Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat al-Fath

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Arab-Latin: innā fataḥnā laka fat-ḥam mubīnā

Terjemah Arti: 1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Allah memulai surat ini dengan kabar yang dikabarkan kepada Nabi ﷺ bahwa Allah menaklukkan dengan membuka dengan jelas dan nampak sebagai pemisah antara yang haq dan bathil. Yaitu sebuah perjanjian yang sempurna di Hudaibiyyah dan yang setelahnya adalah masuknya manusia dalam agama Allah secara berbondong-bondong.

لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta`akhkhara wa yutimma ni’matahụ ‘alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā

2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,

Ketahuilah wahai Nabi bahwa jihad, perjuangan dan sabar ini serta apa yang kamu bawa dalam penaklukkan ini Allah telah mudahkan bagimu; Agar Allah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang, dan agar Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dengan menampakkan agamamu (Islam); Dan juga agar Allah memberikan petunjuk kepadamu di atas jalan yang lurus yang tidak bengkok dan menyimpang.

وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا

wa yanṣurakallāhu naṣran ‘azīzā

3. dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).

Begitu juga jihad, kesabaran ini wahai Nabi Allah, Allah telah menolongmu dari musuh-musuh Allah dengan pertolongan yang sempurna, kokoh, dan tidak lemah dan juga meminta perlindungan dari selain-Nya.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

huwallażī anzalas-sakīnata fī qulụbil-mu`minīna liyazdādū īmānam ma’a īmānihim, wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu ‘alīman ḥakīmā

4. Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

Ketahuilah bahwa Allah dengan karunia dan kemuliaan-Nya, Dialah yang menurunkan ketenangan dan keridhaan atas hati seorang hamba yang beriman, agar tidak bergejolak jiwa-jiwa mereka, dan menyimpang dari perjanjian, agar Allah menambah ketenangan dalam keimanan yang bertambah atas keimanan yang sebelumnya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Allah memiliki tentara di langit dan bumi, dan Allah Maha Tahu terhadap ciptaan-Nya, tidak tersembunyi dari urusan-Nya sesuatu apapun, dan Allah Maha Bijaksana terhadap orang-orang yang dicintai-Nya.

لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا

liyudkhilal-mu`minīna wal-mu`mināti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa yukaffira ‘an-hum sayyi`ātihim, wa kāna żālika ‘indallāhi fauzan ‘aẓīmā

5. supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,

Allah menjelaskan bahwa Dia menurunkan ketenangan atas hati-hati orang-orang yang beriman dan menjadikan tentara-Nya baik di langit maupun di bumi dibawah kekuasaan-Nya dan kerajaan-Nya; Untuk supaya Allah memasukkan orang-orang beriman laki-laku dan perempuan ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawah pepohonan dan istananya sungai-sungai. Mereka tinggal di dalamnya dan tidak keluar selamanya, tidak berubah dan tidak juga binasa di dalam surga. Allah juga menghapuskan keburukan-keburukan mereka, dan menghilangkan dosa-dosa mereka. Dan di sisi Allah terdapat kemenangan yang besar.

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

wa yu’ażżibal-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikātiẓ-ẓānnīna billāhi ẓannas-saụ`, ‘alaihim dā`iratus-saụ`, wa gaḍiballāhu ‘alaihim wa la’anahum wa a’adda lahum jahannam, wa sā`at maṣīrā

6. dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.

Allah menjelaskan bahwa Allah mengadzab orang-orang munafik baik laki-laki maupun perempuan, laki-laki musyrik maupun perempuan yang mereka dengki kepada orang-orang yang beriman dan yang mereka menyerang kaum muslimin, dan yang mereka menyangka dengan sangkaan buruk kepada Allah yang bahwasanya mereka menganggap bahwa Allah tidak akan menolong agama-Nya, tidak juga meninggikan kalimat-Nya, dan Allah menjadikan pengikut kebenaran di atas pengikut kebathilan.

وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

wa lillāhi junụdus-samāwāti wal-arḍ, wa kānallāhu ‘azīzan ḥakīmā

7. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ketahuilah bahwasanya Allah memiliki tentara di langit dan di bumi, dan tidaklah tentara-tentara Tuhanmu diketahui kecuali hanya Dia yang mengetahui. dan Allah menolong hamba-hambanya yang beriman dari tentara tentara Allah. Dan sungguh Allah Maha gagah, Maha Kuat, yang menguasai segala sesuatu, yang memiliki hikmah dalam penciptaan-Nya dan membimbing para kekasihnya.

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

innā arsalnāka syāhidaw wa mubasysyiraw wa nażīrā

8. Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,

Ketahuilah wahai nabi Allah, bahwasanya Allah telah mengutusmu sebagai saksi atas umatmu dan engkaulah saksi atas keimanan, dan engkau juga sebagai saksi bagi orang-orang yang sombong dan kufur serta memusuhi dakwahmu, engkaulah penyampai kabar gembira bagi orang-orang yang sholeh yang mereka telah disiapkan oleh Allah surga dan balasan yang besar atas mereka, engkau juga sebagai orang yang memberi peringatan kepada pelaku maksiat dengan neraka dan adzab yang pedih dari Allah.

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

litu`minụ billāhi wa rasụlihī wa tu’azzirụhu wa tuwaqqirụh, wa tusabbiḥụhu bukrataw wa aṣīlā

9. supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

Dan sebagaimana Allah mengutusmu wahai nabi Allah, sebagai saksi atas umatmu dan sebagai pemberi kabar gembira, dan juga pemberi peringatan bagi mereka; Begitu juga Allah mengutusmu untuk berdakwah kepada manusia, yaitu menyeru kepada tauhid dan mengajarkan kepada mereka urusan-urusan agama mereka; Agar mereka beriman kepada Allah dan rasulnya dan agar mereka menolong agama Allah dan mengagungkan rasulnya serta mentaati dan menjalankan hak-haknya; dimana nabi disifati dengan kesempurnaan, disucikan dari kesyirikan dan dari kekurangan baik di awal maupun di akhir. Dan mereka terus menerus bertasbih kepada Allah dan mensucikan-Nya dari apa yang tidak pantas bagi-Nya.

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

innallażīna yubāyi’ụnaka innamā yubāyi’ụnallāh, yadullāhi fauqa aidīhim, fa man nakaṡa fa innamā yangkuṡu ‘alā nafsih, wa man aufā bimā ‘āhada ‘alaihullāha fa sayu`tīhi ajran ‘aẓīmā

10. Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

Ketahuilah wahai nabi Allah, bahwasanya mereka yang membaiatmu kemudian mati, mereka berada di jalan Allah mendapatkan surga-Nya dan digolongkan sebagai Syuhada yang mati di jalan Allah; sesungguhnya tidaklah mereka yang terbaik dan menepati perjanjian dengan Allah untuk taat kepadanya menjalankan perintahnya. Dan maksud dari bai’at ini adalah baiat Ridwan yang disempurnakan oleh Nabi di hudaibiyah di bawah pohon, dinamakan perjanjian atau baiat karena bertumpuknya tangan di atas tangan yang lain. Kemudian Allah menjelaskan bahwasanya barang siapa yang menyelisihi baiat ini setelah kesepakatan bersama, maka sungguh Allah akan mengadzabnya, Adapun barang siapa yang kokoh di atas perjanjiannya kepada Allah dan sabar ketika bertemu dengan musuh; maka Allah akan memberikan karunia balasan yang besar yaitu surga-Nya yang luas seluas bumi dan langit. Dan pada ayat ini menetapkan sifat tangan bagi Allah sesuai dengan kemuliaannya dengan tanpa menyerupakan dan menanyakan bagaimana nya.

