Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat at-Taghabun

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Arab-Latin: yusabbiḥu lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

Terjemah Arti: 1. Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah mengabarkan bahwa semua yang terkandung di langit dan di bumi, baik yang diam tidak bergerak maupun yang bergerak mensucikan Allah dengan pensucian yang terus menerus atas apa yang tidak layak bagi kemulian dan keagungan Allah. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia memiliki kekuasaan yang sempurna pada segala sesuatu; Tidak akan keluar satupun makhluk dari kerajaan-Nya, dan Allah memiliki pujian dan kemuliaan dan rasa syukur makhluk pada-Nya dari awal hingga akhir. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu; Dia kuasa atas yang ada dan yang tiada, dan yang menjadikan penyakit dan penyembuhnya, tidak ada yang melemahkan Allah sesuatupun di bumi dan tidak juga di langit.

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

huwallażī khalaqakum fa mingkum kāfiruw wa mingkum mu`min, wallāhu bimā ta’malụna baṣīr

2. Dialah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menjadikan kalian dan memberikan kepada kalian kemampuan untuk beramal, dan menjadikan padamu kemampuan untuk memilih; Dan di antara kalian ada yang memili kafir, dan tidak mensyukuri nikmat Allah yang diberikan, dan menolak untuk taat dan ibadah kepada-Nya. Dan juga di antara kalian ada yang memilih beriman; Bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan, dan beramal dengan apa yang diperintahkan dan juga munjauhi larangan-Nya dan Allah yang memiliki karunia; Dimana kalian mampu untuk memilih keduanya; Setiap manusia berhak memilih apa yang dia inginkan. Kemudian Allah menjelaskan bahwa nampak amalan-amalan kalian yang iman dan kufur, dan Allah akan menjaga setiap hak dari hamba-Nya, dan akan dibalas sesuai dengan amalannya.

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqqi wa ṣawwarakum fa aḥsana ṣuwarakum, wa ilaihil-maṣīr

3. Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu).

Allah menjelaskan bahwa Dia yang menciptakan langit dan bumi dengan hikmah Allah yang jelas, yang mengandung kebaikan manusia di dunia dan di akhirat, dan sebagai petunjuk atas kekuasaan-Nya. Kemudian Allah mengulangi sebagai penegasan untuk kali yang lain bahwa Dia yang menciptakan kalian dengan bentuk yang terbaik, Allah jadikan sebaik-baik bentuk bagi kalian. Kemudian Allah mengabarkan bahwa tempat kembali kalian hanya kepada Allah saja, untuk diberikan balasan atas amalan-amalan kalian. Jika amalan kalian baik, maka baik pula balasannya. Jika amalan kalian buruk, maka buruk pula balasannya.

يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

ya’lamu mā fis-samāwāti wal-arḍi wa ya’lamu mā tusirrụna wa mā tu’linụn, wallāhu ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

4. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

Allah mengabarkan bahwa Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, tidak tersembunyi bagi-Nya dari sesuatupun. Allah mengabarkan bahwa Dia mengetahui segala niat dan keburukan. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui yang tersembunyi dan apa yang manusia sembunyikan dan rahasi-rahasia dan sesuatu yang tersembunyi.

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ فَذَاقُوا وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

a lam ya`tikum naba`ullażīna kafarụ ming qablu fa żāqụ wa bāla amrihim wa lahum ‘ażābun alīm

5. Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir terdahulu. Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih.

Kemudian Allah mencela mereka orang-orang musyrik, Allah berkata kepada mereka : Bukankah telah sampai kepada kalian wahai orang-orang musyrik kabar atas mereka yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya dari umat-umat yang telah lalu, dimana mereka menjadikan kekufuran atas kondisi mereka dan dosa, maka bagaimana kondisi buruk mereka dibalas dengan adzab akibat kekufuran mereka dan buruknya perbuatan-perbuatan mereka di dunia, dan mereka di akhirat terdapat adzab keras yang menunggu mereka.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا ۚ وَاسْتَغْنَى اللَّهُ ۚ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

żālika bi`annahụ kānat ta`tīhim rusuluhum bil-bayyināti fa qālū abasyaruy yahdụnanā fa kafarụ wa tawallaw wastagnallāh, wallāhu ganiyyun ḥamīd

6. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka membawa keterangan-keterangan lalu mereka berkata: “Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?” lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Allah menjelaskan sebab kedustaan dan kecelakaan bagi mereka yang menghalalkannya; Allah mengabarkan bahwa telah datang kepada mereka para Rasul Allah dengan ayat-ayat yang jelas sebagai bukti dan mukjizat-mukjizat yang meyakinkan, akan tetapi mereka sombong, dan mereka berkata dengan nada mengingkari : Apakah masuk akal, yang memberikan petunjuk adalah manusia yang sama seperti kama ? atau mereka mengingkari Rasul dari golongan manusia. Ini adalah tipuan setan kepada mereka, dan jika Rasul bukan dari manusia, maka bagaimana bisa di ambil sebagai uswah atau qudwah (suri tauladan) ? Bagaimana Rasul dapat paham dan kami pun juga dapat paham ? Maka mereka telah kafir dengan utusan-utusan yang diutus kepada mereka dan mereka menolak dari kebenaran dengan penolakan yang sempurna dan mereka tidak akan menerima para Rasul selamanya. Allah mencukupkan ketaatan mereka dan ketaatan mereka. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Allah Maha Kaya dari semua makhluk, dan Dia Yang Maha Terpuji dari perkataan, perbuatan dan sifat-Nya.

