Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Qamar

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Arab-Latin: iqtarabatis-sā’atu wansyaqqal-qamar

Terjemah Arti: 1. Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah mengabarkan bahwa waktu yang merupakan bagian dari zaman, dan ia merupakan waktu dalam hari-hari kehidupan di dunia, dan terbitnya matahari dari barat telah dekat. Allah mengabarkan bahwa bulan telah terbelah setengahnya sebagai mukjizat dari Nabi yang membelahnya ﷺ, dan sungguh banyak manusia telah melihat terbelahnya bulan.

وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ

wa iy yarau āyatay yu’riḍụ wa yaqụlụ siḥrum mustamirr

2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”.

وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ

wa każżabụ wattaba’ū ahwā`ahum wa kullu amrim mustaqirr

3. Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya

2-3. Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwa mereka orang-orang musyrik sebagaiamana yang mereka melihat dari tanda-tanda mukjizat yang menunjukkan kebenaran akan dirimu, akan tetapi mereka pasti akan menolak dan tidak akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ; Bahkan mereka akan berkata dengan pengingkaran : Sungguh yang engkau datangkan kepada kami tidak lain hanyalah sihir. Kemudian Allah mengabarkan bahwa mereka mendustakan Nabi ﷺ, dan mengikuti dakwahan dari hawa nafsu mereka berupa pengingkaran. Kemudian Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya setiap urusan itu pasti telah ada ketetapan akhirnya. Inilah akhir dari orang-orang yang kafir, yang di akhir kehidupannya mereka akan merugi, adapun urusan orang-orang yang beriman akan berakhir dengan kemenangan dan ridha Allah bagi mereka.

وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الْأَنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ

wa laqad jā`ahum minal-ambā`i mā fīhi muzdajar

4. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran).

Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwa telah datang pada kafir Quraisy kabar-kabar dari umat-umat sebelum mereka. Sebagiannya adalah kabar tentang mukjizat yang nyata dan bukti-bukti yang jelas; Yang menghalangi mereka, dari melanggar aturan-aturan Allah, dan keberlangsungan kekafiran mereka serta kesyirikan, dan cukuplah persaksian akan hal itu dari kebinasaan negeri mereka.

حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ ۖ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ

ḥikmatum bāligatun fa mā tugnin-nużur

5. Itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).

Allah menjelaskan bahwa Al Qur’an ini terdapat hikmah yang nyata dan sempurna yang datang dari Allah kepada mereka, untuk menegakkan hujjah kepada mereka para pengingkar, sehingga mereka tidak memiliki udzur, tidak juga berguna janji mereka dan kesombongan mereka sedikitpun; Karena sebab kesombongan mereka, menyebabkan mereka berpaling dari kebenaran.

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلَىٰ شَيْءٍ نُكُرٍ

fa tawalla ‘an-hum, yauma yad’ud-dā’i ilā syai`in nukur

6. Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

Jika urusannya sudah demikian maka berpalinglah wahai Nabi Allah dari mereka dan tinggalkanlah; Karena sungguh engkau telah menyampaikan risalah dan menjelaskan kebenaran untuk merubah keadaan mereka orang-oang kafir. Mereka orang-orang kafir akan didatangi dengan hari yang besar dan besar pula keadaannya. Hari dimana ditiupnya sangkakala, mereka diseru untuk dibalas dan dihisab, dan mereka akan melihat urusan yang mengerikan yang mereka ingkari.

خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ

khusysya’an abṣāruhum yakhrujụna minal-ajdāṡi ka`annahum jarādum muntasyir

7. sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir yang mereka menantang akan balasan dan hisab pada diri-diri mereka, mereka akan melihatnya sambil terhina, tertunduk dan malu. Mereka akan dikeluarkan dari kubur-kubur mereka menuju ke padang mahsyar dengan cepat; Seolah-olah mereka adalah belalang yang berhamburan di padang mahsyar yang jumlahnya sangat banyak, untuk memisahkan mereka, menyebarkan mereka dan mencampur mereka satu sama lain.

مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ ۖ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

muhṭi’īna ilad-dā’, yaqụlul-kāfirụna hāżā yaumun ‘asir

8. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat”.

