Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Waqi’ah

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

Arab-Latin: iżā waqa’atil-wāqi’ah

Terjemah Arti: 1. Apabila terjadi hari kiamat,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini dimulai dengan pengkabaran berkenaan dengan Al Waqi’ah yaitu hari kiamat yang pasti akan terjadi, ketika ditiupnya sangkakala sebagai datangnya hari kiamat.

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ

laisa liwaq’atihā kāżibah

2. tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.

Ketahuilah wahai manusia, jika telah tegak hari kiamat dan datang kejadiannya, maka di sana tidak ada seorangpun yang datang dengan mendustakannya; Dan akan merugi orang-orang mengingkari hari kebangkitan, karena mereka akan melihat dengan mata mereka di hadaoan mereka sendiri. Al Waqi’ah adalah nama di antara nama-nama hari kiamat, misal nama lai : Al Azifah dan As Shakhah.

خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ

khāfiḍatur rāfi’ah

3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),

Allah menjelaskan dari sebagian keadaan-keadaan hari kiamat adalah direndahkannya suatu kaum dan ditinggikannya kaum yang lain. Dan didahulukannya penyebutan kata Al Khafd adalah karena pada hari itu ketika tegak hari kiamat, urusan mereka sangat sulit, tidak dapat berkata-kata walaupun satu lafadz pun.

إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا

iżā rujjatil-arḍu rajjā

4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

Allah menjelaskan pada hari itu bumi bergoncang, dan bergetar dengan kencang.

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا

wa bussatil-jibālu bassā

5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,

فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

fa kānat habā`am mumbaṡṡā

6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,

Allah menjelaskan bahwa gunung-gunung kondisinya luluh lantah.

وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً

wa kuntum azwājan ṡalāṡah

7. dan kamu menjadi tiga golongan.

Allah menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi tiga golongan. Dua golongan masuk surga, dan golongan yang lainnya masuk ke dalam neraka. Dan yang benar menurut arah pembicaraan dalam ayat ini adalah pembebanan syariat kepada jin dan manusia dari awal sampai akhir, dan bukan hanya turunnya sebuah ayat kepada mereka.

فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

fa aṣ-ḥābul-maimanati mā aṣ-ḥābul-maimanah

8. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.

Allah menjelaskan bahwa golongan pertama, yaitu golongan kanan, yang mereka menerima catatan amalannya dengan tangan kanannya, dan kemudian diarahkan ke kanan menuju surga; Maka, urusan apalagi yang lebih besar dari urusan ini, dan urusan mana lagi yang lebih mulia ketimbang urusan ini ?!

وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ

wa aṣ-ḥābul-masy`amati mā aṣ-ḥābul-masy`amah

9. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

Adapun golongan yang kedua adalah golongan kiri yang mereka menerima catatan amalan mereka dengan tangan kirinya, kemudian mereka diarahkan ke kiri menuju neraka. Maka, urusan apalagi yang lebih buruk dari urusan ini, dan urusan mana lagi yang lebih jelek dari adzab ini ?!

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ

was-sābiqụnas-sābiqụn

10. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,

أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

ulā`ikal-muqarrabụn

11. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.

فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

fī jannātin-na’īm

12. Berada dalam jannah kenikmatan.

10-12. Adapun golongan yang ketiga, adalah golongan yang paling tinggi di anatar dua golongan sebelumnya, yang mereka di dunia berlomba dalam menyempunakan keimanan, yaitu dari keikhlasan, jihada, amalan-amalan baik dan amalan-amalan yang shalih; Mereka saling berlomba di dunia dalam kebaikan, maka di akhirat mereka mendapatkan ridha Allah. Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan pahala dan balasan yang besar di sisi Allah dengan ditempatkan di surga yang tinggi yaitu surga And. Dan kemungkinan golongan ini akan ada dari jin dan manusia sejak Adam sampai hari kiamat.

ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ

ṡullatum minal-awwalīn

13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ

wa qalīlum minal-ākhirīn

14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian

13-14. Allah menjelaskan bahwa golongan ini adalah pilihan dari orang-orang yang beriman, yang mereka dari umat Muhammad ﷺ dan selainnya, dan sedikit dari umat-umat yang lain. Ini menunjukkan akan keutamaan para salafush shalih dari para sahabat Muhammad ﷺ dan para tabi’in; Mereka adalah orang-orang yang dekat dengan pahala dan besar kemuliaannya.

