Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat ath-Thur

وَالطُّورِ

Arab-Latin: waṭ-ṭụr

Terjemah Arti: 1. Demi bukit,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah bersumpah dengan beberapa dari makhluk-Nya, maka Allah bersumpah dengan Thur, ia adalah gunung yang penuh berkah, yang padanya Musa diajak Allah berbicara.

وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ

wa kitābim masṭụr

2. dan Kitab yang ditulis,

فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ

fī raqqim mansyụr

3. pada lembaran yang terbuka,

2-3. Allah bersumpah dengan Al Qur’an Al Adzhim yang ditulis di kulit yang tipis, dan terhampar, sehingga nampak bagi siapapun yang melihatnya.

وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ

wal-baitil-ma’mụr

4. dan demi Baitul Ma’mur,

Allah bersumpah dengan Baitul Ma’mur yang para malaikat tinggal (di sana) dan berthawaf padanya.

وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ

was-saqfil-marfụ’

5. dan atap yang ditinggikan (langit),

Allah bersumpah dengan langit yang menjulang tinggi.

وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ

wal-baḥril-masjụr

6. dan laut yang di dalam tanahnya ada api,

Allah bersumpah dengan lautan yang berkobar padanya api yang menyala-nyala pada hari kiamat.

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ

inna ‘ażāba rabbika lawāqi’

7. sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,

مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ

mā lahụ min dāfi’

8. tidak seorangpun yang dapat menolaknya,

7-8. Allah kemudian mendatangkan jawaban bagi sumpah-Nya, Allah mengabarkan bahwa adzab Rabbmu wahai Nabi, tidak ada yang mencegah bagi siapa yang ditimpakan dengannya dari mereka orang-orang kafir yang mendustakan Rasul, tidak ada yang menghalanginya dengan penghalang apapun, dan tidak juga ada bagi mereka jalan keluar.

يَوْمَ تَمُورُ السَّمَاءُ مَوْرًا

yauma tamụrus-samā`u maurā

9. pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,

Ketahuilah wahai manusia bahwa adzab yang nyata ini, yaitu pada hari yang terguncang padanya langit dan menjadi tidak teratur sebagaimana biasa, kemudian bergoncang dengan goncangan yang dahsyat pada hari itu.

وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا

wa tasīrul-jibālu sairā

10. dan gunung benar-benar berjalan.

Pada hari itu gunung-gunung longsor dari posisinya dan berjalan dari tempat asalnya sebagaimana berjalannya awan.

فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ

fa wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn

11. Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

الَّذِينَ هُمْ فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ

allażīna hum fī khauḍiy yal’abụn

12. (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan,

11-12. Allah mengabarkan bahwa kecelakaan dan kesengsaraan pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran; Yang mereka dalam kehidupannya (di dunia) dalam kondisi lalai dan tidak bermanfaat (bermain-main). Mereka tidak ingat akan hari perhitungan, dan mereka tidak takut akan adzab.

يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا

yauma yuda”ụna ilā nāri jahannama da”ā

13. pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya.

Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan pada hari itu dijebloskan ke dalam neraka dengan sangat kejam.

هَٰذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ

hāżihin-nārullatī kuntum bihā tukażżibụn

14. (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.

Kemudian dikatakan kepada mereka orang-orang yang mendustakan dengan nada mencela dan merendahkan: Inilah neraka yang kalian telah dustakan di dunia dan kalian akan tinggal di dalamnya.

أَفَسِحْرٌ هَٰذَا أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُونَ

a fa siḥrun hāżā am antum lā tubṣirụn

15. Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?

Kemudian dikatakan kepada mereka orang-orang kafir dengan nada celaan : Apakah neraka dan adzab ini yang kalian telah saksikan adalah termasuk sihir ? Sebagaimana kalian telah katakan kepada Rasul dan kitab-Nya di dunia : Ini adalah sihir, ataukah kalian pura-pura buta dari ini, sebagaimana kalian buta dari kebenaran di dunia ?. Ketahuilah bahwa adzab ini ada nyata dan bukan sihir.

اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

iṣlauhā faṣbirū au lā taṣbirụ, sawā`un ‘alaikum, innamā tujzauna mā kuntum ta’malụn

16. Masukklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

Kemudian dikatakan kepada mereka : Masuklah kalian ke dalam neraka, dan cobalah apinya dan dahsyatnya, serta bersabar atau tidak kalian atasnya, sama saja. Karena tidak ada hentinya bagi kalian adzab sebagai balasan apa yang kalian kerjakan dari kesyirikan, kedustaan dan kemaksiatan.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa na’īm

17. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,

فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

fākihīna bimā ātāhum rabbuhum, wa waqāhum rabbuhum ‘ażābal-jaḥīm

18. mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.

