Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Muddatstsir

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ

Arab-Latin: yā ayyuhal-muddaṡṡir

Terjemah Arti: 1. Hai orang yang berkemul (berselimut),

قُمْ فَأَنْذِرْ

qum fa anżir

2. bangunlah, lalu berilah peringatan!

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

wa rabbaka fa kabbir

3. dan Tuhanmu agungkanlah!

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

wa ṡiyābaka fa ṭahhir

4. dan pakaianmu bersihkanlah,

وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ

war-rujza fahjur

5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

wa lā tamnun tastakṡir

6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

wa lirabbika faṣbir

7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-7. Surat ini dimulai dengan pemberian tanggung jawab kepada Nabi ﷺ untuk bangkit berdakwah dan menyampaikan dengan sungguh-sungguh. Dan Allah membuka surat ini panggilan lembut dan ramah kepada Nabi ﷺ sebagaimana pembukaan dalam surat Al Muzzammil, Allah berkata : Wahai orang yang tertutup atau berselimut di tempat tidurnya, berdirilah dari tempat tidurmu dan peringatkan manusia dari adzab Allah jika masih tetap dalam kesyrikan mereka, kemudian agungkan Tuhanmu dengan tauhid dan ibadah, sucikan pakaianmu dari najis dan kotoran; Maka jika selesai bersuci secara dzahir maka sempurnakan dengan bersuci secara bathin, kemudian tetaplah untuk meninggalkan sesembahan-sesembahan itu dan patung-patung serta beramal dari semua amalan-amalan kesyirikan dan berlepas dirilah dari sesembahan-sesembahan itu dan dari para penyembahnya. Dan janganlah kamu memberi dengan berharap mendapat balasan dari manusia, yaitu dari nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk yang kamu berikan kepada mereka (dan kamu berharap) banyak balasan dari mereka. Jadikanlah amalanmu ikhlas karena wajah Allah, jangan engkau menginginkan satupun balasan dan ucapan terima kasih (dari mereka). Bersabarlah atas tanggung jawab/beban dan perintah-perintah yang Allah bebankan dengannya; Bersabarlah sampai melebihi orang-orang yang bersabar, begitu juga dengan amalan shalih, janganlah berharap lebih dari manusia, karena sebab karunia Allah (kepadamu) jauh lebih banyak.

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ

fa iżā nuqira fin-nāqụr

8. Apabila ditiup sangkakala,

فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ

fa żālika yauma`iżiy yaumun ‘asīr

9. maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,

عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ

‘alal-kāfirīna gairu yasīr

10. bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.

8-10. Allah menyebutkan dari sisi hari kiamat, Allah berkata : Maka jika telah ditiup wahai Nabi Allah, yaitu ditiupnya sangkakala, yaitu tiupan kebangkitan, maka ia termasuk tiupan yang kedua, dimana setelahnya akan ada pembalasan dan hisab. Ketahuilah, pada hari itu akan menjadi hari yang sulit bagi orang-orang kafir dan para pengingkar agama Allah, tidaklah mudah bagi mereka dan apa yang setelahnya, dan sebagian dari rahmat Allah kepada hambanya yang beriman, Allah berkata : عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍۢ, artinya : Bagi orang-orang kafir tidaklah mudah; Pada ayat ini terdapat kelembutan dan keramahan dengan sebab kondisi hari kiamat akan dimudahkan bagi orang-orang beriman.

ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا

żarnī wa man khalaqtu waḥīdā

11. Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.

وَجَعَلْتُ لَهُ مَالًا مَمْدُودًا

wa ja’altu lahụ mālam mamdụdā

12. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,

وَبَنِينَ شُهُودًا

wa banīna syuhụdā

13. dan anak-anak yang selalu bersama dia,

وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا

wa mahhattu lahụ tamhīdā

14. dan Ku-lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ

ṡumma yaṭma’u an azīd

15. kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.

كَلَّا ۖ إِنَّهُ كَانَ لِآيَاتِنَا عَنِيدًا

kallā, innahụ kāna li`āyātinā ‘anīdā

16. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran).

سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا

sa`ur-hiquhụ ṣa’ụdā

17. Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.

إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ

innahụ fakkara wa qaddar

18. Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

11-18. Allah mengabarkan dengan kisah kesesatan dank eras kepalanya Al Walid bin Mughirah, Allah berkata : Tinggalkan wahai Nabi Allah bagi orang celaka ini, engkau akan melihat balasan baginya. Akulah semata-mata yang menciptakannya di perut ibunya, Aku jadikan dia memiliki harta yang banyak, begitu juga anak yang banyak, dan Aku jadikan orang-orang hadir di sisinya ketika di Mekkah untuk dirinya mencari rezeki dan tidak Aku cerai beraikan mereka, Aku juga hamparkan kehidupan dan kedudukan, dan Aku berikan keamanan dari dunia dan sebab-sebabnya, kemudian dia dengan semuanya itu meminta tambahan dengan berharap tambahan yang banyak beriringan dengan kekufurannya. Tidak, Aku tidak akan memberikan tambahan sesuatupun, karena dia adalah orang yang menentang ayat-ayat Kami, dan mendustakannya setelah diberikan kepadanya agar yakin karena ayat-ayat tersebut adalah jujur dan benar, sebagaimana Allah berfirman : فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَـٰكِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ, yang artinya : karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. {Al An’am : 33}; Bahkan Aku akan akhiri nikmat yang Aku berikan kepadanya dan tidak akan Aku memberikannya lagi selamanya. Sungguh Kami akan membebaninya dengan cobaan yaitu dari adzab yang Kami timpakan, yang ia tidak akan sanggup menahannya. Agar supaya dia berpikir dan merenungi urusan yang dibawa oleh Nabi ﷺ dan Al Qur’an Al Karim.

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

fa qutila kaifa qaddar

19. maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?,

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

ṡumma qutila kaifa qaddar

20. kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,

19-20. Karena sebab apa yang dikatakan oleh pendosa ini kepada Nabi ﷺ dan apa yang dikatakan pada Al Qur’an, maka Allah menjadikannya celaka, terlaknat, ditimpakan adzab dan binasa; Lalu bagaimana bisa ia menetapkan perkataan bathil ini !? kemudian Allah menjadikannya celaka, terlaknat, ditimpakan adzab dan binasa untuk kedua kalinya; Bagaimana ia bisa menetapkan ucapan yang buruk dan bathil ini !?

ثُمَّ نَظَرَ

ṡumma naẓar

21. kemudian dia memikirkan,

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ

ṡumma ‘abasa wa basar

22. sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,

ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ

ṡumma adbara wastakbar

23. kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,

21-23. Kemudian ia memperhatikan apa yang diucapkan di dalam Al Qur’an, dan dengan apa dia akan mencela Al Qur’an. Lalu ia bermuka masam dan berubah menjadi sesak dadanya karena terbongkar tipuannya, serta tidak dapat mencari celaan untuk mencela Al Qur’an. Kemudian ia berkilah dan mengingkari atas keimanan dan tauhid kemudian sombong dari perkataan yang benar, dan dari kebenaran Al Qur’an. Dan firman Allah : ثُمَّ نَظَرَ, ini adalah ayat yang terpendek di dalam Al Qur’an.

فَقَالَ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ

fa qāla in hāżā illā siḥruy yu`ṡar

24. lalu dia berkata: “(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),

إِنْ هَٰذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ

in hāżā illā qaulul-basyar

25. ini tidak lain hanyalah perkataan manusia”.

24-25. Kemudian berkata pendosa ini dengan maksud angkuh dan ingkar : Tidaklah Al Qur’an ini kecuali hanyalah sihir, Muhammad telah menukilnya dari orang-orang sebelumnya, dan tidaklah Al Qur’an kalam Allah; Akan tetapi ia adalah kalam makhluk, Muhammad mempelajarinya dari para makhluk, kemudian ia mengaku-ngaku dari sisi Allah.

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

sa`uṣlīhi saqar

26. Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ

wa mā adrāka mā saqar

27. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?

لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ

lā tubqī wa lā tażar

28. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.

لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ

lawwāḥatul lil-basyar

29. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

‘alaihā tis’ata ‘asyar

30. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).

26-30. Kemudian datanglah adzab yang keras pada orang pendosa ini yang angkuh karena sebab apa yang dituduhkannya kepada Muhammad dan Al Qur’an; Allah mengabarkan bahwasanya ia akan dijebloskan ke dalam neraka yang menyala-nyala api dan adzabnya. Dan apakah engkau tahu wahai Muhammad apa itu neraka jahannam ?! Ketahuilah bahwa tidaklah yang masuk dan ditinggalkan di dalamnya kecuali akan dibakar olehnya dan disiksa keras, kemudian (setelah disiksa) dikembalikan lagi sebagaimana merasakan adzab dengan kali yang lain. Neraka ini akan menghitamkan dan membakar manusia yang di dalamnya, dan akan merubah warna kulitnya, dan di dalamnya ada Sembilan belas malaikat penjaga yang bengis, kejam yang mereka tidak pernah bermaksiat kepada Allah dengan apa yang Allah perintahkan pada mereka, dan mereka berbuat sebagaimana yang diperintahkan kepada mereka. Saqar adalah nama diantara nama-nama neraka.

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ

wa mā ja’alnā aṣ-ḥāban-nāri illā malā`ikataw wa mā ja’alnā ‘iddatahum illā fitnatal lillażīna kafarụ liyastaiqinallażīna ụtul-kitāba wa yazdādallażīna āmanū īmānaw wa lā yartāballażīna ụtul-kitāba wal-mu`minụna wa liyaqụlallażīna fī qulụbihim maraḍuw wal-kāfirụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā, każālika yuḍillullāhu may yasyā`u wa yahdī may yasyā`, wa mā ya’lamu junụda rabbika illā huw, wa mā hiya illā żikrā lil-basyar

31. Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Allah mengabarkan bahwa Dia tidaklah menjadikan penjaga neraka, kecuali dari golongan malaikat yang keras, kejam dan bengis. Dan tidaklah Allah menjadikan jumlah para malaikat penjaga neraka sembilan belas malaikat kecuali ada hikmahnya dan sebagai ujian bagi orang-orang kafir yang berlipat-lipat ganda adzab bagi mereka, karena sebab mereka mendustakan dan mengolok-olok. Semakin bertambah kemarahan Allah atas mereka jika mereka tidak segera bertaubat, dan agar supaya mereka ahli kitab bertambah pembenarannya dan keyakinannya akan agama yang haq ini (islam) yang mereka akan mendapati penjelasannya di dalam Al Qur’an yang berkesesuaian dengan apa yang ada di dalama Taurat dan Injil. Dan agar supaya mereka bertambah (yaitu orang-orang beriman), bersama dengan keimanannya ketika mereka melihat bahwa Al Qur’an berkesesuaian dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya. (Sehingga) tidak ada keraguan bagi ahli kitab dan orang-orang yang beriman akan hal itu. Berkata orang-orang yang mengingkari dan yang bersama dengan mereka yaitu orang-orang munafik, yang di hati mereka ada penyakit : Apa yang Allah inginkan dari jumlah (penjaga neraka) yang asing dan sedikit ini ? Dan perkataan yang semisal dengan ini, yang Allah sesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dengan hikmah dan keadilan dari-Nya, dan Allah juga memberikan petunjuk bagi siapa yang dikehendakinya dengan kasih sayang dan sifat adil-Nya. Tidaklah satupun yang mengetahui jumlah dan jenis bala tentara-Nya kecuali hanya Allah, dan tidaklah neraka ini dan para penjaganya kecuali sebagai pengingat dan nasihat bagi manusia yang beriman kepada Allah, mentauhidkan-Nya dan menjauhi dari adzab-Nya.

كَلَّا وَالْقَمَرِ

kallā wal-qamar

32. Sekali-kali tidak, demi bulan,

وَاللَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ

wal-laili iż adbar

33. dan malam ketika telah berlalu,

وَالصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ

waṣ-ṣub-ḥi iżā asfar

34. dan subuh apabila mulai terang.