عَلَىٰ سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ

‘alā sururim mauḍụnah

15. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,

مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ

muttaki`īna ‘alaihā mutaqābilīn

16. seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.

15-16. Allah menjelaskan apa yang telah Allah siapkan bagi orang-orang yang berlomba dalam kebaikan; Allah mengabarkan bahwa mereka di dalam surga di atas dipan-dipan yang ditenun dengan menggunakan benang-benang emas, yang dihiasi dengan mutiara dan permata serta batu zamrud, yang bertelekan di atasnya dan penghuninya saling bertemu satu sama lain.

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ

yaṭụfu ‘alaihim wildānum mukhalladụn

17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ

bi`akwābiw wa abārīqa wa ka`sim mim ma’īn

18. dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,

لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ

lā yuṣadda’ụna ‘an-hā wa lā yunzifụn

19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

17-19. Mereka orang-orang yang berlomba menuju kepada kebaikan, mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda, tidak menjadi tua dan berubah masa mudanya, bersama dengan anak-anak muda tersebut gelas-gelas dan teko-teko dan juga wadah yang berisi khamr yang lezat yang keluar dari mata air yang tidak pernah kering, tidak juga membahayakan dan menyakitkan, tidak akan pusing dan mabuk ketika meminumnya.

وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ

wa fākihatim mimmā yatakhayyarụn

20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahụn

21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.

20-21. Mereka di surga memiliki pilihan dan keinginan dalam memilih buah-buahan yang lezat. Mereka juga memiliki daging burung yang mereka inginkan dari jenis burung apapun.

وَحُورٌ عِينٌ

wa ḥụrun ‘īn

22. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,

كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ

ka`amṡālil-lu`lu`il-maknụn

23. laksana mutiara yang tersimpan baik.

22-23. Mereka juga memiliki bidadari, yang mereka adalah wanita-wanita yang cantik, yang memiliki mata-mata indah, yang terjaga dan suci sampai-sampai mereka seperti mutiara yang terjaga dan tak pernah tersentuh, istri-istri mereka di dunia, mereka Allah jadikan jauh lebih cantik dari bidadari.

جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

jazā`am bimā kānụ ya’malụn

24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

Allah menjelaskan kenikmatan ini adalah sebagai balasan bagi mereka yang di dunia beramal dengan tauhid dan segala yang Allah cintai dan ridhai dari ucapan dan perbuatan.

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا

lā yasma’ụna fīhā lagwaw wa lā ta`ṡīmā

25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,

إِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا

illā qīlan salāman salāmā

26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.

25-26. Dan di antara nikmat Allah yang diberikan kepada mereka, mereka tidaklah mendengar di surga ucapan buruk atau yang mendatangkan dosa dan yang tidak ada manfaat. Mereka tidaklah mendengar kecuali ucapan yang baik, yang di antaranya adalah : Ucapan salam dan ucapan selamat (penghormatan) satu sama lain.

وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ

wa aṣ-ḥābul-yamīni mā aṣ-ḥābul-yamīn

27. Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ

fī sidrim makhḍụd

28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,

وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ

wa ṭal-ḥim manḍụd

29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

وَظِلٍّ مَمْدُودٍ

wa ẓillim mamdụd

30. dan naungan yang terbentang luas,

وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ

wa mā`im maskụb

31. dan air yang tercurah,

وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ

wa fākihating kaṡīrah

32. dan buah-buahan yang banyak,

لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ

lā maqṭụ’atiw wa lā mamnụ’ah

33. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.

وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ

wa furusyim marfụ’ah

34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

27-34. Ketika Allah selesai menyebutkan perihal orang-orang yang berlomba dalam kebaikan, maka Allah menyebutkan kondisi golongan kanan, dan apa yang mereka dapatkan dari kenikmatan; Allah mengabarkan bahwa golongan kanan urusannya dan derajatnya ditinggikan, mereka bertempat di surga yang penuh dengan pohon bidara yang tak memiliki duri, dan juga pohon pisang yang berderet-deret satu sama lain yang terhampar dan tidak akan pernah habis. Begitu juga air yang manis yang mengalir dari semburan mata air surga dan sungai-sungainya. Begitu juga buah-buahan yang lezat yang terus ada, dan tidak akan penah terputus dari waktu ke waktu, bahkan buah-buahan tersebut saling berdekatan jika ingin dipetik. Penghuni surga duduk di tempat yang tinggi.

