Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Haqqah

الْحَاقَّةُ

Arab-Latin: al-ḥāqqah

Terjemah Arti: 1. Hari kiamat,

مَا الْحَاقَّةُ

mal-ḥāqqah

2. apakah hari kiamat itu?

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ

wa mā adrāka mal-ḥāqqah

3. Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

1-3. Al Haqah adalah nama di anatara nama-nama hari kiamat. Dinamakan dengannya karena kedatangan hari kiamat adalah pasti benarnya. Di ulang-ulang lafadz Al Haqah dengan sebab kengerian keadaannya, kedahsyatannya dan kehebatannya. Kemudian Allah mengarahkan perkataan-Nya kepada Nabi ﷺ, Allah berkata : Apakah engkau wahai Nabi, tahu dengan keadaan pada hari kiamat (yang meskipun engkau berkhayal atau membayangkan hari kiamat, maka keadaannya masih jauh di atas khayalan itu) ?

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ

każżabaṡ ṡamụdu wa ‘ādum bil-qāri’ah

4. Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari kiamat.

Allah menjelaskan sebagian umat yang mendustakan hari kiamat, dan menjelaskan urutan bagaimana ia mendustakan adzab dan balasan. Allah menjelaskan juga bahwa Tsamud (kaum Shalih) dan Ad (kaum Hud), yang mendustakan Al Qari’ah yaitu hari kiamat. Dinamakan Al Qari’ah karena hati yang ketakutan.

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ

fa ammā ṡamụdu fa uhlikụ biṭ-ṭāgiyah

5. Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.

Allah mengabarkan bahwa Tsamud binasa dengan Thagiyah, yaitu suara yang mengerikan dan mematikan. Tempat kaum Tsamud dahulu di kiri Jazirah Arab, dinamakan juga Al Hajr. Masih tersisa peninggalannya dan tulisan-tulisannya di gunung yang di dalamnya mereka jadikan kuburan bagi mayat-mayat kaum mereka.

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

wa ammā ‘ādun fa uhlikụ birīḥin ṣarṣarin ‘ātiyah

6. Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

sakhkharahā ‘alaihim sab’a layāliw wa ṡamāniyata ayyāmin ḥusụman fa taral-qauma fīhā ṣar’ā ka`annahum a’jāzu nakhlin khāwiyah

7. yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

فَهَلْ تَرَىٰ لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ

fa hal tarā lahum mim bāqiyah

8. Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.

6-8. Allah mengabarkan bahwa Ad binasa dengan sebab angin yang dahsyat, badai besar dan dingin. Angin ini Allah timpakan kepada mereka selama delapan hari, tujuh malam berturut-turut; Maka binasalah mereka semua, hingga engkau akan melihat kaum yang mati, yang mereka sebagaimana pohon kurma yang dicabut akarnya dari perut bumi. Apakah engkau melihat mereka ada yang tersisa seorangpun setelah adzab menimpanya ? Lokasi kaum Ad di Rub Al Khali, yaitu antara Najran dan laut arab. Mereka adalah kaum yang kuat dan menampakkan kesombongan sebagaimana Amerika saat ini. Maka Allah membinasakan mereka dengan udara ini yang membawa oksigen untuk kehidupan jasad : وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ artinya : Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri, {Al Muddattsir : 31}.

وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ

wa jā`a fir’aunu wa mang qablahụ wal-mu`tafikātu bil-khāṭi`ah

9. Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.

فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً

fa ‘aṣau rasụla rabbihim fa akhażahum akhżatar rābiyah

10. Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

9-10. Allah menyebutkan tentang adzab yang ditimpakan kepada orang yang melampaui batas yaitu Fir’aun; Dimana telah datang ia dan yang sebelumnya suatu kaum, begitu juga kaum Luth. Mereka datang dengan perbuatan yang buruk dari kekafiran, syirik dan dosa-dosa kemungkaran. Allah menyendirikan Fir’aun dalam penyebutan karena sebab angkuh dan sombong dank arena ia meminta kaumnya (Bani Israil) untuk menyembahnya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka semua, para pendosa yang bermaksiat kepada utusan Allah yang ia diutus kepada mereka. Maka Allah siksa mereka dengan siksa yang keras. Allah tenggelamkan Fir’aun dan tentaranya di laut, dan kaum Luth Allah kirimkan pada mereka adzab; Yaitu Allah jungkir balikkan, sehingga yang atas menjadi di bawah, dan yang bawah menjadi di atas, dan tampaklah perbuatan menjijikkan mereka.

