Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Ma’arij

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ

Arab-Latin: sa`ala sā`ilum bi’ażābiw wāqi’

Terjemah Arti: 1. Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,

لِلْكَافِرِينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ

lil-kāfirīna laisa lahụ dāfi’

2. orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,

مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ

minallāhi żil-ma’ārij

3. (yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-3. Allah mengabarkan tentang salah seorang dari kaum musyrikin yang mengingkari hari kebangkitan dan hisab. Ia menyeru kepada dirinya dan kaumnya agar Allah menurunkan adzab kepada mereka, dimana telah Allah janjikan sebelumnya kepada mereka orang-orang kafir yang tetap terhadap kekafiran mereka dan penolakan mereka. Berkata Ibnu Abbas : Orang yang bertanya tersebut adalah An Nadhar bin Al Harits, maka Allah membantah pendosa ini bahwasanya adzab adalah kebenaran yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir yang tak diragukan lagi atasnya; Entah ia memintanya atau tidak, dan adzab ini tak seorangpun mampu menghalanginya, sebab Allah Yang Maha Tinggi, Mulia dan Agung (yang menurunkannya). Dan telah tertimpa adzab bagi orang-orang kafir di dunia, seperti binasanya petarung Quraisy di medan peperangan Badr. Akan tetapi adzab yang sempurna adalah di hari kiamat yang mereka dimasukkan ke dalam neraka.

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

ta’rujul-malā`ikatu war-rụḥu ilaihi fī yauming kāna miqdāruhụ khamsīna alfa sanah

4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.

Allah mengabarkan bahwa para malaikat yang bersamanya Jibril naik di antara langit dan bumi pada hari kiamat di waktu yang panjang yaitu lima puluh ribu tahun waktu dunia.

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

faṣbir ṣabran jamīlā

5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk bersabar atas dakwahnya kepada kaumnya dalam menyeru kepada tauhid, dan bersabar atas apa yang ditimpakan mereka (orang-orang musyrik) dari celaan, sindiran dan pengingkaran dengan kesabaran yang baik dengan tanpa kecemasan dan mengeluh kepada selain Allah.

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا

innahum yaraunahụ ba’īdā

6. Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).

وَنَرَاهُ قَرِيبًا

wa narāhu qarībā

7. Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).

6-7. Allah menjelaskan bahwa mereka orang-orang musyrik dengan sebab pengingkaran mereka atas hari kebangkitan dan hisab akan menjauhkan dari ditimpanya adzab dan turunnya (adzab) kepada mereka. Dan mereka memandang perkara ini jauh dan mustahil, akan tetapi Allah memandangnya dekat dan pasti bagi mereka (tidak mustahil).

يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ

yauma takụnus-samā`u kal-muhl

8. Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ

wa takụnul-jibālu kal-‘ihn

9. dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),

وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا

wa lā yas`alu ḥamīmun ḥamīmā

10. dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,

8-10. Kemudian Allah mensifatkan hari kiamat dan mengabarkan bahwasanya langit mencair seperti luluhan perak, dan dikatakan seperti minyak mendidih. Dan gunung berterbangan seperti bulu yang berhamburan jika terkena angin. Pada hari itu tidak seorangpun bertanya akan kondisi keluarganya dan kondisi teman dekatnya; Semuanya sibuk dengan dirinya sendiri karena sebab dahsyatnya hari itu.

يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ

yubaṣṣarụnahum, yawaddul-mujrimu lau yaftadī min ‘ażābi yaumi`iżim bibanīh

11. sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,

وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ

wa ṣāḥibatihī wa akhīh

12. dan isterinya dan saudaranya,

وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ

wa faṣīlatihillatī tu`wīh

13. dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).

وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ

wa man fil-arḍi jamī’an ṡumma yunjīh

14. Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.