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

za’amallażīna kafarū al lay yub’aṡụ, qul balā wa rabbī latub’aṡunna ṡumma latunabba`unna bimā ‘amiltum, wa żālika ‘alallāhi yasīr

7. Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Allah mengabarkan atas keras kepalanya kekafiran Quraisy, yang mereka menyeru bahwa mereka tidak akan dibangkitkan setelah mereka mati. Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya ﷺ agar berkata kepada mereka : Ketahuilah wahai manusia, bahwa hari kebangkitan adalah kenyataan dan tidak mustahil. Dan aku bersumpah atas Tuhanku sungguh kalian akan dikeluarkan dari kuburan kalian dalam kondisi hidup, dan kalian akan dikabarkan dengan seluruh amalan kalian yang telah kalian amalkan semasa hidup kalian di dunia, dan kalian akan dibalas atas amalan-amalan tersebut. Ketahuilah bahwa urusan membangkitkan kalian dari kuburan kalian adalah permasalahan yang mudah bagi Allah dengan sebenar-benarnya, Allah berfirman : إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ, yang artinya : Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. {Yasin : 82}.

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

fa āminụ billāhi wa rasụlihī wan-nụrillażī anzalnā, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

8. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dan jika kalian tahu wahai orang-orang musyrik atas hujjah dan bukti ini, dan kalian dapat mengingat siapa saja yang menghalalkan atas orang-orang kafir sebelum kalian yang telah diadzab; Dan kalian membenarkan Allah dan Rasul-Nya ﷺ, kemudian beriman dengan Al Qur’an yang Allah turunkan atas Nabi-Nya Muhammad ﷺ, dan menjadikan cahaya yang mengeluarkan kalian dari kegelapan kekafiran dan kesesatan menuju cahaya islam dan iman; Maka ketahuilah bahwa tidaklah tersembunyi sesuatu apapun dari perkataan dan perbuatan kalian, dan kalian akan dibalas atas amalan-amalan kalian.

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

yauma yajma’ukum liyaumil-jam’i żālika yaumut-tagābun, wa may yu`mim billāhi wa ya’mal ṣāliḥay yukaffir ‘an-hu sayyi`ātihī wa yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, żālikal-fauzul-‘aẓīm

9. (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.

Dan ingatlah wahai manusia pada hari yang Allah kumpulkan makhluk yang pertama dan yang terakhir untuk dihisab dan dibalas dalam satu tempat; Ketahuilah bahwa itu adalah hari Taghabun yang nampak debu orang yang bermaksiat serta kerugian atas mereka dengan sebab meninggalkan keimanan; Maka barangsiapa yang hari itu datang dengan membenarkan Allah dan Rasul-Nya ﷺ serta kitab-Nya, dan beramal dengan amalan shalih; Maka sungguh Allah hapuskan keburukan yang ia lakukan di dunia, dan Allah akan masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawah istana dan pepohonannya sungai-sungai, kekal selama-lamanya, tidak akan keluar darinya selamanya, dan itulah kemenangan yang tidak ada kemenangan seabadi itu.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābun-nāri khālidīna fīhā, wa bi`sal-maṣīr

10. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Adapun mereka yang menolak keesaan Allah dan kekuasaan-Nya, serta mereka mendustakan hujjah dan bukti yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad ﷺ; Maka mereka itu tempatnya adalah di jahannam, tinggal mereka di dalamnya selamanya, dan seburuk-buruk neraka yang mereka tempati dan tinggali, karena mereka telah mengumpulkan seluruh keburukan, dan keburukan adzab pula yang merka terima.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

mā aṣāba mim muṣībatin illā bi`iżnillāh, wa may yu`mim billāhi yahdi qalbah, wallāhu bikulli syai`in ‘alīm

11. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

wa aṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụl, fa in tawallaitum fa innamā ‘alā rasụlinal-balāgul-mubīn

12. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Ketahuilah bahwa semua musibah yang menimpa seorang hamba dari sebagian musibah-musibah pada badan, anak, harta, bencana, gempa bumi dan setiap yang terjadi segala keadaannya adalah atas izin Allah, Allah tahu, Allah memiliki melakukan sesuai keinginan-Nya; Maka barangsiapa yang beriman kepada Allah dan mengetahui atas apa yang menimpa tidaklah menimpa kecuali dengan kuasa Allah, yang dengannya Allah berikan petunjuk pada hatinya, atau Allah berikan ketenangan dan kesabaran pada hatinya serta ridha dengan takdir Allah. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatunya, atau Dia mengetahui orang yang beriman dan yang bermaksiat, yang tidak rela dan yang tenang, dan mengetahui musibah yang ditimpakan, apakah musibah tersebut akibat dari dosa yang manusia lakukan atau dengan sebab lain ? Di sini Allah mengokohkan mereka yang beriman dan keimanan tersebut menenmpati hati-hati mereka karena sebab takdir Allah dan kuasa-Nya, maka mereka akan mengucapkan : إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَ‌ٰجِعُونَ {Al Baqarah : 156} dan mereka akan berkata : حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ {Ali Imran : 173}. Adapun selain orang-orang yang beriman mereka akan kebingungan, menangis, atau menjerit-jerit, dan mungkin juga menampar-nampar dirinya sendiri dan merobek-robek pakaiannya.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

allāhu lā ilāha illā huw, wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

13. (Dialah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.

Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan selain Allah, Allah yang tunggal, yang berhak untuk diibadahi, dan wajib bagi kalian agar menjalankan perintah-perintah-Nya wahai orang-orang yang beriman kepada-Nya dan hanya menyembah-Nya saja.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanū inna min azwājikum wa aulādikum ‘aduwwal lakum faḥżarụhum, wa in ta’fụ wa taṣfaḥụ wa tagfirụ fa innallāha gafụrur raḥīm

14. Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ini adalah seruan dari Allah kepada hambanya yang beriman, Allah kabarkan mereka dari istri-istri dan anak-anak, sebagian dari mereka ada yang menjadi musuh bagi mereka, mereka menyibukkan dari ketaatan kepada Allah dan dari banyaknya urusan yang baik, maka berhati-hatilah untuk mentaati mereka dan menjawab keinginan mereka, dan sungguh mereka akan diampuni dari dosa-dosa mereka, dan Allah tidak akan mengadzab mereka dan Allah akan menyembunyikan dosa-dosa mereka, maka itu semua lebih baik bagi kalian. Maka jika kalian melakukan demikian maka ketahuilah bahwa Allah Maha Luas ampunan-Nya dan kasih sayang-Nya bagi seluruh hamba.

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

innamā amwālukum wa aulādukum fitnah, wallāhu ‘indahū ajrun ‘aẓīm

15. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Ketahuilah wahai orang-orang yang beriman bahwa harta-harta kalian dan anak-anak kalian ada cobaan dan ujian; Maka mungkin akan menjatuhkan kalian kepada dosa dari arah yang kalian tidak sangka, sebagaimana telah datang dalam hadits : Sesungguhnya anak dapat membuat pelit dan penakut, mabkhalah yaitu ia dapat menjadikan bakhil (pelit) dari sedekah dan selainnya, takut anaknya akan kelaparan, majbanah yaitu menjadikan manusia penakut dari jihad, takut meninggalkan anak. Dan sungguh di sisi Allah lah pahala yang besar, bagi siapa yang mendahulukan ketaatan kepada Rasul di atas ketaatan kepada selainnya, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

fattaqullāha mastaṭa’tum wasma’ụ wa aṭī’ụ wa anfiqụ khairal li`anfusikum, wa may yụqa syuḥḥa nafsihī fa ulā`ika humul-mufliḥụn

16. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Allah memerintahkan hambanya yang beriman untuk bertakwa kepada Allah, dan itu semua dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dengan niat ketaatan dan jihad, kemudian Allah memerintahkan mereka untuk mendengar dan taat kepada Allah pada segala urusan mereka, dan Allah memerintahkan untuk berinfak dari harta Allah yang Allah berikan nafkah yang syar’i, wajib dan yang dicintai kepada mereka; Karena sesungguhnya infak di jalan Allah lebih baik bagi mereka di dunia dan di akhirat. Ketahuilah bahwa barangsiapa yang Allah lindungi dari kebakhilan atas dirinya dan kebaikan dari sifat bakhil dan menjaga harta dengan berlebihan; Maka mereka itulah orang-orang yang beruntung, menang dengan kemenagan yang besar.

إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

in tuqriḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā’if-hu lakum wa yagfir lakum, wallāhu syakụrun ḥalīm

17. Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

Allah menganjurkan bagi hambanya untuk memberikan nafkah, Allah mengabarkan bahwa siapa yang Allah lindungi dari kebakhilan dan kebaikan dari sifat bakhil, ia adalah yang termasuk menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan ikhlas dan baiknya diri. Maka barangsiapa yang mengamalkan hal itu maka ia akan mendapatkan ganjaran yang berlipat, dan Allah ampunkan dosa-dosanya, dan Allah Yang Maha Berterima Kasih atas hamba-Nya yang ikhlas, Allah adalah Maha Pemurah yang tidak tergesa-gesa menyegerakan hukuman; Bahkan Allah ampuni dan mungkin Allah perbaiki dan memasukkan mereka dalam rahmat-Nya.

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

‘ālimul-gaibi wasy-syahādatil-‘azīzul-ḥakīm

18. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah tutup surat ini dengan kabar bahwa Dia yang mengetahui ghaib dari hamba-Nya, dan yang hamba-Nya saksikan. Dia adalah Yang Maha Kuat dan yang menaklukkan, yang Maha Kuasa atas setiap sesuatu, Maha Bijaksana dalam penciptaan dan perintah, yang Dia meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!