17-18. Ketika Allah telah jelaskan keadaan orang-orang yang berdosa, Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang beriman yang bertakwa, yang mereka adalah orang-orang yang bertakwa ketika di dunia dengan mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dimana Allah juga mengabarkan balasan bagi mereka dengan surga, yang mereka menikmati apa yang ada di dalamnya. Kemudian Allah mengabarkan keadaan mereka yang berlezat-lezat dan menikmati apa yang Allah berikan kepada mereka, yang mereka belum pernah melihat sebelumnya, belum pernah mendengar dan belum pernah terbesit dalam hati manusia. Mereka semua bergembira karena Allah jadikan mereka orang-orang yang berhasil lolos dari adzab Allah.

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

kulụ wasyrabụ hanī`am bimā kuntum ta’malụn

19. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”,

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ ۖ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ

muttaki`īna ‘alā sururim maṣfụfah, wa zawwajnāhum biḥụrin ‘īn

20. mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Allah menjelaskan sebagian apa yang mereka dapat dari kenikmatan di surga; Allah mengabarkan bahwa mereka bertelekan di atas dipan-dipan mereka yang di hias dengan macam-macam hiasan; Berderet-deret sebagian yang lain bagi sebagian yang lainnya. Allah mengabarkan bahwa istri-istri mereka adalah bidadari, dan di sana terdapat para wanita yang terkumpul padanya sifat-sifat indah pada mereka, dan indah secara dzahir maupun bathin. Allah persiapkan para wanita itu bagi mereka hamba-Nya yang beriman yang diberikan nikmat di surga yang penuh kenikmatan; Mereka akan diberikan tambahan atas istrinya yang di dunia, dengan para wanita yang Allah ciptakan indah dari bidadari-bidadari.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

wallażīna āmanụ wattaba’at-hum żurriyyatuhum bi`īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min ‘amalihim min syaī`, kullumri`im bimā kasaba rahīn

21. Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Allah mengabarkan mereka orang-orang yang beriman yang masuk surga, dan anak-anak keturunan mereka yang mengikuti mereka dengan keimanan; Maka sungguh Allah berikan kenikmatan kepada mereka dengan nikmat yang sempurna karena bahwasanya mereka diikuti oleh keturunan-keturunan mereka yang mencintai mereka dengan keimanan dimana keturunan-keturunan mereka memuliakan bapak-bapak mereka. Meskipun anak-anak keturunan mereka tidak sampai pada derajat amalan bapak-bapak meeka. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia tidak mengurangi sedikitpun balasan dari amalan-amalan mereka, dan Allah menjelaskan bahwa segala urusan itu tergantung kepada amalan dan terhalangi dengan sebab amalan pula, dan Allah yang membalas amalan mereka.

وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

wa amdadnāhum bifākihatiw wa laḥmim mimmā yasytahụn

22. Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.

يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْسًا لَا لَغْوٌ فِيهَا وَلَا تَأْثِيمٌ

yatanāza’ụna fīhā ka`sal lā lagwun fīhā wa lā ta`ṡīm

23. Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.

22-23. Allah menjelaskan dari sisi yang lain dari kenikmatan penghuni surga; Allah mengabarkan bahwa Dia menambahkan akan keinginan mereka dari buah-buahan yang lezat, dan daging yang baik, dan dari setiapa apa yang mereka inginkan dan minta. Mereka saling mengambil apa yang di antaa mereka dari gelas-gelas yang berisi khamr, dan mereka saling menikmatinya, Allah menambahkan kenikmatan pada mereka. Bahwasanya khamr surga tidak sama sebagaimana khamr di dunia, ia tidak menghilangkan akal, dan juga membuat akal kosong (mabuk); Di antara mereka tidak ada kesia-siaan dalam ucapan yang bathil, sebagaimana manusia yang meminum khamr di dunia, yang mereka (penghuni surga) merasakan kegembiraan dan kelezatan.

۞ وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ

wa yaṭụfu ‘alaihim gilmānul lahum ka`annahum lu`lu`um maknụn

24. Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.

Allah menjelaskan dari sisi yang lain akan kenikmatan penghuni surga; Allah mengabarkan bahwa di dalam surga terdapat para pemuda yang berkeliling untuk melayani mereka, dan menyerahkan makanan dan minuman, mereka (para pelayan) keindahan dan kebagusan mereka seolah-olah mirip dengan mutiara yang terjaga dalam kerang-kerangnya yang tak pernah tersentuh dengan tangan, dan wajahnya muda bersih menyenangkan dan lembut.

