Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat ar-Rahman

الرَّحْمَٰنُ

Arab-Latin: ar-raḥmān

Terjemah Arti: 1. (Tuhan) Yang Maha Pemurah,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah membuka surat ini dengan nama yang agung yaitu Ar Rahman, yang ia adalah nama Allah, pemilik rahmah (Yang Maha Pemurah) yang sempurna di dunia dan akhirat.

عَلَّمَ الْقُرْآنَ

‘allamal-qur`ān

2. Yang telah mengajarkan al Quran.

Kemudian Allah menyebutkan sejumlah nikmat atas hambanya, dan memulai dengan menyebutkan sebesar-besar kenikmatan yaitu Al Qur’an; Allah menyebutkan telah memberi pengajaran kepada Nabi untuk membaca ayat; Dimana Jibril yang mengajarkan secara langsung kepada Rasul ﷺ Al Qur’an atas perintah Allah, kemudian Rasul mengajarkan kepada umatnya.

خَلَقَ الْإِنْسَانَ

khalaqal-insān

3. Dia menciptakan manusia.

Allah menyebutkan bahwa Dialah yang menciptakan Al Qur’an, yaitu mewujudkannya dan keadaannya dalam bentuk yang dimaui oleh Pencipta dengan tanpa meniru.

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

‘allamahul-bayān

4. Mengajarnya pandai berbicara.

Allah menyebutkan bahwa Dialah yang mengajarkan manusia pandai berbicara yang dengannya sempurna pemahaman di antara makhluk atas segala urusan mereka, dan Allah mengawali penyebutan Al Qur’an di dalamnya karena ada petunjuk bahwa Allah memiliki cara sebelum menciptakan makhluk, dan Al Qur’an adalah sebesar-besar nikmat yang layak untuk disyukuri dan ditaati.

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān

5. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

Allah menyebutkan nikmat yang lain yang Dia telah berikan kepada makhluk-Nya, yang bahwasanya Dia menciptakan matahari dan bulan, yang keduanya mendatangkan manfaat dan berotasi menurut perederannya menurut ketetapan yang tidaka akan saling berselisih dan bertabrakan, juga tidak melampaui batasan masing-masing sesuai ketetapan. Di antara faidah-faidah diciptakan keduanya yaitu keduanya sebagai pengganti atas bulan, tahun, musim dan waktu-waktu untuk menanam dan bercocok tanam serta memetik buah-buahan dan juga sebagai waktu-waktu untuk ibadah.

وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

wan-najmu wasy-syajaru yasjudān

6. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

Di antara nikmat juga bagi hamba adalah bintang yang Allah ciptaka sebagai penghias langit dan sebagai panah-panah bagi setan, dan juga sebagai petunjuk di kegelapan malam baik di daratan maupun di lautan. Di antara nikmat dari pepohonan yang tumbuh di bumi dan yang Allah tetapkan keseluruhannya tidaklah Allah tetapkan kecuali diberikan beban yang sesuai, semisal dengan para makhluk yang sujud kepada Allah dengan sujud yang hakiki yang tidaklah mengetahui sujudnya kecuali hanya Allah, semisal juga bertasbihnya seluruh makhluk. Allah berfirman : أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَسْجُدُ لَهُۥ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ, yang artinya : Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi. {Al Haaj : 18}.

وَالسَّمَاءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ

was-samā`a rafa’ahā wa waḍa’al-mīzān

7. Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

allā taṭgau fil-mīzān

8. Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ

wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān

9. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

7-9. Nikmat yang lain bagi hamba yang Allah sebutkan yaitu bahwasanya Dia menciptakan langit ini dan meninggikannya tanpa tiang yang dapat dilihat, maka Allah jadikan sebagai atap bagi bumi dan juga kuasa-Nya di antara keduanya. Kemudian Allah mengabarkan bahwa Allah menciptakannya dengan adil dan memerintahkan dengan bermacam-macam urusan; Agar tidak saling melanggar batasan bagi yang lainnya, yang kemudian menjadikan sebuah kedzaliman dan kesewenang-wenangan. Allah juga memerintahkan agar menimbang dengan keadilan, dan tidak mengurangi timbangan manusia jika menimbang untuk manusia.

وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ

wal-arḍa waḍa’ahā lil-anām

10. Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).

فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ

fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām

11. Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ

wal-ḥabbu żul-‘aṣfi war-raiḥān

12. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

10-12. Nikmat yang lain bagi hamba yang Allah sebutkan yaitu bahwasanya Allah menciptakan bumi dan menghamparkannya dan menyediakan di dalamnya unsur-unsur untuk kehidupan, dan Allah menakdirkan di dalamnya rizki bagi makhluk. Allah menciptakan di dalamnya beraneka macam buah-buahan yang lezat untuk dimakan, di antaranya adalah buah kurma yang memiliki kulit tipis yang menutupi daging buahnya hingga nantinya masak, retak kulitnya dan keluar sari buah. Berkata Ibnu Katsir : Allah menyendirikan penyebutan kurma karena sebab kemuliaan buah tersebut dan bermanfaat baik kurma kering maupun basah, sebagaimana Allah berfirman : dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami). {Qaf : 10-11}. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan biji-bijian yang berkulit dan bisa dikupas sebagai makanan bagi kalian dan anugerah bagi kalian. Dan Allah juga ciptakan tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam dengan ber-aroma harum.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada jin dan manusia dengan pengulangan dan kepastian, Allah berkata : Maka nikmat Tuhan kalian yang mana wahai jin dan manusia yang kalian dustakan ?! Bahwasanya jin dan manusia tidak mungkin mendustakannya.

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

khalaqal-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār

14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār

15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

14-15. Allah mengabarkan bahwa Allah menciptakan Adam sebagai bapaknya manusia dari tanah kering yang memiliki suara pecahan seperti tembikar, yaitu tanah yang dibentuk dengan cara dibakar menggunakan api. Allah juga mengabarkan bahwa Dialah yang menciptakan iblis, dan dia adalah bapaknya jin, yang diciptakan dari nyala api murni.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

16. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ

rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaīn

17. Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya

Allah mengabarkan bahwa yang mengawali (dari yang sebelumnya tiada) dari kenikmatan-kenikmatan ini adalah Allah Tuhan pemilik matahari yang terbit dari timur dan barat, pemilik musim dingin dan panas.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

18. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

marajal-baḥraini yaltaqiyān

19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

Kemudian Allah memberikan kepada hamba-Nya apa yang ada di dalam lautan; Diamana telah diutus dan mengalir dua laut (laut dengan air tawar dan asin), yang keduanya saling bertemu dan satu sama lain mengalir membaur pada sisi masing-masing laut.

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ

bainahumā barzakhul lā yabgiyān

20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

Allah menjelaskan bahwa Dia menjadikan di antara dua laut penghalang (sekat), Allah jadikan antara (laut tawar dan asin) tidak bercampur satu sama lain.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ

yakhruju min-humal-lu`lu`u wal-marjān

22. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Allah mengabarkan bahwa Dia memberikan nikmat bagi hamba-Nya dengan mengeluarkan mutiara dari lautan ini. Dan Lu’luah adalah mutiara yang keluar dari kerang, dan Marjan adalah pohon merah yang darinya dibuat manic-manik yang telah dikenal.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

23. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ

wa lahul-jawāril-munsya`ātu fil-baḥri kal-a’lām

24. Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.

