Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Insan

هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا

Arab-Latin: hal atā ‘alal-insāni ḥīnum minad-dahri lam yakun syai`am mażkụrā

Terjemah Arti: 1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja’alnāhu samī’an baṣīrā

2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-2. Allah mengabarkan bahwasanya telah lalu penciptaan manusia dan yang pertama kali adalah Adam, yaitu pada waktu ia (Adam) masih berupa jasad mati tanpa ruh di dalamnya. Dikatakan : Bahwasanya waktu (menjadi jasad tanpa ruh) adalah empat puluh tahun, baru kemudian ditiupkan ruh padanya. Allah menjelaskan bahwa penciptaan manusia adalah dari air manis laki-laki dan perempuan yang bercampur. Percampuran ini adalah yang kemudian berubah menjadi janin. Kemudian Allah mengujinya dengan dibebankannya syariat setelah sempurnanya proses tidur panjangnya (di rahim); Dimana Allah menjadikannya berakal yang memiliki ciri khas mendengar dan melihat; Untuk mendengar hujjah dan bukti-bukti yang menunjukkan atas Sang Pencipta (Allah). Pada surat ini dijelaskan proses penciptaan manusia yang mulia; Dimana Allah menciptakan Adam pertama kali, kemudian Allah ciptakan air mani yang menjadi cikal bakal diciptakannya seluruh manusia.

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

innā hadaināhus-sabīla immā syākiraw wa immā kafụrā

3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

Kemudian Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang diberikan beban syariat ini diberikan jalan petunjuk dan jalan kesesatan, kemudian diperintahkan untuk memilihnya; Maka siapa yang menjadi orang yang bersyukur atas nikmat Allah, mengetahui akan karunia-Nya, serta beramal dengan apa yang datang dari Rasul-Nya; Maka ia menjadi orang yang memilih jalan petunjuk. Dan siapa yang mengingkari dan kufur terhadap nikmat Allah; Maka menjadi orang yang memilih jalan kesesatan.

إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا

innā a’tadnā lil-kāfirīna salāsila wa aglālaw wa sa’īrā

4. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

Allah mengabarkan keadaan dan mengintai orang-orang yang ingkar (kepada Rasul) dengan rantai yang terbuat dari api neraka yang menyala-nyala dan membakar jasad-jasad mereka.

إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

innal-abrāra yasyrabụna ming ka`sing kāna mizājuhā kāfụrā

5. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,

Allah mengabarkan orang-orang yang selamat yaitu mereka yang ikhlas dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka adalah orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya ﷺ, mereka akan meminum khamr yang lezat pada hari kiamat yang bercampur dengan kapur, mereka meminum dengan minuman yang lezat rasanya, wangi aromanya, yang tidak memabukkan dan mengilangkan akal.

عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

‘ainay yasyrabu bihā ‘ibādullāhi yufajjirụnahā tafjīrā

6. (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.

Allah menjelaskan bahwa minuman yang bercampur dengan kapur ini adalah dari mata air surga yang mengalir, hamba-hamba Allah yang berbahagia akan meminum darinya dan bisa melakukan apa saja sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Mereka juga dapat mengalirkannya menuju yang mereka mau dan mereka juga bisa memanfaatkannya menurut apa yang mereka senangi. Firman Allah يَشْرَبُ بِهَا yaitu mereka akan melihat, dan fi’il يَشْرَبُ muta’addi dengan huruf ba’ pada firman Allah بِهَا. Ba’ ini dinamakan ba’ yang disandarkan; Agar mengandung makna melihat.

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا

yụfụna bin-nażri wa yakhāfụna yaumang kāna syarruhụ mustaṭīrā

7. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

wa yuṭ’imụnaṭ-ṭa’āma ‘alā ḥubbihī miskīnaw wa yatīmaw wa asīrā

8. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

innamā nuṭ’imukum liwaj-hillāhi lā nurīdu mingkum jazā`aw wa lā syukụrā

9. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا

innā nakhāfu mir rabbinā yauman ‘abụsang qamṭarīrā

10. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.