11-14. Allah mengabarkan bahwa sebagian dari keadaan hari kiamat adalah setiap orang melihat atas sebagian yang lain; Akan tetapi tidak bertanya dan tidak berbica (satu sama lain), karena sebab tersibukkannya masing-masing dengan dirinya sendiri. Dan pada hari kiamat (manusia) merasakan kesulitan sehingga orang kafir yang mendustakan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya berandai-andai, seandainya dirinya dapat lolos dari adzab Allah dengan bantuan manusia lainnya seperti anak-anak (mereka), istri, saudara dan kaumnya yang memiliki hubungan dengannya; Bahkan siapa saja di bumi (yang ia kenal), kemudian harapannya bisa berhasil lolos dari adzab Allah. Akan tetapi semua itu jauh dan jauh, karena saat itu adalah hari pembalasan. Dalam ayat ini tidak disebutkan kedua orang tuanya, karena dengan itu (jika ia menyebutkannya) maka akan menambah kemarahan Allah, dimana Allah berwasiat untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ

kallā, innahā laẓā

15. Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak,

Tidak, wahai orang-orang kafir. Tidaklah uusannya sebagaimana kalian angan-angankan, dan sungguh jahannam adalah tempat yang menunggu kalian. Karena sebab kekafiran dan penolakan kalian. Dan Ladzhaa adalah nama di antara nama-nama neraka.

نَزَّاعَةً لِلشَّوَىٰ

nazzā’atal lisy-syawā

16. yang mengelupas kulit kepala,

Kemudian Allah menjelaskan bahwa neraka ini sangat panas apinya, yang mampu mengelupaskan kulit. Asy Syawa : adalah bentuk jama’ dari syawaah, ia adalah kulit kepala, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid dan selainnya. Dikhususkan kulit kepala dalam penyebutan karena yang paling sensitif dalam merasakan dan berdampak terhadap api.

تَدْعُو مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ

tad’ụ man adbara wa tawallā

17. yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama),

وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰ

wa jama’a fa au’ā

18. serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.

17-18. Allah menjelaskan bahwa neraka ini menelan mereka yang ketika di dunia berpaling dan menolak dari tauhid dan dari mengikuti Rasulullah ﷺ. Dan juga menelan bagi siapa saja yang di dunia tersibukkan dengan harta dan perbendaharaan dunia, dan tidak pernah menginfaqkannya di dalan Allah.

۞ إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

innal-insāna khuliqa halụ’ā

19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا

iżā massahusy-syarru jazụ’ā

20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

wa iżā massahul-khairu manụ’ā

21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,

19-21. Allah menyebutkan bahwa sebagian dari tabiat manusia adalah banyak panik dan gampang mengeluh. Maka jika ditimpakan keburukan (kepada mereka) dari sakit, miskin atau musibah dan selainnya; Maka mereka mengeluh dan komplain, dan tidak ridha dengan apa yang Allah berikan dan takdirkan. Dan jika diberikan kebaikan sepeti kekayaan, panjang umur dan selainnya, maka jadilah mereka bakhil dan banyak menahan hartanya; Mereka tidak menginfaqkannya dari apa yang telah Allah berikan kepada mereka, dan juga tidak mengakui (nikmat) pemberian Allah dari karunianya, mereka malah berkata : Sesungguhnya ini semua aku dapatkan atas jerih payahku dan pengetahuanku melalui jalan berdagang.

إِلَّا الْمُصَلِّينَ

illal-muṣallīn

22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,

الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

allażīna hum ‘alā ṣalātihim dā`imụn

23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,

22-23. Allah kecualikan dari sifat-sifat yang disebutkan pada ayat yang lalu yaitu secara umum adalah orang-orang yang shalat dan memiliki iman, Allah berkata : Kecuali orang-orang yang shalat, maka mereka bukanlah termasuk orang-orang yang gampang mengeluh, panik dan bakhil. Kemudian Allah menjelaskan sifat mereka yang shalat : Mereka adalah orang-orang yang menegakkan shalat, yang tekun mengerjakannya tepat pada waktunya, dan tidak tersibukkan dari dunia yang menyibukkan.

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ

wallażīna fī amwālihim ḥaqqum ma’lụm

24. dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu,

لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

lis-sā`ili wal-maḥrụm

25. bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta),

24-25. Sebagian dari sifat mereka adalah : Mereka menjadikan harta-harta mereka untuk dibagikan secara tertentu, maka Allah ridha atas mereka. Mereka bagikan seperti untuk zakat dan kewajiban-kewajiban lain. Pembagian harta (mereka) ini diberikan kepada orang yang faqir yang mereka berhak menerimanya karena butuh bantuan dan mereka yang tidak merasa butuh bantuan, yang mereka tidak meminta, akan tetapi nampak dari tanda-tanda mereka yang butuh (harta).

وَالَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوْمِ الدِّينِ

wallażīna yuṣaddiqụna biyaumid-dīn

26. dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,

وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

wallażīna hum min ‘ażābi rabbihim musyfiqụn

27. dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.

إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُونٍ

inna ‘ażāba rabbihim gairu ma`mụn

28. Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).

26-28. Sebagian dari sifat mereka : Mereka adalah orang-orang yang membenarkan hari pembalasan dan hisab; Maka mereka beramal di dunia. Sebagian dari sifat lainnya adalah : Mereka dari adzab Rabbnya sangat takut. Karena mereka mengetahui bahwa adzab Allah untuk diwaspadai dan ditakuti, dan tidak semestinya seorangpun merasa aman dai adzab-Nya.

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

wallażīna hum lifurụjihim ḥāfiẓụn

29. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,

29-31. Sebagian dari sifat mereka : Mereka menjaga kemaluan-kemaluan mereka dan menjaganya dari setiap apa yang diharamkan oleh Allah, kecuali terhadap istri-istrinya, dan apa yang Allah halalkan dari mereka yang budak-budak perempuan, dan itu tidaklah mendatangkan adzab. Adapun bagi siapa yang mencari syahwat dan keinginan dari selain apa yang Allah kecualikan yaitu dari istri-istri mereka dan budak perempuan; Maka mereka adalah orang-orang yang melampaui batas, yang membolehkan menerobos aturan-aturan Allah.

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malụmīn

30. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

fa manibtagā warā`a żālika fa ulā`ika humul-‘ādụn

31. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

29-31. Sebagian dari sifat mereka : Mereka menjaga kemaluan-kemaluan mereka dan menjaganya dari setiap apa yang diharamkan oleh Allah, kecuali terhadap istri-istrinya, dan apa yang Allah halalkan dari mereka yaitu budak-budak perempuan, dan itu tidaklah mendatangkan adzab. Adapun bagi siapa yang mencari syahwat dan keinginan dari selain apa yang Allah kecualikan yaitu dari istri-istri mereka dan budak perempuan; Maka mereka adalah orang-orang yang melampaui batas, yang membolehkan menerobos aturan-aturan Allah.

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

wallażīna hum li`amānātihim wa ‘ahdihim rā’ụn

32. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

وَالَّذِينَ هُمْ بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

wallażīna hum bisyahādātihim qā`imụn

33. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

wallażīna hum ‘alā ṣalātihim yuḥāfiẓụn

34. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

32-34. Sebagian dari sifat mereka : Menjaga terhadap amanah dan memenuhi amanah tersebut. Meskipun amanah itu datang dari beban syariat atau dari hak-hak kemanusian. Kemudian diantara sifatnya : Mereka (berani) memberikan persaksian sebagaimana mestinya, dan tidak disembunyikan. Mereka tidak menambah maupun mengurangi dari persaksian mereka. Kemudian diantara sifatnya adalah : Mereka menjaga shalat-shalat wajib mereka dan terus menerus mengerjakannya secara sempurna dengan sesempurna mungkin atas (kaifiyyat, dll.) dalam shalatnya.

أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُونَ

ulā`ika fī jannātim mukramụn

35. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

Allah mengabarkan orang-orang yang disifati dengan sifat yang terpuji (pada ayat-ayat sebelumnya), tempat mereka di kebun-kebun yang besar, mereka dimuliakan dengan pemuliaan yang bermacam-macam dari keramahtamahan dan pengagungan.

فَمَالِ الَّذِينَ كَفَرُوا قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ

fa mālillażīna kafarụ qibalaka muhṭi’īn

36. Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu,

عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ

‘anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli ‘izīn

37. dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.

أَيَطْمَعُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ

a yaṭma’u kullumri`im min-hum ay yudkhala jannata na’īm

38. Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan?,

كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ

kallā, innā khalaqnāhum mimmā ya’lamụn

39. sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).

