Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Muzzammil

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ

Arab-Latin: yā ayyuhal-muzzammil

Terjemah Arti: 1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),

قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

qumil-laila illā qalīlā

2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا

niṣfahū awingquṣ min-hu qalīlā

3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā

4. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-4. Telah datang dalam shahih bukhari bahwa Nabi ﷺ ketika datang kepadanya Jibril dan Nabi pada saat itu beribadah di gua hira, kemudian turun kepadanya : ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ, {Al Alaq : 1}; Nabi pulang ke istrinya (Khadijah), dan Nabi gemetar karena seolah ada yang menakutinya di tempat yang tidak pernah ia temui yang semisal dengannya. Nabi berkata kepada istrinya : Selimuti aku, selimuti aku, sungguh aku sangat ketakutan. Kemudian Nabi kabarkan kepada istrinya atas kejadian sebenarnya. Maka Khadijah mengokohkan hatinya dan menenangkannya, kemudian ia menyelimutinya dengan kain selimut, atau berselimut dengannya. Kemudian Allah menyerunya dengan ramah dan lembut, Allah berkata : Wahai manusia yang tertutup di tempat tidurnya, letakkan penutupmu dan kain selimut yang menutupimu. kerjakan shalat malam dengan ringan (sebentar), dan bagimu masih memiliki setengah malam, atau pemudahlah shalatmu sampai datang sepertiga malam atau tambahkan setengah malam sampai datang sepertiga malam. Dan Allah memerintahkan untuk membaca Al Qur’an di sepanjang waktu shalat malam dengan bacaan yang dihayati, yakin, pelan dan perlahan, agar menolongmu paham Al Qur’an dan dapat mentadabburinya.

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

innā sanulqī ‘alaika qaulan ṡaqīlā

5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

Ketahuilah wahai Nabi Allah, akan turun Al Qur’an yang agung yang terkandung di dalamnya penjelasan halal, haram, hudud, dan apa yang berhubungan dengan jihad, dan kabar-kabar dunia dan akhirat serta selain dari itu, misal kisah-kisah Nabi dan kaum mereka.

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

inna nāsyi`atal-laili hiya asyaddu waṭ`aw wa aqwamu qīlā

6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا

inna laka fin-nahāri sab-ḥan ṭawīlā

7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

6-7. Ketahuilah wahai Nabi Allah, bahwa shalat yang engkau bangun di malam hari setelah tidurmu menjadikanmu berkesan di dalam hati, dan lebih mendekatkan akan maksud Al Qur’an; Karena hati lebih jernih dari kesibukan keduniaan. Adapun di waktu siang maka engkau sibuk dengan urusan kehidupanmu, sibuk dengan mencari rezeki dan menyampaikan dakwah seingga membuatmu tidak sanggup untuk menyempatkan untuk ibadah.

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

ważkurisma rabbika wa tabattal ilaihi tabtīlā

8. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

rabbul-masyriqi wal-magribi lā ilāha illā huwa fattakhiż-hu wakīlā

9. (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

8-9. Mintalah pertolongan wahai Nabi Allah atas dakwahmu dengan menyebut nama Allah dan bertasbihlah malam dan siang, dan tekunlah dalam beribadah kepada Tuhanmu dan sampaikan risalah Tuhanmu dengan secara sempurna, dan berpegang teguhlah dengan apa yang ada di sisi Tuhanmu, serta tawakal kepada-Nya; Karena Dia adalah Tuhan pemilik timur dan barat, dan berkuasa pada keduanya, serta tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia; Engkau telah tahu itu, maka berpegang teguhlah kepada-Nya dan pasrahkan segala urusanmu kepada-Nya.

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا

waṣbir ‘alā mā yaqụlụna wahjur-hum hajran jamīlā

10. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk bersabar atas apa yang dikatakan oleh mereka orang-orang kafir dari celaan dan dari apa yang Nabi-Nya datangkan kepada mereka. Dan segala urusannya di serahkan kepada mereka (orang-orang kafir) dan (berusaha) menjauhi mereka setelah sampai dakwah kepada mereka dan kemudian mereka menolaknya. Dan sesungguhnya Allah memerintah Nabi-Nya untuk menyelesaikan urusannya dengan keputusan yang baik dan indah, agar supaya Nabi tidak menyinggunya dan tersibukkan dengan mereka dan dendam kepada mereka.

وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا

wa żarnī wal-mukażżibīna ulin-na’mati wa mahhil-hum qalīlā

11. Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.

إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالًا وَجَحِيمًا

inna ladainā angkālaw wa jaḥīmā

12. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala.

وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا

wa ṭa’āman żā guṣṣatiw wa ‘ażāban alīmā

13. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.

يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَهِيلًا

yauma tarjuful-arḍu wal-jibālu wa kānatil-jibālu kaṡībam mahīlā

14. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.

11-14. Allah berkata dengan mengancam : Tinggalkan wahai Nabi Allah atas mereka orang-orang yang mendustakan ayat-Ku, yaitu mereka yang mengingkari agama Allah, orang-orang berharta, kaya dan penuh kemewahan; Biarkan mereka di atas kebathilannya dalaam waktu yang sebentar; Mereka akan diadzab dan dihisab di sisi Ku. Dan agar mereka (para pendusta) paham, bahwasanya mereka di sisi Kami pada hari kiamat di ikat dengan beban yang di letakkan di kedua kaki mereka sebagai penghinaan bagi mereka. Dan di sisi kami ada neraka yang keras yang apinya menyala-nyala yang mereka akan dilemparkan ke dalamnya. Dan di sisi kami juga ada makanan yang tidak mengenyangkan dan menyenangkan; Bahkan akan menyangkut (ketika dimakan) di tenggorkan karena sebab kejelekannya dan keburukannya. Seperti zaqum dan makanan berduri, dan di sisi kami pula terdapat adzab yang pedih dan menyakitkan. Adzab ini akan diberikan pada hari kiamat bagi orang-orang kafir dan para pengingkar dakwah. Hari dimana gunung, bumi bergoncang dan gempa serta bergerak. Dan gunung menjadi tumpukan pasir yang berterbangan.

إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا

innā arsalnā ilaikum rasụlan syāhidan ‘alaikum kamā arsalnā ilā fir’auna rasụlā

15. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.

فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا

fa ‘aṣā fir’aunur-rasụla fa akhażnāhu akhżaw wabīlā

16. Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.

15-16. Ketahuilah wahai orang-orang Mekkah, bahwasanya Allah mengutus Rasul kepada kalian yaitu Muhammad ﷺ, sebgai utusan yang memiliki urusan yang mulia dan ditinggikan derajatnya. Rasul tersebut akan menjadi saksi kalian pada hari kimat, dimaa ia telah menyampaikan kepada kalian risalah dari Allah dengan penyampaian yang sempurna. Sebagaimana Musa diutus sebagai Rasul untuk mendakwahkan kebenran kepada orang yang melampaui batas yaitu Fir’aun. Dan Fir’aun mendurhakai Musa, maka Allah ambil nyawanya dengan keras, yaitu dengan ditenggelamkan oleh Allah di dunia (di laut), dan di akhirat dia akan menerima dengan seberat-beratnya adzab. Pada dua ayat ini terdapat peringatan dan ancaman bagi orang-orang musyrik, jika mereka masih tetap dalam pengingkarannya dan kekafirannya maka sungguh Allah akan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih dan tidak akan Allah kurangi adzab-Nya bagi Fir’aun dan bala tentaranya ketika ia mendurhakai Musa.

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا

fa kaifa tattaqụna ing kafartum yaumay yaj’alul-wildāna syībā

17. Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.

السَّمَاءُ مُنْفَطِرٌ بِهِ ۚ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولًا

as-samā`u munfaṭirum bih, kāna wa’duhụ maf’ụlā

18. Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.

17-18. Dan jika urusannya wahai orang-orang musyrik, sebagaimana telah kalian dengar yaitu dari keburukan adzab bagi orang-orang yang mendustakan dan mengingkari; Lalu bagaimana kalian akan melindungi diri-diri kalian dari adzab Allah pada hari kiamat jika kalian tetap kokoh atas kekufuruan dan kedurhakaan kalian. Itulah hari kiamat yang keras kondisinya, yang memutihkan rambut anak-anak kecil (karena saking dahsyatnya), dan membuat langit terbelah dimana langit awalnya kokoh. Dan hari kiamat mau tidak mau pasti terjadi, tidak ada keraguan dan kebimbangan atas hal tersebut; Semua itu adalah janji Allah, yang Allah tidak akan ingkar terhadap janji-Nya (yaitu mendatangkan kiamat).

إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌ ۖ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

inna hāżihī tażkirah, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī sabīlā

19. Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.

Ketahuilah wahai manusia, bahwasanya kabar ini dan nasihat-nasihat yang telah lalu disebutkan adalah sebagai peringatan dan nasihat bagi orang-orang yang berakal.; Maka barangsiapa yang menginginkan menjadi orang-orang lalai, lupa kemudian ingin menerima nasihat dan Berjaya, maka ambilah jalan yang diridhai oleh Tuhannya, yaitu dengan mentauhidkan-Nya dan ikhlas ibadah kepada-Nya.

۞ إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَىٰ ۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ ۚ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

inna rabbaka ya’lamu annaka taqụmu adnā min ṡuluṡayil-laili wa niṣfahụ wa ṡuluṡahụ wa ṭā`ifatum minallażīna ma’ak, wallāhu yuqaddirul-laila wan-nahār, ‘alima al lan tuḥṣụhu fa tāba ‘alaikum faqra`ụ mā tayassara minal-qur`ān, ‘alima an sayakụnu mingkum marḍā wa ākharụna yaḍribụna fil-arḍi yabtagụna min faḍlillāhi wa ākharụna yuqātilụna fī sabīlillāhi faqra`ụ mā tayassara min-hu wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aqriḍullāha qarḍan ḥasanā, wa mā tuqaddimụ li`anfusikum min khairin tajidụhu ‘indallāhi huwa khairaw wa a’ẓama ajrā, wastagfirullāh, innallāha gafụrur raḥīm

20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah mengabarkan kepada Nabi-Nya ﷺ, bahwa Allah mengetahui bahwa Nabi-Nya mengerjakan shalat disebagian malam, terkadang mengerjakan kurang dari waktu sepertiga malam, dan terkadang di pertengahan malam, dan terkadang di sepertiga malam, dan ia mengerjakannya bersama sekelompok manusia dari para sahabatnya, dan Dia (Allah) Maha Tahu atas ukuran malam dan siang harinya. Dan Allah mengetaui kalian tidak mampu wahai manusia, untuk mengerjakan di seluruh waktu malam, oleh karenanya bertaubatlah atas diri-diri kalian dan permudahlah bagi kalian, dan shalatlah dengan apa yang menurutmu mudah di malam hari. Sungguh Allah mengetahui ada pada umat ini yang memiliki udzur, yang ia tidak dapat mengerjakan shalat malam; Disana ada yang udzur karena sakit, ada yang udzur karena sebab mengais rezeki, ada yang udzur karena jihad melawan musuh-musuh Allah dan menegakkan kalimat-Nya serta menyebarkan agama-Nya. Dan Allah mendahulukan amalan jihad di muka bumi yaitu jihad di jalan Allah, karena manusia membutuhkan bahkan mengharuskan untuk mencari nafkah atas dirinya dan keluarganya, dengan sebab itu semua Allah mudahkan bagi kalian untuk shalat di malam hari sesuai kemampuan kalian. Kerjakan shalat-shalat yang wajib sesuai dengan waktu-waktunya dengan sempurna, tunaikan oleh kalian zakat yang wajib atas kalian bagi yang mampu, dan infaqkan dari harta kalian dengan infaq yang baik dengan hati yang ikhlas bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan selainnya. Allah mengungkapkan infaq bagi masing-masing karena orang yang berinfaq karena untuk mendapatkan ridha Allah dan balasan dari-Nya, adalah wajib dikerjakan. Dan ketahuilah oleh kalian, barangsiapa yang berlomba-lomba untuk bersedekah di dunia, maka Allah akan balas di hari kiamat dengan kebaikan sesuai dengan apa yang kalian kerjakan di dunia. Kemudian Allah memberi petunjuk untuk beristigfar (memohon ampunan), karena manusia tidak kosong dari kesalahan dan kekurangan. Ketahuilah Allah akan menghapuskan dosa-dosa selain syirik, karena Dia adalah yang Maha Penyayang yang tidak akan mengadzab atas dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia setelah bertaubatnya mereka, di antaranya melakukan dosa mengambil hak orang lain.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!