7-10. Allah menjelaskan tentang sebab-sebab kenikmatan yang mereka telah sampai padanya, dan di antara sebabnya : Mereka dahulu di dunia mununaikan nazar yang mereka telah wajibkan atas diri-diri mereka masing-masing. Mereka juga adalah orang-orang yang takut akan kejadian hari kiamat, dimana hari itu adalah hari puncak yang dahsyat. Mereka juga memberikan makanan (kepada faqir dan miskin) karena kebutuhan mereka dan kecintaan mereka sehingga membekas pada diri mereka masing-masing akan kebetuhan mereka terhadap orang-orang miskin, anak-anak yatim dan para tawanan perang; Mereka tidak bermaksud sombong maupun ingin terkenal. Kemudian mereka berkata pada masing-masing diri-diri mereka : Sesungguhnya kami memuliakan kalian dan berbuat baik kepada kalian untuk mencari ganjaran di sisi Allah dan menginginkan tempat di akhirat, kami tidak memandang ingin seorangpun mengupah kami dan memuji atas pemuliaan dan kebaikan kami. Mereka juga berkata : Kami memberikan makanan ini kepada kalian karena kebutuhan kami kepada Allah; Karena kami takut akan Rabb kami yaitu pada hari yang manusia bermuka masam karena sebab kengerian dan dahsyatnya hari itu, serta besarnya urusannya, dan panjang ujiannya.

فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا

fa waqāhumullāhu syarra żālikal-yaumi wa laqqāhum naḍrataw wa surụrā

11. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

wa jazāhum bimā ṣabarụ jannataw wa ḥarīrā

12. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,

11-12. Allah mengabarkan bahwasanya mereka yang selamat yaitu mereka yang memberikan makanan orang-orang miskin, anak-anak yatim dan tawanan perang karena kerasnya hari tersebut, dan Allah menyelamatkan mereka dari segala kondisinya (hari kiamat), dan juga memberikan dengan apa yang telah disebutkan dari macam-macam kenikmatan dimana Allah berikan kepada mereka semua. Dantara kenikmatan yang Allah berikan adalah, Allah mampukan mereka melihat wajah Allah dan Allah berikan kebahagiaan di hati-hati mereka. Allah juga masukkan sebab-sebab kesabaran dan keikhlasan (di dunia) untuk mendapatkan surga yang terkumpul segala kenikmatan, dan Allah juga berikan pakaian-pakaian dari bahan sutra kepada mereka di surga.

مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ ۖ لَا يَرَوْنَ فِيهَا شَمْسًا وَلَا زَمْهَرِيرًا

muttaki`īna fīhā ‘alal-arā`ik, lā yarauna fīhā syamsaw wa lā zamharīrā

13. di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا

wa dāniyatan ‘alaihim ẓilāluhā wa żullilat quṭụfuhā tażlīlā

14. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.

13-14. Allah sebutkan sebagian dari kenikmatan penghuni surga; Allah mengabarkan bahwa mereka akan duduk di surga dengan duduk yang penuh ketenangan, yang duduk-duduk mereka bersandar di atas dipan yang mereka berpakaian dengan pakaian indah. Tidak akan terlihat di surga terika panas matahari yang sangat, tidak juga dingin yang sangat dari dingin musim dingin. Dan pohon-pohon surga akan menaunginya, dekat kepada mereka. Dan bahwasanya buah-buahnya telah masak, dekat jika ingin memamakannya, serta dimudahkan bagi mereka dengan segala kemudahan.

وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا

wa yuṭāfu ‘alaihim bi`āniyatim min fiḍḍatiw wa akwābing kānat qawārīrā

15. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,

قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا

qawārīra min fiḍḍating qaddarụhā taqdīrā

16. (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

15-16. Allah menjelaskan bahwa pelayan yang muda-muda, mereka berkeliling melayani penghuni surga dengan membawa bejana-bejana yang berisi makanan yang bejana tersebut terbuat dari perak, dan gelas-gelasnya untuk minum juga terbuat dari perak; Akan tetapi tipis dan bening seperti gelas kaca yang terlihat isi di dalamnya. Pada wadah ini yaitu yang mereka minum atas keinginan-keinginan mereka yang isinya adalah kelezatan yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا

wa yusqauna fīhā ka`sang kāna mizājuhā zanjabīlā

17. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا

‘ainan fīhā tusammā salsabīlā

18. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.