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً

innā ansya`nāhunna insyā`ā

35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung

فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا

fa ja’alnāhunna abkārā

36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.

عُرُبًا أَتْرَابًا

‘uruban atrābā

37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.

لِأَصْحَابِ الْيَمِينِ

li`aṣ-ḥābil-yamīn

38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,

35-38. Allah mengabarkan bahwa Dia menjadikan wanita-wanita ahli surga untuk dijadikan bidadari surga dengan bentuk (ciptaan) yang baru, Allah menjadikan istri-istri mereka (di dunia) dengan ciptaan yang baru, Allah jadikan mereka lebih cantik daripada bidadari surga. Wanita-wanita tersebut tidak akan mati, kemudian Allah jadikan kembali perawan, yang tidak akan hilang keperawanan mereka setelahnya, yang mereka saling mencintai atas diri-diri suami mereka, Allah jadikan mereka memiliki suami dari golongan-golongan kanan yang di surga, yang suami-suami mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan beramal shalih di dunia.

ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ

ṡullatum minal-awwalīn

39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.

وَثُلَّةٌ مِنَ الْآخِرِينَ

wa ṡullatum minal-ākhirīn

40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.

39-40. Golongan ini adalah golongan yang terpilih dari golongan kanan, yang terbanyak dari mereka adalah orang-orang terdahulu (dari umat-umat sebelum umat Muhammad ﷺ), dan banyak juga dari umat Muhammad ﷺ.

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ

wa aṣ-ḥābusy-syimāli mā aṣ-ḥābusy-syimāl

41. Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?

فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ

fī samụmiw wa ḥamīm

42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih,

وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ

wa ẓillim miy yaḥmụm

43. dan dalam naungan asap yang hitam.

لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ

lā bāridiw wa lā karīm

44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

41-44. Allah memulai menjelaskan golongan kiri, yaitu mereka adalah orang-orang kafir, musyrik, ateis dan munafik secara aqidah, dan selain dari mereka dari firqah-firqah yang kufur, maka bagaimanakah keadaan mereka dan apa balasan bagi mereka ? Sungguh mereka ditimpakan api pada kulit-kulit (jasad) mereka, dan minuman bagi mereka adalah dari air panas mendidih, mereka dipayungi dengan asap hitam; Asap ini panas dan tidak enak dilihat.

إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ

innahum kānụ qabla żālika mutrafīn

45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan.

وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ

wa kānụ yuṣirrụna ‘alal-ḥinṡil-‘aẓīm

46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.

وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

wa kānụ yaqụlụna a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a innā lamab’ụṡụn

47. Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?

أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ

a wa ābā`unal-awwalụn

48. apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?”

45-48. Allah menyebutkan amalan orang-orang kafir yang layak bagi mereka untuk diadzab, Allah mengabarkan bahwa mereka di dunia bersenang-senang, tidaklah mereka beramal kecuali asasnya adalah syahwat mereka, mereka di dunia adalah orang-orang yang jahat yaitu melakukan kesyirikan, mereka juga mengingkari hari kebangkitan, mereka mengatakan dengan nada sombong dan pengingkaran : Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sungguh kami akan benar-benar dibangkitkan kembali ? Dan dibangkitkan juga bapak-bapak kami yang telah mati mendahului kami ?!

قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ

qul innal-awwalīna wal-ākhirīn

49. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,

لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ

lamajmụ’ụna ilā mīqāti yaumim ma’lụm

50. benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.

49-50. Kemudian Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjawab mereka dan berkata : Sesungguhnya orang-orang yang telah lalu dan yang akhir dari umat yang mengikutinya; Akan dikumpulkan Allah dalam satu barisan, yaitu dalam waktu yang telah ditentukan, tidaklah mengetahui akan waktu tersebut kecuali hanya Allah semata, itulah hari kiamat.

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ

ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllụnal-mukażżibụn

51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,

لَآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ

la`ākilụna min syajarim min zaqqụm

52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,

فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ

fa māli`ụna min-hal-buṭụn

53. dan akan memenuhi perutmu dengannya.

فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ

fa syāribụna ‘alaihi minal-ḥamīm

54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ

fa syāribụna syurbal-hīm

55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.

هَٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ

hāżā nuzuluhum yaumad-dīn

56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”.