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ

wa aqbala ba’ḍuhum ‘alā ba’ḍiy yatasā`alụn

25. Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.

قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ

qālū innā kunnā qablu fī ahlinā musyfiqīn

26. Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”.

فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ

fa mannallāhu ‘alainā wa waqānā ‘ażābas-samụm

27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ

innā kunnā ming qablu nad’ụh, innahụ huwal-barrur-raḥīm

28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.

25-28. Setelah Allah mensifatkan kenikmatan yang mereka hidup di dalam surga, Allah mengabarkan bahwa mereka (penghuninya) bertanya satu sama lain; Mereka berkata : Sungguh kami ketika berada di tengah-tengah keluarga kami, merasa takut dengan Allah, kami takut dari adzab dan hukuman-Nya; Sehingga Allah mempersilahkan kami dan membalas kami dengan adzab yang buruk yaitu neraka jahannam yang panas sangat apinya. Kemudian mereka berkata : Sesungguhnya kami sebelumnya hanyalah beribadah kepada Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan kami memohon agar diselamatkan dari adzab neraka yang buruk. Sungguh Allah Maha Memiliki Kebaikan yang banyak dan Maha Lembut, Maha Kasih Sayang yang luas kasih sayang-Nya.

فَذَكِّرْ فَمَا أَنْتَ بِنِعْمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلَا مَجْنُونٍ

fa żakkir fa mā anta bini’mati rabbika bikāhiniw wa lā majnụn

29. Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.

Allah memerintahkan Nabi-Nya ﷺ agar mengingatkan kaumnya dengan Al Qur’an yang agung ini, dan tidak perlu memperdulikan akan ucapan mereka (orang-orang musyrik), maka sungguh engkau (Muhammad ﷺ) diberikan kenikmatan berupa kenabian dan kekuatan akal, yang ngkau bukanlah dukun yang mengetahui sesuatu yang ghaib, atau orang yang gila yang tidak memiliki akal, sebagaimana mereka (orang-orang musyrik) klaim; Maka wajib bagimu untuk terus menerus berdakwah, dan kokoh di atas apa yang engkau sebagai peringatan, ancaman dan petunjuk, dan jangan engkau pedulikan ucapan mereka yang menuduh engkau gila atau tukang sihir atau pendusta.

أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ

am yaqụlụna syā’irun natarabbaṣu bihī raibal-manụn

30. Bahkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya”.

Kemudian Allah mengingkari mereka orang-orang musyrik yang keras kepala atas apa yang mereka telah katakan kepada Muhammad ﷺ bahwa Muhammad adalah seorang penyair, dan Allah akan menimpakan kepada mereka fenomena-fenomena zaman, dari kematian dan kefanaan, dan dai akibat apa yang mereka telah perbuat dan yang telah diseru kepada mereka.

قُلْ تَرَبَّصُوا فَإِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُتَرَبِّصِينَ

qul tarabbaṣụ fa innī ma’akum minal-mutarabbiṣīn

31. Katakanlah: “Tunggulah, maka sesungguhnya akupun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu”.

Katakanlah wahai Nabi Allah kepada orang-orang musyrik : Tunggulah kematian dan kefanaan, dan akupun juga menunggu akibat dari urusanku dan perintah Allah kepada kalian, kalian akan mengetahui adzab untuk kalian, dan bagi siapa yang diturunkan oleh Allah pertolongan dan bagi siapa yang ditimpakan oleh Allah adzab.

أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَامُهُمْ بِهَٰذَا ۚ أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

am ta`muruhum aḥlāmuhum bihāżā am hum qaumun ṭāgụn

32. Apakah mereka diperintah oleh fikiran-fikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?

أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ ۚ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ

am yaqụlụna taqawwalah, bal lā yu`minụn

33. Ataukah mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman.

فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ

falya`tụ biḥadīṡim miṡlihī ing kānụ ṣādiqīn

34. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.

