Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Mulk

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arab-Latin: tabārakallażī biyadihil-mulku wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

Terjemah Arti: 1. Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini Allah mulai dengan memuliakan diri-Nya, dan Allah kabarkan bahwa dengan tangan-Nya dan kekuasaan-Nya yaitu kerajaan baik di langit maupun di bumi dan apa yang meliputi keduanya di dunia maupun di akhirat; Allah perbanyak kebaikan (padanya) dan Allah lah yang memiliki keagungan. Ia (Allah), dengan tangan-Nya memerintahkan seluruh makhluk dan semuanya di bawah kekuasaan-Nya; Allah berbuat menurut apa yang Dia inginkan, yang terkandung dalam perbuatannya hikmah. Tidak ada satupun baik di langit maupun di bumi yang mampu melemahkan-Nya.

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-gafụr

2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

Allah menyebutkan dari yang nampak atas kekuasaan-Nya adalah Allah menciptakan maut, dimana ia adalah berpisahnya ruh dari jasad, dan menciptakan kehidupan, dimana ia adalah menyatukan ruh bagi badan dari jin dan manusia serta selainnya. Ketahuilah oleh kalian bahwa Allah menciptakan maut dan kehidupan untuk menguji kalian, yaitu siapa di antara kalian yang baik dalam beramal, dan juga sebagai balasan atas amalan kalian atas apa yang pantas didapatkan (oleh amalan kalian) berupa pahala. Dan sebaik-baik amalan adalah yang ikhlas mencari wajah Allah, dan benar yaitu mengikuti apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya ﷺ, atau yang paling ikhlas dan benar (amalannya), dan Allah tidak mengatakan yang paling banyak; Sebab ungkapan kebenaran (dari sebuah amalan), adalah tergantung pada metode (manhaj) yang Rasulullah ﷺ telah ajarkan. Dan Ia (Allah) Maha Kuat yang tidak dikuasai sesuatu apapun, dan Maha Pengampun atas orang-orang yang banyak dosa jika mereka bertaubat dan mau memperbaiki dirinya. Allah menyebutkan ampunan setelah menyebutkan kemuliaannya, karena sebab kemuliaan yaitu kekuasaan dan pembalasan, dan Maha Pengampun yaitu pengampunan dari dosa bagia siapa yang telah bertaubat dan beramal shalih.

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

allażī khalaqa sab’a samāwātin ṭibāqā, mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut, farji’il-baṣara hal tarā min fuṭụr

3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

Allah menyebutkan dengan menampakkan kekuasaan-Nya yang lain. Allah menyebutkan bahwasanya Ia pencipta tujuh langit, Allah ciptakan dan jadikan bertingkat-tingkat, sebagiannya lebih tinggi daripada sebagian yang lain. Makhluk yang melihatnya, tidak akan mendapati keanehan atau pertentangan dan atau cacat (terbelah). Kemudian Allah memerintahkan untuk mengulangi penglihatannya, agar menjadikan pelajaran dan bertambah keyakinan, karena tidak akan didapati padanya retak atau memiliki celah atau adanya keanehan.

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

ṡummarji’il-baṣara karrataini yangqalib ilaikal-baṣaru khāsi`aw wa huwa ḥasīr

4. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.

Allah memerintahkan manusia untuk melihatnya bukan hanya cukup melihat sekali saja; Bahkan Allah memerintahkan untuk melihat berkali-kali, agar ia dapat mencari kekurangannya, akan tetapi penglihatannya akan terulang untuk menatap ke langit kembali (setelah ia mencari-cari cacatnya), sambil merasa bosan dan hampa karena sebab gagal (mencari cacat); Karena tidak mungkin akan didapati pertentangan apapun atau celah.

