Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Qaf

ق ۚ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ

Arab-Latin: qāf, wal-qur`ānil-majīd

Terjemah Arti: 1. Qaaf Demi Al Quran yang sangat mulia.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini dimulai dengan huruf muqatha’ah dan ia adalah huruf Qaf, dan telah berlalu atas huruf muqatha’ah pada permulaan surat Al Baqarah. Kemudian huruf (Qaf) ini dijadikan nama bagi surat. Kemudian Allah bersumpah dengan Al Qur’an Al Majid, yaitu yang memiliki kemuliaan, ketinggian dan keagungan. Sungguh engkau wahai Nabi ﷺ diutus oleh Kami dan dibenarkan atas dakwahmu yang dari Rabbmu, yaitu dari dakwah akan hari kebangkitan, hisab, balasan, dan ini adalah jawaban bagi sumpah.

بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ

bal ‘ajibū an jā`ahum munżirum min-hum fa qālal-kāfirụna hāżā syai`un ‘ajīb

2. (Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”.

Allah mengabarkan bahwasanya orang-orang kafir yang mendustakan Rasul ﷺ mereka merasa heran dengan kedatangan pemberi peringatan dari kalangan manusia yaitu Muhammad ﷺ, yang memberi peringatan kepada mereka akan hari kebangkitan, lalu kemudian mereka mendustakannya mengingkarinya, mereka berkata: Sungguh hari kebangkitan jangan kau berbicara tentangnya wahai Muhammad, sangat mengherankan dan asing, serta jauh.

أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ۖ ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ

a iżā mitnā wa kunnā turābā, żālika raj’um ba’īd

3. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.

Allah menjelaskan tentang sisi keheranan mereka, mereka berkata: Apakah jika suatu saat nanti kami mati wahai Muhammad, tertimbun jasad-jasad kami dengan tanah, Apakah kami akan dihidupkan kembali serta akan dikembalikan sebagaimana kami saat ini ? Kemudian mereka menjawab: Tidak akan mungkin atas hal itu; Bahkan mereka berkata: Kembalinya kami di dunia ini untuk hidup adalah sebuah kemustahilan; Mustahil akan hal itu; Karena akal kami berpendapat adanya kedustaan.

قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ ۖ وَعِنْدَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ

qad ‘alimnā mā tangquṣul-arḍu min-hum, wa ‘indanā kitābun ḥafīẓ

4. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat).

Allah menjawab atas ucapan-ucapan mereka dengan berkata: Ketahuilah wahai orang-orang kafir bahwasanya Kami mengetahui dengan sebenar-benar pengetahuan, dengan apa yang bumi ia memakan jasad-jasad manusia yang mati; Tidak ada kesesatan dari Kami sesuatu pun atas hal itu, karena di sisi Kami terdapat satu kitab yang terjaga yang di dalamnya berisi seluruh perihal hamba; Tidak akan luput sesuatu apapun darinya; meskipun sebelum datangnya kematian mereka (yaitu para hamba) maupun setelah kematian mereka. Dan kitab ini adalah Lauhul Mahfudz.

بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ

bal każżabụ bil-ḥaqqi lammā jā`ahum fa hum fī amrim marīj

5. Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.

Allah menjelaskan buah yang buruk dan hina atas kedustaan mereka yaitu pengingkaran mereka akan Al Quran ketika telah datang kepada mereka, yang kemudian mereka menjadikan urusan yang ada di dalam Al Qur’an perselisihan yaitu dalam urusan kitab Allah dan rasul-Nya. Karena sebab mereka meyakini sebagaimana peninggalan-peninggalan para pendahulu mereka, yang melekat pada pikiran-pikiran mereka dan juga hawa nafsu-hawa nafsu mereka karena tidak mau dituntut untuk terbebani dengan syariat.

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ

a fa lam yanẓurū ilas-samā`i fauqahum kaifa banaināhā wa zayyannāhā wa mā lahā min furụj

6. Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?