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ

innā lammā ṭagal-mā`u ḥamalnākum fil-jāriyah

11. Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera,

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ

linaj’alahā lakum tażkirataw wa ta’iyahā użunuw wā’iyah

12. agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

11-12. Ingatlah wahai manusia apa yang terjadi pada kaum Nuh, ketika mereka jelas atas kekafiran dan kesewenang-wenangannya, lalu ingatlah bagaimana Allah menenggelamkannya dengan banjir bandang. Dan Allah selamatkan mereka yang seiman dengan Nuh yang ia (Nuh) bawa mereka di atas kapal yang ia buat atas petunjuk dari wahyu Allah. Allah menjelaskan bahwa dijadikannya nikmat ini, yang Ia berikan nikmat-Nya kepada orang-orang yang beriman, yang menjadi pelajaran (nasihat) yang tejaga dari zaman ke zaman setelah mereka semua, agar supaya mereka (yang setelahnya) mengambil pelajaran.

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ

fa iżā nufikha fiṣ-ṣụri nafkhatuw wāḥidah

13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً

wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah

14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

fa yauma`iżiw waqa’atil-wāqi’ah

15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ

wansyaqqatis-samā`u fa hiya yauma`iżiw wāhiyah

16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

وَالْمَلَكُ عَلَىٰ أَرْجَائِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

wal-malaku ‘alā arjā`ihā, wa yaḥmilu ‘arsya rabbika fauqahum yauma`iżin ṡamāniyah

17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

yauma`iżin tu’raḍụna lā takhfā mingkum khāfiyah

18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

13-18. Ketahuilah olehmu wahai manusia, jika malaikat telah meniupkan sangkakala dengan tiupan yang kedua, kemudian bumi akan terangkat begitu juga dengan gunung, kemudian dibenturkan keduanya, maka terbenturlah dengan sekali benturan. Dengan kejadian itu semua, maka terjadilah Al Waqi’ah, yaitu hari kiamat. Maka terbelah lah langit hingga terpisah, tidak utuh lagi dan juga padat atau, tiupan malaikat yang kedua adalah seruan untuk perubahan alam, awal perubahan alam dengan bentuk yang baru yang sebagaimana Allah inginkan untuk kebaikan kehidupan yang abadi, dengan dimulainya tiupan yang kedua ini. Kemudian Allah menjelaskan bahwa malaikat pada hari itu di sisi-sisi langit dan ujung-ujung langit untuk memenuhi perintah Allah. Dan malaikat pemikul Arsy Rabbnya, di atas (malaikat lain) di hari kiamat yang berjumlah delapan malaikat yang besar. Kemudian Allah menjelaskan bahwa manusia pada hari itu akan Allah berikan pemaparan atas balasan mereka, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah sesuatu apapun dari mereka, tidak juga rahasia-rahasia mereka. Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz tentang firman Allah وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍۢ ثَمَـٰنِيَةٌۭ : Hal ini terjadi pada hari kiamat, dan ketika di dunia sudah dikenal bahwa yang membawa Arsy adalah empat malaikat. Berkata DR Al Kabisi : Bawa Arsy disini hanya secara makna, berbeda pendapat antara Ahlus Sunnah; Bahkan terjadi perselisihan di antara para Nabi dan Al Qur’an. Dan sungguh menyimpang dari petunjuk Allah akan sebagian sifat-Nya dan sebagian permasalahan Aqidah yang di antaranya adalah ketinggian Allah.

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ

fa ammā man ụtiya kitābahụ biyamīnihī fa yaqụlu hā`umuqra`ụ kitābiyah

19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.

إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ

innī ẓanantu annī mulāqin ḥisābiyah

20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah

21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

fī jannatin ‘āliyah

22. dalam surga yang tinggi,

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ

quṭụfuhā dāniyah

23. buah-buahannya dekat,

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ

kulụ wasyrabụ hanī`am bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah

24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.

