Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Mujadilah

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

Arab-Latin: qad sami’allāhu qaulallatī tujādiluka fī zaujihā wa tasytakī ilallāhi wallāhu yasma’u taḥāwurakumā, innallāha samī’um baṣīr

Terjemah Arti: 1. Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini diawali dengan kabar dari Nabi ﷺ, bahwa Allah telah mendengar perkataan wanita yang membicarakan urusan suaminya, ia memohon kepada Allah dan menyebut apa yang tidak halal dia sebut, serta sesuatu yang dibenci dan musibah yang menimpanya. Wanita ini bernama Khaulah binti Tsa’labah yang ia datang kepada nabi ﷺ dan berkata : Bahwasanya suaminya yaitu Aus bin Shamit Al Anshari mendziharnya, ia menyebutkan kepada Nabi ﷺ bahwa suaminya telah bersenang-senang dengan (Khaulah) kemudian melahirkan anak, maka ketika anak tersebut telah berumur dewasa, (Aus) medziharnya. Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwasanya Allah mendengar apa yang kalian berdua bicarakan, atau mendengar apa yang ia (perempuan) itu katakan kepadamu, dana apa yang kamu katakan kepadanya; Sesungguhnya Allah Maha Mendengar segala jenis suara apapun, Maha Melihat atas segala sesuatu. Oleh sebab ini Allah mendengar percakapanmu dan menurunkan hukum dzihar. Dzihar adalah suami yang berkata kepada istrinya : Engkau (istriku) seperti punggung ibuku atau saudara perempuanku dengan kata lain, engkau haram bagiku, (dan ini merupakan pengamalan yang diamalkan di masa jahiliyyah), maka engkau (istriku) lakukanlah apa yang kamu suka (kehendaki). Maka datang islam dengan mengharamkannya. Maka seseorang yang melakukan hal itu, diberi batasan waktu sampai empat bulan, jika ia rujuk, dan menjima’ istrinya, maka yang tersisa adalah celaan baginya (karena telah melakukan amalan jahiliyyah, dll.). Adapun jika lewat batas waktu empat bulan dan ia tidak rujuk atau menjima’ istrinya, maka hakim akan menghukumi sebagai talak yang sah kepada istrinya.

الَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْكُمْ مِنْ نِسَائِهِمْ مَا هُنَّ أُمَّهَاتِهِمْ ۖ إِنْ أُمَّهَاتُهُمْ إِلَّا اللَّائِي وَلَدْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَيَقُولُونَ مُنْكَرًا مِنَ الْقَوْلِ وَزُورًا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ

allażīna yuẓāhirụna mingkum min nisā`ihim mā hunna ummahātihim, in ummahātuhum illal-lā`ī waladnahum, wa innahum layaqụlụna mungkaram minal-qauli wazụrā, wa innallāha la’afuwwun gafụr

2. Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Allah mencela dzihar, dan mengabarkan bahwa mereka yang mendzihar istri-istri mereka dan mengatakan kepada istrinya : Engkau bagiku adalah seperti punggung ibuku atau saudara perempuanku, adalah orang-orang yang berdosa atas apa yang telah mereka katakan. Dan tidaklah istri-istri mereka sama dengan ibu-ibu mereka. Ibunya tidak lain hanyalah yang melahirkan mereka. Allah mengabarkan mereka yang mendzihar bahwa mereka mengatakan perkataan bohong dan buruk; Karena mereka (para suami) menyamakan istri-istri mereka dengan ibu mereka, dan telah dikenal bahwa hubungan istri mereka dengan ibu mereka berbeda, dengan perbedaan yang mencakup keseluruhan jika dibandingkan dengan istri mereka. Maka sungguh Allah Maha Pemaaf dan Pengampun bagi siapa yang bertaubat dan menerima taubat bagi siapa yang terjatuh dalam kesalahan.

وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

wallażīna yuẓāhirụna min nisā`ihim ṡumma ya’ụdụna limā qālụ fa taḥrīru raqabatim ming qabli ay yatamāssā, żālikum tụ’aẓụna bih, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

3. Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ketahuilah wahai orang-orang beriman bahwa siapa yang terjatuh dalam permasalahan dzihar, kemudian rujuk atas apa yang ia katakan, dan berhasrat ingin menjima’ (menyetubuhi) istrinya, maka baginya kafarah, yang pertama adalah membebaskan budak perempuan yang mukmin sebelum menjima’ istrinya, dan hukum ini diperintahkan (yaitu wajib). Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kamu kerjakan, tidak tersembunyi sedikitpun dari apa yang kalian niatkan dan amalkan, dan akan dibalas amalan tersebut. Maka barangsiapa yang tidak mampu membebaskan budah perempuan yang beriman atau memiliki kemampuan membeli budak tersebut; Kafahnya adalah berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum mendatangi istrinya.

فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۖ فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

fa mal lam yajid fa ṣiyāmu syahraini mutatābi’aini ming qabli ay yatamāssā, fa mal lam yastaṭi’ fa iṭ’āmu sittīna miskīnā, żālika litu`minụ billāhi wa rasụlih, wa tilka ḥudụdullāh, wa lil-kāfirīna ‘ażābun alīm

4. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

Allah mengabarkan barangsiapa yang tidak mampu berpuasa dua bulan dan tidak mampu mengerjakannya karena sebab udzur syar’i, maka kafarah dari dziharnya adalah memberikan makan enam puluh orang miskin dari hasil pangan yang dihasilkan oleh negaranya yang mengenyangkan, dan itupun sebelum ia menjima’ istrinya. Ketahuilah, bahwa hukum ini Allah tetapkan agar supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Taatilah apa yang Allah perintahkan, dan jauhilah apa yang Allah larang. Ketahuilah juga bahwa hukum-hukum ini (yang Allah sebutkan) memiliki batasan (ketetapan) yang tidak diperbolehkan seorangpun menyelisihinya. Dan bagi orang-orang-orang kafir terdapat adzab yang pedih, yang menyakitkan.

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ كُبِتُوا كَمَا كُبِتَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ وَقَدْ أَنْزَلْنَا آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۚ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ

innallażīna yuḥāddụnallāha wa rasụlahụ kubitụ kamā kubitallażīna ming qablihim wa qad anzalnā āyātim bayyināt, wa lil-kāfirīna ‘ażābum muhīn

5. Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan.

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

yauma yab’aṡuhumullāhu jamī’an fa yunabbi`uhum bimā ‘amilụ, aḥṣāhullāhu wa nasụh, wallāhu ‘alā kulli syai`in syahīd

6. Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Ketahuilah wahai manusia, siapa yang marah kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian menyelisihi perintah keduanya, akan diberikan kehinaan dan keburukan sebagaimana ditimpakan kepada umat-umat yang terdahulu karena sebab kekafiran dan keras kepalanya terhadap Rasul-Rasul yang diutus sebelum mereka. Sungguh telah diturunkan kepada kalian bukti yang jelas dan hujjah, dan bagi orang yang kafir yang mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya serta menolak bukti itu, akan mendapatka adzab yang hina, yang menyakitkan, sebagai balasan atas kesombongan dan kekafiran mereka. Inilah keadaan orang yang ingkar kepada wali-wali Allah. Dan tempat kemabli mereka, sebagaimana keburukan yang mereka lakukan kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ; Allah menimpakan, menghinakan dan merendahkannya. Karena Rasul-Nya adalah orang yang membawa risalah yang datang dari Rabb mereka.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَىٰ ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَىٰ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

a lam tara annallāha ya’lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, mā yakụnu min najwā ṡalāṡatin illā huwa rābi’uhum wa lā khamsatin illā huwa sādisuhum wa lā adnā min żālika wa lā akṡara illā huwa ma’ahum aina mā kānụ, ṡumma yunabbi`uhum bimā ‘amilụ yaumal-qiyāmah, innallāha bikulli syai`in ‘alīm

7. Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Tidakkah engkau mengetahui wahai hamba Allah, bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan bumi. Ini adalah penegasan dari Allah dengan cakupan ilmu-Nya atas segala sesuatunya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa tidaklah saling berbisik di antara tiga orang kecuali Allah bersama mereka, Allah mengetahui apa yang mereka katakan dan sembunyikan, tidaklah lima orang berbisik kecuali Allah yang ke-enamnya. Ia mengetahui apa yang mereka bisikkan. Tidaklah sedikit maupun banyak dari jumlah yang telah disebutkan ini kecuali Allah Maha Mengetahuinya di mana pun mereka berada; Meskipun mereka menyembunyikannya dan takut menampakkan, karena mereka semua dibawah pengawasan-Nya dan pendengaran-Nya. Kemudian Allah mengabarkan kondisi mereka pada hari kiamat atas apa yang mereka amalkan dari kebaikan maupun keburukan. Kejelekkan maupun keburukan atau kemuliaan jika amalannya baik. Dan manusia tidak akan mendapati tempat untuk lari kecuali dia harus menghadap kepada Allah. Kemudian Allah akan balas kebaikan kepada mereka jika mereka beramal kebaikan, dan jika beramal keburukan maka dibalas dengan keburukan. Sungguh Allah atas segala sesuatunya Maha Mengetahui, tidak tersembunyi bagi-Nya segala makhluk pun.

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ

a lam tara ilallażīna nuhụ ‘anin-najwā ṡumma ya’ụdụna limā nuhụ ‘an-hu wa yatanājauna bil-iṡmi wal-‘udwāni wa ma’ṣiyatir-rasụli wa iżā jā`ụka ḥayyauka bimā lam yuḥayyika bihillāhu wa yaqụlụna fī anfusihim lau lā yu’ażżibunallāhu bimā naqụl, ḥasbuhum jahannam, yaṣlaunahā, fa bi`sal-maṣīr

8. Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Allah mengabarkan keadaan orang munafik dan yahudi dimana mereka ketika melihat orang-orang beriman saling berbisik, dan Allah melarang untuk berbisik atas orang yang melihat urusan yang samar, karena akan dicatat sebagai dosa dan keburukan baginya. Kemudian orang-orang munafik dan yahudi kembali mengulangi apa yang telah dilarang bagi mereka. Mereka saling bercengkrama di antara mereka , yang menjadikan dosa bagi diri-diri mereka sendiri, mereka memusuhi kaum muslimin dan saling berwasiat untuk menyelisihi Rasul ﷺ. Kemudian Allah menjelaskan bahwa mereka orang-orang munafik, jika mereka datang kepada Nabi ﷺ mereka mengucapkan salam yang tidak ditetapkan oleh Allah. Ucapan mereka adalah : Semoga kebinasaan bagi engkau atau kematian bagi engkau. Mereka secara dzahir menginginkan salam akan tetapi secara batin mereka menginginkan kematian. Mereka bercengkrama dengan diri mereka masing-masing karena sebab mereka takut akan adzab Allah karena ucapan yang mereka ucapkan, sebab Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan. Allah mengancam mereka dengan berkata : Cukuplah bagi kalian adzab yang kalian akan masuk ke dalam neraka jahannam dan dibakar dengan apinya; Maka seburuk-buruk tempat kembali dan tempat tinggal bagi kalian adalah jahannam.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَنَاجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَاجَوْا بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَتَنَاجَوْا بِالْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā tanājaitum fa lā tatanājau bil-iṡmi wal-‘udwāni wa ma’ṣiyatir-rasụli wa tanājau bil-birri wat-taqwā, wattaqullāhallażī ilaihi tuḥsyarụn

9. Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman jika di antara mereka ada yang saling berbisik, agar tidak berbisik dengan bisikan yang mengandung dosa dan permusuhan serta kemaksiatan kepada Rasul ﷺ, sebagaimana perbuatan yahudi dan orang-orang munafik. Akan tetapi bagi kalian (orang-orang beriman) untuk berbisik dengan sesuatu yang baik, ketaatan dan kemuliaan. Dan takutlah kepada Allah di dalam apa yang kalian bicarakan, karena tempat kembali kalian adalah kepada Allah. Allah mengabarkan berapa banyak amalan-amalan kalian, ucapan-ucapan kalian yang itu semua dapat kalian hitung, yang semuanya akan dibalas bagi kalian atas amalan-amalan tersebut. Jika baik maka akan dibalas dengan kebaikan, jika buruk maka akan dibalas dengan keburukan.

إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

innaman-najwā minasy-syaiṭāni liyaḥzunallażīna āmanụ wa laisa biḍārrihim syai`an illā bi`iżnillāh, wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.

Ketahuilah wahai orang-orang yang beriman bahwasanya berbisik-bisik akan dosa, permusuhan dan kemaksiatan kepada utusan-Nya akan menjadikan setan memperindah (percakapan dalam bisikan tersebut) dan tenggelam dalam keburukan; Karena sebab akan jatuhnya perasaan sedih di dalam hati yang telah beriman. Dan bisikan munafik dan yahudi tidak membahayakan orang-orang yang beriman sedikitpun, karena Allah menjanjikan kepada mereka kecukupan, pertolongan akan musuh-musuh mereka. Dan kepada Allah bertawakkal orang-orang yang beriman, dan percaya akan janji-Nya dan memasrahkan segala urusan mereka kepada-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa’illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-‘ilma darajāt, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

11. Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Wahai orang-orang yang dia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ jika dikatakan kepada kalian : berlapang-lapanglah dalam majelis kalian, maka lapangkanlah, Allah akan melapangkan kalian di dunia dan akhirat. Dan jika dikatakan kepada kalian juga : Bangkitlah dan berdirilah dari majelis kalian karena sebab di antara sebab; Maka bagi kalian wajib bersegera melaksanakan perintah dan menjawab agar mendapatkan kebaikan secara umum; Ketahuilah bahwasanya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mentauhidkan-Nya, dan yang membenarkan Rasul-Nya ﷺ serta mengikutinya, Allah akan berikan derajat yang tinggi, dan Allah akan berika derajat keilmuan dan keimanan, Allah akan angkat derajat kalian di dunia dan di akhirat. Allah Maha Tahu atas seluruh amalan-amalan kalian, tidak tersembunyi sesuatupun, dan akan dihisab kalian dengan amalan-amalan kalian, dan dibalas dengannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُولَ فَقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَةً ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۚ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā nājaitumur-rasụla fa qaddimụ baina yadai najwākum ṣadaqah, żālika khairul lakum wa aṭ-har, fa il lam tajidụ fa innallāha gafụrur raḥīm

12. Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah memerintah para sahabat (Rasul ﷺ) yang mulia, jika mereka menginginkan berbicara dengan Rasul ﷺ dari urusan yang tidak boleh semua orang tahu, maka bagi mereka wajib untuk mendahulukan amalan sedekah, yang disedekahkan kepada para faqir dan miskin. Karena itu semua lebih baik bagi mereka, karena di dalam malan tersebut terkandung ketaatan kepada Allah dan pensucian diri. Jika tidak memiliki sesuatu yang dapat disedekahkan, maka Allah memaklumi kalian, karena Allah sungguh memberikan rukhsah kepada kalian dari meminta dengan tanpa mendahulukan sedekah, dan bahwasanya Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertaubat, mengasihi mereka. Telah disyariatkan syariat sedekah di sini setelah para sahabat banyak bertanya dengan urusan yang tidak ada hubungannya dengan sedekah, maka ditetapkanlah syariat sedekah agar mereka bertanya tentangnya, yang diwajibkan bagi kaum muslimin.