Allah menjelaskan bahawa mereka akan keluar dengan cepat memenuhi seruan yang menyeru agar mereka menuju ke padang mahsyar, yang mereka tidak akan dapat menolak dan datang terlambat. Pada kondisi ini berkata orang-orang kafir : Ini adalah hari yang sulit dan keras serta tidak mudah.

۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا وَقَالُوا مَجْنُونٌ وَازْدُجِرَ

każżabat qablahum qaumu nụḥin fa każżabụ ‘abdanā wa qālụ majnụnuw wazdujir

9. Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kamu Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman).

Allah menyebutkan berita tentang umat-umat yang mendustakan dan keadaan mereka yang tertimpa adzab dan sebagai peringatan dan penghibur bagi Rasul-Nya ﷺ serta peringatan bagi orang-orang kafir Mekkah, Allah berkata : Sungguh mereka (banyak kaum) telah mendustakan sebelum kaummu, dan sebagian dari kaum-kaum ini ada kaum Nuh; Dimana mereka mendustakan hamba Kami Nuh, yang mereka berkata kepada Nuh : Sungguh Nuh adalah orang gila seraya mereka membentak dan merendahkan Nuh serta mengancam untuk menyakiti dan menakut-nakuti jika tidak berhenti dari dakwahnya.

فَدَعَا رَبَّهُ أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ

fa da’ā rabbahū annī maglụbun fantaṣir

10. Maka dia mengadu kepada Tuhannya: “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)”.

Ketika telah keterlaluan (mereka) menyakiti Nuh, Nuh berdoa kepada Tuhannya : Wahai Tuhanku sungguh aku orang yang lemah dalam bertarung terhadap tipu daya orang-orang kafir yang mendustakan, maka tolonglah aku wahai Tuhanku atas mereka dan balaslah untuk mereka. Allah berkata ketika Nuh putus asa dari keimanan mereka (kaumnya) : أَنَّهُۥ لَن يُؤْمِنَ مِن قَوْمِكَ إِلَّا مَن قَدْ ءَامَنَ, yang artinya : bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja). {Hud : 36}.

فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ

fa fataḥnā abwābas-samā`i bimā`im mun-hamir

11. Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا فَالْتَقَى الْمَاءُ عَلَىٰ أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ

wa fajjarnal-arḍa ‘uyụnan faltaqal-mā`u ‘alā amring qad qudir

12. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.

11-12. Allah mengabarkan mengabulkan doa Nuh, maka Allah buka pintu-pintu langit, atau awan dan ditimpakan air dari langit dengan cucuran yang banyak, dan meluaplah bumi dan bumi pada saat itu memuntahkan air yang sangat banyak deras. Maka bertemulah air dari langit dan dari bumi atas ketetapan Allah dan kuasa-Nya, dan air itu membinasakan ereka orang-orang kafir yang sombong.

وَحَمَلْنَاهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلْوَاحٍ وَدُسُرٍ

wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur

13. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku,

تَجْرِي بِأَعْيُنِنَا جَزَاءً لِمَنْ كَانَ كُفِرَ

tajrī bi`a’yuninā, jazā`al limang kāna kufir

14. Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai belasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).

13-14. Allah menjelaskan bahwa Allah menyelamatkan Nuh dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang dia bawa di atas kapal yang terbuat dari kayu yang besar kokoh dengan paku-paku yang tertancap, kapal ini berjalan dengan pertolongan Allah dan Allah yang menjaganya. Allah mengabarkan bahwa orang-orang kafir ditenggelamkan yang mereka mengingkari hari pembalasan bagi kekufuran mereka dan kedustaan mereka.

وَلَقَدْ تَرَكْنَاهَا آيَةً فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqat taraknāhā āyatan fa hal mim muddakir

15. Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Allah mengabarkan bahwasanya Dia mengabadikan kisah Nuh bersama dengan kaumnya sebagai pelajaran dan bukti bagi siapa yang datang setelah mereka, maka apakah ada yang mau mengambil nasihat dan pelajaran ?