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

wa laqad zayyannas-samā`ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja’alnāhā rujụmal lisy-syayāṭīni wa a’tadnā lahum ‘ażābas-sa’īr

5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Allah mengabarkan bahwa bintang-bintang adalah hiasan bagi langit dunia, yang ketika kita melihatnya dengan mata-mata kita menuju kepada bintang, galaxy dan matahari. Allah juga mengeluarkan dengan kekuasaan-Nya pada bintang-bintang ini meteor yang berpindah-pindah (posisinya), yang sebagian fungsinya adalah untuk membakar setan yang mencoba untuk mencuri (berita) dari langit. Dan inilah salah satu manfaat diciptakannya bintang pada langit dunia. Manfaat yang kedua dari bintang-bintang adalah sebagai penghias dan memperindah langit. Manfaat yang ketiga adalah sebagai petunjuk orang-orang yang melakukan safar baik di daratan maupun di lautan. Inilah tidak manfaat yagn disebutkan di dalam Al Qur’an, dan mungkin masih memiliki manfaat-manfaat yang lain, contohnya menerangin matahari kemudian mematangkan buah (di pepohonan) dan lainnya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Ia menyiapkan mereka para setan dan para pengikutnya (orang-orang kafir) dengan adzab neraka di akhirat yang diiringi dengan panasnya yang sangat.

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

wa lillażīna kafarụ birabbihim ‘ażābu jahannam, wa bi`sal-maṣīr

6. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ

iżā ulqụ fīhā sami’ụ lahā syahīqaw wa hiya tafụr

7. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,

Allah mengabarkan bahwa mereka orang-orang kafir jika bertemu dengan neraka ini (dengan wajah mereka yang tertunduk dan pasrah); Mereka akan mendengar suara yang keras, dahsyat dan mengerikan. Dan suara tersebut mengguncangkan mereka, sebagaimana ketetapan bagi mereka yang juga diberikan makanan dari api.

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

takādu tamayyazu minal-gaīẓ, kullamā ulqiya fīhā faujun sa`alahum khazanatuhā a lam ya`tikum nażīr

8. hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?”

Allah menjelaskan bahwa jahannam nyaris mencabik-cabik dan memisahkan sebagai dari sebagian yang lain karena dahsyatnya kemarahan dan amukannya bagi siapa yang dimasukkan Allah kedalamnya dari orang-orang kafir. Disini terdapat dalil bahwa neraka memiliki kepekaan. Kemudian Allah memberi penjelasan, yaitu ketika Allah masukkan sekelompok jin atau manusia, penjaga-penjaga neraka itu bertanya kepada mereka : Apakah belum datang peringatan dari utusan Allah, yang memperingatkanmu dari neraka dan mewanti-wanti kalian dari adzab neraka ?!

قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ

qālụ balā qad jā`anā nażīrun fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai`in in antum illā fī ḍalāling kabīr

9. Mereka menjawab: “Benar ada”, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”.

Maka berkata penghuni neraka menjawab pertanyaan penjaga-penjaga neraka : Benar, telah datang pada kami pemberi peringatan, namun tidaklah kami kecuali mendustakannya dan tidak mempercayainya. Dan kami katakan kepadanya (Rasul ﷺ) : Allah tidaklah menurunkan padamu sesuatu apapaun dari wahyu wahai Rasul, dan tidaklah dirimu kecuali telah menyimpang dari kebenaran, setelah datang padamu kebenaran.

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

wa qālụ lau kunnā nasma’u au na’qilu mā kunnā fī aṣ-ḥābis-sa’īr

10. Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.

Kemudian penghuni nereka mencerca dan menyalahkan dirinya masing-masing, dengan berkata : Seandainya kami di dunia mendengar sungguh-sungguh kepada siapa yang membawa kebenaran dan menginginkan jawaban, atau menyadari dan berpikir atas apa yang ia (Rasul ﷺ) seru kepada kami, dari hidayah dan petunjuk, maka tidaklah kami tertimpa api nereka yang menyala-nyala.

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

fa’tarafụ biżambihim, fa suḥqal li`aṣ-ḥābis-sa’īr

11. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

Allah menjelaskan bahwa mereka mengakui atas dosa-dosa besar yang mereka lakukan, yaitu mereka menyekutukan Allah dan kufur kepada Allah serta mendustakan para Nabi mereka, Maka sungguh sangat jauh, dan kaliab terhalau dari rahmat Allah wahai penguhuni nereka yang menyala-nyala.

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

innallażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrung kabīr

12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Kemudian Allah menyebutkan pemuliaan-Nya dan balasan dari-Nya untuk orang-orang shalih yang beiman dengan hal ghaib, yaitu mereka manusia-manusia yang memiliki rasa takut; Yang mereka sungguh takut kepada Tuhan-Nya, yang olehnya menjadikan mereka menjalankan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan kemungkaran. Mereka Allah ampunkan dan Allah ganjar dengan ganjaran yang besar.

وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

wa asirrụ qaulakum awij-harụ bih, innahụ ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

13. Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Ketahuilah wahai orang-orang kafir, bahwasanya apa yang kalian rahasiakan dan tampakkan untuk menyerang (menyakiti) Muhamamad ﷺ, (Sungguh) Allah telah mendengarnya; Ia Maha Mengetahui atas apa yang ada dalam dada-dada kalian sebelum kalian mengucapkannya; Berkata Ibnu Abbas : Telah turun ayat untuk sebagian kaum musyrikin yang mereka mengatakan kepada sebagian diantara mereka : Sembunyikan pembicaraan kalian, agar tak terdengar oleh Rabb Muhammad ﷺ, kemudian Allah kabarkan akan hal ini.

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

alā ya’lamu man khalaq, wa huwal-laṭīful-khabīr

14. Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?

Allah mengabarkan bahwa Allah lah yang lebih mengetahui urusan makhluknya, dan Maha Mengetahui atas apa yang disembunyikan setiap makhluknya di dada-dada mereka. Dialah yang Maha Lembut dan Mengetahui, dimana lembut yang mengetahui segalanya dan Maha Mengetahui sampai tahu segala sesuatu yang rahsia dan yang disembunyikan. Maka tidaklah tersembunyi bagi-Nya, sesuatu yang sembunyi (tidak nampak), Dialah Allah yang Maha Mengetahui sesuatu yang rahasia dan yang tersembunyi.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

huwallażī ja’ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, wa ilaihin-nusyụr

15. Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Allah menyebutkan kebaikan-Nya dan dan karunia-Nya bagi makhluk-Nya. Allah berkata : Dialah yang menjadikan bagi kalian bumi yang datar, terhampar dan luas dimana-mana, hingga kalian dapat tinggal di atasnya, kalian dapat berpindah-pindah semau yang kalian inginkan, kalian juga dapat bercocok-tanam dengan kekuatan-kekuatan kalian, dan kalian dapat berjalan menyusuri bagian ujungnya dan sisi-sisinya, makanlah oleh kalian atas pemberian dari rizki Allah, yang Allah telah keluarkan dari bumi. Kemudian ketahuilah oleh kalian bahwa kepada-Nya lah kalian kembali dan dibangkitkan dari kuburan-kuburan kalian untuk dihisab dan dibalas.

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

a amintum man fis-samā`i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa iżā hiya tamụr

16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,

أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

am amintum man fis-samā`i ay yursila ‘alaikum ḥāṣibā, fa sata’lamụna kaifa nażīr

17. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?

Allah menegur orang-orang kafir, Allah berkata : Apakah kalian beriman wahai orang-orang kafir, akan kemarahan Allah yang besar dan mulia, dimana Allah ada di atas langit dan akan menimpakan bagi kalian bumi, maka kalian akan terhantam dan terhimpit, dengan kuasa Allah dan engkau akan binasa ? Atau apakah kalian beriman terhadap siapa yang ada di langit, yang akan menimpakan kepada kalian angin dahsyat yang mebawa kerikil batu, kemudian kalian akan binasa dan teradzab ? Sebagaimana binasanya kaum Luth, Ad dan pasukan bergajah yang sebelum kalian, kalian juga akan mengetahui adzab yang sudah Allah peringatkan dengan mata-mata kalian sendiri.

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

wa laqad każżaballażīna ming qablihim fa kaifa kāna nakīr

18. Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.

Sungguh telah berdusta mereka sebelum orang-orang kafir Mekkah dari ummat yang terdahulu, dimana diadzab dengan halilintar, dengan ditimpa dari atas, dan dengan ditenggelamkan dan yang selainnya. Apakah kalian tidak melihat bagaimana mereka yang ingkar kepada Allah, yang bahwasanya mereka tumbang dan binasa dengan kebinasaan yang sempurna, dengan sebab mereka mendustakan ayat-ayat Allah ?

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ

a wa lam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn, mā yumsikuhunna illar-raḥmān, innahụ bikulli syai`im baṣīr

19. Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.

