Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat an-Naba

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ

Arab-Latin: ‘amma yatasā`alụn

Terjemah Arti: 1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

‘anin-naba`il-‘aẓīm

2. Tentang berita yang besar,

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ

allażī hum fīhi mukhtalifụn

3. yang mereka perselisihkan tentang ini.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-3. Allah memulai di awal-awal surat ini dengan bantahan atas kaum musyrik dimana mereka mengingkari hari kebangkitan; Mereka orang-orang kafir ingkar ketika datang kepada mereka utusan Allah (Rasulullah) yang membawa Al Qur’an. Disebutkan bahwasanya mereka (kaum musyrikin) meragukan dan terkejut dengan (kabar) tentang hari kebangkitan; Maka jadilah mereka semua saling bertanya-tanya antara satu sama lain diantara mereka berkenaan dengan urusan yang besar ini dan kabar yang sangat penting ini, yang mereka dapat dari Allah (melalui utusan-Nya). Mereka berselisih satu sama lain dengan perselisihan yang amat; Diantara mereka ada yang mendustakan Rasul dan hari kebangkitan yang mereka berkata sebagaimana dalam surat Al An’am ayat ke 29 : “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”, dan diantara mereka ada yang ragu-ragu sehingga mengatakan : “Kami tidak tahu apakah hari kiamat itu, kami sekali-kali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-kali tidak meyakini(nya)” {Al Jatsiyah 32}. Dan diantara mereka ada yang bersikeras (menyombongkan diri) dengan mengklaim bahwasanya sesembahan-sesembahan mereka adalah perantara (antara mereka dengan Allah); Dimana mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah.” {Yunus 18}.

كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

kallā saya’lamụn

4. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ

ṡumma kallā saya’lamụn

5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

4-5. Kemudian Allah mengancam (memberi peringatan) atas mereka, Allah katakan : Bahwa tidaklah demikian urusannya (sebagaimana mereka kaum musyrikin katakana dan yakini), dimana mereka mengingkari hari kebangkitan (setelah kematian menimpa diri mereka); Yang benar adalah sebagaimana (yang dikatakan) oleh Rasulullah yang ia adalah utusan Allah yang jujur dengan apa yang di amanahkan oleh Rabb nya. Dan bahwasanya Al Qur’an adalah kebenaran, dan suatu saat mereka yaitu orang-orang yang mendustakan pasti akan mengetahui akibat pendustaan mereka, dan akan bertambah penyesalan mereka ketika mereka melihat neraka dihadapannya (secara nyata) melalui mata-mata mereka dan kejelasan yang nyata. Memang pantas bagi mereka mendapatkan adzab dan siksaan (yang demikian).

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

a lam naj’alil-arḍa mihādā

6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

wal-jibāla autādā

7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

wa khalaqnākum azwājā

8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

wa ja’alnā naumakum subātā

9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

wa ja’alnal-laila libāsā

10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

wa ja’alnan-nahāra ma’āsyā

11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

wa banainā fauqakum sab’an syidādā

12. dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا

wa ja’alnā sirājaw wahhājā

13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا

wa anzalnā minal-mu’ṣirāti mā`an ṡajjājā

14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا

linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā

15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا

wa jannātin alfāfā

16. dan kebun-kebun yang lebat?