Allah memulai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya, dengan berkata: Tidaklah mereka orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan melihat langit ini yang di atas mereka, memikirkannya bagaimana bisa ditinggikan dengan tanpa tiang, kemudian Kami menghiasi langit tersebut dengan bintang-bintang dan matahari yang tidak ada padanya keretakan maupun celah !? .

وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

wal-arḍa madadnāhā wa alqainā fīhā rawāsiya wa ambatnā fīhā ming kulli zaujim bahīj

7. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata,

Begitu juga tidakkah mereka orang-orang yang mendustakan hari kebangkitan melihat bumi ini yang terhampar dan kami jadikan gunung padanya dengan kokoh, agar tidak terguncang, dan kami jadikan padanya sungai-sungai dan lautan serta kami tumbuhkan padanya beraneka ragam tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang menjadikan bergembira bagi orang-orang yang memandangnya?! .

تَبْصِرَةً وَذِكْرَىٰ لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

tabṣirataw wa żikrā likulli ‘abdim munīb

8. untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).

Allah menjelaskan bahwasanya dia menciptakan apa yang tersebut ini dan setiap apa yang dilihat bagi orang-orang yang memiliki akal, dan tidak ragu bahwasanya Allah mampu menciptakan segala sesuatunya dari ketiadaan dan juga tidak ada yang melemahkannya atas urusan hari kebangkitan. Kaum musyrikin terheran-heran dan memandang hal itu jauh.

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

wa nazzalnā minas-samā`i mā`am mubārakan fa ambatnā bihī jannātiw wa ḥabbal-ḥaṣīd

9. Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,

Allah mengulang dalam menjelaskan bukti-bukti kekuasaannya, Allah mengabarkan bahwasanya dia menurunkan dari langit hujan yang banyak penuh berkah, yang baik dan bermanfaat, kemudian Allah menumbuhkan dengan hujan ini kebun-kebun yang banyak yang di dalamnya terdapat banyak pepohonan, diantaranya yang dipanen dari gandum, dari jagung, dari biji-bijian dan selainnya.

وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ

wan-nakhla bāsiqātil lahā ṭal’un naḍīd

10. dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,

Allah menjelaskan bahwasanya dia menumbuhkan dengan hujan ini apa yang Ia jadikan atas ciptaan-Nya dengan zaman yang panjang, seperti pepohonan kurma yang penuh dengan buah-buahan, yang saling bertindih satu sama lain.

رِزْقًا لِلْعِبَادِ ۖ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ

rizqal lil-‘ibādi wa aḥyainā bihī baldatam maitā, każālikal-khurụj

11. untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.

Allah menjelaskan bahwasanya Ia menumbuhkan buah-buahan ini melalui pepohonan agar menjadikan Rizki bagi manusia untuk memenuhi kebutuhannya, dan hujan ini turunkan dari langit yang satu negeri tercurahi dengan hujan, yang kemudian keluar padanya buah-buahan, tumbuh-tumbuhan. Allah mengeluarkan tumbuh-tumbuhan dari bumi tandus, dengan itu pula Allah mampu mengeluarkan jasad dari kuburnya untuk di hisab dan dibalas.

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ

każżabat qablahum qaumu nụḥiw wa aṣ-ḥābur-rassi wa ṡamụd

12. Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud,

Ketahuilah wahai nabi Allah bahwasanya di sana ada kaum dan umat yang mendustakan sebelum kaummu yang mereka mendustakan mu, maka kaum Nuh mendustakan nabi mereka, yang mendustakan pula kaum rhos yang mendustakan nabi mereka, begitu juga kaum tsamud yang mendustakan nabi mereka shalih.

وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ

wa ‘āduw wa fir’aunu wa ikhwānu lụṭ

13. dan kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth,

Begitu juga kaum Ad yang mendustakan nabi mereka Hud, begitu juga Firaun yang mendustakan beserta kaumnya, Musa. Begitu juga kaum Nabi Luth yang mendustakan mereka.

وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ ۚ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ

wa aṣ-ḥābul-aikati wa qaumu tubba’, kullung każżabar-rusula fa ḥaqqa wa’īd

14. dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.

Begitu juga penghuni negeri Aikah yang mereka mendustakan nabinya, begitu juga kaum yang setelahnya yang menolak nabi mereka. Maka setiap kaum ini mereka menolak para nabi mereka, dan tidak mengimani dengan apa yang datang dari nabi mereka yang dibawa dari sisi Allah. Maka wajib atas hal ini bagi mereka mendapatkan azab dari Allah dan berhak bagi mereka udah diadzab, maka peringatkan kaum mu wahai nabi Allah atas pengingkaran mereka yang berakibat tertimpanya mereka dengan apa yang menimpa kaum sebelum mereka.

أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ ۚ بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ

a fa ‘ayīnā bil-khalqil-awwal, bal hum fī labsim min khalqin jadīd

15. Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.

Kemudian Allah mengulangi pembicaraan atas urusan hari kebangkitan yang diingkari oleh umat-umat terdahulu, Allah berkata: Apakah kami lemah, ketika kami menciptakan mereka orang-orang musyrik pada pertama kalinya dan menjadikan mereka dari ketiadaan? Maka jika menciptakan dan mengadakan untuk pertama kalinya tidak memberatkan kami; Maka apakah mengembalikan mereka lebih susah bagi kami dan kuasa Kami? ; bahkan mereka orang-orang musyrik dalam keraguan atas kekuasaan Kami menciptakan mereka untuk kedua kalinya setelah kematian mereka dan kebinasaan mereka.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

wa laqad khalaqnal-insāna wa na’lamu mā tuwaswisu bihī nafsuh, wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd

16. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Dan di antara bukti kekuasaan Allah bahwasanya Allah menciptakan manusia dan menjadikannya ada dari ketiadaan, dan bahwasanya Allah mengetahui hal yang membahayakan, serta apa yang disembunyikan dalam hati. Sungguh Allah Maha Dekat daripada urat leher, yaitu urat yang mengalirkan darah yang terhubung kepada jantung, maka tiada yang tersembunyi bagi Allah sesuatu pun selamanya.

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

iż yatalaqqal-mutalaqqiyāni ‘anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli qa’īd

17. (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Allah mengabarkan bawa disana ada 2 malaikat yang mencatat seluruh amalan-amalan seorang hamba, salah satu di antara mereka ada di kanan untuk menulis amalan-amalan kebaikan, dan salah satunya lagi ada di kiri untuk menulis amalan-amalan buruk. Allah tidak membutuhkan pengkabaran atas amalan-amalan yang telah dicatat malaikat dari hamba-nya, akan tetapi Allah yang wajib dibutuhkan oleh makhluk-Nya.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

mā yalfiẓu ming qaulin illā ladaihi raqībun ‘atīd

18. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Allah menjelaskan bahwa apa yang manusia ucapkan maupun yang tidak diucapkan dari kebaikan maupun kejelekan, kecuali di sisi seorang hamba bersiap malaikat Raqib yang senantiasa hadir untuk menulis, atas apa yang dikatakan seorang hamba.

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ

wa jā`at sakratul-mauti bil-ḥaqq, żālika mā kunta min-hu taḥīd

19. Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

Maka sungguh telah datang kepadamu wahai manusia kesengsaraan dari kematian dan kengerian dengan sebenar-benarnya, yang tidak ada tempat untuk lari darinya, di mana engkau akan berusaha lari dan meloloskan diri darinya.

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ

wa nufikha fiṣ-ṣụr, żālika yaumul-wa’īd

20. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.