أَأَشْفَقْتُمْ أَنْ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوَاكُمْ صَدَقَاتٍ ۚ فَإِذْ لَمْ تَفْعَلُوا وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

a asyfaqtum an tuqaddimụ baina yadai najwākum ṣadaqāt, fa iż lam taf’alụ wa tāballāhu ‘alaikum fa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aṭī’ullāha wa rasụlah, wallāhu khabīrum bimā ta’malụn

13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Apakah kalian tahut menjadi kurang dan miskin wahai para sahabat yang mulia, jika kalian memberikan hasil bumi untuk sedekah; Maka ketika mereka tidak mampu melaksanakan perintah Allah, mereka bertaubat; Mereka diberikan rukhsah (keringan) untuk bertanya kepada Rasul dengan tanpaa bersedekah. Maka ketahuilah sedekah yang kalian tidak mampu, gantilah dengan menjaga dari istiqamah mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat harta kalian dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan perintah maupun larangan dari Allah, tidak tersembunyi bagi-Nya (bagi siapa yang mengerjakannya) sesuatu apapun, dan akan Allah balas amalan-amalan kalian.

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

a lam tara ilallażīna tawallau qauman gaḍiballāhu ‘alaihim, mā hum mingkum wa lā min-hum wa yaḥlifụna ‘alal-każibi wa hum ya’lamụn

14. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.

Bukankah engkau melihat wahai Nabi Allah kepada mereka orang-orang munafiq menjadikan orang-orang kafir yahudi dan nashrani dan selainnya sebagai temannya, yang mereka ini Allah murkai karena sebab kekufuran dan kemaksiatan mereka. Maka ketahuilah bahwa orang-orang munafiq ini bukanlah termasuk bagian dari orang-orang muslim, tidak juga mereka dari yahudi. Allah bersumpah dengan kebohongan mereka bahwasanya mereka telah mengaku sebagai orang islam, dan sunggah engkau adalah Rasul utusan Allah.

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

a’addallāhu lahum ‘ażāban syadīdā, innahum sā`a mā kānụ ya’malụn

15. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.

Allah menjelaskan bahwa balasan mereka para pendosa dan pemohong akhir balasannya adalah adzab yang keras dan menyakitkan. Tempat mereka di jahannam yang paling rendah. Mereka adalah orang-orang yang buruk dalam beramal, dimana mereka beramal dengan amalan yang Allah murkai, maka wajib bagi mereka mendapatkan adzab dan laknat.

اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

ittakhażū aimānahum junnatan fa ṣaddụ ‘an sabīlillāhi fa lahum ‘ażābum muhīn

16. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka halangi (manusia) dari jalan Allah; karena itu mereka mendapat azab yang menghinakan.

لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

lan tugniya ‘an-hum amwāluhum wa lā aulāduhum minallāhi syai`ā, ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

17. Harta benda dan anak-anak mereka tiada berguna sedikitpun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, dan mereka kekal di dalamnya.

Allah menjelaskan bahwa harta dan anak-anak orang-orang munafik yang mereka banggakan tidak dapat menghalangi dari adzab Allah sedikitpun; Bahkan mereka orang-orang munafik mereka adalah penghuni neraka; Mereka kekal di dalamnya.

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيَحْلِفُونَ لَهُ كَمَا يَحْلِفُونَ لَكُمْ ۖ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُونَ

yauma yab’aṡuhumullāhu jamī’an fa yaḥlifụna lahụ kamā yaḥlifụna lakum wa yaḥsabụna annahum ‘alā syaī`, alā innahum humul-kāżibụn

18. (Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.

Sebutkan wahai Nabi Allah hari kebangkitan kepada mereka orang-orang munafik, yang mereka akan dibangkitkan dari kubur-kubur mereka untuk dibalas dan dihisab. Mereka bersumpah kepada Allah sebagaiman sumpah mereka di dunia, bahwa mereka adalah orang-orang beriman. Mereka menyakini bahwa keimanan yang mereka sembunyikan ketika di dunia, akan bermanfaat bagi mereka sebagaimana di dunia. Padahal dulu orang-orang beriman telah ada di hadapan mereka (dimana orang munafik tidak mau mengikutinya). Ini adalah adzab bagi mereka, ditambah lagi buruknya hati mereka. Mereka telah lupa bahwa hari kiamat akan menyingkap dan menjelaskan segala urusan. Sumpah mereka akan menambah kemarahan (Allah); Dimana Allah akan menampakkan amalan-amalan buruk dan hina mereka dihadapan mata mereka. Allah menjelaskan bahwa mereka orang-orang munafik telah menerobos batasan yang Allah tentukan, yaitu dari kebohongan mereka yang tidak seorang pun semisal mereka.

