Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Munafiqun

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Arab-Latin: iżā jā`akal munāfiqụna qālụ nasy-hadu innaka larasụlullāh, wallāhu ya’lamu innaka larasụluh, wallāhu yasy-hadu innal-munāfiqīna lakāżibụn

Terjemah Arti: 1. Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Ketika orang-orang munafik datang kepada Rasulullah ﷺ di majelis beliau, mereka berkata dengan maksud mendustakan dan menipu : Kami bersaksi wahai Muhammad ﷺ bahwa engkau Rasul yang diutus Allah dengan benar. Dan Allah mengetahui bahwa engkau adalah utusan Allah; Engkau tidak butuh persaksian mereka (orang-orang munafik), yang kemudian mereka berdusta kepada Allah dengan perkataan “kami bersaksi”; Maka Allah berkata : Allah bersaksi bahwa kalian wahai orang-orang munaafik sungguh pendusta; Karena Allah mengetahi bahwa mereka menyembunyikan kedustaan, dan mereka tidak meyakini sebagaimana persaksian mereka kepada Rasul.

اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

ittakhażū aimānahum junnatan fa ṣaddụ ‘an sabīlillāh, innahum sā`a mā kānụ ya’malụn

2. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

Ketahuilah wahai Nabi ﷺ, mereka orang-orang munafik menjadikan keimanan mereka dusta, dimana mereka bersumpah dengannya untuk menjaga dan menyembunyikan agar mereka tidak dituduh dengan keburukan, dan agar tidak diadzab. Kemudian mereka melalui keimanan (palsu) ini, mereka menyembunyikan kekufuran mereka, dan mereka mencegah manusia yang menginginkan untuk enggan duduk dengan kaum muslimin untuk masuk islam, dan mencegah manusia yang menginginkan berinfaq di jalan Allah dan mereka juga menginginkan agar manusia ragu akan kerisalahan Nabi ﷺ. Ketahuilah bahwa mereka orang-orang munafik lebih buruk kekafirannya dan kesesatannya dari kafir yang jelas kekafirannya. Oleh karenanya adzab mereka di akhirat di neraka lapisan paling bawah.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

żālika bi`annahum āmanụ ṡumma kafarụ fa ṭubi’a ‘alā qulụbihim fa hum lā yafqahụn

3. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.

Allah menjelaskan bahwa itulah yang dikabarkan Allah dari kedustaan, kelicikan dan pengingkaran mereka dalam menghalangi manusia dari jalan Allah; Sebab mereka mengucapkan dengan syahadat secara dzahir kemudian kafir dengan hati mereka, maka Allah kunci hati mereka; Menjadi tidak dapat dimasuki keimanan, sebagai balasan kemunafikan mereka dan keras kepalanya mereka yang terpendam dalam diri-diri mereka dan yang nampak adalah berpalingnya mereka, kemudian Allah pertegas bahwa mereka tidak akan paham kebaikan dan keimanan.

۞ وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ ۖ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ ۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ ۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ ۚ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

wa iżā ra`aitahum tu’jibuka ajsāmuhum, wa iy yaqụlụ tasma’ liqaulihim, ka`annahum khusyubum musannadah, yaḥsabụna kulla ṣaiḥatin ‘alaihim, humul-‘aduwwu faḥżar-hum, qātalahumullāhu annā yu`fakụn

4. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Allah mengabarkan kepada Nabi-Nya dan berkata : Maka jika engkau melihat mereka orang-orang munafik, engkau akan takjub dengan kondisi mereka, pandangan mereka dan diri-diri mereka, maka jika engkau berbicara dengan mereka, dengarkan ucapan mereka; Sungguh mereka fasih dan indah apa yang mereka ucapkan, dan hakikatnya diri mereka kosong dari ilmu dan rasa takut kepada Allah, sebagaiman kayu yang disandarkan ke tembok, tidak ada manfaatnya, kemudian engkau tidak akan melihat ketika mereka mendengar suara yang tinggi dan bergabung kepada barisan prajurit, mereka ini orang-orang yang pengecut dan rendahan. Ketahuilah wahai Nabi Allah, bahwa mereka orang-orang munafik mereka hakikatnya adalah musuh bagimu dan bagi orang-orang yang beriman; Maka berhati-hatilah dan peringatkan orang-orang yang beriman dari mereka, Allah melaknat dan menghinakan mereka; Karena sebab jalan mereka dan perbuatan mereka yang buruk, dan sungguh menakjubkan, bagaimana mereka akan melihat kebenaran secara jelas di hadapan mereka dimana mereka kemudian berpaling dari kebenaran menuju kepada kesesatan dan kemunafikan ?