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

16. Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Allah bertolak tertuju kepada orang-orang yang mendengarnya, dan bertanya kepada mereka : Bagaimana menurut kalian tentang adzab dan peringatan-Ku bagi mereka yang mengundang adzab dan kepada adzab yang telah diturunkan kepada mereka ? Bukankah adzab yang pedih dan mengerikan tidak meliputi apa yang disifatkan pada adzab tersebut ?

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

17. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Allah menjelaskan dari yang nampak pada karunia dan rahmat-Nya, dimana Dia telah menadikan Al Qur’an mudah dan ringan; Yang ia diturunkan dengan bahasa yang fasih dan sesuai dengan lisan, Al Qur’an adalah fasih, terang dan jelas. Oleh karenanya didapati siapa yang mereka berharap islam dari orang-orang non arab, akan paham dari setiap rahasinya dan kemudahannya; Maka adakah yang mengambil nasihat dan pelajaran dari kisah-kisah tersebut ?

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

każżabat ‘ādun fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

18. Kaum ‘Aad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Allah mengabarkan kaum Ad yang mendustakan Nabi mereka Hud, dan tidak beriman kepadanya, dan tidak mengambil pelajaran dari peringatannya, apakah kalian tahu keadaan mereka ketika diadzab dan dibinasakan? Sungguh mereka ditimpakan adzab yang pedih.

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ

innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr

19. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,

Allah menjelaskan bahwa Allah membinasakan mereka dengan mengutus angin yang sangat dingin. Pada hari yang keras dengan adzab dan keburukan bagi mereka terus menerus dan kebinasaan.

تَنْزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُنْقَعِرٍ

tanzi’un-nāsa ka`annahum a’jāzu nakhlim mungqa’ir

20. yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang.

Allah menjelaskan bahwa angin ini mencerai beraikan manusia karena saking dahsyatnya dan menumbangkan mereka serta mengangkat mereka kemudian meluluh lantahkan leher-leher mereka dan membinasakan mereka, mereka menjadi mayat hidup setelah binasa sebgaimana batang pohon kurma yang ditimpa angin besar sehingga tercaput dari akarnya.

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

21. Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

22. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

21-22. Telah berlalu tafsir dari dua ayat yang sebelumnya pada ayat 16 dan 17 dari surat ini.

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ

każżabaṡ ṡamụdu bin-nużur

23. Kaum Tsamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu).

Allah mengabarkan bahwa kaum Tsamud mendustakan Nabi mereka Shalih, dan tidak beriman kepadanya, dan tidak mengambil pelajaran dari peringatan Shalih.

فَقَالُوا أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ

fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi’uhū innā iżal lafī ḍalāliw wa su’ur

24. Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”.

Allah mengabarkan bahwa kaum Tsamud berkata dengan sombong : Bagaimana mungkin kami mengikuti manusia semisal dengan kami yang raja juga bukan, bahkan dia sama seperti kami, dia satu sedangkan kami adalah kaum yang besar?! Kalau saja kami turuti dia, sungguh kami adalah orang-orang gila setelah kami di atas kebenaran.

أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ

a ulqiyaż-żikru ‘alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir

25. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.

سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ

saya’lamụna gadam manil-każżābul-asyir

26. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

25-26. Kemudian berkata kaum Shalih : Apakah laki-laki ini dikhususkan untuk kami dan diturunkan wahyu kepadanya bukan kepada kami ?!! Sungguh dia adalah pembohong sangat, maka dia akan tahu rasa besok (semoga Allah menjelekkan mereka). Dimana telah diturunkan atas mereka adzab bagi kedustaan mereka yang sangat dan kesombongan mereka.

إِنَّا مُرْسِلُو النَّاقَةِ فِتْنَةً لَهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْ

innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqib-hum waṣṭabir

27. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah.

Allah mengabarkan bahwasanya Dia akan menguji mereka dengan mengeluarkan unta betina kepada mereka, dan unta tersebut akan menjadi cobaan bagi mereka. Allah memerintah Shalih agar bersabar dalam berdakwah kepada mereka, dan dari celaan mereka dan agar menunggu, apakah mereka akan beriman atau malah kufur, kemudia Shalih menunggu apa yang akan mereka perbuat.