6-16. Allah menyebutkan Sembilan dalil yang menunjukkan atas ke Maha Mampuan-Nya atas membangkitkan dari yang mati dan menghidupkannya kembali. Allah berkata : Bukankah Kami yang menciptakan bumi dan menjadikannya terhampar bagi kalian ? dan kalian dapat bergerak sebagaimana yang kalian inginkan ? Dan bukankah kami ciptakan pada bumi itu gunung dan kami jadikan kokoh tertancap hingga kalian tidak terpental dan juga terguncang ? Dan bukankah kami jadikan segolongan laki-laki dan juga perempuan bagi kalian agar supaya berkembang biak dan memperbanyak keturunan ? Dan bukankah kami jadikan tidur bagi kalian sebagai pemutus aktivitas kalian dan sebagai waktu istirahat bagi tubuh-tubuh kalian ? Dan bukankah kami jadikan malam dengan kegelapannya agar supaya kalian menetap di tempat-tempat tinggal kalian dan beristirahat dari segala sesuatunya agar kembali dapat menyonsong kehidupan di siang harinya ? Dan bukankah malam adalah waktu bagi manusia untuk kembali (mencari tempat tinggal) bagi raga, karena kegelapannya yang senantiasa pekat menutupi, sebagaimana pakaian yang menutupi tubuh ? Dan bukankah kami jadikan siang dengan cahayanya agar manusia senantiasa beraktivitas menyongsong kehidupannya ? Dan bukankah kami ciptakan tujuh langit di atas kalian yang nyata tegaknya serta kokoh dan padat, tidaklah padanya terdapat keretakan (celah) dan tidak juga keretakan ? Dan bukankah kami jadikan matahari yang terkumpul padanya diantara cahaya dan panas ? Maka cahaya tersebut menjadikan makhluk dapat melihat dan panas menjadikan tumbuhan dapat ber foto sintesis dan manusia dapat memanfaatkannya. Dan bukankah kami turunkan air yang sangat banyak dari langit yang terkumpul ?; Agar supaya menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan, begitu juga kebun-kebun, taman-taman terkumpul di dalamnya pepohonan dan cabang-cabang dari rantingnya. Kesimpulannya dari dalil-dalil yang telah disebutkan adalah, barangsiapa yang mampu menciptakan atas segala sesuatu yang telah disebutkan tadi maka mampu pula untuk menghidupkan manusia setelah matinya.

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا

inna yaumal-faṣli kāna mīqātā

17. Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri fa ta`tụna afwājā

18. yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا

wa futiḥatis-samā`u fa kānat abwābā

19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا

wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā

20. dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

17-20. Kemudian Allah menjelaskan dari sisi hari kiamat dimana mereka bertanya-tanya dan mendustakannya; Maka Allah kabarkan bahwasanya hari kiamat memiliki waktu yang telah ditentukan dan kapan terjadinya bagi mereka yaitu manusia yang awal pertama kali diciptakan samapai paling akhirnya, dan Allah tidak akan ingkar atas perkataan-Nya. Dan pada hari itu manusia akan di ganjar dengan kebaikan atau di adzab, dan semuanya berdasarkan amalannya (di dunia). Allah menjelaskan pada hari itu malaikat meniup sangkakala dan agar manusia bangkit dari kuburnya dan ia adalah tiupan yang kedua, pada hari itu berkumpulah manusia ditempat perkumpulan bersama imam-imam mereka. Pada hari itu langit tersingkap dan bersamaan dengannya, turun para malaikat dan menjelma langit menjadi pintu-pintu yang banyak (bagi mereka para malaikat). Gunung-gunung meletus (pada hari itu) dan berpindah dari tempatnya yang semula sampai seperti debu berterbangan, sepeti inilah kejadian yang terus menerus terjadi di hari itu, hingga datang hari ketentuan untuk kehidupan yang abadi.

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا

inna jahannama kānat mirṣādā

21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,

لِلطَّاغِينَ مَآبًا

liṭ-ṭāgīna ma`ābā

22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا

lābiṡīna fīhā aḥqābā

23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

21-25. Kemudian setelah Allah menjelaskan ke Maha Kuasaan-Nya atas makhluk-Nya, Allah menjelaskan balasan bagi orang-orang kafir, dimana (Ia) mengabarkan bahwa jahannam adalah tempat bagi mereka untuk di adzab di akhirat. Allah jerat mereka dengan adzab, Allah janjikan bagi mereka suatu tempat yang menanti (mereka) dengan segala sesuatunya yang di dalamnya terdapat kejelekan dengan sebab amalan buruk mereka. Allah kabarkan kondisi jahannam bagi mereka yang nekat untuk menerobos ketentuan-ketentuan Allah (selama di dunia). Bagi mereka (orang-orang kafir) tempatnya adalah di neraka sepanjang masa tiada akhir. Dikecualikan darinya orang-orang mukmin yang bermaksiat sehingga masuk ke dalam neraka untuk disucikan atas dosa-dosanya, kemudian ia (kaum mukminin) dikeluarkan untuk menuju ke dalam surga. Mereka orang-orang kafir tidak akan pernah merasakan apa yang mereka kaum mukminin beristirahat didalamnya (surga), begitu pula kaum mukminin tidak akan merasakan kehausan (sebagaimana orang-orang kafir); Bahkan minuman-minuman mereka (orang-orang kafir) pada hari itu adalah air yang mendidih dan nanah para penghuni neraka. Kemudian Allah menjelaskan balasan bagi mereka (orang-orang kafir) atas apa yang mereka amalkan dari amalan-amalan penghuni neraka.