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ لَوَّوْا رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ

wa iżā qīla lahum ta’ālau yastagfir lakum rasụlullāhi lawwau ru`ụsahum wa ra`aitahum yaṣuddụna wa hum mustakbirụn

5. Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.

Jika dikatakan kepada mereka orang-orang munafik : Kemarilah kalian menuju kepada Rasul-Nya ﷺ, semoga kalian diampuni, dan agar Allah memperbaiki hati-hati kalian dan mensucikan kalian; Dan tidaklah mereka orang-orang munafik kecuali hanya tengak-tengok ke kanan dan ke kiri untuk mengejek dan sombong; Bahkan engkau akan melihat wahai Nabi Allah, mereka menolak dari nasihat kepada mereka dengan kesombongan mereka dan kecongkaan mereka.

سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

sawā`un ‘alaihim astagfarta lahum am lam tastagfir lahum, lay yagfirallāhu lahum, innallāha lā yahdil-qaumal-fāsiqīn

6. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwa mereka orang-orang munafik sama saja di sisimu meskipun engkau meminta ampunan untuk mereka maupun tidak memintakan ampun kepada mereka, dan seandainya mereka datang kepada engkau untuk memnta ampunan, Allah tidak akan mengampuni mereka; Karena sebab mereka telah menjadi orang-orang yang berpenyakit dan berada dalam kesesatan, maka Allah tambahkan dalam hati-hati mereka hilangnya keimanan. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak menyetujui dan memberi petunjuk kepada kaum yang mengingkari Allah dan ayat-ayat-Nya, yang mereka keluar dari ketaatan-Nya. Pada ayat ini ada pengkabaran dari Allah kepada Nabi-Nya ﷺ dengan ketiadaan kebenaran dan hidayah bagi mereka.

هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنْفِقُوا عَلَىٰ مَنْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّىٰ يَنْفَضُّوا ۗ وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ

humullażīna yaqụlụna lā tunfiqụ ‘alā man ‘inda rasụlillāhi ḥattā yanfaḍḍụ, wa lillāhi khazā`inus-samāwāti wal-arḍi wa lākinnal-munāfiqīna lā yafqahụn

7. Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): “Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)”. Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

Allah menyebutkan musuh-musuh-Nya yang nampak dan sesuatu yang mereka sembunyikan dari dosanya, dan ini sebelum peperangan Tabuk, Allah mengabarkan bahwa mereka orang-orang munafik berkata kepada orang-orang anshar : Janganlah kalian infakkan hartamu kepada sahabat Muhammad ﷺ dari muhajirin sampai mereka ditimpa kelaparan dan meninggalkan Nabi mereka (di Madinah). Mereka berkata dan menyangka bahwa tanpa infaq kepada mereka muhajirin yang hijrah karena Allah dan untuk menolong Rasul, yang mereka meninggalkan negeri-negeri mereka dan harta mereka, akan menjadikan mereka terpecah belah kemudian meninggalkan Nabi ﷺ, sungguh mereka berdusta, Allah akan mengadzab mereka karena dugaan mereka yang buruk. Allah mengabarkan bahwa perbendaharaan apa yang ada di langit dan di bumi, atau sesungguhnya rezeki wahai orang-orang munafik ada di tangan Allah saja, tidak di tangan-tangan kalian, akan tetapi kalian adalah kaum yang bodoh, yang bahwasanya apa yang ada di sisi Allah adalah rezeki yang sempurna dan besar.

يَقُولُونَ لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ ۚ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

yaqụlụna la`ir raja’nā ilal-madīnati layukhrijannal-a’azzu min-hal-ażall, wa lillāhil-‘izzatu wa lirasụlihī wa lil-mu`minīna wa lākinnal-munāfiqīna lā ya’lamụn

8. Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya”. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.