17-18. Allah mengabarkan bahwa di surga mereka diberikan segelas minuman dari khamr yang bercampur dengan jahe. Mereka juga diberikan minum dari mata air surga yang dikatakan dengan Salsabil.

۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا

wa yaṭụfu ‘alaihim wildānum mukhalladụn, iżā ra`aitahum ḥasibtahum lu`lu`am manṡụrā

19. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

wa iżā ra`aita ṡamma ra`aita na’īmaw wa mulkang kabīrā

20. Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

19-20. Allah menjelaskan bahwa di antara kenikmatan penghuni surga adalah adanya pelayan-pelayan muda yang berkeliling atas mereka untuk melayani mereka, yang mereka tetap akan muda, dan mereka (penghuni surga) merasa nyaman melihatnya, jika mereka melihatnya, mereka akan menyangkan mutiara yang bertaburan. Dan jika pandanganmu mengarah di surga, engkau akan melihat kenikmatan di dalamnya, dan kerajaan yang besar yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak juga didengar oleh telingan dan tidak juga pernah dirasakan dalam hati manusia.

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

‘āliyahum ṡiyābu sundusin khuḍruw wa istabraquw wa ḥullū asāwira min fiḍḍah, wa saqāhum rabbuhum syarāban ṭahụrā

21. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.

Allah menjelaskan juga bahwa sebagian dari kenikmatan penghuni surga adalah mereka memakai pakain yang terbuat dari sutra yang lembut, dan tebal kainnya yang berwarna hijau. Sungguh sangat indah dan lembut bagi yang memakainya. Dan mereka dipakaikan oleh para malaikat gelang yang terbuat dari perak (baik perempuan maupun laki-laki). Allah juga memberikan mereka minuman yang suci, dan minuman ini adalah macam yang telah lalu dijelaskan. Semua itu adalah khusus bagi mereka, karena Allah lah yang memberikan mereka nikmat minuman.

إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمْ جَزَاءً وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَشْكُورًا

inna hāżā kāna lakum jazā`aw wa kāna sa’yukum masykụrā

22. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).

Kemudian dikatakan kepada penghuni surga dengan wujud pemuliaan : Sungguh kenikmatan ini aka nada selamanya yang disiapkan untuk kalian, di hamparkan untuk kalian, dan ia adalah balasan dari upah ganjaran untuk kalian, atas amalan shalih kalian yang telah lalu, karenan sebab amalan kalian diridhai dan diterima (Allah).

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ تَنْزِيلًا

innā naḥnu nazzalnā ‘alaikal-qur`āna tanzīlā

23. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.

Allah mengabarkan bahwa Ia menurunkan kepada Nabi-Nya ﷺ Al Qur’an ini, dan Dia juga menurunkannya secara berangsur-angsur berkesesuaian dengan kondisi yang terjadi, agar memberi peringatan dari apa yang Allah janjikan dan ancam, dan agar juga mudah dihafal, dipahami dan dipelajari untuk mengokohkan di dalam hati Nabi ﷺ.

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا

faṣbir liḥukmi rabbika wa lā tuṭi’ min-hum āṡiman au kafụrā

24. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.

Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ agar bersabar atas kesulitan yang didapat dan dari musuh yang mengharuskan bersabar (bagi diri Nabi ﷺ). Dan agar menunggu hukuman dari Allah dan keputusan-Nya kepada mereka. Sebagaimana Allah pernah menyuruh agar tidak mentaati mereka orang-orang musyrik yang mereka larut dalam dosa dan syahwat, dan agar tidak mentaati mereka yang telah sampai pada puncak kekafiran dan pengingkaran. Berkata Ahli Tafsir : Orang yang berdosa dan kufur, keduanya ada pada Utbah bin Rabiah dan Al Walid bin Mughirah; Dimana mereka berdua menolak Rasul ﷺ dengan penolakan yang banyak, agar tidak mengikuti dakwah untuk beribadah kepada Allah saja.