51-56. Katakanlah wahai Nabi Allah kepada mereka orang-orang musyrik : Sesungguhnya kalian wahai orang-orang yang tersesat dari jalan tauhid dan hidyah, serta mengingkari hari kebangkitan, kalian akan diberikan makanan dari pohon zaqum, dan ia adalah pohon yang dilaknat, yang tidak enak dilihat dan dimakan. Kalian akan memakannya sampai memenuhi perut-perut kalian. Kemudian kalian akan minum air yang mendidih dengan sebab haus yang sangat yang kalian rasakan, akan tetapi minuman itu tidak menghilangkan dahaga; Kalian minum akan tetapi tidak menghilangkan haus, sebagaimana unta yang sangat haus yang tidak menumukan minuman air. Kemudian ketahuilah bahwa makanan dan minuman ini adalah sajian bagi kalian yang disiapkan di hari kiamat.

نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ

naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqụn

57. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?

Ketahuilah wahai manusia bahwa Allahlah yang menciptakan kalian dan tidak yang lainnya, lalu mengapa kalian tidak membenarkan hari kebangkitan ?Apakah ada selain Allah yang menciptakan kalian yang tanpa permisalan, kemudian lemah dalam mengembalikan (membangkitkan) kalian ?

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ

a fa ra`aitum mā tumnụn

58. Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.

أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ

a antum takhluqụnahū am naḥnul-khāliqụn

59. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?

58-59. Allah menyebutkan empat bukti sebagai benarnya kebangkitan dan benarnya kejadian hari kebangkitan tersebut; Allah berkata menyebutkan bukti pertama : Kabarkan kepadaku wahai orang-orang musyrik, tentang mani yang dipancarkan di rahim istri-istri kalian, apakah kalian yang menciptakannya, begitu juga sperma yang kalian hasilkan dan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, apakah kalian yang menciptakan ? Ataukah Allah yang menciptakan dan kuasa atasnya ?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbụqīn

60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,

عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ

‘alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi`akum fī mā lā ta’lamụn

61. untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

60-61. Ketahuilah wahai manusia bahwa Allah sajalah yang kuasa mematikan kalian dengan berbagai macam bentuk kematian yang Dia kehendaki, dan bahwasanya Allah tidak ada yang mampu melemahkan-Nya untuk dapat mencelakakan kalian dan menggantikan dengan ciptaan yang lain semisal dengan kalian (manusia). Allah juga tidak dapat dilemahkan akan ciptan-Nya pada hari kiamat, dan Allah menjadikan kalian tidak mengetahui bagaimana rupa (bentuk) kalian di hari kiamat yang berhubungan dengan kehidupan kalian yang abadi dan baru. Maka penghuni surga memiliki sifat dan kondisi sesuai keadaan mereka, begitu juga penghuni nereka.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ

wa laqad ‘alimtumun-nasy`atal-ụlā falau lā tażakkarụn

62. Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?

Allah mencela mereka karena sebab tidak menggunakan akal-akal mereka; Dan menyampaikan pemikiran mereka aga mereka berpikir akan kondisi mereka. Allah berkata : Sungguh kalian wahai orang-orang musyrik, bahwa kalian mengetahui dengan yakin akan penciptaan kalian yang pertama kali dari sperma, kemudian darah, kemudian daging, maka kondisi untuk mengembalikan kalian lebih mudah daripada menciptakan kalian pada kali pertama yang tidak berwujud apapun; Bersamaan dengan itu tidak ada yang sulit bagi Allah.

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ

a fa ra`aitum mā taḥruṡụn

63. Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.

أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ

a antum tazra’ụnahū am naḥnuz-zāri’ụn

64. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?

لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ

lau nasyā`u laja’alnāhu huṭāman fa ẓaltum tafakkahụn

65. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.

إِنَّا لَمُغْرَمُونَ

innā lamugramụn

66. (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian”,

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

bal naḥnu mahrụmụn

67. bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.

63-67. Ini adalah bukti yang kedua atas benarnya akan kebangkitan, dimana Allah berkata : Kabarkan kepada-Ku tentang benih yang tumbuh di tanah kalian, apakah kalian yang menumbuhkan tumbuhan dari bumi ?! Ataukah Kami yang menumbuhkannya ? Jika seandainya Kami menjadikannya (bumi) untuk bercocok tidak berbuah, dan tidak memiliki manfaat, maka kalian akan tercengang berkepanjangan karena cocok tanam kalian tanpa membuahkan hasil, dan berkatalah mereka yang keheranan : Sungguh kami adalah orang-orang yang merugi dengan kerugian yang besar; Hilang dari kami hasil (bercocok tanam) tanpa hasil yang sesuai; Bahkan Kami jadikan mereka tidak mendapatkan hasil apa-apa dari bercocok tanam mereka.

أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ

a fa ra`aitumul-mā`allażī tasyrabụn

68. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.

أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ

a antum anzaltumụhu minal-muzni am naḥnul-munzilụn

69. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?

لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ

lau nasyā`u ja’alnāhu ujājan falau lā tasykurụn

70. Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?

68-70. Ini adalah bukti yang ketiga atas benarnya kebangkitan, dimana Allah berkata : Kabarkan kepadaku tentang air segar yang bersih, yang kalian minum, apakah kalian yang menurunkan dari awan ?! Ataukah Kami yang menurunkan kepada kalian, dan mengalirkan kepada kalian untuk diambil manfaatnya! Kalau saja Kami kehendaki kami jadikan air itu asin dan kotor sehingga tidak dapat diminum! Amat buruk rasa syukur kalian kepada Allah, yang Dia memberikan kepada kalian nikmat; Maka esakanlah Allah dan taatilah Rasulullah ﷺ!

أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ

a fa ra`aitumun-nārallatī tụrụn

71. Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).

أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ

a antum ansya`tum syajaratahā am naḥnul-munsyi`ụn

72. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ

naḥnu ja’alnāhā tażkirataw wa matā’al lil-muqwīn

73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.

71-73. Ini adalah bukti yang keempat atas benarnya kebangkitan, dimana Allah berkata : Kabarkan kepadaku tentang api yang kalian nyalakan (dengan digesekkan kepada kayu). Apakah kalian yang menjadikan kayu itu ataukah Kami yang yang menciptakannya. ketahuilah bahwa kami menciptakan api ini agar Kami dapat memperingatkan kalian dengan api neraka, maka hal ini menjadi pelajaran dan nasihat bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran. Api ini juga sebagai kesenangan untuk memasak makanan dan keperluan kalian, juga menjadi manfaat bagi para musafir untuk digunakan pada kondisi mereka yang beraneka macam.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm

74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.

Selama kondisinya demikian, maka sucikan wahai Nabi Allah Tuhanmu dan bersihkan dari apa yang tidak pantas untuk-Nya. Dialah Yang Agung yang memberikan nikmat sebagai kesenangan dan manfaat yang dimanfaatkan oleh orang bertakwa dan yang tidak.

۞ فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ

fa lā uqsimu bimawāqi’in-nujụm

75. Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.

Allah bersumpah dengan tempat jatuhnya bintang-bintang di langit bagian barat.

وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ

wa innahụ laqasamul lau ta’lamụna ‘aẓīm

76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.

Allah mengabarkan bahwa sumpah ini sebagai keagungan dan kekuasaan-Nya, akan tetapi kalian tidak memahami ketinggian dan kedudukannya. Berkata ulama i’jaz : Bintang-bintang ini yang Allah bersumpah atasnya, tempat bintang ini di langit yang tinggi, dimana bintang tersebut tersulut api. Tempat peredarannya luas berpindah-pindah. Wallahu A’lam.

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ

innahụ laqur`ānung karīm

77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,

فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ

fī kitābim maknụn

78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

lā yamassuhū illal-muṭahharụn

79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn

80. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.

77-80. Allah menyebutkan dengan sumpah kepada Al Qur’an Al Karim, Allah berkata : Ketahuilah wahai manusia bahwa Al Qur’an ini adalah sempurna bagi kebaikan seorang hamba di dunia dan akhirat. Al Qur’an terjaga dan tertulis pada kitab yang ada di sisi Allah, dan dikatakan bahwa itu adalah lauhul mahfudz, dikatakan juga bahwasanya ia adalah mushaf yang dihadapan kita sekarang. Al Qur’an ini tidak disentuh kecuali oleh para malaikat yang suci, inilah yang kuat dari ayat ini, dan tidaklah Al Qur’an ini disentuh kecuali yang telah bersih dari kesyirikan dan yang sedang junub serta hadats kecil. Allah kemudian mengabarkan bahwa Al Qur’an diturunkan dari sisi Allah.

أَفَبِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَنْتُمْ مُدْهِنُونَ

a fa bihāżal-ḥadīṡi antum mud-hinụn

81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?

وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

wa taj’alụna rizqakum annakum tukażżibụn

82. kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.

