Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Nuh

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Arab-Latin: innā arsalnā nụhan ilā qaumihī an anżir qaumaka ming qabli ay ya`tiyahum ‘ażābun alīm

Terjemah Arti: 1. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini dimulai dengan diutusnya Nuh kepada kaumnya, dan ia diperintahkan untuk memberi peringatan kepada kaumnya akan peribadatan mereka kepada berhala-berhala (mereka) dan kesyirikan serta dosa dan maksiat; Sebelum didatangkan adzab yang pedih di dunia dan akhirat. Nuh adalah nabi pertama dari keturunan Adam, ia adalah Syaikhnya para Nabi karena sebab umurnya paling panjang. Nuh adalah orang yang pertama kali ber-azzam untuk berdakwah kepada kaumnya, sebagian ahli tafsir mengatakan : Sesungguhnya Nuh tidak di utus kepada manusia secara umum, akan tetapi diutus kepada kaumnya saja. Berkata ahli tafsir yang lain : Sesungguhnya ia diutus kepada manusia secara umum; Karena tidak didapati di bumi pada waktu itu, selain hanya kaumnya, mereka berdalili dengan رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى ٱلْأَرْضِ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ دَيَّارًا yang artinya : Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi, mereka berkata : Kalau lah di sana ada umat-umat selain umatnya, tidak akan ia (Nuh) doakan bagi mereka.

قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ

qāla yā qaumi innī lakum nażīrum mubīn

2. Nuh berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,

أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ

ani’budullāha wattaqụhu wa aṭī’ụn

3. (yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,

يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لَا يُؤَخَّرُ ۖ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

yagfir lakum min żunụbikum wa yu`akhkhirkum ilā ajalim musammā, inna ajalallāhi iżā jā`a lā yu`akhkhar, lau kuntum ta’lamụn

4. niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”.

2-4. Allah mengabarkan bahwa Nuh bergegas mengerjakan perintah Allah dengan berkata (kepada kaumnya) : Wahai kaumku, aku adalah utusan yang membawa peringatan kepada kalian, (yaitu) menjelaskan adzab Allah jika kalian masih tetap atas kekafiran dan pengingkaran kalian, dan aku meminta kepada kalian agar kalian beribadah kepada Allah saja tanpa menyekutukan-Nya, dan agar supaya kalian takut akan adzab Allah. Kalian harus mentaatiku dalam apa yang Allah perintahkan kepadaku, untuk disampaikan kepada kalian; Maka, jika kalian mengikuti seruanku, maka Allah akan menghapuskan dosa-dosa kalian dan mengampuni kalian, dan Allah akan panjangkan waktu untuk kalian hidup, sampai batas yang Allah tentukan. Ketahuilah oleh kalian bahwa maut jika datang (kepada kalian) tidak akan dapat ditunda (diakhirkan) selamanya. Seandainya kalian mengetahui dengan yakin (tanpa ragu), sungguh kalian akan bersegera menjadi orang yang beriman dan taat kepada Allah.

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلًا وَنَهَارًا

qāla rabbi innī da’autu qaumī lailaw wa nahārā

5. Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang,

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَارًا

fa lam yazid-hum du’ā`ī illā firārā

6. maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).

5-6. Berkata Nuh kepada Tuhannya : Sungguh aku wahai Tuhanku, ketika aku mendakwahkan kepada kaumku setiap saat; Aku tidak meninggalkan dakwahku kepada mereka malamnya maupun siangnya, bersamaan dengan itu pula tidak bertambah mereka dimana aku menyeru kepada mereka agar beriman dan mengikuti kebenaran kecuali aku hanya mendapati mereka lari dan menolak, serta semakin menjadi-jadi kekufuran atas mereka dan penentangan.

وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا

wa innī kullamā da’autuhum litagfira lahum ja’alū aṣābi’ahum fī āżānihim wastagsyau ṡiyābahum wa aṣarrụ wastakbarustikbārā

7. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.

Berkata Nuh kepada Rabbnya : Sesungguhnya aku wahai Tuhanku, ketika aku berdakwah (kepada kaumku) agar mentauhidkanmu dan agar beriman kepadamu dimana itu semua adalah sebab agar mereka mendapat ampunan atas dosa-dosa mereka; Akan tetapi mereka malah memasukkan jarinya ke telingannya, agar tidak mendengar ucapanku. Dan mereka tutup wajah-wajah mereka dengan baju sebagai bentuk penolakan, dan semakin menjadi-jadi kekufuran, kesyirikan, kesombongan mereka dari menerima tauhid dengan kesombongan yang luar biasa.

