Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat ash-Shaff

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Arab-Latin: sabbaḥa lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm

Terjemah Arti: 1. Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah mengabarkan bahwa segala sesuatu di langit maupun di bumi bertasbih kepada Allah dan mensucikan-Nya dari apa yang tidak pantas bagi Allah, dari sifat-sifat-Nya yang kurang dan cacat. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Allah Maha Gagah yang tak dapat dikalahkan, Yang Maha Bijaksan atas apa yang Allah perbuat. Pada ayat ini terdapat petunjuk untuk bertasbih pada setiap waktu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lima taqụlụna mā lā taf’alụn

2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

kabura maqtan ‘indallāhi an taqụlụ mā lā taf’alụn

3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

2-3. Allah memperingatkan atas ibadah seorang hamba yang beriman untuk meninggalkan persetujuan atas amalan yang hanya berupa perkataan, Allah berkata : Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kenapa kalian katakan dari kebaikan atas apa yang tidak kalian kerjakan ? Sungguh besar perbuatan jahat ini di sisi Allah, yaitu kalian yang mengatakan, tapi kalian tidak mengamalkan. Karena sebuah amanah yang diberikan kepada manusia yang lain adalah petunjuk bagi kejujuran dan kemulian atas tabiat manusia dan baiknya kebiasaan yang mengatakan. Diriwayatkan dari hadits yang dikeluarkan oleh Ahmad dan Tirmidzi dari Abdullah bin Sallam : Bahwasanya para lelaki dari para sahabat berkata : Seandainya kami mengetahui sebuah amalan yang utama, yang dicintai Allah ketika seorang hamba mengamalkannya, sungguh kami pasti mengamalkannya. Kemudian Allah menurunkan : Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? {Ash Shaf 1-2}. Berkata Abdullah bin Sallam : Maka Rasulullah ﷺ membacakan ayat tersebut kepada kami. Ini adalah hadits yang disebutkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya, kemudian Ibnu Katsir berkata : Sesungguhnya ucapan yang tanpa pembenaran dengan amal, menjadi penyebab celaan dan sesuatu yang tidak disenangi, ia adalah sebesar-besar sesuatu yang dibenci dan membuat kemurkaan.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

innallāha yuḥibbullażīna yuqātilụna fī sabīlihī ṣaffang ka`annahum bun-yānum marṣụṣ

4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Allah menjelaskan bahwa siapa yang mencintai Allah, dia akan berjihad di jalan Allah; Allah menyukai mereka yang berperang di jalan Allah, yaitu berbaris-baris, seolah-olah mereka berbaris menyerupai tembok yang tidak ada celah padanya. Atau yang kokoh dan menempel yang padanya tiada celah. Dan sungguh ketika sebelumnya dalam memerangi orang-orang non arab pasukan kocar kacir, setiap pasukan mencari musuh masing-masing, dengan kata lain tercerai berai.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ لِمَ تُؤْذُونَنِي وَقَدْ تَعْلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ ۖ فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

wa iż qāla mụsā liqaumihī yā qaumi lima tu`żụnanī wa qat ta’lamụna annī rasụlullāhi ilaikum, fa lammā zāgū azāgallāhu qulụbahum, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn

5. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?” Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Katakan wahai Nabi pada kaummu kisah seorang hamba dan kalimullah yaitu Musa bin Imran, ketika dia berkata kepada kaumnya bani israil : Wahai kaumku, jangan kalian mencela dan menyelisihi perintahku dan jangan kalian tinggalkan peperangan, sedangkan kalian mengetahui bahwa aku orang yang jujur atas apa yang aku bawa kepada kalian dari kerisalahan Tuhanku ? Dimana kaumnya menolak berperang bersama Musa dan mereka berkata : Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa {Al Maidah : 22}. Setelah mereka condong kepada kebathilan, dan tellah diberitahukan akan kebenaran dan dampak dari kebathilan atas kebenaran, maka adzab Allah lah yang akan menimpa mereka, hati-hati mereka telah berubah dari mengikuti sebuah petunjuk menuju kepada adzab Allah. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk bagi siapa yang keluar dari ketaatan dan hidayah-Nya. Dan tujuan dari disebutkannya kisah Musa adalah sebagai hiburan bagi Rasul ﷺ dan pengkabaran bahwasanya para Nabi ditimpa musibah dan orang-orang yang menyelisihi mereka dari kaum mereka, padahal mereka mengetahui bahwa mereka para Nabi adalah utusan Allah. Hal ini juga berlaku sebagai pengajaran dan pendidikan (qudwah) dari mereka yang sebelumnya dari para nabi dan orang-orang shalih, dan Allah menganjurkan untuk bersabar dan bermunasabah.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

wa iż qāla ‘īsabnu maryama yā banī isrā`īla innī rasụlullāhi ilaikum muṣaddiqal limā baina yadayya minat-taurāti wa mubasysyiram birasụliy ya`tī mim ba’dismuhū aḥmad, fa lammā jā`ahum bil-bayyināti qālụ hāżā siḥrum mubīn

6. Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

Sebutkan wahai Nabi Allah kepada kaummu ketika Isa berkata kepada kaumnya : Wahai bani israil, sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, dan aku membenarkan Taurat dan kitab-kitab Allah serta seluruh Nabi-Nya dari yang awal sampai yang akhir. Disebutkan bahwasanya dia membenarkan Taurat agar mereka (kaumnya) tahu bahwa dia mengimani kerisalahan Musa yang semoga mereka mendapatkan petunjuk. Kemudian berkata Isa kepada kaumnya : Dan sesungguhnya aku datang untuk membawa kabar kepada kalian atas diutusnya Rasul yang akan datang setelahku yang bernama Ahmad, dan ia adalah Muhammad ﷺ. Ketika datang kepada mereka Muhammad ﷺ membawa kabar dengan bukti-bukti yang nyata dan jelas, mereka mendustakan dan menolak dirinya dan kerisalahannya. Mereka berkata : Sesungguhnya tidaklah apa yang datang darinya kecuali kebathilan, dan sihir yang tidak diragukan lagi.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰ إِلَى الْإِسْلَامِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

wa man aẓlamu mim maniftarā ‘alallāhil-każiba wa huwa yud’ā ilal-islām, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn

7. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

Allah menjelaskan bahwasanya di sana terdapat kedzaliman yang besar dari manusia-manusia itu, yang menyelisihi Allah dengan berdusta, semua itu karena sebab kesyirikannya yang terdapat pada dirinya, dan mensifati ayat Allah dengan ungkapan sihir, yang pada saat itu Allah mengajak kepada islam. Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka tidak akan mungkun mendapatkan petunjuk dengan kata lain mengikuti kaumnya yang dzalim; Untuk menyembunyikan atas kekafirannya dan kesyirikannya, dan karena sebab mereka hasad karena Allah mengutus Nabi bukan dari bani Ya’qub.

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

yurīdụna liyuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim, wallāhu mutimmu nụrihī walau karihal-kāfirụn

8. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”.

Allah mengabarkan bahwa yahudi dan kafir ingin memadamkan agama Allah dan syariat-Nya yang terang dengan mencelanya dan membuat-buat kebohongan; Maka mereka yang semisal ini semisal dengan orang yang meniup matahari dengan mulutnya agar padam cahayanya dan tertutup sinarnya. Maka ketahuilah wahai orang-orang musyrik, bahwa Allah akan menyempurnakan cahayanya walaupun orang-orang yang mengingkari dan mendustkan membenci, dan mereka tidak akan dapat membalas hukum Allah dan ketetapan-Nya.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

huwallażī arsala rasụlahụ bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓ-hirahụ ‘alad-dīni kullihī walau karihal-musyrikụn

9. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

Allah mengabarkan bahwa dengan kekuasaan dan hikmah-Nya Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad ﷺ dengan Al Qur’an yang jelas dan nyata, dan jalan yang wajib diikuti dan itu adalah jalan islam; Agar Rasul tersebut meninggikan agama islam atas seluruh agama, meskipun orang-orang musyrik membenci, karena menyaingi sesembahannya selain Allah. Dan Allah Maha Kuat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

yā ayyuhallażīna āmanụ hal adullukum ‘alā tijāratin tunjīkum min ‘ażābin alīm

10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

Allah menunjukkan kepada orang-orang yang beriman dari hamba-Nya dengan menunjukkan perdagangan yang menguntungkan di dunia dan akhirat, Allah berkata : Apakah aku telah menunjukkan kepada kalian wahai orang-orang yang beriman atas perdagangan yang besar dan menguntungkan, yang buahnya adalah selamat dari adzab yang pedih di dunia dan akhirat.