Dan sebagian dari perkataan orang-orang munafik yang buruk, yaitu perkataan dedengkot mereka Abdullah bin Ubay; Ketika dekat dengan peperangan ini (yaitu peperangan bani musthaliq) menuju madinah, ia keluar seolah-olah berkekuatan untuk menaklukkan musuh yaitu ia keluar dengan manusia yang bersamanya dan merendahkan Rasul dan yang bersamanya, begitulah bujuk rayu dirinya untuk memikat, dengan mengklaim bahwa dirinya kuat atau tidak mungkin terkalahkan dan mereka terlalu dalam masuk dalam kemaksiatan dan dosa, Abdullah bin Ubay berkata : Tidaklah kami dan Muhammad serta sahabatnya sebagaimana yang dikatakan : Anjing yang gemuk memakan buruannya, adapun demi Allah kami adalah orang yang kembali ke Madinah karena kami terlalu kuat. Maka Allah jawab mereka : Ketahuilah wahai orang-orang munafik, bahwasanya kekuatan dan penaklukan adalah ketentuan Allah dan Rasul-Nya saja dan bagi orang-orang yang beriman, akan tetapi kalian tidak mengetahui bahwa kekuatan dan penaklukan milik kekasih Allah karena sebab kalian orang-orang yang bodoh dan keras kepala.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tul-hikum amwālukum wa lā aulādukum ‘an żikrillāh, wa may yaf’al żālika fa ulā`ika humul-khāsirụn

9. Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Kemudian Allah melarang untuk meniru sifat-sifat orang-orang munafik, yaitu mereka tidak menyebut nama Allah kecuali hanya sedikit, Allah berkata : Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya ﷺ, beramallah kalian dengan syariat-Nya, janganlah kalian tersibukkan dibelakang harta-harta kalian, dan berlebihan terhadap anak-anak kalian dari menegakkan hak-hak Tuhan kalian, dan mengerjakan kewajiban-kewajiban yang Allah perintahkan kepada kalian. Ketahuilah barangsiapa yang tersibukkan dengan urusan dunia di atas urusan agama, maka mereka adalah orang-orang yang menderita yang akan sampai pada derajat orang yang merugi dengan sebab kelalaian mereka dari agama Rabb mereka, dan dunia mereka akan musnah dan akhirat itu kekal.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

wa anfiqụ mimmā razaqnākum ming qabli ay ya`tiya aḥadakumul-mautu fa yaqụla rabbi lau lā akhkhartanī ilā ajaling qarībin fa aṣṣaddaqa wa akum minaṣ-ṣāliḥīn

10. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

Allah menganjurkan orang-orang yang beriman untuk berinfak di jalan Allah, Allah berkata : Infakkanlah oleh kalian wahai orang-orang yang beriman karena Allah dan Rasul-Nya sebagian dari harta yang diberikan Allah. Bersyukurlah atas nikmat Allah yang diberikan kepada kalian; Sebelum maut menjemputmu dan didapati tanda-tandanya, maka ketika turun maut kepada kalian, kalian berkata : Wahai Rabbku kenapa Engkau tidak menangguhkan kami dan mengakhirkannya sampai aku bersedekah dengan hartaku dan aku bisa menjadi orang yang bertakwa dan shalih. Dan dapat diambil manfaat dari ayat ini, bahwa sedekah adalah sebab keshalihan dan jujurnya keimanan, sebagaimana maksud dari infak dalam ayat, ia adalah infak dalam kebaikan atas keumumannya; Maka masuk di dalamnya berinfak kepada fakir dan orang yang miskin dan membangun masjid dan mempersiapkan para mujahidin yang berperang di jalan Allah dan mendukung jalan-jalan yang baik dengan berbagai macamnya.

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

wa lay yu`akhkhirallāhu nafsan iżā jā`a ajaluhā, wallāhu khabīrum bimā ta’malụn

11. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Allah menjelaskan dengan ini semua yang ia menginginkan untuk menomor sekiankan Allah, agar jujur (dalam keimanannya). Allah berkata : Ketahuilah dengan yakin bahwa Allah tidak mengakhirkan seorangpun, jika telah datang waktu kematiannya dan telah usai urusannya, kemudian Allah mengabarkan bahwa nampak oleh-Nya atas semua amalan seorang hamba secara dzahir maupun bathin, dan Dia akan membalas mereka dengan balasan yang sempurna. Pada ayat ini terdapay anjuran untuk mempersiapkan amal sebelum datang ajal, dan atas manusia untuk berbekal di hari kiamat.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!