Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Hadid

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Arab-Latin: sabbaḥa lillāhi mā fis-samāwāti wal-arḍ, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm

Terjemah Arti: 1. Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah membuka surat ini dengan mengabarkan bahwasanya setiap yang di langit maupun di bumi mensucikan dan mengagungkan Allah, Dialah yang berhak untuk disucikan baik secara ucapan dan keyakinan serta amalan. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Dia Yang Maha Kuat, yang bahwasanya Dia tidak ada yang merebut atas kekuasaan-Nya, dan Dia Yang Maha Bijaksa dalam mengurus urusan hamba-Nya.

لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, yuḥyī wa yumīt, wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

2. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allah mengabarkan Dialah pemilik langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; Dia adalah raja yang berkuasa atas makhluk-Nya, menghidupkan dan mematikan ciptaan-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki. Yang Berkuasa atas segala sesuatu; Tidak ada yang dapat melemahkan-Nya baik di bumi maupu di langit.

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

huwal-awwalu wal-ākhiru waẓ-ẓāhiru wal-bāṭin, wa huwa bikulli syai`in ‘alīm

3. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Allah mengabarkan bahwa kerajaan-Nya abadi; Allah mengabarkan bahwa Dialah Yang Pertama, yang tidak ada sesuatu apapun sebelum-Nya, Dialah Yang Maha Tinggi yang tidak ada sesuatupun di atas-Nya, Dialah Al Bathin yang tidak ada sesuatupun (berkuasa) selain diri-Nya. Dialah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, yang tidak ada satupun yang luput dan tersembunyi bagi-Nya.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmin ṡummastawā ‘alal-‘arsy, ya’lamu mā yaliju fil-arḍi wa mā yakhruju min-hā wa mā yanzilu minas-samā`i wa mā ya’ruju fīhā, wa huwa ma’akum aina mā kuntum, wallāhu bimā ta’malụna baṣīr

4. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Allah mengabarkan bahwa diri-Nya lah yang menciptakan langit dan bumi dengan kuasa dan hikmah-Nya pada 6 masa, dikatakan : Yaitu masa ukuran dunia, dikatakan juga : Itu adalah masa yang sebagaimana Allah firmankan : وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍۢ مِّمَّا تَعُدُّونَ, yang artinya : Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. {Al Haaj : 47}, dan ini mungkin yang mendekati kebenaran. Kemudian Allah mengabarkan bahwa diri-Nya tinggi di atas arsy; Yang Beristiwa sebagaimana kemulian dan keagungan-Nya, tidak diketahui bagaimananya, inilah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adapun selain mereka mentakwilnya dan berkata : Istiwa maknanya adalah Istaula (berkuasa). Jawaban bagi mereka : Bukankah Allah sebelum berkuasa telah berkuasa sebelum diciptakannya arsy, kemudian Allah mengabarkan bahwa Dia mengetahui urusan yang tersembunyi maupun yang nampak; Mengetahui apa yang di dalam bumi dari hewan, hujan, tambang dan selainnya, dan mengetahuil pula apa yang keluar dari bumi seperti tumbuhan, pertanian dan buah-buahan dan yang berasal dari langit semisal hujan dan selainnya. Dan juga mengetahui apa yang naik dari bumi segala sesuatu seperti malaikat dan amalan-amalan (hamba). Kemudian Allah mengabarkan bahwa ilmu-Nya bersama hamba-Nya di bumi dan di udara, di lautan dan di gela tempat. Di sana Allah memiliki dua maiyyah (kebersamaan) : Kebersamaan Allah secara khusus dengan orang-orang yang beriman yaitu kebersamaan dalam penjagaan, pemberian petunjuk kepada seorang hamba, dan (yang kedua) kebersamaan secara umum dengan manusia pada umumnya dan selain dari manusia yaitu kebersamaan dalam bentuk pengawasan, pengetahuan, penyertaan dan penjagaan amalan-amalan yang dicatat. Ketahuilah ketahuilah bahwa Allah melihat mereka, tidak tersembunyi sesuatupun dari amalan kalian dan ucapan kalian.

لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, wa ilallāhi turja’ul-umụr

5. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

Allah mengabarkan bahwasanya Dia sajalah yang yang memiliki langit dan bumi, dengan menguasai keduanya sesuai keinginan-Nya dan bagaimana yang Dia kehendaki dari urusan-urusan kekuasaan dan syariat yang nampak dengan hikmah rabbaniyyah dan kepada Allah lah kembali segala urusan.

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۚ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

yụlijul-laila fin-nahāri wa yụlijun-nahāra fil-laīl, wa huwa ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

6. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Allah menjelaskan bahwa Dia yang menjadikan kegelapan yang berkelanjutan sampai menjelang siang secara bertahap sampai kembali lagi gelap dan menjadi malam, kemudian kembali lagi siang secara bertahap hingga terbit matahari. Allah menjelaskan bahwa Dia mengetahui apa yang ada dalam dada dan rahasia-rahasianya serta kegalauan-kegalauannya.

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

āminụ billāhi wa rasụlihī wa anfiqụ mimmā ja’alakum mustakhlafīna fīh, fallażīna āmanụ mingkum wa anfaqụ lahum ajrung kabīr

7. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.

Allah menganjurkan hamba-nya untuk beriman dan berinfak di jalan Allah, dan memerintakan mereka (hamba-Nya) agar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ, dan menginfakkan dari harta-harta mereka yang mereka menguasainya; Ini menunjukkan bahwa raja yang sesungguhnya adalah Allah, oleh karenanya wajib bagi orang yang memiliki harta agar berbuat baik teradapa apa yang diamanahkan harta oleh Allah, dan agar memberikan hartanya dengan tujuan yang diinginkan Allah. Kemudian Allah memuji orang-orang yang mentaati-Nya, dan mengabarkan bagi siapa yang beriman kepada-Nya dan menginfakkan harta-harta mereka di jalan Allah, mereka memiliki ganjaran yang besar, yang tidak diketahui besarnya kecuali hanya Allah yang mengetahui.

وَمَا لَكُمْ لَا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۙ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

wa mā lakum lā tu`minụna billāh, war-rasụlu yad’ụkum litu`minụ birabbikum wa qad akhaża mīṡāqakum ing kuntum mu`minīn

8. Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman.

Allah berkata kepada mereka orang-orang musyrik dengan menjelekkan mereka : Udzur apa lagi bagi kalian wahai orang-orang musyrik yang kalian adala orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ ? Padahal utusan Allah telah ada di hadapan kalian, dan telah menjelaskan ayat-ayat AL Qur’an kepada kalian, yang di dalamnya terdapat hujjah bagi yang beriman kepada Allah. Dan Allah telah mengambil perjanjian kepada kalian dan kesepakatan atas keimanan ini, sebagaimana Allah berfiman : وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ, yang artinya : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. {Al A’raf : 172}. Kesimpulannya apa yang mengandung perintah untuk kalian beriman maka itulah yang menjadi sebab kalian harus beriman, dan puncak sebab ini adalah telah adanya Rasulullah ﷺ di tengah-tengah kalian yang menyampaikan keimanan ini, dan mewajibkan kalian untuk memegang keimanan ini.

هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

huwallażī yunazzilu ‘alā ‘abdihī āyātim bayyinātil liyukhrijakum minaẓ-ẓulumāti ilan-nụr, wa innallāha bikum lara`ụfur raḥīm

9. Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quran) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.

Allah menjelaskan di antara nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya, adalah diturunkannya ayat-ayat Al Qur’an yang jelas kepada Muhammad ﷺ, untuk mengeluarkan (manusia) dari kegelapan menuju cahaya keimanan dan ilmu, dan Allah pemilik banyak kasih sayang dan murah hati kepada hamba-Nya yang beriman, dimana Allah menurunkan kepada kalian sebaik-baik kitab (Al Qur’an) dan mengutus sebaik-baik Rasul kepada kalian.