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

tu`minụna billāhi wa rasụlihī wa tujāhidụna fī sabīlillāhi bi`amwālikum wa anfusikum, żālikum khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Allah menjelaskan bahwa pedagangan ini adalah kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan keimanan yang jujur, yang tidak ada keraguan dan kemunafikan. Dan hendaklah kalian berjihad melawan musuh-musuh dalam agama dengan harta dan diri, agar tinggi kalimat Allah. Ketahuilah bahwa keimanan dan jihad ini baik bagi kalian dai apapun di dunia; Lebih baik dari jiwa, harta dan anak-anak kalian, jika kalian mengetahui apa yang bermanfaat dan merugikan bagi kalian. Allah menjadikan keimanan dan jihad keduanya sebagai perdagangan yang menguntungkan, yaitu sebagai penyerupaan atas keuntungan secara makna yang digantikan. Menuntut untuk meraih karuni dan tambahan dalam ganjaran dan derajat ketinggian di sisi Allah; Karena sebab perdagangan itu dengan harta yang menuntut akan keuntungan.

يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

yagfir lakum żunụbakum wa yudkhilkum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru wa masākina ṭayyibatan fī jannāti ‘adn, żālikal-fauzul-‘aẓīm

12. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

Allah mengabarkan, barangsiapa yang berbuat demikian di antara kalian wahai orang-orang yang beriman, yaitu mengimani Allah dan berjihad di jalan Allah; Maka sungguh Allah akan mengampuni segala dosa dan menghapuskan bagimu dengan karunia dari-Nya dan kasih sayang-Nya, serta memasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawah pepohonan dan istananya sungai-sungai. Dan Allah akan memberikan kalian istana yang di dalamnya terdapat segala jenis kebaikan dan manfaat. Istana ini terdapat di surga yang tinggi yang tidak akan terputus kenikmatannya. Ketahuilah bahwa semai ini yang diberikan kepada kalian dari ampunan dosa dan kekekalan di surga adalah sebuah keberhasilan yang besar, yang tidak ada keberhasilan yang semisalnya.

وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

wa ukhrā tuḥibbụnahā, naṣrum minallāhi wa fat-ḥung qarīb, wa basysyiril-mu`minīn

13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Allah menjelaskan penyandaran atas kenikmatan yang telah lalu yang bahwasanya Allah memberikan kalian kenikmatan yang lain yang kalian akan menyukainya dan akan mendapatinya, dan ia adalah pertolongan yang akan datang kepada kalian, dan kemenangan yang segera menyempurnakan kenikmatan itu di hadapan kalian. Dan kabarkanlah wahai Nabi Allah kepada orang-orang yang beriman atas pertolongan dan kemenangan di dunia, dan surga di akhirat, hingga bertambah keimanan atas keimanan yang telah mereka miliki, dan bertambah hati-hati mereka dengan kelapangan dan kebahagiaan. Dan tidak diragukan lagi bahwa penaklukan Mekkah dan masuknya manusia menuju agama Allah dengan berbondong-bondong adalah termasuk pertolongan Allah dan kemengan itu dekat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا أَنْصَارَ اللَّهِ كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيِّينَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ ۖ فَآمَنَتْ طَائِفَةٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَكَفَرَتْ طَائِفَةٌ ۖ فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَىٰ عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kụnū anṣārallāhi kamā qāla ‘īsabnu maryama lil-ḥawāriyyīna man anṣārī ilallāh, qālal-ḥawāriyyụna naḥnu anṣārullāhi fa āmanat ṭā`ifatum mim banī isrā`īla wa kafarat ṭā`ifah, fa ayyadnallażīna āmanụ ‘alā ‘aduwwihim fa aṣbaḥụ ẓāhirīn

14. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Allah menganjurkan kepada orang-orang yang beriman agar menolong agama-Nya, Allah berkata : Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, jadilah kalian penolong-penolong Allah dengan meninggikan kalimat-Nya, sebagaimana perkataan Isa bin Maryam kepada Hawariyyun: Siapa yang akan menolongku dan membantuku untuk menyampaikan dakwah di jalan Allah ? Berkata Hawariyun : Kami yang akan menolongmu. Ketika sampai kerisalahan Isa dari Rabbnya, maka sekelompok manusia dari bani israil mendapatkan petunjuk, dan tersesat kelompok yang lain. Dan Allah menguatkan dan menolong orang-orang yang beriman atas musuh-musuh mereka, dan mereka disini adalah orang-orang kafir. Dengan ini jadilah orang-orang yang beriman menang dan menguasai para musuh-musuh mereka dengan karunia dari Allah yang utamanya, kemudian dengan pertolongan yang diberikan kepada mereka.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!