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

sayaqụlu lakal-mukhallafụna minal-a’rābi syagalatnā amwālunā wa ahlụnā fastagfir lanā, yaqụlụna bi`alsinatihim mā laisa fī qulụbihim, qul fa may yamliku lakum minallāhi syai`an in arāda bikum ḍarran au arāda bikum naf’ā, bal kānallāhu bimā ta’malụna khabīrā

11. Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Allah mengabarkan kepada nabinya bahwasanya akan ada manusia yang menyelisihi beliau, yaitu keluar bersamamu wahai nabi Allah yang meminta udzur yang bohong; Di mana mereka akan berkata kepadamu: Kami tidak akan menyelisihi mu karena sebab kami memilih urusan yang menyibukkan kami dari harta harta kami dan keluarga kami; kemudian mereka meminta dari nabi agar nabi memohonkan ampun kepada Allah atas dosa ini, kemudian Allah menjelaskan bahwasanya mereka yang berkata ini hanyalah menipu dan memiliki kemunafikan, dan tidak ada kebenaran dalam hatinya, maka katakan kepada mereka wahai nabi Allah : Maka siapakah yang akan menghalangi kehendak Allah kepada kalian jika Allah berkehendak kepada kalian keburukan atau kebaikan ?, dan ketahuilah oleh kalian bahwasanya Allah Maha Mengetahui rahasia-rahasia kalian atas apa apa yang kalian sembunyikan; tidaklah tersembunyi bagi Allah sesuatupun atas amalan-amalan makhluk-Nya.

بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَىٰ أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا

bal ẓanantum al lay yangqalibar-rasụlu wal-mu`minụna ilā ahlīhim abadaw wa zuyyina żālika fī qulụbikum wa ẓanantum ẓannas-saụ`, wa kuntum qaumam bụrā

12. Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.

Allah mengabarkan bahwasanya urusannya tidak sebagaimana yang kalian klaim dan penjelasan kalian dalam minta udzur bukanlah karena tersibukkannya diri kalian atas harta harta dan anak-anak kalian (orang-orang munafik), akan tetapi hakikat urusan kalian: Bahwasanya kalian menyangka dengan sangkaan yang buruk; Dimana kalian menyangka bahwasanya musuh akan mengalahkan Rasulullah dan siapa yang bersamanya dari orang-orang yang beriman. Maka janganlah kalian menyangka demikian, sungguh setan telah membuat indah sangkaan kalian dalam hati-hati kalian sampai kalian menyangka demikian, dan sungguh kalian adalah kaum yang celaka, yang fasik, yang tidak ada kebaikan pada diri kalian.

وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا

wa mal lam yu`mim billāhi wa rasụlihī fa innā a’tadnā lil-kāfirīna sa’īrā

13. Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.

Ketahuilah Wahai Manusia bahwasanya barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, membenarkan utusannya dengan apa yang didatangkan kepadanya; Maka dia telah kafir dan berhak untuk mendapatkan azab Allah dengan adzab yang pedih di neraka yang menyala-nyala apinya.

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ, yagfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wa kānallāhu gafụrar raḥīmā

14. Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ketahuilah Bahwasanya Allah saja yang memiliki kerajaan di langit maupun di bumi, dan apa yang ada pada keduanya, Allah menghukumi keduanya dengan apa yang Allah inginkan, maka Allah mengampuni bagi siapa yang mentauhidkan Allah dan beriman kepada-Nya, dan mengadzab bagi siapa yang kufur serta bermaksiat kepadanya. Dialah Allah yang memiliki banyak ampunan bagi hamba-Nya yang berdosa, yang telah bertaubat dan yang memiliki banyak rahmat kepada hamba-Nya yang memohon ampun kepada-Nya.

سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ ۖ يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ ۚ قُلْ لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ ۖ فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا

sayaqụlul-mukhallafụna iżanṭalaqtum ilā magānima lita`khużụhā żarụnā nattabi’kum, yurīdụna ay yubaddilụ kalāmallāh, qul lan tattabi’ụnā każālikum qālallāhu ming qabl, fa sayaqụlụna bal taḥsudụnanā, bal kānụ lā yafqahụna illā qalīlā

15. Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu”; mereka hendak merubah janji Allah. Katakanlah: “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan: “Sebenarnya kamu dengki kepada kami”. Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