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا يَسْتَوِي مِنْكُمْ مَنْ أَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْظَمُ دَرَجَةً مِنَ الَّذِينَ أَنْفَقُوا مِنْ بَعْدُ وَقَاتَلُوا ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

wa mā lakum allā tunfiqụ fī sabīlillāhi wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ, lā yastawī mingkum man anfaqa ming qablil-fat-ḥi wa qātal, ulā`ika a’ẓamu darajatam minallażīna anfaqụ mim ba’du wa qātalụ, wa kullaw wa’adallāhul-ḥusnā, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

10. Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Allah berkata kepada mereka orang-orang yang menahan hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah : Mengapa kalian wahai manusia tidak menginfakkan rezeki pemberian dari Allah sedangkan kalian mengetahui bahwa harta kalian adalah milik-Nya dan mengapa kalian tidak menginfakkan harta kalian di jalan Allah. Karena milik Allah lah perbendaharaan apa yang di langit dan di bumi, Allah memiliki semua yang ada dikeduanya. Ketahuilah bahwa tidak sama orang yang beriman, berhijrah dan menginfakkan hartanya dan yang perperang di jalan Allah sebelum penaklukkan Mekkah; Mereka adalah orang-orang yang tinggi kedudukannya di sisi Allah dan Allah tinggikan derajat bagi siapa yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan berperang sebelum penaklukkan setelah penaklukkan Mekkah. Allah telah menjanjikan keduanya (yang berperang sebelum dan sesudah penaklukkan Mekkah) dengan surga, Allah yang Maha Mengetahui, tidak tersembunyi sesuatupun bagi-Nya amalan-amalan kalian, dan Allah akan membalas kalian atas amalan-amalan tersebut, dengan apa yang layak bagi setiap manusia atas amalannya.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

man żallażī yuqriḍullāha qarḍan ḥasanan fa yuḍā’ifahụ lahụ wa lahū ajrung karīm

11. Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.

Allah menganjurkan untuk berinfak di jalan-Nya; Dan menjelaskan yang barangsiapa yang menginfakkan harta di jalan Allah dengan berharap balasan atas harta yang dia telah habiskan di jalan Allah, dan siapa yang mengerjakan demikian berharap dengan balasan di sisi Allah, maka Allah akan memberikan balasan dengan balasan yang besar, dan Allah memiliki balasan yang lebih dari itu, yaitu dimasukkannya ke dalam surga-Nya.

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَىٰ نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

yauma taral-mu`minīna wal-mu`mināti yas’ā nụruhum baina aidīhim wa bi`aimānihim busyrākumul-yauma jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, żālika huwal-fauzul-‘aẓīm

12. (yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”.

Allah menyebutkan manusia yang melihat di hari kebangkitan, yaitu hari ketika manusia melihat keadaan orang-orang yang beriman, yang bertakwa pada hari kiamat dan mereka menyeberangi jembatan; Cahaya-cahaya orang-orang beriman mendahului diri mereka di depan mereka dan di sisi kanan mereka, kemudia malaikat menerima mereka dan berkata : Kabar gembira bagi kalian, yang kalian akan memasuki surga yang luas, yang di bawah pohon dan istananya mengalir sungai-sungai, mereka tidak keluar di dalamnya selamanya, itulah balasan yang layak atas kuasa Allah dengan kemenangan yang besar bagi kalian di akhirat.

يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آمَنُوا انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ

yauma yaqụlul-munāfiqụna wal-munāfiqātu lillażīna āmanunẓurụnā naqtabis min nụrikum, qīlarji’ụ warā`akum faltamisụ nụrā, fa ḍuriba bainahum bisụril lahụ bāb, bāṭinuhụ fīhir-raḥmatu wa ẓāhiruhụ ming qibalihil-‘ażāb

13. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

yunādụnahum a lam nakum ma’akum, qālụ balā wa lākinnakum fatantum anfusakum wa tarabbaṣtum wartabtum wa garratkumul-amāniyyu ḥattā jā`a amrullāhi wa garrakum billāhil-garụr

14. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.