Allah menjelaskan bahwasanya Dialah yang menjadikan kapal-kapal yang berlayar di lautan dan membelahnya atas izin Allah. Kapal-kapal tersebut serupa dengan gunung-gunung ukuran besarnya dan tingginya, maka kalian dapat memanfaatkan untuk berpergian dan berdagang dan selainnya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

25. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

kullu man ‘alaihā fān

26. Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

wa yabqā waj-hu rabbika żul-jalāli wal-ikrām

27. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

26-27. Allah mengabarkan setiap apa yang ada di bumi dari makhluk yang hidup adalah sementara (fana) dan akan berakhir, dan tidaklah tersisa kecuali hanya Allah tidak ada yang lain.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

28. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

yas`aluhụ man fis-samāwāti wal-arḍ, kulla yaumin huwa fī sya`n

29. Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Allah mengabarkan bahwa setiap apa yang ada di langit dan di bumi fakir membutuh Allah, dan semua makhluk membutuhkan-Nya, mereka selalu meminta kepada Allah; Maka penghuni langit meminta ampunan, dan penghuni bumi meminta ampunan dan rizki. Kemudian Allah menjelaskan, bahwa pada setiap waktum setiap penantian dalam segala urusan pasti ada yang meminta di antara makhluk-Nya. Allah jadikan mereka kaya dan miskin, Allah hinakan dan tinggikan, dan Allah ampunkan dosa-dosa mereka dan Allah hamparkan kesedihan serta Allah hidupkan dan matikan.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

30. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ

sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān

31. Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.

Allah menjelaskan bahwa para makhluk akan menunggu urusan mereka di hari kiamat, dan mereka akan dibalas menurut amalan-amalan yang mereka amalkan di dunia setelah waktu yang panjang.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

32. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

yā ma’syaral-jinni wal-insi inistaṭa’tum an tanfużụ min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużụ, lā tanfużụna illā bisulṭān

33. Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Allah berkata dengan maksud membuat tak berdaya dan memperingatkan : Wahai jin dan manusia, jika kalian mampu untuk keluar dari langit dan bumi dan dari adzab Allah; Maka lakukanlah, akan tetapi ketahuilah bahwa kalian tidak akan pernah mampu atas hal itu kecuali hanya kekuatan yang nampak saja, dan kalian tidak memiliki kekuatan (untuk melakukan itu) dan juga kalian tidak memiliki kekuasaan, maka apakah kalian mampu ?! As Sulthan dikatakan : Yaitu kekuasaan dari Allah, dan berkata Adh Dhahhak : Jika kalian mampu untuk lari dari kematian, maka silahkan kari.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

34. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِ

yursalu ‘alaikumā syuwāẓum min nāriw wa nuḥāsun fa lā tantaṣirān

35. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

36. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

35-36. Allah mengabarkan bahwa jika mereka mencoba lari, maka akan diutus kepada mereka api murni yang menyala dari neraka yang tanpa asap dan tembaga yang meleleh akan ditimpakan di atas kepala-kepala mereka, dan tidak akan ada yang menolong satu sama lain, dan juga tidak akan ada yang menghalangi satu sama lain dari adzab Allah. Kemudian arah pembicaraan Allah tertuju kepada jin dan manusia dengan pengulangan dan kepastian, Allah berkata : Maka nikmat yang mana wahai jin dan manusia yang kalian dustakan ? atau bahwasanya nikmat tersebut tidak dapat mereka ingkari. Dan secara dzahir, ini bukanlah nikmat, akan tetapi pengkabaran dengan yang telah disebutkan bahwa ketika di dunia diberikan banyak nikmat dengan kesempatan untuk bertaubat dan beramal shalih.

فَإِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ

fa iżansyaqqatis-samā`u fa kānat wardatang kad-dihān

37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

Pada hari ini adalah hari dimana keadaan alam berubah, langit terbelah, dan turunlah para malaikat dan berada di sisi para makhluk. Maka langit menjadi seperti mawar merah karena panasnya api neraka, itu adalah gambaran dari dahsyatnya pada hari itu. Kemudian Allah mengembalikan keadaan mereka yang abadi.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

38. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

فَيَوْمَئِذٍ لَا يُسْأَلُ عَنْ ذَنْبِهِ إِنْسٌ وَلَا جَانٌّ

fa yauma`iżil lā yus`alu ‘an żambihī insuw wa lā jānn

39. Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

Allah menjelaskan bahwa pada hari itu sungguh mengerikan yang mereka para pendosa tidak ditanya sama sekali tentang dosa mereka dari jin dan manusia; Karena sebab mereka akan mengetahui diri mereka secara khusus, dan juga karena segala sesuatunya telah tetap di lembaran-lembaran amalan-amalan mereka.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

40. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ

yu’raful-mujrimụna bisīmāhum fa yu`khażu bin-nawāṣī wal-aqdām

41. Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.

Allah menyebutkan bahwa orang-orang pendosa dan yang melanggar ketetapan Allah dengan kesyirikan dan maksiat, pada hari kiamat mereka akan dapat diketahui dengan ciri-ciri khusus pada mereka; Seperti hitamnya wajah dan birunya mata-mata mereka; Kemudian para malaikat adzab memegang ubun-ubun mereka, dimana diikat bagian kepala mereka dengan kaki mereka, kemudian dilemparkan api padanya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

42. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Kemudian Allah menujukan perkataan-Nya kepada jin dan manusia dengan penegasan dan pengulangan, Allah berkata : Maka nikmat Tuhan kalian yang mana yang kalian dustakan ? yaitu mereka tidak dapat mengingkari nikmat yang telah diberikan.

هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ

hāżihī jahannamullatī yukażżibu bihal-mujrimụn

43. Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.

يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ

yaṭụfụna bainahā wa baina ḥamīmin ān

44. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

45. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

43-45. Kemudian dikatakan kepada mereka para pendosa dengan merendahkan : Inilah neraka yang kalian telah dustakan. Maka inilah sekarang kalian melihat dengan mata telanjang kalian dan mengelilingi mereka air yang mendidih di antara mereka dan memuncak panasnya, maka kalian akan dibakar dengan api dan meminum dari air ini. Kemudian Allah menujukkan perkataan-Nya kepada jin dan manusia dengan pengulangan dan penegasan, Allah berkata : Maka nikmat Tuhan kalian yang mana yang kalian dustakan ?

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān

46. Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

Allah menyebutkan nikmat di akhirat bagi orang-orang yang beriman, Allah mengabarkan bahwa mereka adalah orang yang takut kepada Allah, dan takut akan hari perhitungan, yang Allah akan menghisab mereka; Maka mereka adalah orang-orang yang memiliki dua surga.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

47. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

ذَوَاتَا أَفْنَانٍ

żawātā afnān

48. kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.

Allah mensifatkan kedua surga ini, bahwa di dalamnya terdapat beraneka ragam dan warna dari pepohonan dan buah-buahan, dan memiliki ranting-ranting yang lembut yang buahnya dekat dan lezat.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

49. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ

fīhimā ‘aināni tajriyān

50. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir

Dan pada setiap dari kedua surga terdapat mata air yang mengalir air yang murni yang keluar dan mengaliri pepohonan dan cabangnya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

51. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ

fīhimā ming kulli fākihatin zaujān

52. Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.

Pada kedua surga ini terdapat banyak beraneka macam buah-buahan yang berpasangan, setiap pasangan memiliki perbedaan dalam kelezatannya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

53. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

muttaki`īna ‘alā furusyim baṭā`inuhā min istabraq, wa janal-jannataini dān

54. Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

Dan di antara nikmat yang diberikan oleh Allah kepada penghuni surga, mereka dapat duduk bersandar dengan sebaik-baik posisi duduk, bertelekan alas yang mewah, dengan selimut dari kain sutra yang tebal, maka bagaimana dengan kelembutannya ? Dengan penegasan bahwa itu adalah selimut yang lembut, begitu juga dengan buah-buah surga yang memetiknya dekat dari penghuni surga, mereka memakan kapanpun mereka kehendaki, dan bagaimanapun yang mereka inginkan.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

55. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

56. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

Allah menyebutkan di dalam dua surga ini terdapat wanita-wanita yang tunduk kepada selain dari suami-suami mereka dan penghuni surga tersebut tidak pernah melihat wanita sesempurna wanita-wanita di surga. Wanita-wanita tersebut masih perawan yang tidak pernah digauli oleh seorangpun sebelum mereka (penghuni-penghuni surga. Tidak dari jin dan tidak pula dari manusia. Pada ayat ini disebutkan tentang darah yang ia adalah darah yang keluar ketika keperawanannya hilang, dikatakan : Seorang laki-laki menjadikan istrinya keluar darah, ketika telah dijima’ olehnya. Dan asal dari darah ini adalah ketika wanita muda berjima’ setelah menikah pada awal pertama kali.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

57. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ

ka`annahunnal-yāqụtu wal-marjān

58. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

Kemudian Allah mensifati wanita-wanita ini serupa dengan batu permata dan marjan dalam sifat manusiawinya, yang lembut ketika disentuh, dan kemerah-merahan pipinya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

59. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

hal jazā`ul-iḥsāni illal-iḥsān

60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

Allah menutup penyebutan nikmat-nikmat ini dan kemudian menjelaskan bahwa tidaklah Dia membalas amalan dengan sebaik-baik balasan akan amalan tauhid dan ikhlas dalam beribadah kecuali kebaikan sebagai balasannya, dengan masuk surga dan kekal dalam kenikmatan dan tempat tinggalnya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

61. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

wa min dụnihimā jannatān

62. Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi

Allah mengabarkan bahwa terdapat selain dari dua surga yang lain bagi siapa yang takut kepada Rabbnya dan bagi siapa yang amalannya lebih sedikit dari penghuni dua surga yang disebutkan sebelumnya. Allah menempatkan hambanya di tempat yang sesuai dengan amalan yang diterima di sisi-Nya; Dan itu semua sesuai dengan keimanan dan amalan mereka.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

63. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

مُدْهَامَّتَانِ

mud-hāmmatān

64. Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.

Allah mensifatkan kedua surga itu dengan adanya tumbuhan yang tumbuh di dalamnya dan juga adanya angin pada keduanya yang berwarna hijau.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

65. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ

fīhimā ‘aināni naḍḍākhatān

66. Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.

Pada kedua surga ini terdapat mata air ayng muncul seketika dengan air murni yang abadi yang tidak penah terputus.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

67. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ

fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān

68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.

Pada kedua surga ini terdapat bermacam-macam jenis buah-buahan; Khususnya adalah bauh kurma dan delima. Disebutkan kedua enis buah ini karena memiliki keutamaan dan banyaknya manfaat yang ada padanya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

69. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ

fīhinna khairātun ḥisān

70. Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

Allah mengabarkan pada kedua surga ini terdapat istri-istri yang baik akhlaknya, dan indah wajahnya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

71. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

ḥụrum maqṣụrātun fil-khiyām

72. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.

Allah menjelaskan istri-istri tersebut keduanya berparas cantik dari golongan bidadari yang dipingit di kemah-kemah.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

73. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

lam yaṭmiṡ-hunna insung qablahum wa lā jānn

74. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.

Dan istri-istri tersebut adalah perawan, yang tidak pernah disentuh oleh siapapun sebelumnya, tidak dari jin dan juga manusia. Dan istri-istri mereka ketika di dunia akan dijadikan lebih cantik daripada bidadari-bidadari tersebut.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

75. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ

muttaki`īna ‘alā rafrafin khuḍriw wa ‘abqariyyin ḥisān

76. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

Penguni-penghuni surga ini bertelekan bantal-bantal hijau dan permadani yang baik dan mewah.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

77. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 13 dalam surat ini.

تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām

78. Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia.

Allah menutup akhir surat ini dengan menyebutkan nama-nama Allah yang penuh berkah.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!