Allah mengabarkan kepada nabi-Nya atas apa yang akan dikatakan oleh mereka yang menyelisihi yaitu mereka badui, yang keluar bersamamu; Setelah Allah menyingkap keburukan sangkaan mereka, mereka mencari cara agar mereka dapat pulang dengan selamat menuju Mekkah; Sungguh mereka akan berkata kepadamu: Jika engkau telah pergi bersama sahabatmu wahai Muhammad, menuju harta ghanimah khaibar yang Allah telah janjikan kepada kalian maka panggilah kami, kami akan keluar bersama kalian untuk membantu kalian mengumpulkan harta ghanimah tersebut. Tujuan mereka atas hal ini adalah merubah janji Allah kepada kalian, akan harta-harta rampasan perang khaibar yang diperuntukkan bagi saksi-saksi yang ikut perang hudaibiyah; Maka katakan kepada mereka wahai Nabi Allah: Kalian tidak akan keluar bersama kami karena Allah kabarkan kepada kami bahwasanya harta-harta rampasan khaibar adalah milik saksi-saksi yang ikut pada perjanjian hudaibiyah dan ini adalah hukuman bagi kalian atas maksiat yang telah kalian kerjakan dengan penolakan kalian yaitu keluarnya kalian ke Mekah, dan karena sebab keburukan sangkaan kalian yang menginginkan untuk berkata: Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kami keluar bersama kalian; akan tetapi kalian adalah orang-orang yang menahan kami karena hasad dengan sebab harta-harta ghanimah ini. Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwasanya urusannya tidak sebagaimana yang mereka klaim; Bahkan sesungguhnya mereka adalah suatu kaum yang berjalan di muka bumi dengan kebodohan, mereka tidak faham atas urusan urusan agama kecuali hanya sedikit.

قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَىٰ قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ ۖ فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا ۖ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

qul lil-mukhallafīna minal-a’rābi satud’auna ilā qaumin ulī ba`sin syadīdin tuqātilụnahum au yuslimụn, fa in tuṭī’ụ yu`tikumullāhu ajran ḥasanā, wa in tatawallau kamā tawallaitum ming qablu yu’ażżibkum ‘ażāban alīmā

16. Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”.

Katakanlah wahai nabi Allah kepada mereka yang menyimpang dari jihad dan peperangan : Kalian akan diajak untuk berperang melawan kaum yang memiliki kekuatan dan keras dalam berperang, kalian akan memerangi mereka, maka mungkin kalian akan selamat dan mungkin kalian akan kalah. Maka jika kalian memenuhi seruan untuk berperang maka Allah akan memberikan balasan kebaikan di dunia berupa harta rampasan perang dan di akhirat dimasukkan dalam surga dan tinggal di dalamnya, dan jika kalian menolak sebagaimana alasan kalian sebelumnya dalam perang hudaibiyah; maka Allah akan mengazab kalian dengan azab dengan azab yang pedih, di dunia terhina, terbunuh dan tertawan sedangkan di akhirat diazab dengan azab neraka dan itulah seburuk buruk tempat kembali.

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا

laisa ‘alal-a’mā ḥarajuw wa lā ‘alal-a’raji ḥarajuw wa lā ‘alal-marīḍi ḥaraj, wa may yuṭi’illāha wa rasụlahụ yudkhil-hu jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, wa may yatawalla yu’ażżib-hu ‘ażāban alīmā

17. Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.

Allah menyebutkan orang-orang yang meminta udzur yang hakiki, menjelaskan bahwasanya tidak ada dosa bagi mereka untuk tidak berjihad, sedangkan keimanan dan amal saleh mereka sama sebagaimana keimanan dari selain mereka yang berperang bersamaan Nabi. Allah menyebutkan sebagian dari orang-orang yang meminta uzur adalah orang buta, cacat, sakit, kemudian Allah menjelaskan bahwasanya orang-orang yang mentaati Allah dan rasulnya dalam mengerjakan perintah-perintah keduanya ( Allah dan rasul ) serta menjauhi apa yang Allah dan Rasul-Nya larang; maka sungguh mereka akan memasuki surga yang mengalir di bawahnya pepohonan dan istananya sungai-sungai. Adapun mereka yang menolak dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya maka mereka terjatuh ke dalam dosa dan maksiat, diantaranya adalah orang-orang yang menyelisihi jihad di jalan Allah, maka sungguh Allah akan mengazabnya dengan azab yang mengerikan, menyakitkan, yang tidak diketahui kecuali Allah yang maha kuasa.