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا

lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarābā

24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

illā ḥamīmaw wa gassāqā

25. selain air yang mendidih dan nanah,

21-25. Kemudian setelah Allah menjelaskan ke Maha Kuasaan-Nya atas makhluk-Nya, Allah menjelaskan balasan bagi orang-orang kafir, dimana (Ia) mengabarkan bahwa jahannam adalah tempat bagi mereka untuk di adzab di akhirat. Allah jerat mereka dengan adzab, Allah janjikan bagi mereka suatu tempat yang menanti (mereka) dengan segala sesuatunya yang di dalamnya terdapat kejelekan dengan sebab amalan buruk mereka. Allah kabarkan kondisi jahannam bagi mereka yang nekat untuk menerobos ketentuan-ketentuan Allah (selama di dunia). Bagi mereka (orang-orang kafir) tempatnya adalah di neraka sepanjang masa tiada akhir. Dikecualikan darinya orang-orang mukmin yang bermaksiat sehingga masuk ke dalam neraka untuk disucikan atas dosa-dosanya, kemudian ia (kaum mukminin) dikeluarkan untuk menuju ke dalam surga. Mereka orang-orang kafir tidak akan pernah merasakan apa yang mereka kaum mukminin beristirahat didalamnya (surga), begitu pula kaum mukminin tidak akan merasakan kehausan (sebagaimana orang-orang kafir); Bahkan minuman-minuman mereka (orang-orang kafir) pada hari itu adalah air yang mendidih dan nanah para penghuni neraka. Kemudian Allah menjelaskan balasan bagi mereka (orang-orang kafir) atas apa yang mereka amalkan dari amalan-amalan penghuni neraka.

جَزَاءً وِفَاقًا

jazā`aw wifāqā

26. sebagai pambalasan yang setimpal.

إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا

innahum kānụ lā yarjụna ḥisābā

27. Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,

وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا

wa każżabụ bi`āyātinā kiżżābā

28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya.

27-28. Kemudian Allah menjelaskan bahwa balasan ini adalah balasan yang pedih dan adzab karena sebab mereka tidak takut pada hari perhitungan amal baik dan buruk serta mereka acuh, mereka mendustakan hari kebangkitan, mereka mendustakan atas segala bukti-bukti yang menunjukkan atas ke Maha Esa’an Allah, kenabian, hari pembalasan dan apa-apa yang ada di dalam Al Qur’an.

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا

wa kulla syai`in aḥṣaināhu kitābā

29. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

fa żụqụ fa lan nazīdakum illā ‘ażābā

30. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

29-30. Kemudian Allah mengabarkan bahwa segala sesuatu yang di kerjakan oleh orang-orang kafir baik sedikitnya maupun banyaknya sungguh telah tercatat di lauhil mahfudz. Kemudian dikatakan kepadanya (yaitu kepada orang-orang kafir) dengan ucapan yang kasar dan teguran keras : Rasakanlah olehmu wahai orang-orang yang mendustakan dan menolak (apa yang Allah dan rasul-Nya tetapkan), sungguh tidak akan Kami tambah padamu kecuali adzab yang terus bertambah.