Ingatlah wahai manusia, pada hari orang-orang munafik yang menampakkan islam dan menyembunyikan kekafiran berkata kepada orang-orang beriman yang mereka (orang-orang beriman sedang di atas jembatan) dengan memelas dan menghinakan diri mereka : Berikan kami jalan, hingga kami dapat mengikuti kalian dan jalan kami dapat kebagian dari cahaya kalian. Maka berkatalah malaikat kepada mereka dengan penghinaan : Kembalilah kalian menuju dunia dan beramal lah dengan amalan shalih agar kalian dapat memperoleh cahaya semisal dengan ini, akan tetapi sungguh sangat jauh…jauh, karena pada hari ini dipisahkan antara orang-orang yang beriman dan munafik dengan penghalang (dinding) yang memiliki pintu, yang di dalamnya terdapat orang-orang yang beriman yang dirahmati yaitu di dalam surga. Dan yang nampak dari orang-orang munafik adalah adzab yaitu di dalam neraka yang mereka diadzab.

فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ مَأْوَاكُمُ النَّارُ ۖ هِيَ مَوْلَاكُمْ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

fal-yauma lā yu`khażu mingkum fidyatuw wa lā minallażīna kafarụ, ma`wākumun-nār, hiya maulākum, wa bi`sal-maṣīr

15. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali”.

Ketahuilah wahai orang-orang munafik pada hari yang mengerikan ini, tidaklah diterima kalian sampai datang adzab pada diri-diri kalian, walaupun kalian mencoba melindungi diri kalian sebagaimana di dunia, dengan lari dll.; Tidak akan bermanfaat bagi kalian dan tidaklah diterima, tidak yang kalian nampakkan maupun sembunyikan dari kekufuran terhadap Allah. Ketahuilah bahwa tempat kalian yang kalian saling tolong menolong di dunia adalah neraka, neraka itu layak bagi kalian yang buruk, dan seburuk-buruknya tempat kalian kembali.

۞ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

a lam ya`ni lillażīna āmanū an takhsya’a qulụbuhum liżikrillāhi wa mā nazala minal-ḥaqqi wa lā yakụnụ kallażīna ụtul-kitāba ming qablu fa ṭāla ‘alaihimul-amadu fa qasat qulụbuhum, wa kaṡīrum min-hum fāsiqụn

16. Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.

Allah menujukan perkataan-Nya kepada hamba-Nya yang beriman yang tunduk terus menerus di atas ketaatan, Allah berkata : Belumkah datang waktu bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan Rasulullah ﷺ dan mereka yang mengikuti hidaya yang lembut hati mereka dengan mengingat Allah dan mendengarkan ayat-ayat-Nya, mereka tidak sebagaimana kondisi orang-orang yahudi dan nashrani yang telah panjang masa bagi mereka kemudian mereka ganti firman-firman Allah dan hati mereka menjadi keras; Kebanyakan dari mereka keluar dari ketaatan kepada Allah, akan tetapi Allah mengecualikan di antara mereka yang terbaik yang mereka menjaga kemulian dirinya.

اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

i’lamū annallāha yuḥyil-arḍa ba’da mautihā, qad bayyannā lakumul-āyāti la’allakum ta’qilụn

17. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.

Ketahuilah wahai manusia, bahwa Allah menghidupkan bumi yang tandus, kering dan mati dengan turunnya hujan atasnya; Maka tumbuhlah tumbuh-tumbuhan hijau dan menyuburkannya, begitu juga Allah kuasa membangkitkan jasad-jasad setelah kematiannya, dan menghidupkannya untuk kali yang lain. Allah telah menjelaskan buki kepada manusia dengan bukti yang menunjukkan atas kesempurnaan kuasa-Nya dan ke-esaan-Nya agar mereka berpikir dan mentadabburi apa yang telah Allah turunkan di dalam Al Qur’an.