ثُمَّ إِنِّي دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا

ṡumma innī da’autuhum jihārā

8. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,

ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنْتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا

ṡumma innī a’lantu lahum wa asrartu lahum isrārā

9. kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā

10. maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

8-10. Nuh berkata : Kemudian sungguh aku wahai Tuhanku, berdakwah dengan terang-terangan kepada mereka untuk mengajak kepada tauhid dan aku jelaskan akan tauhid di hadapan mereka semuanya. Dan aku mendatangi mereka wahai Tuhanku dari segala pintu, berharap agar mendapatkan hasil dengan maksud agar mereka menerima tauhid. Aku juga terkadang mengumumkan dakwahku dengan suara lantang kepada mereka, dan dengan sembunyi-sembunyi dengan suara yang pelan (terkadang pula). Kemudian berkata Nuh kepada kaumnya : Kalian mintalah ampunan dari Rabb kalian atas kesyrikan, pengingkaran dan maksiat kalian yang terang-terangan. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertauhid, bertaubat dan beristighfar.

يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

yursilis-samā`a ‘alaikum midrārā

11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj’al lakum jannātiw wa yaj’al lakum an-hārā

12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

11-12. Berkata Nuh kepada kaumnya : Ketahuilah oleh kalian wahai kaum, keutamaan dari bersegera menuju Allah dan beristighfar kepada-Nya adalah, Allah akan memberikan rezeki kepada kalian dengan berbagai macam bentuknya; Allah perintahkan langit kepada kalian agar menurunkan hujan yang terus menerus, maka kalian akan dapati banyak manfaat. Allah juga memperbanyak harta dan anak-anak kalian, serta menjadikan bagi kalian kebun dan ladang. Kemudian Allah juga jadikan sungai-sungai yang mengalir yang indah pemandangannya dan penuh manfaat.

مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا

mā lakum lā tarjụna lillāhi waqārā

13. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?

وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا

wa qad khalaqakum aṭwārā

14. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.

أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا

a lam tarau kaifa khalaqallāhu sab’a samāwātin ṭibāqā

15. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

wa ja’alal-qamara fīhinna nụraw wa ja’alasy-syamsa sirājā

16. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

13-16. Berkata Nuh kepada kaumnya : Mengapa kalian wahai kaum, tidak takut kepada Allah dan dari kebesaran-Nya serta keagungan-Nya. Dialah yang menciptakan kalian dari ketiadaan. Dan Allah menciptakan kalian dengan tahapan-tahapan setelah sempurnanya penciptaan-Nya. Nuh juga berkata : Tidakkah kalian melihat dan menyaksikan bagaimana Allah menciptakan langit yang tujuh dan menjadikannya dari yang tiada, dan menjadikan setiap langit di atas langit yang lainnya. Allah jadikan bulan ini memiliki cahaya untuk menyinari penghuni bumi, dan menjadikan matahari sebagai pelita dan dibutuhkan cahayanya?!.

وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا

wallāhu ambatakum minal-arḍi nabātā

17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya,

ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا

ṡumma yu’īdukum fīhā wa yukhrijukum ikhrājā

18. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا

wallāhu ja’ala lakumul-arḍa bisāṭā

19. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,

لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا

litaslukụ min-hā subulan fijājā

20. supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”.

17-20. Berkata Nuh : Ketahuilah oleh kalian, bahwa Allah lah yang mencipatakan dan menjadikan bapak moyang kalian Adam dari tanah. Kemudian Allah kembalikan kalian menjadi tanah ketika kalian semua mati dan kalian dikuburkan di dalam bumi, kemudian Allah keluarkan kami darinya pada kalia yang lain di hari kebangkitan sebagai balasan atas amalan-amalan kalian. Ketahuilah bahwa hanya Allah saja yang menghamparkan bumi dan meluaskannya dan sebagia tempat tinggal kalian yang kondisi (di atasnya) menjadikan bermanfaat bagi kalian; Agar supaya kalian bisa menyusuri, berjalan mengelilingi (bumi) yang luas, dan ini tidak menafikan bahwasanya bumi itu bulat.

قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًا

qāla nụḥur rabbi innahum ‘aṣaunī wattaba’ụ mal lam yazid-hu māluhụ wa waladuhū illā khasārā

21. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,

وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا

wa makarụ makrang kubbārā

22. dan melakukan tipu-daya yang amat besar”.

21-22. Berkata Nuh : Rabbku, sungguh kaumku telah bermaksiat kepadaku atas apa yang Engkau perintahkan pada mereka, dan mereka mengingkari atas apa yang aku dakwahkan kepada mereka; Bahkan, sungguh mereka telah meninggalkan aku dan lebih memilih untuk mengikuti orang-orang rendahan diantara mereka dan dedengkot-dedengkot kesesatan yang mereka melampaui batas dengan harta-harta mereka, dan sombong dengan anak-anak mereka. Dan tidaklah harta-harta dan anak-anak mereka kecuali hanyalah menambah kesesatan di atas kesesatan mereka, setelah mereka semua diberikan rahmat dari Tuhan mereka. Mereka membuat makar yang besar dengan niat yang buruk.

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

wa qālụ lā tażarunna ālihatakum wa lā tażarunna waddaw wa lā suwā’aw wa lā yagụṡa wa ya’ụqa wa nasrā

23. Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”.