36-39. Kemudian Allah mengingkari orang-orang kafir yang mereka hidup pada zaman Nabi ﷺ, sebab mereka menyaksikan mukjizat yang Allah tampakkan pada mereka dan mukjizat yang terbesar adalah Al Qur’an Al Karim, tapi dengan itu juga mereka tidak mau beriman. Allah berkata kepada Nabi-Nya ﷺ : Lantas dengan apalagi mereka akan terjaga (terlindungi) bagi mereka orang-orang kafir, meskipun mereka mendatanginmu wahai Nabi. Kemudian mereka orang-orang kafir duduk di sebalah kanan dan kiri Nabi dengan begerombol di sana-sini. Apakah mereka berharap agar Allah masukkan mereka ke dalam surga ? Padahal mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ, dan sungguh mereka dengan sebab kesewenang-wenangan mereka, mereka menyangka bahwa sembahan-sembahan mereka dan patung-patung merekaa akan memasukkan mereka ke dalam surga, jika memang mereka punya surga. Tidak (kata Allah), tidaklah urusannya sebgaimana mereka angan-angankan, mereka tidak akan masuk ke dalam surga selamanya, selama mereka tidak beriman. Kemudian mereka juga mengetahui bahwa Allah Pencipta mereka, sebagaimana Allah menciptakan selainnya dari air mani. Akan tetapi mereka tidak mau mengimani, lalu bagaimana mereka bisa berangan-angan untuk masuk surga ?

فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ

fa lā uqsimu birabbil-masyāriqi wal-magāribi innā laqādirụn

40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Allah bersumpah dengan diri-Nya yang menguasai timur dan barat, yang Ia mampu atas segalanya. Tidak ada sesuatupun yang melemahkan-Nya di bumi dan di langit. Dan Allah menjadikan bentuk jamak dalam Al Masyaariq karena matahari setiap harinya terbit dari tempat munculnya (di timur), begitu juga Al Maghaarib (tempat terbenamnya di barat).

عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ خَيْرًا مِنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

‘alā an nubaddila khairam min-hum wa mā naḥnu bimasbụqīn

41. Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

Dan Allah Maha Kuasa untuk membinasakan mereka orang-orang kafir, dan menggantikan mereka dengan ciptaan-Nya yang lain, yang lebih taat dan utama dibandingan mereka. Dan Allah lemah akan hal demikian, bahkan tidak ada seorangpun yang menghalang-halangi Allah. Akan tetapi atas kehendak Allah, Allah mengakhirkan adzab bagi mereka sampai datang hari kiamat.

فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ

fa żar-hum yakhụḍụ wa yal’abụ ḥattā yulāqụ yaumahumullażī yụ’adụn

42. Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,

يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ

yauma yakhrujụna minal-ajdāṡi sirā’ang ka`annahum ilā nuṣubiy yụfiḍụn

43. (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

khāsyi’atan abṣāruhum tar-haquhum żillah, żālikal-yaumullażī kānụ yụ’adụn

44. dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.

42-44. Allah memerintahkan Nabi-Nya Muhammad ﷺ agar meninggalkan mereka yang sudah larut dengan kebathilan dan permainan dengan dunia mereka; Sampai tiba hari kiamat yang mereka dijanjikan dengan adzab. Yaitu hari dimana mereka dikeluarkan dari kubur-kubur mereka dengan cepat menuju ke tempat persaksian di hari kiamat dan hari pembalasan; Seolah-olah mereka datang menuju tempat persaksian dengan berlomba satu sama lain, sebagaimana mereka di dunia, mereka saling berlomba menuju sesembahan-sesembahannya, yang mereka merendahkan diri kepadanya untuk beribadah kepada selain Allah. Kondisi mereka keluar dari kuburan-kuburan mereka berlalu dengan begitu cepat dengan sekejap, sambil mata-mata mereka memandang dengan kehinaan, tertunduk dan tak berdaya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa pada hari itu dan kondisi yang ada di dalamnya, telah diperingatkan kepada mereka di dunia yang mereka sungguh akan berjumpa (dengan hari kiamat). Akan tetapi mereka justru mendustakannya. Pada ayat ini terdapat penetapan hari kiamat, sebagaimana Nabi ﷺ menghimbau dengan berulang kali ketika berdakwah dan agar (manusia) tersibukkan (memiliki perhatian) dengan apa yang diperintahkannya dan agar mereka (orang-orang kafir) tidak mengabaikan ucapannya. Karena Nabi ﷺ adalah utusan (penyampai) kerisalahan dari Rabbnya dan membawa kabar baik bagi orang-orang yang beriman, serta membawa kabar untuk peringatan kepada orang-orang kafir. Adapun hidayah hanya ada di tangan Rabbul Alamin.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!