81-82. Inilah Al Qur’an yang Allah menghendaki dan terdpat kuasa Allah padanya; Apakah layak kalian wahai orang-orang musyrik mendustakannya dan menolaknya serta tidak membenarkannya. Kemudian Allah berikan kalian nikmat dan kalian tidak bersyukur, dan kalian mendustakannya. Allah turunkan hujan dengan berbagai macamnya, dan Allah jadikan kalian mampu untuk berlayar di lautan dan selainnya; Maka kalian dustakan semuanya, padahal semuanya adalah dari Allah.

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ

falau lā iżā balagatil-ḥulqụm

83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ تَنْظُرُونَ

wa antum ḥīna`iżin tanẓurụn

84. padahal kamu ketika itu melihat,

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُبْصِرُونَ

wa naḥnu aqrabu ilaihi mingkum wa lākil lā tubṣirụn

85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,

83-85. Allah berkata dengan maksud melemahkan mereka : Apakah kalian mampu wahai orang-orang musyrik, jika nyawa salah satu di antara kalian telah sampai kerongkongan ketika akan dicabut dan kalian melihatnya ketika itu, dapatkan kalian menghalanginya agar tidak keluar ? Ketahuilah bahwa Allahlah dengan ilmu dan kuasa-Nya beserta para malaikat-Nya yang menggenggam ruh-ruh yang dekat dengan kalian, akan tetapi kalian tidak dapat melihatnya.

فَلَوْلَا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ

falau lā ing kuntum gaira madīnīn

86. maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

tarji’ụnahā ing kuntum ṣādiqīn

87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

86-87. Maka jika kalian wahai orang-orang musyrik tidak mengimani bahwa di sana ada hari kebangkitan dan perhitungan yaitu di hari kiamat; Apakah kalian mampu mengembalikan ruh ini yang telah sampai di kerongkongan tubuh yang akan dicabut darinya, jika memang kalian adalah orang-orang yang benar, dengan klaim kalian bahwa di sana tidak ada hari kebangkitan dan perhitungan dan juga adzab.

فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ

fa ammā ing kāna minal-muqarrabīn

88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ

fa rauḥuw wa raiḥānuw wa jannatu na’īm

89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.

88-89. Allah menyebutkan kondisi orang-orang yang sekarat di dunia dan pembagian mereka kepada tiga bagian, bagian pertama : Jika mayat ini adalah orang-orang yang ikhlas yang berlomba-lomba dalam kebaikan, maka mereka ditempatkan di tempat yang tinggi, mereka memiliki tempat peristirahatan, kebahagiaan dan kemenangan serta rizki yang baik dan surga yang luas, yang mereka dapat bersenang-senang di dalalamnya di sisi Tuhan mereka.

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ

wa ammā ing kāna min aṣ-ḥābil-yamīn

90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ

fa salāmul laka min aṣ-ḥābil-yamīn

91. maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.

90-91. Bagian yang kedua : Jika mayit ini dari golongan kanan (dan mereka menempati kedudukan di bawah bagian yang telah disebutkan pada ayat sebelumnya); Maka para malaikat mengabarkan dan berkata kepada mereka : Keselamatan yang engkau dapat dari golongan kanan, dan Allah menyelamatkan dari setiap petaka, keburukan dan bencana.

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ

wa ammā ing kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn

92. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,

فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ

fa nuzulum min ḥamīm

93. maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,

وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ

wa taṣliyatu jaḥīm

94. dan dibakar di dalam jahannam.

92-94. Bagian yang ketiga : Jika mayit ini adalah dari orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, yang mereka adalah orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan dan hari akhir, orang-orang yang sesat dari tauhid dan ketaatan; Maka jamuan mereka adalah disiapkannya di dalam neraka air yang mendidih, mereka akan meminum setelah makan dari buah zaqum. Dan dijadikan di dalam neraka api dan adzab yang dirasakan oleh mereka.

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ

inna hāżā lahuwa ḥaqqul-yaqīn

95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

Ketahuilah Nabi Allah, yang telah Kami kisahkan kepadamu adalah kebenaran yang pasti, dimana tidak ada keraguan padanya; Dengan nampaknya bukti-bukti yang pasti, seolah-olah melihat langsung dengan mata kepala.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm

96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.

Kemudian Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ menutup surat ini dengan mensucikan Tuhannya dan membersihkan dari apa yang tidak pantas bagi-Nya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!