32-34. Allah mencela mereka orang-orang musyrik dengan berkata : Apakah benar mereka diperintahkan oleh akal-akal mereka (dimana mereka mengklaim keselamatan bagi mereka) dengan sebesar-besar kedustaan dan mengada-ngada ?!. Ataukah mereka adalah kaum yang melampaui batas yang membolehkan melanggar batasan-batasan yang ditetapkan Allah dengan kafir, berdusta dan mengada-ngada ?!. Ataukah mereka mengatakan : Sungguh Muhammad ﷺ telah mengada-ngada akan Al Qur’an ini dari dirinya sendir ?! Dan sebab dari kebohongan mereka ini : Mereka kufur dan menolak, dan meninggalkan untuk beriman kepada Allah, dan mereka mengikuti atas apa yang ada pada nenek moyang mereka. Maka jika mereka orang-orang musyrik jujur atas ucapan mereka : Bahwa Muhammad telah mengada-ngada pada Al Qur’an ini dari dirinya sendiri, maka wajib bagi mereka (dan mereka adalah orang-orang yang fasih bahasa arab) untuk mendatangkan dengan wujud serupa dengan Al Qur’an, ini adalah batas akhir (yang mereka tidak akan mungkin bisa berupaya) dan kelemahan bagi mereka, serta menampakkan akan kebathilan ucapan mereka yang mengada-ngada dan kebohongan mereka.

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

am khuliqụ min gairi syai`in am humul-khāliqụn

35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

Kemudian Allah berpindah dengan mencela dengan celaan lain, Allah berkata : Apakah mereka orang-orang musyrik keluar untuk hidup dengan keindahan dan kesempurnaan yang tiba-tiba tanpa permulaan dari bentuk mereka yang kemudian mereka menjadi sebaik-baik rupa, sebagaimana penganut kepercayaan Dahriyyun (meyakini alam ada tanpa pencipta) dan Thabi’iyyun ? Ataukah mereka diciptakan oleh diri-diri mereka sendiri dengan bentuk sempurna dan sesempurna-sempurnanya bentuk ?

أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ بَلْ لَا يُوقِنُونَ

am khalaqus-samāwāti wal-arḍ, bal lā yụqinụn

36. Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

Kemudian Allah berpindah dengan mencela dengan celaan lain, Allah berkata : Apakah mereka yang menciptakan langit dan bumi ? Karena tidak mungkin bagi akal berkata : Keduanya adalah ciptaanku, akan tetapi mereka bukanlah orang-orang yang yakin dengan adanya Tuhan bagi mereka.

أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ

am ‘indahum khazā`inu rabbika am humul-muṣaiṭirụn

37. Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?

Kemudian Allah tetap mengulangi celaan-Nya kepada mereka : Apakah di sisi mereka orang-orang musyrik memiliki kunci-kunci dari perbendaharaan Rabbnya dari kenabian dan rizki; Sehingga mereka dapat memberikan sebagaimana yang mereka kehendakai dan menahannya ?! Ataukah mereka adalah orang-orang yang kuasa atas ciptaan Allah dan kerajaan-Nya dengan menguasai dan menaklukan semua itu?

أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ ۖ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

am lahum sullamuy yastami’ụna fīh, falya`ti mustami’uhum bisulṭānim mubīn

38. Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.

Kemudian Allah mencela mereka dengan mengatakan : Apakah mereka memiliki tangga untuk membantu mereka naik ke langit dan mendengar ucapan para malaikat dan menampakkan pada mereka hal-hal yang ghaib ?! Maka silahkan mendatangkan apa yang mereka dengar dari sesuatu di langit dengan bukti yang nyata yang mereka saksikan.

أَمْ لَهُ الْبَنَاتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ

am lahul-banātu wa lakumul-banụn

39. Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?

Kemudian Allah mencela mereka dengan mengatakan : Ataukah Allah memiliki anak perempuan? Sebagaimana klaim mereka yang mengada-ngada dengan kebohongan dan ataukah Allah memiliki anak laki-laki? Dan ini adalah pensucian Allah dari tuduhan tersebut yang mereka menggigau, dan sesat akal-akal mereka. Maka Allah cela mereka, karena mereka telah bersumpah dengan cara menghina Allah.

أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ

am tas`aluhum ajran fa hum mim magramim muṡqalụn

40. Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?

Kemudian Allah mencela mereka dengan mengatakan : Apakah engkau meminta kepada mereka wahai Nabi Allah atas upah untuk menyampaikan kerisalahan Tuhanmu kepada mereka ?! Sehingga menjadikan mereka atas upah ini beban yang berat dan melelahkan ?!

أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ

am ‘indahumul-gaibu fa hum yaktubụn

41. Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?

Kemudian Allah mencela mereka dengan celaan yang lain dengan mengatakan : Apakah mereka menyeru mengetahui sesuatu yang ghain, kemudian mereka tulis untuk manusia dan mengabarkan akan pengetahuan ghaib mereka ?! Apakah sungguh demikia ?!

أَمْ يُرِيدُونَ كَيْدًا ۖ فَالَّذِينَ كَفَرُوا هُمُ الْمَكِيدُونَ

am yurīdụna kaidā, fallażīna kafarụ humul-makīdụn

42. Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya.