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

ważkurisma rabbika bukrataw wa aṣīlā

25. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.

Allah memerintahkan Nabi ﷺ agar terus menerus mengingat Allah dan memanjatkan doa kepada-Nya di awal waktu siang dan di akhirnya.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

wa minal-laili fasjud lahụ wa sabbiḥ-hu lailan ṭawīlā

26. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.

Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya ﷺ agar shalat malam, dan agar mensucikan Allah dan shalat tahajjud dengan waktu yang panjang.

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلًا

inna hā`ulā`i yuḥibbụnal-‘ājilata wa yażarụna warā`ahum yauman ṡaqīlā

27. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).

Allah menjelaskan kepada Nabi-Nya ﷺ, bahwa mereka orang-orang musyrik sangat mencintai dunia dan mengutamakannya di atas kepentingan akhirat, dan mereka berpaling meninggalkan amalan untuk hari kiamat, dan dengan apa yang membuat mereka selamat dari hari kiamat yang memiliki urusan yang besar dan dahsyat.

نَحْنُ خَلَقْنَاهُمْ وَشَدَدْنَا أَسْرَهُمْ ۖ وَإِذَا شِئْنَا بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلًا

naḥnu khalaqnāhum wa syadadnā asrahum, wa iżā syi`nā baddalnā amṡālahum tabdīlā

28. Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.

Allah mengabarkan bahwa Dia menciptakan mereka orang-orang musyrik dari ketiadaan mereka, dan Allah menjadikan penciptaan bagi mereka dan menjadikan anggota badan mereka untuk ketaatan, atas kehendak-Nya. Allah juga menjadikan mereka kuat. Bersaamaan dengan ini semua, jika Allah menghendaki untuk membinasakan mereka dan mendatangkan yang serupa dengan mereka yang kuat (Allah mampu), akan tetapi Allah menghedaki demikian (agar supaya mereka) mentaati perintah-Nya, serta Allah memerintahkan mereka dengan tangannya.

إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

inna hāżihī tażkirah, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī sabīlā

29. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

wa mā tasyā`ụna illā ay yasyā`allāh, innallāha kāna ‘alīman ḥakīmā

30. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

yudkhilu may yasyā`u fī raḥmatih, waẓ-ẓālimīna a’adda lahum ‘ażāban alīmā

31. Dan memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

29-31. Ketahuilah wahai manusia, bahwa surat ini dan yang di dalamnya adalah nasihat bagi kalian. Maka barangsiapa yang menginginkan nasihat, manfaatkanlah, ambillah pelajaran dan berbuatlah kebaikan dengan tauhid dan amal shalih yang akan mengantarkan kepada ampunan Allah dan keridhaannya. Dan ketahuilah juga bahwa kalian tidaklah menginginkan urusan dari urusan-urusan (di dunia) kecuali dengan takdir Allah dan kehendak-Nya; Kemudian Allah mengabarkan bahwa Dia Maha Mengetahui atas seluruh hamba-Nya, Dia adalah hakim atas akhir keadaan hamba dan ciptaan-Nya. Allah mengabarkan bahwa dia berkehendak menurut diri-Nya kepada hambanya yang shalih yang selaras dengan apa yang datang kepada Rasul-Nya untuk dimasukkan ke dalam surga. Adapun orang-orang yang dzalim yang melampaui batasan-batasan yang ditentukan oleh Allah, yang mereka lebih memilih jalan dosa dan kesesatan; Maka Allah telah siapkan bagi mereka adzab yang keras dan pedih. Dan firman Allah : وَمَا تَشَآءُونَ yaitu jika Aku menghendaki mereka (maka) itu adalah ujian dari Allah; Allah berikan kepada kalian pilihan dan jani berupa balasan jika kalian memilih petunjuk Allah.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!