhaquhā qatarah

41. dan ditutup lagi oleh kegelapan.

أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ

ulā`ika humul-kafaratul-fajarah

42. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

41-42. Kemudian Allah jelaskan pemilik wajah yang berdebu ini (yang nampak padanya dan menutupi wajahnya), serta hina, rendahan, hitam wajahnya dan gelap. Dan Allah akhiri pada ayat ini dengan penjelasan (bahwasanya) pemilik wajah-wajah ini dikarenakan (ketika di dunia) terkumpul padanya kekufuran dan kemaksiatan-kemaksiatan. Oleh karena itu, Allah kumpulkan pada wajahnya kegelapan dan debu yang menutupi wajahnya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!