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

inna lil-muttaqīna mafāzā

31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا

ḥadā`iqa wa a’nābā

32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

wa kawā’iba atrābā

33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

وَكَأْسًا دِهَاقًا

wa ka`san dihāqā

34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا

lā yasma’ụna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā

35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

31-35. Kemudian Allah mulai menjelaskan balasan bagi hambanya yang bertakwa. Allah mengkabarkan bahwasanya orang-orang yang bertakwa yaitu mereka yang taat kepada Rabb nya di dunia akan menang dengan kemuliaan dan balasan yang besar di surga yang penuh nikmat. Dan bagi mereka kebun-kebun yang terkumpul di dalamnya, yang terdapat buah-buahan yang lezat, begitu juga baginya pohon-pohon anggur. Bagi mereka istri-istri yang jelita, yang memiliki buah dada yang montok, yang tidak kendor. Dan wanita-wanita tersebut umurnya sama merata, yaitu berumur remaja, begiu juga istri dari hamba yang bertakwa dimana Allah ciptakan mereka dalam sebaik-baik rupa dari bidadari. Dan mereka (ahli surga) memiliki gelas yang berisi khamr lezat untuk mereka minum. Dan mereka tidaklah mendengar suara di surga kecuali dari yang baik-baik saja, dan tidak mendengar ucapan-ucapan bathil. Tidak juga ucapan-ucapan yang mengandung dosa dan juga tidaklah mereka mendengar ucapan-ucapan yang tidak bermanfaat.

جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا

jazā`am mir rabbika ‘aṭā`an ḥisābā

36. Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا

rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikụna min-hu khiṭābā

37. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

36-37. Kemudian Allah menjelaskan bahwa ini semua adalah balasan bagi mereka yang bertakwa dan semua itu adalah karunia dari Allah dan kebaikan dari-Nya. Allah berikan mereka secara sempurna dan lengkap dari sisi Tuhannya. Yang Ia adalah Rabb langit dan bumi serta apa yang diantara keduanya. Dan Ia adalah pemilik kasih sayang yang luas dari apapun yang luas. Semua yang Allah berikan bagi mereka adalah karena sebab keimanan mereka dan ibadah mereka. Kemudian Allah menjelaskan bahwa penghuni langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya pada hari itu tidaklah memiliki izin untuk bertanya, kecuali bagi siapa yang Allah izinkan bagi mereka.

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā

38. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

Kemudian Allah menjelaskan bahwa Jibril dan bersamanya seluruh malaikat pada hari kiamat memilih orang-orang yang terpilih, namun tidak para malaikat memberi syafaat kecuali telah Allah izinkan baginya. Dan hamba Allah yang bertakwa berkata dengan sebenar-benarnya perkataan atau maksudnya adalah ia beriman kepada Allah saja (tidak kepada sesembahan yang lain) dan beramal shalih.

ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ مَآبًا

żālikal-yaumul-ḥaqq, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī ma`ābā

39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

Allah menjelaskan bahwa hari kiamat adalah hari yang nyata akan kebenarannya dimana hari itu adalah hari yang layak untuk menerima balasan; Karena hari itu adalah hari pembalasan dan hisab; Maka ketahuilah oleh kalian ! Sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk untuk bersiap menyambut hari itu. Dan barangsiapa yang urusannya terus menerus mengikuti arahan Rabb-Nya, begitu juga yang menginginkan keberhasilan, maka berjalanlah di atas petunjuk Rabb nya, dan menjadikan petunjuk tersebut sebagai pedoman untuk mendekatkan diri kepada-Nya, kedekatannya kepada Rabb-Nya adalah sebuah kemuliaan dan balasan baginya, dan adanya jarak antara dia dan Tuhan nya tergantung dosa seorang hamba kepada Rabb-Nya. Dan seorang hamba yang memiliki kedekatan adalah hamba yang beriman kepada Allah saja dan beramal shalih.

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

innā anżarnākum ‘ażābang qarībay yauma yanẓurul-mar`u mā qaddamat yadāhu wa yaqụlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā

40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

Dan ketahuilah oleh mu wahai manusia ! Bahwasanya Allah di atas ketinggian-Nya memperingatkan kalian dengan adzab-Nya yang sungguh sangat dekat, dan adazab ini akan datang pada hari kiamat, yaitu hari dimana manusia melihat kejadian yang telah berlalu dari kebaikan, atau keburukan yang telah tercatan di lembaran-lembaran amalan seorang hamba. Pada saat itu seorang kafir akan mengeluh dengan kerasnya adzab yang akan menimpanya dan pada saat ia melihat adzab sudah di depan mata dengan berkata : Seandainya aku tidaklah diciptakan dan juga dibangkitkan; Seandainya diri ini dikembalikan sebagaimana tanah sebagaimana para binatang itu. Setelah di hisab amalannya satu per satu dari mereka (orang kafir) mereka berkata : Jadikanlah aku tanah saja wahai Tuhan ku.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!