Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Mursalat

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا

Arab-Latin: wal-mursalāti ‘urfā

Terjemah Arti: 1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini dibuka dengan berbagai macam sumpah, Allah bersumpah sesuai dengan keinginan-Nya yaitu dengan ciptaan-Nya, diri-Nya, dan sifat di antara sifat-sifat-Nya. Allah memulai dengan besumpah dengan angin yang membawa adzab bagi orang-orang kafir.

فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا

fal-‘āṣifāti ‘aṣfā

2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,

Allah bersumpah dengan angin yang membawa badai dimana menyebabkan tercabutnya pepohonan dan meratakan suatu negeri.

وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا

wan-nāsyirāti nasyrā

3. dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya,

Allah bersumpah dengan angin yang membawa awan yang mengandung air hujan dan terbentanglah rahmat Allah dimanapun Dia perintahkan.

فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا

fal-fāriqāti farqā

4. dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya,

Allah bersumpah dengan malaikat yang membawa wahyu dimana wahyu tersebut memisahkan antaraa yang haq dan bathil.

فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا

fal-mulqiyāti żikrā

5. dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,

Allah bersumpah dengan malaikat yang menurunkan wahyu.

عُذْرًا أَوْ نُذْرًا

‘użran au nużrā

6. untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan,

Allah menjelaskan bahwa malaikat ini (yang turun), adalah hujjah Allah bagi manusia agar tidak berkilah. Dan sebagai hujjah bagi manusia akan adzab yang Allah akan datangkan, jika manusia menyelisihi perintah-Nya.

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ

innamā tụ’adụna lawāqi’

7. sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi.

Allah menjelaskan bahwa sumpah di antara sumpah-sumpah ini sebagai ketegasan bahwa hari kebangkitan itu benar adanya, dan Allah pada saat itu akan turun kepada kalian tanpa sekutu apapun. Pada hari itu sempurnalah perhitungan-Nya, dan Allah akan menghisab setiap amalan manusia.

فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ

fa iżan-nujụmu ṭumisat

8. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan,

Allah menjelaskan akan waktu kedatangan hari kiamat, Allah berkata : Maka jika bintang-bintang itu redup dan hilang sinarnya dan tidak tersisa lagi cahayanya.

وَإِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ

wa iżas-samā`u furijat

9. dan apabila langit telah dibelah,

Dan jika langit terbelah dan turun para malaikat.

وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ

wa iżal-jibālu nusifat

10. dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,

Dan jika gunung-gunung berterbangan dan menyebar dimana menjadi biji-bijian yang berhamburan.

وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ

wa iżar-rusulu uqqitat

11. dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka).

Dan jika telah sampai batas waktu bagi para Rasul, yaitu hari kiamat, sebagai pemisah dan penentuan hukum antara mereka (para Rasul) dan kaum-kaumnya.

لِأَيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ

li`ayyi yaumin ujjilat

12. (Niscaya dikatakan kepada mereka:) “Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?”

Allah kemudian bertanya dengan pertanyaan agar supaya mereka (orang-orang kadir) sadar, Allah berkata : Inilah urusan yang dahulu didakwahkan oleh para Rasul, dimana dahulu didustakan oleh orang-orang kafir dan dibenarkan oleh orang-orang yang bertakwa, lalu sampai hari apakah akan ditangguhkan (untuk ditimpakan adzab bagi orang-orang kafir itu)?

لِيَوْمِ الْفَصْلِ

liyaumil-faṣl

13. Sampai hari keputusan.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ

wa mā adrāka mā yaumul-faṣl

14. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?

13-14. Maka Allah menjawab dengan berkata : Ditangguhkan sampai hari yang agung ini, yaitu hari kiamat yang memisahkan di anatar makhluk-Nya. Kemudian Allah berkata : Apakah kalian tahu wahai manusia tentang hari yang memisahkan dan sangat keras dan agung keadaannya ?

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

15. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengabarkan bahwasanya kecelakaanlah dan merugi serta sengsara pada hari kiamat ini bagi orang-orang kafir yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan kitab suci-Nya.

أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ

a lam nuhlikil-awwalīn

16. Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu?

ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ

ṡumma nutbi’uhumul-ākhirīn

17. Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian.

16-17. Kemudian Allah menujukan perkataannya kepada orang-orang musyrik yang mendustakan hari kebangkitan, Allah berkata : Bukankah kami telah membinasakan atas kaum yang terdahulu, yang mereka mendustakan Rasu-Rasul mereka, seperti kaum Nuh, Ad dan Tsamud. Kami juga akan menyertakan kaum yang belakangan dimana mereka mengikuti jalan orang-orang sebelum mereka dalam pendustaan dan maksiat.

كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ

każālika naf’alu bil-mujrimīn

18. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa.

Allah menyebutka bahwasanya dengan permisalan adzab yang keras ini, Allah menimpakan kepada mereka orang-orang yang bermaksiat dari kafir Mekkah; Karena sebab mereka mendustakan Nabi ﷺ.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

19. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Kemudian Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan, Allah berkata : Sungguh celaka dan merugi pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

a lam nakhlukkum mim mā`im mahīn

20. Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?

فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

fa ja’alnāhu fī qarārim makīn

21. kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim),

إِلَىٰ قَدَرٍ مَعْلُومٍ

ilā qadarim ma’lụm

22. sampai waktu yang ditentukan,

فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ

fa qadarnā fa ni’mal-qādirụn

23. lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan.

20-23. Allah memberikan nikmat atas makhluknya dengan menjadikannya wujud hidup di dunia. Allah berkata : Bukankah Kami yang menciptakan kalian wahai manusia dan jin, dari air yang lemah dan hina, yaitu air mani laki-laki ? Dan dengan kuasa Kami, Kami jadikan air mani ini bertempat di tempat yang terjaga, yaitu rahim yang ada di tubuh wanita yang terjaga dari empat penjuru. Kemudian menetap air ini di dalam rahim perempuan sampai waktu yang ditentukan sesuai ilmu Allah. Kemudian Allah memuji dzat-Nya karena Allah yang memiliki segala sesuatunya dengan berkata : Sesungguhnya Kami yang menyusun makhluk ini yang terdapat di dalam rahim perempuan dengan sebaik-baik rupa dan keadaannya, maka nikmat atas sesuatu yang Allah takdirkan.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

24. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam para pendusta yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتًا

a lam naj’alil-arḍa kifātā

25. Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul,

أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا

aḥyā`aw wa amwātā

26. orang-orang hidup dan orang-orang mati?

وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا

wa ja’alnā fīhā rawāsiya syāmikhātiw wa asqainākum mā`an furātā

27. dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?

25-27. Kemudian Allah berhujjah dengan kejadian yang akan terjadi di hari kebangkitan dengan bukti-bukti yang lain, Allah berkata : Bukankah kami yang menjadikan bumi ini, yang kalian hidup di atasnya, sebagaimana seorang ibu yang mengandung anak di perutnya. Kalian dibiarkan hidup berkumpul di atas tanahnya dan mati di dalam kubur (tanahnya). Sebagian ahli tafsir kontemporer berkata : Maksud dari ayat ini adalah gravitasi bumi, maka maknanya adalah : Bukankah kami yang menjadikan gravitasi bumi bagi kalian agar kalian dapat hidup di atasnya (di atas bumi), kemudian kalian mati tergeletak di dalam kubur menjadi mayat-mayat. Kemudian Allah berkata : Kami jadikan di bumi gunung-gunung yang tertancap di kedalaman bumi dan puncaknya menjulang tinggi, (semua itu) sebagai pasak bagi bumi agar kalian tidak bergoncang. Dan kami alirkan air tawar yang mengalir yang mudah untuk diminum bagi siapapun yang meminumnya.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

28. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

انْطَلِقُوا إِلَىٰ مَا كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

inṭaliqū ilā mā kuntum bihī tukażżibụn

29. (Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat): “Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya.

انْطَلِقُوا إِلَىٰ ظِلٍّ ذِي ثَلَاثِ شُعَبٍ

inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu’ab

30. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang,

لَا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ

lā ẓalīliw wa lā yugnī minal-lahab

31. yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka”.

إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ

innahā tarmī bisyararing kal-qaṣr

32. Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana.

كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ

ka`annahụ jimālatun ṣufr

33. Seolah-olah ia iringan unta yang kuning.

29-33. Allah mengabarkan tempat kembali mereka yaitu orang-orang yang mendustakan, Allah berkata : Pergilah kalian wahai orang-orang kafir munuju adzab jahannam yang dahulu kalian telah dustakan di dunia. Pergilah kalian munuju naungan yang terbentuk dari asap neraka dan yang memiliki tiga cabang. Dan naungan ini tidaklah menaungi orang yang berada di bawahnya kecuali orang tersebut mendapatkan panas yang menyengat, ia juga tidak mampu menjaga mereka dari mulut-mulut neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya neraka itu memuntahkan bunga api, setiap bunga api besarnya setinggi benteng yang tinggi. Dan warnanya serta gerakannya yang cepat menyerupai unta yang kuning.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

34. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

هَٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُونَ

hāżā yaumu lā yanṭiqụn

35. Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu),

وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ

wa lā yu`żanu lahum fa ya’tażirụn

36. dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur.