Allah mengabarkan bahwasanya akan ditiup sangkakala untuk kebangkitan, yaitu di mana hari yang Allah janjikan bagi orang-orang kafir dengan azab, dan Allah janjikan bagi orang-orang yang beriman dengan ganjaran.

وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

wa jā`at kullu nafsim ma’ahā sā`iquw wa syahīd

21. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.

Kemudian pada hari itu datang setiap jiwa bersamanya malaikat yang menuntunnya, yaitu yang menuntunnya menuju ke Allah dan menjadi saksi atas amalan mereka.

لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ

laqad kunta fī gaflatim min hāżā fa kasyafnā ‘angka giṭā`aka fa baṣarukal-yauma ḥadīd

22. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.

Kemudian dikatakan kepada orang-orang kafir pada hari ini : Sungguh engkau wahai hamba dalam keadaan lalai dari tempat kembali mu, maka kami akan menurunkan untuk engkau kelalaian dan meningkat serta membuka tabir yang menutupi hatimu. Allah menampakan pada hari ini kejelekan yang dipandang oleh orang-orang kafir yang mereka ingkari di dunia dari hari bangkitan dan pembalasan atas azab dan penghinaan.

وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ

wa qāla qarīnuhụ hāżā mā ladayya ‘atīd

23. Dan yang menyertai dia berkata: “Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku”.

Kemudian berkata para malaikat menguatkan sebagai wakil dengan tulisan amalan-amalannya: Inilah yang kami catat wahai Rabbku dari anak keturunan Adam, aku telah hadirkan catatan amalan mereka.

أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ

alqiyā fī jahannama kulla kaffārin ‘anīd

24. Allah berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,

Allah berbicara kepada para malaikat yang menuntun dan para saksi dengan berkata : Lemparkan mereka ke dalam neraka, yaitu mereka orang-orang kafir yang menolak ketauhidan kepada Allah dan hari perjumpaan dengan-Nya, yang mereka adalah orang-orang yang sombong.

مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ

mannā’il lil-khairi mu’tadim murīb

25. yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu,

Di antara sifat orang-orang kafir adalah: Mereka mencegah dari kebaikan, mereka tidak bersungguh-sungguh dalam berwasiat; Bahkan mereka ragu atas janji Allah dan ancamannya.

الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ

allażī ja’ala ma’allāhi ilāhan ākhara fa alqiyāhu fil-‘ażābisy-syadīd

26. yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat”.

Di antara dari sifat orang-orang kafir adalah mereka menyekutukan Allah dalam peribadatan, maka mereka beribadah kepada selain Allah bersamaan dengan ibadah kepada-Nya. Kemudian Allah memerintahkan dua malaikat untuk mengambil orang-orang kafir dan memasukkannya ke dalam neraka jahannam, agar mereka merasakan azab yang keras.

۞ قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَٰكِنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ

qāla qarīnuhụ rabbanā mā aṭgaituhụ wa lāking kāna fī ḍalālim ba’īd

27. Yang menyertai dia berkata (pula): “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”.

Allah menyebutkan keburukan orang-orang kafir dan qarinnya (setan), dimana qorinnya berkata (yang ia menghiasi amalan yang buruk) : Sesungguhnya aku tidak melanggar perintahmu dan aku juga tidak kufur dan bermaksiat, akan tetapi orang kafir tersebutlah yang jauh dari petunjuk dan kebenaran.

قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ

qāla lā takhtaṣimụ ladayya wa qad qaddamtu ilaikum bil-wa’īd

28. Allah berfirman: “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu”.

Allah berkata janganlah kalian berselisih atas urusan hari ini, hari ini adalah hari pembalasan dan hisab; Maka tidak ada manfaatnya atas perdebatan dan perselisihan kalian. Dan telah berlalu peringatan bagi kalian dan telah diperingatkan kalian ketika di dunia melalui lisan para utusan-Ku yang diutus kepada kalian ketika kalian kufur kepada-Ku dan bermaksiat kepada-Ku.

مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

mā yubaddalul-qaulu ladayya wa mā ana biẓallāmil lil-‘abīd

29. Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku

Ketahuilah wahai orang-orang kafir bahwasanya Allah tidak menzalimi hamba-Nya yang tidak berdosa. Karena sebab Allah mengharamkan kedholiman atas diri-Nya.

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ

yauma naqụlu lijahannama halimtala`ti wa taqụlu hal mim mazīd

30. (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab: “Masih ada tambahan?”

Ingatlah wahai nabi Allah, pada hari di mana kami berkata kepada jahanam: Apakah sudah penuh? Maka neraka menjawab: Apakah ada lagi tambahan wahai Rabbku dari manusia atau jin? neraka menjawab dengan penuh adab. Maka pada keadaan ini di mana Allah mengetahui bahwasannya jahanam belum penuh sehingga meletakkan kakinya ke dalam neraka, dan neraka berkata: cukup cukup.

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ

wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīna gaira ba’īd

31. Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka).

Allah mengabarkan bahwasanya surga dekat bagi orang-orang yang bertakwa, di mana mereka menjadikan di antara mereka azab Allah dan pencegahannya, yaitu hamba tersebut mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan surga tidak jauh darinya.

هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ

hāżā mā tụ’adụna likulli awwābin ḥafīẓ

32. Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)

Kemudian dikatakan kepada mereka: Wahai orang-orang yang bertakwa sesungguhnya kenikmatan ini yang kalian telah lihat adalah apa yang dijanjikan oleh Allah, yang kalian menjauhkan diri dari maksiat menuju ketaatan kepada Allah, dengan banyak bertaubat, dan menjaga batasan-batasan Allah serta syariat-Nya.

مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

man khasyiyar-raḥmāna bil-gaibi wa jā`a biqalbim munīb

33. (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,

Ketika kemudian dikatakan kepada mereka: Ketahuilah bahwasanya kenikmatan ini adalah balasan bagi hamba yang takut kepada Allah dalam kesendirian maupun keramaian, mereka adalah orang-orang yang meluruskan hatinya untuk Allah yang istiqomah di atas ketaatan.

ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ

udkhulụhā bisalām, żālika yaumul-khulụd

34. masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.

Kemudian dikatakan kepada mereka: Masuklah kalian ke dalam surga dengan keselamatan, maka mereka memasukinya dengan keselamatan dari azab, dan kekalnya kenikmatan. Allah memberikan salam kepada mereka, beserta para malaikat. Itulah hari yang kekal, mereka kekal di dalam surga dan bertempat di dalamnya.

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

lahum mā yasyā`ụna fīhā wa ladainā mazīd

35. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.

Allah menjelaskan bahwasanya bagi mereka di surga ini setiap apa yang mereka inginkan dan seluruh apa yang mereka minta diberikan. Mereka memiliki tambahan berupa kenikmatan, yang ia adalah sebesar-besar nikmat yang didapatkan surga, yaitu melihat wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan mendengar ucapan Allah serta menikmati kedekatan dengannya dengannya, bergembira dengan keridhoan Allah atas mereka.

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُمْ بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِنْ مَحِيصٍ

wa kam ahlaknā qablahum ming qarnin hum asyaddu min-hum baṭsyan fa naqqabụ fil-bilād, hal mim maḥīṣ

36. Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?

Allah mengabarkan bahwasanya Allah membinasakan umat-umat yang terdahulu sebelum Quraisy, di mana mereka kaum yang kuat dan memiliki peninggalan di bumi. Mereka membangun benteng-benteng yang kokoh, dan rumah-rumah yang tinggi. Maka ketika datang adzab, maka leburlah semuanya, maka apakah bagi mereka ada celah, jalan keluar atau tempat untuk lari ?!

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

inna fī żālika lażikrā limang kāna lahụ qalbun au alqas-sam’a wa huwa syahīd

37. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.