Berkata dedengkot dan pemimpin mereka dengan maksud supaya diikuti : Kalian jangan meninggalkan sesembahan/tuhan-tuhan kalian dan jangan biarkan Nuh berkuasa atas kalian; Jangan kalian tinggalkan beribadah kepada wad, yaguts, yauqa, dan nasr. Ini semua adalah nama-nama orang shalih; Ketika mereka semua mati, setan menghiasi dengan membisikkan kepada mereka agar membuat sesuatu yang menggambarkan mereka dengan permisalan yang sama dengan mereka, agar supaya mengingat mereka dan meniru semangat ibadah orang shalih tersebut. Kemudian seiring berlalunya zaman, dan berganti masa ke masa, maka iblis laknatullah menyeru mereka untuk beribadah kepada selain Allah. Berkata manusia dari masa ke masa : Sungguh bapak moyang kalian tidaklah menjadikan bentuk sedemikian rupa, tidak juga menjadikan dengan bentuk yang semisal ini kecuali untuk mengibadahinya. Maka mereka semua taat dan beribadah kepada selain Allah.

وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا

wa qad aḍallụ kaṡīrā, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā ḍalālā

24. Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.

Berkata Nuh kepada Rabbnya : Sungguh telah sesat pemimpin-pemimpin mereka, dan manusia yang mengikutinya sangatlah banyak serta tujuan mereka adalah memalingkan dari tauhid dan keimanan kepada Allah. Dan janganlah Engkau tambah kepada mereka orang-orang dzalim dan melampaui batas dari batasan Mu dengan menyekutukanmu dan berpaling dari jalanmu kecuali kesesatan yang datang setelah kebenaran. Dan Nuh telah berdoa atas mereka setelah Allah berkata : لَن يُؤْمِنَ مِن قَوْمِكَ إِلَّا مَن قَدْ ءَامَنَ, yang artinya : Bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja). {Hud : 36}.

مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْصَارًا

mimmā khaṭī`ātihim ugriqụ fa udkhilụ nāran fa lam yajidụ lahum min dụnillāhi anṣārā

25. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.

Allah mengabarkan dengan sebab dosanya kaum Nuh, pengingkaran mereka kepada Nabinya, dan keras kepalanya mereka untuk beribadah kepada selain Allah serta menyekutukan-Nya; Maka Allah menenggelamkan mereka dengan banjir bandang dimana tidak tersisa sedikitpun di antara mereka dan tidak juga dikecualikan dari mereka satupun. Kemudian ketika datang hari kiamat mereka akan dimasukkan ke dalam nereka jahannam, mereka diadzab di dalamnya. mereka mengelami penderitaan dengan sebab panas apinya. Tidaklah keadaan mereka mengharuskan turunnya adzab, dan tidak ada penolong yang menolong mereka, tidak juga membantu dan tidak juga menghalang-halangi dari kondisi mereka.

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا

wa qāla nụḥur rabbi lā tażar ‘alal-arḍi minal-kāfirīna dayyārā

26. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

innaka in tażar-hum yuḍillụ ‘ibādaka wa lā yalidū illā fājirang kaffārā

27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.

26-27. Setelah Nuh berputus asa atas keimanan mereka dan hilangnya harapan karena sebab kekufuran, maka Nuh mendoakan mereka dengan kebinasaan. Nuh berkata : Wahai Rabbku janganlah engkau tinggalkan seorang pun kafir di muka bumi ini dalam keadaan hidup; Jika Engkau biarkan mereka hidup, mereka akan lebih menyesatkan hambamu yang mentauhidkan Engkau dan beriman kepadamu, dan tidaklah mereka kecuali melahirkan kekafiran yang semisal mereka. Ia (Nuh) telah berdoa untuk mereka (sebagaimana telah lalu) setelah Allah berfirman : لَن يُؤْمِنَ مِن قَوْمِكَ إِلَّا مَن قَدْ ءَامَنَ, artinya : bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja). {Hud : 36}. Ketika berdakwah dan setelah Nuh berdakwah kepada mereka dengan masa yang panjang, dan setelah Allah katakan tidak akan beriman dari kaumnya kecuali dengan jumlah yang sedikit, maka benarlah Nuh berputus asa. Karena Allah tidaklah meninggalkan seorangpun dari kaumnya yang mau mendekatkan diri kepada iman kepada Allah dan menjawab (dakwah) Nuh ? Zaman untuk Nuh berdakwah sangatlah panjang, tidakkah hal ini menjadikan Nuh berputus asa ?

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu`minaw wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā

28. Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”.

Setelah Nuh berdoa bagi orang-orang kafir, ia mendoakan bagi dirinya dan bagi kedua orang tuanya, dan berdoa bagi siapa yang masuk menjawab dakwahnya dengan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian ia juga mendoakan bagi orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuannya dengan ampunan dan rahmat. Kemudian Nuh mengulangi doanya kepada orang-oang kafir dengan berkata : Janganlah Engkau tambah wahai Rabbku orang-orang yang dzalim kecuali Engkau binasakan, Engkau jadikan orang-orang merugi dan lenyapkan di dunia dan akhirat. Semoga shalawat atas Nuh dan Nabi kita Muhammad yang memiliki sebaik-baik shalawat dan bersih di atas keislaman.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!