35-36. Pada hari ini (hari kiamat), para pendusta tidak dapat berkata-kata tentang hari kebangkitan dan pembalasan ini; Karena mereka pada hari itu (mengalami) kedahsyatan akan keadaannya; Bahkan tidak ada udzur (alasan) apapun bagi mereka.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

37. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

هَٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ ۖ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ

hāżā yaumul-faṣli jama’nākum wal-awwalīn

38. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu.

فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ

fa ing kāna lakum kaidun fa kīdụn

39. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku.

38-39. Kemudian dikatakan kepada orang-orang kafir : Ini adalah hari dimana Allah memisahkan di antara seluruh makhluk-Nya, dan Dia akan menghukumi dengan hukum yang Maha Adil dari kebaikan ataupun keburukan. Oleh karena itu kalian dikumpulkan wahai orang-orang kafir bersamaan dengan orang-orang kafir yang semisal kalian yaitu dari umat-umat sebelumnya, yang Allah akan hukumi atas kalian semua. Kemudian Allah berkata kepada mereka : Maka jika ada tempat keluar atau tipu daya agar kalian dapat lolos dari adzab jahannam, maka silahkan kalian lakukan. Ini dikatakan kepada mereka atas dasar mengolok-olok mereka atau dengan kata lain, mau kemana kalian orang-orang yang telah terbelenggu di dalam nereka akan meloloskan diri dan mengambil tempat keluar.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

40. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ

innal-muttaqīna fī ẓilāliw wa ‘uyụn

41. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air.

وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ

wa fawākiha mimmā yasytahụn

42. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini.

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

kulụ wasyrabụ hanī`am bimā kuntum ta’malụn

43. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan”.

إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

innā każālika najzil-muḥsinīn

44. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

41-44. Kemudian Allah mensifati surga dan para penghuninya dengan berkata : Sungguh bagi mereka yang takut kepada Tuhannya dan mengamalkan dengan apa yang diperintahkan kepadanya serta menjauhi apa yang dilarang padanya, maka mereka pada hari kiamat akan bernaung di bawah pepohonan dan mereka akan melihat mata air yang di sungai-sungai. Mereka menikmati dengan berbagai macam kenikmatan yang banyak dari buah-buahan yang diri-diri mereka senangi. Kemudian Allah berkata kepada mereka : Makanlah oleh kalian dari sesuatu yang lezat dan kalian sukai dan minumlah oleh kalian dengan sesuatu yang membuat tenggorkan kalian senang; Itulah balasan dari amalan-amalan kalian di dunia dari keshalihan dan ketaatan dan ketahuilah, balasan yang agung ini diperuntukkan bagi orang-orang yang ikhlas, serta Kami muliakan mereka karena sebab amalan-amalan mereka yang shalih dan ketaatan mereka kepada Tuhannya.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

45. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلًا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ

kulụ wa tamatta’ụ qalīlan innakum mujrimụn

46. (Dikatakan kepada orang-orang kafir): “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa”.

Dikatakan kepada orang-orang kafir dengan ancaman di dunia : Makanlah oleh kalian dari kelezatan-kelezatan dunia sebagaimana binatang-binatang ternak, dan bersenang-senanglah dengan syahwat yang fana; Sesungguhnya kalian adalah para pendosa yang lebih jelek daripada binantang-binatang ternak dan tidak ada kemulian bagi kalian di akhirat.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

47. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ

wa iżā qīla lahumurka’ụ lā yarka’ụn

48. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku’.

Allah menjelaskan penyebab masuknya orang-orang kafir ke jahannam yang mereka telah mendustakannya, Allah berkata : Sungguh jika dikatakan kepada mereka sebagai nasihat dan sebuah petunjuk : Taatilah Allah dan shalatlah kalian; Maka mereka menolak dengan sombong dan keras kepala.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

49. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.

Allah mengancam orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan dengan berkata : Sungguh (mereka) akan celaka dan merugi pada hari ini yaitu orang-orang yang mendustakan Allah, Rasul-Nya dan Kitab suci-Nya.

فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

fa bi`ayyi ḥadīṡim ba’dahụ yu`minụn

50. Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman?

Allah menutup surat ini dengan ketakjuban-Nya atas ketiadaan keimanan mereka, Allah berkata : Maka jika seandainya mereka beriman (yaitu orang-orang kafir), dengan Al Qur’an ini, yang padahal telah nyata dan jelas; Maka sungguh mereka tetap saja tidak beriman dan tidak akan membenarkan setelahnya akan segala sesuatunya, selamanya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!