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

innal-muṣṣaddiqīna wal-muṣṣaddiqāti wa aqraḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā’afu lahum wa lahum ajrung karīm

18. Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

Kemudian Allah mengulang pujian kepada orang-orang yang membenarkan jalan Allah dan Allah janjikan dengan ganjaran berlipat, dan Allah jadikan pembenaran mereka yang seolah-olah mereka meminjamkan pinjaman kepada Allah, maka Allah berikan balasan di sisi-Nya. Allah berkata : Ketahuilah wahai manusia bahwa mereka yang membenarkan baik laki-laki maupun perempuan dengan harta-harta mereka, yang mereka telah infakkan di jalan Allah demi mencari wajah Allah; Berlipat-lipat ganjaran bagi mereka atas infak mereka, dan mereka memiliki balasan lebih dari infak mereka dengan balasan yang baik yaitu surga.

وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الصِّدِّيقُونَ ۖ وَالشُّهَدَاءُ عِنْدَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

wallażīna āmanụ billāhi wa rusulihī ulā`ika humuṣ-ṣiddīqụna wasy-syuhadā`u ‘inda rabbihim, lahum ajruhum wa nụruhum, wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābul-jaḥīm

19. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka.

Ketahuilah wahai manusia bahwa mereka yang beriman kepada Allah dan menetapkan ke-Maha Tunggalan Allah; Dan membenarkan kerisalahan-Nya, mereka adalah orang-orang pada derajat shiddiq di sisi Allah; Karena sebab kuatnya keimanan mereka dan keyakinan mereka kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa mereka yang bersaksi dalam peperangan-peperangan di jalan Allah; Mereka mendapatkan balasan yang besar di sisi Allah, dan cahaya memuliakan mereka. Adapun mereka yang kufur kepada ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjah Allah, maka mereka adalah penghuni nereka, diadzab di dalamnya, tidak ada ganjaran bagi mereka dan cahaya.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

i’lamū annamal-ḥayātud-dun-yā la’ibuw wa lahwuw wa zīnatuw wa tafākhurum bainakum wa takāṡurun fil-amwāli wal-aulād, kamaṡali gaiṡin a’jabal-kuffāra nabātuhụ ṡumma yahīju fa tarāhu muṣfarran ṡumma yakụnu huṭāmā, wa fil-ākhirati ‘ażābun syadīduw wa magfiratum minallāhi wa riḍwān, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā’ul-gurụr

20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Ketahuilah wahai manusia bahwasanya kehidupan dunia yang kalian tinggal di dalamnya, hanyalah permainan dan senda-gurau. Keindahannya hanyalah pada pakaian, rumah-rumah kalian dan saling berbangga diri di antara kalian, seperti berbangga dengan pasangan, harta, dan anak. Juga berbangga dengan kekayaan. Dunia ini seperti tanaman yang tumbuh, akan tetapi hanya sebentar umurnya, dipanen kemudian menjadi kering dan tertiup dengan angin. Allah menjelaskan bahwa barangsipa yang mementingkan dunia dan tidak berbekal dengan akhirat, maka di akhirat dia akan diadzab yang keras. Dan barangsiapa yang menggunakan dunia untuk keridhaan Allah dan menjadikan tangga untuk meraih akhirat, maka dia adalah orang yang diampuni atas dosanya dan diridhai Allah. Ketahuilah bahwa kehidupan dunia bagi siapa yang lalai dengan akhirat maka semua itu adalah kesenangan semu.

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

sābiqū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘arḍuhā ka’arḍis-samā`i wal-arḍi u’iddat lillażīna āmanụ billāhi wa rusulih, żālika faḍlullāhi yu`tīhi may yasyā`, wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm

21. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Allah menganjurkan untuk mendapatkan ridha Allah; Maka Allah memerintahkan agar bersegera dalam beramal kebaikan dan amalan shalih untuk menjadi sebab ampunan Allah, dan agar menjadi sebab masuk surga.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, inna żālika ‘alallāhi yasīr

22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Allah menjelaskan bahwa musibah yang menimpa hamba di bumi dari kekeringan dan gempa bumi, telah didahului oleh takdir dan kuasa-Nya, dan telah tertulis di lauhul mahfudz, sebelum diciptakannya seluruh makhluk.