Ketahuilah wahai manusia, apa yang mencelakakan bagi umat-umat yang lalu adalah sebagai peringatan bagi yang memiliki hati yang hidup dan akal yang sehat. Dan peringatan yang bermanfaat bagi siapa yang mau mendengar untuk dibacakan wahyu kepadanya, yaitu ia yang menghadirkan pemahaman, dan menghidupkan hati.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ

wa laqad khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmiw wa mā massanā mil lugụb

38. Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.

Allah mengabarkan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi beserta apa yang ada di dalamnya, yang Allah jadikan dari ketiadaan menjadi ada dengan tanpa permisalan yang telah lalu, pada enam masa dengan tanpa kepayahan. Tidak sebagaimana yang dikatakan oleh yahudi yang mengatakan : Bahwa Allah istirahat pada hari sabtu.

فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ

faṣbir ‘alā mā yaqụlụna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulụ’isy-syamsi wa qablal-gurụb

39. Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).

Allah mengabarkan kepada Nabi-Nya ﷺ agar bersabar atas ucapan mereka orang-orang musyrik yang dusta. Dan agar mensucikan Allah dari apa yang tidak pantas bagi-Nya, dan agar mendekatkan diri dengan ibadah dan ketaatan sebelum munculnya matahari yaitu waktu fajar, dan sebelum terbenamnya matahari, yaitu waktu ashar.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

wa minal-laili fa sabbiḥ-hu wa adbāras-sujụd

40. Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.

Allah juga memerintahkan untuk memperbanyak shalat di malam hari, dan agar bertasbih serta berdzikir selepas shalat.

وَاسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ الْمُنَادِ مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ

wastami’ yauma yunādil-munādi mim makāning qarīb

41. Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

Dengarlah wahai Nabi pada hari ditiupnya sangkakala untuk kebangkitan, yang didengar atas seluruh makhluk.

يَوْمَ يَسْمَعُونَ الصَّيْحَةَ بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ

yauma yasma’ụnaṣ-ṣaiḥata bil-ḥaqq, żālika yaumul-khurụj

42. (Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar (dari kubur).

Pada hari para makhluk mendengar tiupan ini, dan mereka semua tahu bahwa ini adalah hari kebangkitan. Dan hari dimana manusia keluar dari kubur-kubur mereka, dan dikumpulkan dalam satu barisan untuk dibalas dan dihisab.

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا الْمَصِيرُ

innā naḥnu nuḥyī wa numītu wa ilainal-maṣīr

43. Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

Allah menjelaskan apa yang menunjukkan kekuasaan-Nya, Allah mengabarkan bahwasanya Dialah yang menghidupkan makhluk dan mematikannya di dunia ketika telah datang ketetapan ajalnya. Dan kepadanyalah saja kembalinya hisab dan balasan di akhirat.

يَوْمَ تَشَقَّقُ الْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ۚ ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

yauma tasyaqqaqul-arḍu ‘an-hum sirā’ā, żālika ḥasyrun ‘alainā yasīr

44. (Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.

Ingatlah wahai manusia pada hari dibelahnya bumi maka keluarlah jasad-jasad dari kubur-kubur mereka dengan cepat menjawab seruan. Ketahuilah bahwa urusannya hanyalah terkumpul kepada Allah, dengan tanpa kesulitan dan halangan.

نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِجَبَّارٍ ۖ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ

naḥnu a’lamu bimā yaqụlụna wa mā anta ‘alaihim bijabbār, fażakkir bil-qur`āni may yakhāfu wa’īd

45. Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku.

Allah berkata kepada Nabi-Nya ﷺ : Kami lebih tahu atas Rasul-Nya atas apa yang dikatakan orang-orang kafir yang ingkar dengan hari kebangkitan serta mengolok-oloknya. Ketahuilah bahwa engkau tidaklah memiliki wewenang atas mereka.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!