Apakah ia tidak melihat (yaitu orang-orang kafir) terhadap sekumpulan burung yang terbang tinggi di langit, mengepak-ngepakkan sayapnya di udara ? Tidak ada yang menjaganya supaya tidak terjatuh, kecuali Ar Rahman yang kasih sayang-Nya sangat luas dan kuasa atas segala sesuatu. Bukankah hanya Allah yang pantas melimpahkan kuasa yang besar ini, yang Dia Maha Mulia, dan (Manusia) wajib beriman kepada-Nya ?. Sesungguhnya Allah mengetahui atas kondisi ciptaan-Nya, menjaga segala urusannya (agar tetap di atas kebaikan) dan membalas (amalan) nya.

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

am man hāżallażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dụnir-raḥmān, inil-kāfirụna illā fī gurụr

20. Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

Kabarkan kepada-Ku wahai orang-orang kafir, apakah kalian memiliki pasukan yang kuat, yang dapat menghalangi kemarahan Ar Rahman ? Atau mampu menjaga adzab Allah atas kalian, jika Allah mengingkan kepada kalian keburukkan ?. Dan tidaklah orang kafir kecuali terputus dari kebaikan, sesat dalam kesesatan yang besar dan bodoh secara sempurna.

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ

am man hāżallażī yarzuqukum in amsaka rizqah, bal lajjụ fī ‘utuwwiw wa nufụr

21. Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?

Kabarkan kepada-Ku wahai orang-orang kafir, dari yang kalian klaim mampu menghamparkan rizki jika Allah menginginkan menahannya untuk kalian ? Sungguh orang-orang kafir itu keterlaluan dalam berdrbat dan mengusung kebathilan, dalam kesombongan dan melampaui batas, dan dalam menjauhkan (dirinya) dari hidayah. Mereka tidak mengambil pelajaran dari umat-umat yang sebelumnya, mereka juga tidak berpikir akan keselamatan mereka (di akhirat), mereka telah tenggelam dalam kebodohan dan kesombongan.

أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

a fa may yamsyī mukibban ‘alā waj-hihī ahdā am may yamsyī sawiyyan ‘alā ṣirāṭim mustaqīm

22. Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

Kemudian Allah memberikan permisalan terhadap orang yang beriman dan yang kufur, yang di atas kebenaran yang berbuat keburukan. Allah berkata : Bukankah seseorang yang berjalan mundur akan menjadi orang yang tenggelam ke dalam gelapnya kebodohan dan ketidakjelasan, maka alangkah baiknya dan utamanya bagi siapa yang berjalan, berjalan mengikuti wahyu di atas shiratal mustaqim yang jelas, yang tiada kebengkokan padanya ?!. Berkata Qatadah : Orang yang kafir adalah orang yang paling menyimpang di atas kemaksiatannya di dunia, dan Allah bangkitkan (di akhirat) menuju ke neraka, dan orang yang beriman yang kokoh di atas perintah Allah di dunia, akan dibangkitkan menuju ke surga.

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

qul huwallażī ansya`akum wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn

23. Katakanlah: “Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

qul huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn

24. Katakanlah: “Dialah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan”.

23-24. Katakanlah wahai Nabi Allah kepada mereka orang-orang musyrik : Ketahuilah oleh kalian bahwa Allah, Dialah yang menjadikan diri-diri kalian dari yang tidak wujud sebelumnya, Allah jadikan kalian sempuran secara jasad dan akal, Allah jadikan kalian memiliki pendengaran untuk mendengar-Nya, dan mata agar kalian melihat dengan keduanya, dan hati untuk merenung dengannya. Akan tetapi kalian sangat sedikit yang bersyukur kepada Allah, yang Ia berikan nikmat ini kepada kalian. Kemudian katakan juga kepada mereka orang-orang musyrik wahai Nabi Allah : Sesungguhnya Allahlah yang menciptakan kalian, yang menempatkan dan menyebarkan kalian di bumi, dan Ia akan mengembalikanmu sekali lagi di hari kebangkitan; Untuk menghisab kalian atas amalan-amalan kalian dan membalas kalian atas amalan tersebut.