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

likai lā ta`sau ‘alā mā fātakum wa lā tafraḥụ bimā ātākum, wallāhu lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhụr

23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

Allah menjelaskan semisal ini agar kalian tidak bersedih atas apa yang luput dari dunia, dan agar kalian tidak terlalu bergembira atas apa yang telah Allah berikan dari dunia. Karena semua itu akan hilang dengan cepat dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong akan dunia.

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ ۗ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

allażīna yabkhalụna wa ya`murụnan-nāsa bil-bukhl, wa may yatawalla fa innallāha huwal-ganiyyul-ḥamīd

24. (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Allah menjelaskan bahwa mereka yang telah diberikan dunia bakhil dari harta-harta mereka, mereka tidak menginfakkan harta-harta mereka di jalan Allah, dan lebih buruk dari ini, mereka memerintahkan manusia untuk bakhil. Kemudian Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang menolak infak di jalan Allah maka sungguh Allah Maha Kaya darinya, dan dari infak mereka.

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

laqad arsalnā rusulanā bil-bayyināti wa anzalnā ma’ahumul-kitāba wal-mīzāna liyaqụman-nāsu bil-qisṭ, wa anzalnal-ḥadīda fīhi ba`sun syadīduw wa manāfi’u lin-nāsi wa liya’lamallāhu may yanṣuruhụ wa rusulahụ bil-gaīb, innallāha qawiyyun ‘azīz

25. Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

Allah mengabarkan bahwa Dia mengutus Rasul dengan mukjizat yang nyata, bersamaan dengan itu (Rasul) membawa syariat dan hukum-hukum yang nyata. Untuk memahamkan kepada manusia dari apa yang membuat mereka baik dan selamat dari neraka. Dan dengan adanya timbangan yang untuk mereka ikuti atas apa yang diperintahkan kepada mereka. Dan Allah ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ ۖ فَمِنْهُمْ مُهْتَدٍ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

wa laqad arsalnā nụḥaw wa ibrāhīma wa ja’alnā fī żurriyyatihiman-nubuwwata wal-kitāba fa min-hum muhtad, wa kaṡīrum min-hum fāsiqụn

26. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik.

Allah mengabarkan tentang nikmat fisik yang diberikan kepada para Nabi-Nya. Dan sesungguhnya Allah telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Allah jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik.

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

ṡumma qaffainā ‘alā āṡārihim birusulinā wa qaffainā bi’īsabni maryama wa ātaināhul-injīla wa ja’alnā fī qulụbillażīnattaba’ụhu ra`fataw wa raḥmah, wa rahbāniyyatanibtada’ụhā mā katabnāhā ‘alaihim illabtigā`a riḍwānillāhi fa mā ra’auhā ḥaqqa ri’āyatihā, fa ātainallażīna āmanụ min-hum ajrahum, wa kaṡīrum min-hum fāsiqụn

27. Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

Kemudian Allah iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul dan Allah iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Allah berikan kepadanya Injil dan dijadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Allah tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Allah berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa āminụ birasụlihī yu`tikum kiflaini mir raḥmatihī wa yaj’al lakum nụran tamsyụna bihī wa yagfir lakum, wallāhu gafụrur raḥīm

28. Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ini adalah seruan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dengan sebenar-benarnya keimanan. Allah berkata : Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

لِئَلَّا يَعْلَمَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَلَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَأَنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

li`allā ya’lama ahlul-kitābi allā yaqdirụna ‘alā syai`im min faḍlillāhi wa annal-faḍla biyadillāhi yu`tīhi may yasyā`, wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm

29. (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Allah menutup surat ini dengan menjelaskan bahwa kenabian bukanlah menurut hawa nafsu manusia. Allah berkata : (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad ﷺ), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!