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

istaḥważa ‘alaihimusy-syaiṭānu fa ansāhum żikrallāh, ulā`ika ḥizbusy-syaiṭān, alā inna ḥizbasy-syaiṭāni humul-khāsirụn

19. Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

Allah menjelaskan bahwa mereka orang-orang munafik telah dikuasai oleh setan, mereka ditaklukkan dan dikalahkan oleh setan; Sehingga mereka lupa dari mengingat Allah, lupa akan tauhid dan beramal ketaatan serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa mereka orang-orang munafik adalah prajurit setan dan kelompok setan. Ketahuilah bahwa mereka adalah orang-orang yang merugi yang lemah dungu ketika di dunia dan di akhirat.

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَٰئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ

innallażīna yuḥāddụnallāha wa rasụlahū ulā`ika fil-ażallīn

20. Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.

كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

kataballāhu la`aglibanna ana wa rusulī, innallāha qawiyyun ‘azīz

21. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Allah menjelaskan bahwa Ia menetapkan takdir dimana Allah dan Rasul-Nya serta para pengikutnya pasti menang dengan hujjah dan bukti, dengan pedang dan panah, karena sungguh Allah Maha Kuat, Maha Kuasa atas segala sesuatunya, Maha Gagah yang mengalahkan dan tidak terkalahkan dengan sesuatu apapun.

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

lā tajidu qaumay yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri yuwāddụna man ḥāddallāha wa rasụlahụ walau kānū ābā`ahum au abnā`ahum au ikhwānahum au ‘asyīratahum, ulā`ika kataba fī qulụbihimul-īmāna wa ayyadahum birụḥim min-h, wa yudkhiluhum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, ulā`ika ḥizbullāh, alā inna ḥizballāhi humul-mufliḥụn

22. Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.

Kemudian Allah memuji atas hambanya yang beriman dan jujur dengan berlepas diri dari kaum munafiqin dan musyrikin. Allah berkata : Ketahuilah wahai Nabi Allah, engkau tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ secara haq dan mereka yang mengetaui syariat-Nya; Berkasih sayang dan mencintai orang-orang musyrik yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ dan menyimpang dari perintah Allah, meskipun mereka orang-orang yang bermaksiat adalah kerabat; Seperti bapaknya yang wajib seorang anak mentaatinya, atau anak keturunan yang mereka adalah darah dagingnya, atau saudara yang menolong mereka, atau kaum yang diunggulkan setelah saudara; Maka mereka semua yang tidak mencintai musuh-musuh Allah, di dalam hatinya Allah berikan keimanan dan Allah tambah dengan pertolongan-Nya dan Allah kokohkan (keimanan mereka). Dan di antara karunia Allah kepada mereka, Allah akan memasukkan mereka ke dalam kebun-kebun yang luas, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka semua tinggal di dalamnya selama-lamanya. Mereka memiliki sebesar-sebesar kenikmatan dan keutamaan, Allah meridhai mereka dan tidak akan murka kepada mereka selama-lamanya. Keridhaan Allah kepada mereka karena sebab ketaatan mereka yang mendatangkan kemuliaan. Ketahuilah mereka adalah orang-orang yang tidak mencintai musu-musuh Allah, mereka ada pembela Allah dan tentara Allah yang mereka mematuhi perintah-perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya, dan memerangi musuh-musuh-Nya, dan menolong kekasih-kekasih Allah (Rasul, Nabi, dll,); Mereka adalah orang-orang yang menang dengan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!