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

wa yaqụlụna matā hāżal-wa’du ing kuntum ṣādiqīn

25. Dan mereka berkata: “Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?”

قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ

qul innamal-‘ilmu ‘indallāhi wa innamā ana nażīrum mubīn

26. Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

25-26. Allah mengabarkan bahwa orang-orang kafir mengatakan dengan nada mengejek dan mengingkari : Kapan balasan ini dan ancaman dengan kebangkitan ini bena-benar terjadi ? Coba engkau kabarkan (ancaman-ancaman) itu kepada kami jika engkau adalah orang yang jujur. Katakan wahai Rasulullah kepada mereka : Sesungguhnya pengetahuan akan waktu tegaknya hari kiamat telah ditentukan oleh Allah saja, dan tidaklah Allah membebani (manusia) dalam penjelasannya, yang terpenting adalah aku telah memberi peringatan, mengancam dan menjelaskan atas apa yang akan kalian lihat nanti dari adzab Allah jika dari kalian masih tetap dalam kekufuran.

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَدَّعُونَ

fa lammā ra`auhu zulfatan sī`at wujụhullażīna kafarụ wa qīla hāżallażī kuntum bihī tadda’ụn

27. Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.

Maka ketika orang-orang kafir melihat janji yang mereka minta dari-Nya, yaitu adzab Allah yang dekat untuk mereka; Nampaklah kehinaan dan ketakutan atas wajah-wajah mereka. Kemudian dikatakan kepada mereka dengan nada penghinaan dan celaan : Inilah janji dimana kalian (ketika di dunia) mengingkarinya dan mengacuhkannya, dan kalian terlalu Teresa-gesa di dunia sebab keras kepalanya kalian dan sombong serta menantang, bahkan kalian mengolok-olok dengan apa yang diperingatkan atas kalian.

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّهُ وَمَنْ مَعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَنْ يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

qul ara`aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma’iya au raḥimanā fa may yujīrul-kāfirīna min ‘ażābin alīm

28. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?”

Katakanlah wahai Nabi Allah pada orang-orang kafir : Kabarkan kepadaku, karena memang Allahlah yang mematikanku dan di sisiku terdapat keimanan atau kasih sayang dengan karunia dan kebaikan dari-Nya dan Allah yang mengampuni kami dan memberi rizki kepada kami, serta menolong kami dari adzab-Nya; Lantas, siapa yang mampu melindungi kalian dan menahan kalian dari adzab Allah yang pedih dan menyakitkan, jika Ia ingin menurunkan kepada kalian ?

قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa ‘alaihi tawakkalnā, fa sata’lamụna man huwa fī ḍalālim mubīn

29. Katakanlah: “Dialah Allah Yang Maha Penyayang kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”.

Katakanlah wahai Nabi Allah kepada mereka yang menolak (seruanmu) : Sungguh aku berbicara kebenaran atas Ar Rahman, yang aku menyeru kalian untuk beribadah dan kepada-Nya dan berserah diri dari hukuman-Nya, serta beramal dengan syariat-Nya, mentaati-Nya, dan hanya kepada-Nya saja kami bergantung dan bertawakkal atas segala urusan kami; Dan jika kalian tidak menjawab seruanku dan beriman kepada-Nya, maka kalian akan segera mengetahui jika diturunkannya adzab Allah, bagi siapa yang meniti jalan kebenaran dan jalan yang lurus ? Kami atau kalian ?. Inilah ancaman atas setiap siapa yang kufur dan menyekutukan Allah.

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيكُمْ بِمَاءٍ مَعِينٍ

qul ara`aitum in aṣbaḥa mā`ukum gauran fa may ya`tīkum bimā`im ma’īn

30. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”.

Katakanlah wahai Nabi Allah kepada mereka orang-orang musyrik : Apa pendapat kalian jika sumur-sumur dan sungai-sungai kalian kering dan tidak ada di dalamnya air untuk minum; Maka siapa selain Allah yang akan mendatangkan air yang mengalir di bawah tanah, yang mengairi dan menyirami dengannya kebun-kebun (kalian). (Disini) Allah mengkhususkan air karena tidak ada kehidupan tanpanya. Dan berkata orang-orang yang beriman : Sesungguhnya Allah lah yang mendatangkannya, jika Allah berkehendak.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!