Allah masih terus mencela mereka dengan berkata : Apakah mereka menginginkan untuk mendustakanmu dan mengada-ngada atas namamu wahai Nabi Allah untuk mencela mu; Sehingga merusak dakwahmu ?! Kecelakaan dan makar yang mereka perbuat dan akan kembali kepada mereka, dan keburukan mereka akan kembali kepada mereka, mereka adalah orang-orang yang kalah dan terhantam.

أَمْ لَهُمْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

am lahum ilāhun gairullāh, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn

43. Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Kemudian Allah mencela mereka dengan mengatakan : Apakah mereka memiliki tuhan yang berhak untuk diibadahi selain Allah? Allah mensucikan diri-Nya dari penyekutuan mereka dengan berhala-berhala mereka.

وَإِنْ يَرَوْا كِسْفًا مِنَ السَّمَاءِ سَاقِطًا يَقُولُوا سَحَابٌ مَرْكُومٌ

wa iy yarau kisfam minas-samā`i sāqiṭay yaqụlụ saḥābum markụm

44. Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: “Itu adalah awan yang bertindih-tindih”.

Dan di antara kemaksiatan yang paling maksiat dari mereka orang-orang musyrik dan dari pelanggaran mereka adalah jika mereka melihat adzab dengan yakin ke arah langit, pandangan mereka berpaling ke bumi dengan mengatakan : Ini adalah awan yang saling bertumpuk sebagiannya bagi sebagian yang lain, dengan kata lain mereka semestinya melihat bukti atas kebesaran Allah, dan menetapkan wujud Allah untuk merubah akal-akal mereka yang telah terkunci dan mata-mata mereka yang buta.

فَذَرْهُمْ حَتَّىٰ يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي فِيهِ يُصْعَقُونَ

fażar-hum ḥattā yulāqụ yaumahumullażī fīhi yuṣ’aqụn

45. Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,

Allah memerintahkan Rasul-Nya ﷺ agar meninggalkan mereka orang-orang musyrik untuk menyeru mereka dan mengurusi mereka, dan agar tidak tersibukkan dengan mereka. Dimana Nabi telah dakwahkan namun mereka tetap di atas kekafiran, sehingga datang hari yang mereka celaka di hari tersebut, dan kemudian mereka akan dibalas pada hari itu atas keburukan mereka, itulah hari kiamat. Ini adalah hiburan bagi Nabi ﷺ, dan bukan maksudnya terdapat larangan untuk mengingatkan dan berdakwah kepada mereka, akan tetapi Allah melarang untuk bersedih atas perlakuan mereka.

يَوْمَ لَا يُغْنِي عَنْهُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

yauma lā yugnī ‘an-hum kaiduhum syai`aw wa lā hum yunṣarụn

46. (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong.

وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَابًا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

wa inna lillażīna ẓalamụ ‘ażāban dụna żālika wa lākinna akṡarahum lā ya’lamụn

47. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

46-47. Pada hari yang menggoncangkan itu, tidaklah berguna tipuan mereka yang mereka berusaha menipu Rasul ﷺ di dunia. Dan mereka tidak ada penolong yang menolong mereka dari adzab Allah di akhirat. Kemudian Allah mengabarkan bahwa mereka yang dzalim kepada diri-diri mereka sendiri dengan kekufuran dan maksiat mereka akan di adzab di dunia bukan hanya di hari kiamat, akan tetapi mereka kebanyakan tidak mengetahui apa yang telah Allah siapkan bagi mereka di dunia dan akhirat.

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

waṣbir liḥukmi rabbika fa innaka bi`a’yuninā wa sabbiḥ biḥamdi rabbika ḥīna taqụm

48. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ

wa minal-laili fa sabbiḥ-hu wa idbāran-nujụm

49. dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).

48-49. Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya ﷺ untuk bersabar atas celaan mereka orang-orang musyrik, dan tidak perlu memperdulikan mereka, dan agar menjalankan perintah dan larangan Allah, dan menyampaikan apa yang Allah utus. Sungguh yang dilihat Allah dari Nabi-Nya adalah amalannya, dan Allah melingkupi dan menjaga Nabi ﷺ. Kemudian Allah memerintahkan untuk bersabar dengan mensucikan-Nya dari apa yang tidak pantas bagi-Nya. Dan agar Nabi bertasbih ketika tidur atau ketika berada dalam majelis atau ketika mengerjakan shalat. Dan agar memperbanyak bertasbih dan shalat di sebagian malam, dan ketika bintang telah muncul membelakangi langit yaitu pada akhir malam dan sebelum shalat fajar.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!