19-24 Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang diberikan kitab dengan tangan kanan, mereka berkata dengan girang : Lihatlah kitabku, demi Allah aku sudah menyangka (atau : aku yakin di dunia, bahwa nanti di akhirat aku akan dihisab dan berhadapan di hadapan Allah). Kemudian Allah menjelaskan bahwa dia akan hidup dengan ridha dan diberikan semua kelezatan, ia akan di masukkan ke dalam surga yang tinggi yang berbilik-bilik, dan diberikan buah matang dari pohon yang dekat untuk dimakan. Mudah untuk memetiknya dan mengambilnya. Kemudian dikatakan kepada mereka dengan penghormatan : Makanlah dan minumlah oleh kalian wahai penduduk surga apa yang lezat dan menyenangkan dari makanan surga dan minumannya yang lezat; Karena sebab kalian mementingkan tauhid dan amalan shalih di hari-hari yang telah berlalu di kehidupan dunia.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

wa ammā man ụtiya kitābahụ bisyimālihī fa yaqụlu yā laitanī lam ụta kitābiyah

25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ

wa lam adri mā ḥisābiyah

26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

yā laitahā kānatil-qāḍiyah

27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.

مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ

mā agnā ‘annī māliyah

28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

halaka ‘annī sulṭāniyah

29. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”.

25-29. Kemudian Allah mengabarkan barangsiapa yang diberikan kitab dengan tangan kiri (dan) jika ia melihat amalan buruknya, maka ia berkata : Seandainya aku tidak diberikan kitabku, sebab ini bukti bahwasanya aku berhak untuk diadzab dan dimasukkan neraka. Ia melanjutkan perkataannya : Seandainya aku tidak tahu sesuatupun dari hisabku, dan tidak tahu apa balasanku, dan seandainya kematian di dunia adalah kematian terakhir dan kematian yang tak akan pernah dibangkitkan kembali. Kemudian ia berkata dengan penyesalan : Apa yang dapat aku gunakan dari hartaku, yang telah aku kumpulkan di dunia ? Sungguh ia tak bermanfaat bagiku, dan tak dapat menjagaku dari suatu adzab Allah. Sungguh aku telah tersungkur di hadapannya (harta), sedangkan ia pergi tanpa mampu memenuhi keinginanku, hartaku tak bermanfaat bagiku pada hari ini, tak ada kekuasaan, tak ada kedudukan.

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ

khużụhu fa gullụh

30. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.

ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

ṡummal-jaḥīma ṣallụh

31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

ṡumma fī silsilatin żar’uhā sab’ụna żirā’an faslukụh

32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ

innahụ kāna lā yu`minu billāhil-‘aẓīm

33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn

34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ

fa laisa lahul-yauma hāhunā ḥamīm

35. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.

30-35. Dikatakan kepada penjaga neraka jahannam yang menyala-nyala dengan hebat : Masukkan oleh kalian, mereka (kafir) pendosa ini dan ikatlah tangannya di lehernya, kemudian lemparkan ke dalam neraka jahannam yang terbakar, dan timpakan adzab nereka, kemudian ikatlah dengan rantai yang panjangnya 70 hasta dengan rantai dari api yang sangat panas, ikat dengannya. Berkata Sufyan : Sesungguhnya masuk api dalam duburnya dan keluar melalui mulutnya. Kami berlindung kepada Allah dan semoga Allah memberi kami kebaikan. Diberikan adzab ini karena di dunia tidak beribadah kepada Allah saja secara ikhlas; Akan tetapi ia menyekutukan Allah bersamaan dengan tuhan-tuhan selain-Nya. Dan dalam hatinya tidak hinggap kasih sayang bagi orang faqir dan yang membutuhkan; Ia tidak pernah memberikan dari hartanya,dan tidak juga menganjurkan selain dirinya agar memberikan makan kepada mereka orang-orang faqir. Maka tidak ada pertolongan baginya di hari kiamat, dan tidak ada pula kebahagiaan, begitu juga tidak aka didapati siapapun yang menjadi juru selamatnya.

وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ

wa lā ṭa’āmun illā min gislīn

36. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.

لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ

lā ya`kuluhū illal-khāṭi`ụn

37. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

36-37. Allah menjelaskan bahwa Dia tidak memberikan orang kafir pada hari kiamat makanan yang dimakan di nereka kecuali nanah penghuni nereka yang mengalir, disebutan dalam ayat yang lain bahwa makanan mereka adalah tanaman berduri yang tidak mengenyangkan dan pohon zaqum. Tidaklah makanan ini dimakan kecuali oleh orang-orang fasiq pendosa yang sesat dari jalan yang lurus, mereka semua berjalan mengikuti petunjuk ke neraka. Kami meminta kepada Allah keselamatan dan kebaikan.

فَلَا أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

fa lā uqsimu bimā tubṣirụn

38. Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat.

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

wa mā lā tubṣirụn

39. Dan dengan apa yang tidak kamu lihat.

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

innahụ laqaulu rasụling karīm

40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَا تُؤْمِنُونَ

wa mā huwa biqauli syā’ir, qalīlam mā tu`minụn

41. dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

wa lā biqauli kāhin, qalīlam mā tażakkarụn

42. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn

43. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.

38-43. Allah bersumpah dengan semua yang dilihat oleh makhluk, seperti : langit, bumi dan selainnya, dan juga bagi makhluk yang tidak melihatnya: Seperti : malaikat, jin dan selain mereka berdua. Bahwa Al Qur’an ini yang dihadapan kalian adalah kalam Allah, Rasul ﷺ bacakan kepada kalian, dan ia adalah Muhammad ﷺ, Jibril mengajarkan kepadanya. Ketahuilah oleh kalian bahwa Rasul bukanlah penyair sebagaimana mereka (kaum musyrikin) mengklaim, bukan juga tukang sajak, sebagaimana sajak-sajak dukun, sebagaimana sebagian mereka (kaum musyikin) mengklaim. Sesungguhnya Al Qur’an adalah kalam Rabbul Alamin yang diturunkan kepada Rasul ﷺ yang terpercaya Muhammad ﷺ. Akan tetapi mereka tidak beriman dengannya, tidak juga saling menasihati dan mengambil hikmah dari ayat-ayatnya dan sedikit dari kalian yang mengagungkannya.

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

walau taqawwala ‘alainā ba’ḍal-aqāwīl

44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

la`akhażnā min-hu bil-yamīn

45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

ṡumma laqaṭa’nā min-hul-watīn

46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ

fa mā mingkum min aḥadin ‘an-hu ḥājizīn

47. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِلْمُتَّقِينَ

wa innahụ latażkiratul lil-muttaqīn

48. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

44-48. Ketahuilah wahai orang-orang musyrik, kalo saja Muhammad ﷺ mengada-ngada (memalsukan) sebagian perkataan-perkataan (Allah), sungguh Allah akan membalasanya dengan balasan yang pedih. Dan Allah juga akan menariknya dengan kuat dan sangat. Kemudian akan Allah potong urat jantungnya dan mematikannya. Dan kalian tak akan mungkin dapat mencegah adzab Allah dan melindunginya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Al Qur’an ini cahaya, petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang bertakwa yang ia mengerjakan apa yang Allah perintahkan dan menjauhi larangan-Nya.

وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنْكُمْ مُكَذِّبِينَ

wa innā lana’lamu anna mingkum mukażżibīn

49. Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ

wa innahụ laḥasratun ‘alal-kāfirīn

50. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ

wa innahụ laḥaqqul-yaqīn

51. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

49-51. Allah mengabarkan bahwasanya Dia Maha Mengetahui dari manusia siapa yang mendustakan Al Qur’an ini yang jelas ayat-ayatnya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Al Qur’an ini didustkan oleh kafir dan ia akan dibangkitkan dan menyesal atas mereka (di hari kiamat). Allah juga mengabrkan bahwa hari kiamat adalah benar adanya dimana, apa saja yang Allah katakan pasti benar dan tidaklah Allah berkata kecuali kebenaran.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm

52. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

Kemudian Allah tutup surat ini dengan memerintahkan Nabi-Nya Muhammad ﷺ agar bertasbih kepada Allah dan mensucikan-Nya dari apa yang tidak sesuai dengan-Nya. Dan memerintahkan untuk mengingat sifat-sifat-Nya yang sempurna. Dan tidak diragukan lagi orang yang mengikuti Nabi ﷺ adalah termasuk orang yang diperintahkan pula sebagaimana Nabi ﷺ.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!