إِنَّهَا لَإِحْدَى الْكُبَرِ

innahā la`iḥdal-kubar

35. Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,

نَذِيرًا لِلْبَشَرِ

nażīral lil-basyar

36. sebagai ancaman bagi manusia.

لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ

liman syā`a mingkum ay yataqaddama au yata`akhkhar

37. (Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.

32-37. Sekali-kali tidak, tidaklah urusannya sebagaimana kalian sangka wahai orang-orang musyrik, yaitu tidak mungkin di antara mampu menaklukkan para penjaga neraka jahannam; Aku bersumpah dengan bulan jika sinarnya menyinari alam, dengan malam jika muncul dan pergi dan dengan subuh jika matahari telah naik; Sungguh jahannam termasuk salah satu ujian dan musibah yang besar, dimana Allah menjadikan sebagai peringatan bagi siapa dari seorang hamba yang bersegera agar lolos darinya, yaitu dengan mentauhidkan Allah dan taat kepada-Nya, kemudian mengerjakan apa yang diperintahkan, dan menjauhi larangan-Nya; Atau bagi hamba yang menganggap remeh (dari peringatan jahannam) dan kemudian dia celaka karena sebab kesyirikan dan maksiat. Sungguh setiap apa yang terjadi di hari kiamat termasuk kondisi yang dahsyat, terhina yang memasukinya karena dahsyatnya segala keadaannya dan panas apinya yang menyambar-nyambar, yang cahaya apinya menyala siang dan malam, dan bahan bakaranya adalah manusia dan batu-batuan. Dan firman Allah : لِمَن شَآءَ, sebagai bantahan kepada jabariyyah yang mereka berkata : Sesungguhnya seorang hamba dikuasai dan tidak memiliki kehendak apapun baginya.

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

kullu nafsim bimā kasabat rahīnah

38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ

illā aṣ-ḥābal-yamīn

39. kecuali golongan kanan,

فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ

fī jannātiy yatasā`alụn

40. berada di dalam surga, mereka tanya menanya,

عَنِ الْمُجْرِمِينَ

‘anil-mujrimīn

41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ

mā salakakum fī saqar

42. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”

قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

qālụ lam naku minal-muṣallīn

43. Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ

wa lam naku nuṭ’imul-miskīn

44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ

wa kunnā nakhụḍu ma’al-khā`iḍīn

45. dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ

wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn

46. dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ

ḥattā atānal-yaqīn

47. hingga datang kepada kami kematian”.

38-47. Allah mengabarkan bahwa setiap diri pada hari kiamat akan mempertanggung jawabkan apa yang ia lakukan di sisi Allah; Entah itu dari amalan-amalan shalih atau yang selainnya, dan dari apa yang Allah telah wajibkan dari urusan ketauhidan seorang hamba dan ibadah. Adapun orang yang beriman dan jujur dengan keimanannya, mereka akan memiliki bukti dari amalan-amalan shalih mereka, mereka berada di kebun-kebun, dan tempat tinggal yang nyaman. Mereka di surga saling bertanya tentang kondisi orang-orang kafir, dan mereka bertanya-tanya sebelum mereka melihat orang-orang kafir di neraka; Ketika mereka (orang-orang mukmin) melihat mereka, mereka orang mukmin bertanya kepada orang-orang kafir dengan nada merendahkan dan menghina : Siapa yang memasukkan kalian ke dalam jahannam ? Dan mereka menjawab dengan terhina dan tertunduk : Sungguh akibat yang buruk menetap di tempat ini, sesungguhnya kami dahulu di dunia tidak mengerjakan shalat, dan kami tidak meyakini akan kewajibannya, kami juga tidak pernah bersedekah kepada orang-orang faqir dan miskin. Kami hobi membicarakan keburukan bersama orang-orang buruk, kami juga mendustakan hari perhitungan dan pembalasan sampai datang kematian pada kami, kemudian kami mati dalam kondisi tersesat dan di atas kemungkaran. Dan sekarang kami menyaksikan dengan mata-mata kami sendiri akan kebenaran itu yang dulu kami dustakan dan ingkari; Maka, apakah kami dapat kembali ke dunia sehingga kami dapat menjadi orang-orang yang ikhlas ?

فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ

fa mā tanfa’uhum syafā’atusy-syāfi’īn

48. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.

Allah mengabarkan bahwa mereka orang-orang kafir pada hari kiamat tidak ada yang memberikan syafaat kepada mereka untuk selamat dari adzab Allah. Dan telah diketahui bahwa tidak ada seorangpun yang diizinkan untuk memberi syafaat kepada mereka pelaku kesyirikan dan kekafiran. Dan bergunanya syafaat bagi mukmin yang bermaksiat.

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ

fa mā lahum ‘anit-tażkirati mu’riḍīn

49. Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?,

كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ

ka`annahum ḥumurum mustanfirah

50. seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,

فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

farrat ming qaswarah

51. lari daripada singa.

49-51. Allah berkata dengan takjub akan kegigihannya di atas kekafiran mereka : Kenapa kalian berpaling dari Al Qur’an wahai orang-orang musyrik dan yang terkandung di dalamnya dari nasihat-nasihat dan peringatan yang terpapar (jelas). Kemudian Allah menjelaskan sifat keras kepalanya mereka dan kekafiran mereka atas kebenaran, serta berpalingnya mereka dari Muhammad ﷺ dan agamanya, mereka mirip dengan keledai yang terkejut ketika melihat singa, ia lari dan ketakutan. Dan qaswaroh adalah nama di antara nama-nama singa.

بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُنَشَّرَةً

bal yurīdu kullumri`im min-hum ay yu`tā ṣuḥufam munasysyarah

52. Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.

كَلَّا ۖ بَلْ لَا يَخَافُونَ الْآخِرَةَ

kallā, bal lā yakhāfụnal-ākhirah

53. Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.

52-53. Allah menjelaskan bahwa mereka orang-orang pendusta, mereka menginginkan (karena sebab hasad dan ketidak relaannya) agar Allah menurunkan pada setiap dari mereka kitab sucu yang khusus, diturunkan dari langit yang dituliskan di dalamnya bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan-Nya, sebagaimana Allah menurunkan kitab-Nya kepada Nabi-Nya ﷺ. Akan tetapi sangat jauh mereka mendapatkan derajat kenabian. Ketahuilah wahai orang-orang yang mendustakan, bahwa urusannya tidak sebagaimana yang kalian klaim; Akan tetapi yang benar adalah kalian adalah kaum yang tidak mengetahui akhirat, juga tidak membenarkan hari kebangkitan dan pembalasan serta hisab. Dan tuntutan kalian ini mengada-ngada atas nama Pemilik Risalah.

كَلَّا إِنَّهُ تَذْكِرَةٌ

kallā innahụ tażkirah

54. Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan.

فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ

fa man syā`a żakarah

55. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran).

وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَىٰ وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ

wa mā yażkurụna illā ay yasyā`allāh, huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah

56. Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.

54-56. Ketahuilah wahai manusia, sungguh kebenaran bahwa Al Qur’an ini adalah peringatan dan nasihat yang sempurna untuk memuliakan kalian. Maka barangsiapa yang menginginkan keselamatan, terimalah ayat-ayat Allah, dan pergunakan sebagai jalan hidayah dan petunjuk, akan tetapi semua ini tidaklah dapat diterima dan sempurna kecuali dengan kehendak Allah. Dan sungguh ketika Allah telah menghendaki, maka Ia jadikan mereka orang-orang yang terpilih, kemudian dipilihlah mereka di atas kesesatan setelah mendapat petunjuk. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dialah yang berhak ditaati dan yang berhak untuk diminta ampunan. Dan telah terbuka pintu bagi orang-orang yang bertaubat, yang mereka meminta kepada Allah ampunan dan kasih sayang; Dan Allah menyambut orang-orang yang bertakwa dan beriman. Adapun, orang-orang yang menolak dan memerangi para Rasul-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang telah Allah jadikan hati-hati mereka memiliki tabiat demikian.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!