وَنَبِّئْهُمْ أَنَّ الْمَاءَ قِسْمَةٌ بَيْنَهُمْ ۖ كُلُّ شِرْبٍ مُحْتَضَرٌ

wa nabbi`hum annal-mā`a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar

28. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)

فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطَىٰ فَعَقَرَ

fa nādau ṣāḥibahum fa ta’āṭā fa ‘aqar

29. Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya.

28-29. Allah berkata kepada Nabi-Nya Shalih dengan maksud memberi petunjuk dan pelajaran : Kabarkan wahai Shalih kepada kaummu, bahwa air itu terbagi antara mereka dan unta betina itu. Bagian mereka sehari, dan bagian unta betina sehari. Akan tetapi kaum Shalih tidak melaksanakan perintah Allah, dengannya mereka menyeru kepada teman-temannya meminum (air itu) bersama-sama dan membunuh unta betina, mereka menangkap unta tersebut dan membunuhnya dengan pedang, mereka tidak memperdulikan akan musibah dari urusan yang besar ini.

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur

30. Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 16 dari surat ini.

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِ

innā arsalnā ‘alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānụ kahasyīmil-muḥtaẓir

31. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.

Allah mengabarkan bahwa adzab yang diturunkan kepada mereka yang dengannya telah diutus suara yang memekakkan telinga, kemudian mereka semua binasa dan Aku binasakan (kata Allah) dan jadilah mereka seperti kayu kering yang dikumpulkan penggembala di musim dingin untuk diikat dan dimasukkan ke dalam kandang agar terjaga.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

32. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Telah berlalu tafsirnya pada ayat 17 dari surat ini.

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ بِالنُّذُرِ

każżabat qaumu lụṭim bin-nużur

33. Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya).

Kemudian Allah mulai mengabarkan bahwa kaum Luth hidup dari tahun ke tahun dengan mendustakan Rasul mereka yang mereka termasuk dari kaum-kaum yang terdahulu; Mereka mendustakan Nabi mereka Luth, mereka juga tidak mengimaninya, dan tidak juga mengambil pelajaran dari peringatannya.

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّا آلَ لُوطٍ ۖ نَجَّيْنَاهُمْ بِسَحَرٍ

innā arsalnā ‘alaihim ḥāṣiban illā āla lụṭ, najjaināhum bisaḥar

34. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing,

نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي مَنْ شَكَرَ

ni’matam min ‘indinā, każālika najzī man syakar

35. sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,

34-35. Allah mengabarkan bahwa Dia mengutus angin yang dahsyat (yang membawa batu kerikil) kemudian melempari mereka dengan batu kerikil tersebut maka binasalah mereka; Kecuali keluarga Luth yakni Luth dan anak-anaknya. Mereka diselamatkan oleh Allah dengan dikeluarkan dari negeri tersebut menuju negei yang lain pada malam hari sebelum turunnya adzab yang berlangsung saat waktu subuh. Allah mengabarkan bahwa Dia menyelamatkan keluarga Luth dan siapa yang beriman kepadanya dengan diberikan nikmat dan kemuliaan bagi mereka. Dan yang semisal dengan ini, Allah berikan keselamatan bagi yang bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya, dan yang dia mentauhidkan dan beriman serta taat kepada Allah.

وَلَقَدْ أَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ

wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur

36. Dan sesungguhnya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.

Allah mengabarkan bahwa Luth telah memperingatkan kaumnya, agar mereka takut terhadap adzab Allah yang keras, dan pedih. Akan tetapi mereka tidak menjawab peringatan Luth. Mereka meragukan seruan tersebut dan tidak membenarkannya.

وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ

wa laqad rāwadụhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a’yunahum fa żụqụ ‘ażābī wa nużur

37. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Allah menjelaskan kejahatan mereka yan buruk yang mereka layak untuk diadzab, dan kaum tersebut berbuat sesuatu yang menjijikkan yaitu sodomi. Oleh sebab itu turun para malaikat untuk mengadzab mereka; Dimana mereka (kaum Luth) datang kepada Luth dengan segera agar tamu Luth mau diajak untuk melakukan sesuatu yang menjijikkan sebagaimana kebiasaan buruk mereka. Maka Allah butakan mata-mata mereka masing-masing dan Allah hilangkan penglihatannya, sehingga mereka tidak melihat apa-apa, kemudian dikatakan kepada mereka : Rasakanlah adzab-Ku, yang kalian telah meragukannya, tidak membenarkannya, dan tidak peduli dengan peringatan dari Nabi kalian Luth.

وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُسْتَقِرٌّ

wa laqad ṣabbaḥahum bukratan ‘ażābum mustaqirr

38. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.

Allah menjelaskan bahwa mereka orang-orang pendosa dari kaum Luth diturunkan adzab pada waktu subuh berlangsung terus menerus sampai pagi buta; Dimana mereka Allah binasakan dengan batu-batu yang diturunkan kepada mereka dan para malaikat mengangkat negeri-negeri mereka ke langit kemudian dijungkir balikkan ke bumi sehingga jadilah atas mereka menjadi di bawah mereka.

فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ

fa żụqụ ‘ażābī wa nużur

39. Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad yassarnal-qur`āna liż-żikri fa hal mim muddakir

40. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

39-40. Telah berlalu tafsirnya pada ayat 16 dan 17 dari surat ini.

وَلَقَدْ جَاءَ آلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُ

wa laqad jā`a āla fir’aunan-nużur

41. Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman.

كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذْنَاهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُقْتَدِرٍ

każżabụ bi`āyātinā kullihā fa`akhażnāhum akhża ‘azīzim muqtadir

42. Mereka mendustakan mukjizat Kami semuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa

41-42. Allah mengabarkan bahwa keluarga fir’aun lari dari peringatan-peringatan, telah didatangkan ayat-ayat Allah dan dibacakan kepada mereka, akan tetapi mereka malah mendustakan seluruh ayat-ayat Allah; Oleh karenanya Allah binasakan mereka dengan menenggelamkan mereka, Allah binasakan mereka dengan kebinasaan yang keras yang tidak ada yang dapat melemahkan Allah.

أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِنْ أُولَٰئِكُمْ أَمْ لَكُمْ بَرَاءَةٌ فِي الزُّبُرِ

a kuffārukum khairum min ulā`ikum am lakum barā`atun fiz-zubur

43. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu

Allah menakuti-nakuti orang-orang kafir Mekkah dengan berkata : Apakah kalian wahai orang-orang yang mendustkan lagi sombong dimana kalian telah mendustkan Rasulullah Muhammad ﷺ; Lebih baik dan lebih banyak pelindung dan penghalang (dari adzab) kalian daripada umat-umat sebelum kalian ?, tentu jawabannya adalah tidak, kalian tidaklah lebih kuat dibandungkan mereka (umat-umat yang terdahulu), tidak juga jumlah kalian, atau apakah kalaian memiliki kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah sehingga mengokohkan pendirian kalian yang berlepas diri dari Rasul ﷺ, dan kalian tidak mau mengambil dari Rasul ﷺ karena sebab kekufuran kalian ?

أَمْ يَقُولُونَ نَحْنُ جَمِيعٌ مُنْتَصِرٌ

am yaqụlụna naḥnu jamī’um muntaṣir

44. Atau apakah mereka mengatakan: “Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang”.

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ

sayuhzamul-jam’u wa yuwallụnad-dubur

45. Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

44-45. Allah mengabarkan mereka orang-orang kafir karena sebab keangkuhan mereka, mereka berkata : Kami semua berada dalam satu kelompok, kami akan saling menolong satu sama lain bagi siapa yang memusuhi kami. Allah mencerai beraikan mereka, dan Allah mengabarkan bahwa seluruh musyrik Mekkah akan ditaklukkan dan dipukul mundur di hadapan kaum muslimin, dan ini adalah apa yang terjadi di perang badar. Sungguh sempurna petolongan Allah atas islam; Dipukul mundur seluruh musuh dan terbunuh dedengkot mereka seperti Abu Jahl dan yang semisal dengannya, dengan ditawan tujuh puluh orang dari mereka, inilah keadaan orang-orang kafir dan keangkuhannya, celaka mereka semua.

بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّ

balis-sā’atu mau’iduhum was-sā’atu ad-hā wa amarr

46. Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Allah memperingatan orang-orang kafir dan mengabarkan bahwasanya apa yang turun kepadanya dari adzab di dunia hanyalah pembukaan (mukaddimah) dari apa yang mereka akan tunggu dari adzab di hari kiamat, dan adzab itu tidak diragukan lagi lebih besar, buruk dan keras dari apa yang mereka alami pada perang badar; Adzab tersebut adalah bagian yang kekal di neraka.

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ

innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su’ur

47. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

yauma yus-ḥabụna fin-nāri ‘alā wujụhihim, żụqụ massa saqar

48. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”

47-48. Allah menjelaskan bahwa orang-orang pendosa dan yang melanggar aturan-aturan Allah dengan syirik dan maksiat; Mereka dalam kesesatan dan dosa serta keangkuhan dan kesombongan di kehidupan dunia, dan mereka di akhirat di neraka yang menyala-nyala yang akan membakar tubuh-tubuh mereka dan juga hati-hati mereka. Muka mereka akan diseret menuju jahannam dengan penghinaan, dan dikatakan kepada mereka dengan maksud menyiksa dan kasar : Rasakanlah oleh kalian dari adzab panasnya api neraka dan siksaannya sebagai balasan yang layak atas pendustaan kalian kepada Rasulullah dari setiap apa yang datang kepadanya.

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

innā kulla syai`in khalaqnāhu biqadar

49. Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Allah menjelaskan bahwa setiap apa yang ada pada kehidupan ini telah ditakdirkan dan ditulis di Lauhul Mahfudz sejak dahulu, dan Allah memberikan kepada makhluk-Nya kewajiban yang dengannya Allah ciptakan mereka.

وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ

wa mā amrunā illā wāḥidatung kalam-ḥim bil-baṣar

50. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.

Allah mengabarkan dengan agungnya kuasa-Nya dengan berkata : Dan tidaklah urusan Kami dalam menciptakan dan mewujudkan kecuali hanya Kami katakan “jadilah” maka jadi, maka datang seperti sekejap mata.

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا أَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

wa laqad ahlaknā asy-yā’akum fa hal mim muddakir

51. Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Ketahuilah wahai orang-orang Quraisy bahwa Kami membinasakan yang semisal dengan kalian dari orang-orang yang mendustakan para Nabi mereka dari umat-umat tedahulu, dan memusnahkan dari akar-akarnya sebagaiamana sunnah Kami pada kaum-kaum semisal mereka, dengan adzab yang keras dan dengan beraneka ragam wasilah; Apakah kalian pada kaum-kaum ini tidak mengambil pelajaran ?

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ

wa kullu syai`in fa’alụhu fiz-zubur

52. Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan

وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ

wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar

53. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

52-53. Allah menjelaskan bahwa seluruh amalan mereka orang-orang kafir telah dihitung; Maka segala yang mereka perbuat dari kaum (yang ada) baik maupun buruk telah tercatat dan terjaga dan akan dihisab oleh malaikat pencatat amalan. Kemudian Allah menjelaskan bahwa seluruh dari amalan-amalan makhluk, ucapannya, perbuatannya dan tindak-tanduk dari makhluk telah ditetapkan di Lauhul Mahfudz baik urusan kecil maupun besar, yang nampak maupun tersembunyi.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar

54. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai,

فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيكٍ مُقْتَدِرٍ

fī maq’adi ṣidqin ‘inda malīkim muqtadir

55. di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.

54-55. Allah menutup surat ini dengan penyebutan kemuliaan-Nya dan kebaikan-Nya bagi orang-orang yang bertakwa dimana mereka takut kepada Allah, Allah mengabarkan bahwa mereka akan memasuki surga pada hari kiamat dan bersenang-senang di dalamnya yang terdapat kebun-kebun yang besar, dan sungai-sungai yang luas. Mereka duduk di tempat yang mulia, tidak ada kesia-siaan dan dosa, mereka dekat dengan Raja Yang Agung, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya. Dan tidak diragukan bahwa kenikmatan itu tergantung dari apa yang dinikmati.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!