۞ لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

laqad raḍiyallāhu ‘anil-mu`minīna iż yubāyi’ụnaka taḥtasy-syajarati fa ‘alima mā fī qulụbihim fa anzalas-sakīnata ‘alaihim wa aṡābahum fat-ḥang qarībā

18. Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).

Allah mengabarkan bahwa Allah Ridho dengan orang-orang yang beriman ketika mereka membaiat Rasul untuk berjihad dan mati di jalan Allah, dan mereka waktu itu di bawah pohon yang terletak di hudaibiyah. Ini adalah baiat yang dinamakan dengan baiatur ridwan; kemudian Allah menjelaskan sebab dari keridhaan-nya pada mereka yang bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati-hati mereka yaitu dari kejujuran, keimanan dan keikhlasan; maka Allah menurunkan ketenangan bagi mereka dan ketetapan langkah-langkah mereka, dan sebagai pengganti atas amalan mereka Allah memberikan penaklukan yang dekat kepada musuh Allah yaitu ditaklukkannya khaibar, yang Allah berikan setelah perjanjian hudaibiyah sebagai balasan bagi mereka atas perjanjian tersebut.

وَمَغَانِمَ كَثِيرَةً يَأْخُذُونَهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

wa magānima kaṡīratay ya`khużụnahā, wa kānallāhu ‘azīzan ḥakīmā

19. Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah mengabarkan bahwasanya Dia memberikan kepada mereka rezeki rupa harta-harta rampasan perang yang mereka dapatkan dari harta harta peninggalan yahudi khaibar, Allah Maha Kuat dan Maha bijak dalam menjaga urusan makhluk-Nya.

وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

wa ‘adakumullāhu magānima kaṡīratan ta`khużụnahā fa ‘ajjala lakum hāżihī wa kaffa aidiyan-nāsi ‘angkum, wa litakụna āyatal lil-mu`minīna wa yahdiyakum ṣirāṭam mustaqīmā

20. Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.

Ketahuilah Bahwasanya Allah menjanjikan kepada kalian wahai orang-orang yang beriman harta-harta rampasan perang yang banyak yang diambil setelah penaklukan, yang Allah sempurnakan dihadapan kalian pada suatu saat nanti, dan diantara karunia yang diberikan kepada kalian adalah Allah menyegerakan harta rampasan perang kepada kalian dengan tanpa jihad dan juga tanpa peperangan, pada saat itu Allah memberikan rasa takut di hati-hati mereka ( yahudi ) ; di mana Allah bukakan benteng-benteng mereka yang kemudian mereka menyerah. ketahuilah bahwa karunia Allah yang diberikan kepada kalian dengan cepat dan mencukupi untuk kalian adalah sebagai tanda bahwasanya Nabi kalian adalah orang yang benar, dan bahwasanya Allah menjaga kalian, menolong kalian, serta memberikan petunjuk yaitu jalan yang terang di antara jalan yang menyimpang.

وَأُخْرَىٰ لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

wa ukhrā lam taqdirụ ‘alaihā qad aḥāṭallāhu bihā, wa kānallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīrā

21. Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allah menjelaskan bahwasanya dia menjanjikan pada kalian harta-harta rampasan perang yang lainnya, tapi tidak sama dengan kondisi yang sebelumnya, maksudnya adalah Fathul Mekah; dimana Allah membukakan kepada kalian setelah peperangan sebelumnya, dan diantara karunia Allah adalah menjaga kalian, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatunya, Allah tidak dapat dilemahkan dengan sesuatu apapun baik di bumi maupun di langit.

وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

walau qātalakumullażīna kafarụ lawallawul-adbāra ṡumma lā yajidụna waliyyaw wa lā naṣīrā

22. Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong.

Ketahuilah wahai orang-orang yang beriman bahwasanya seandainya kalian berperang yaitu memerangi orang-orang kafir dari penduduk Mekkah, sungguh mereka tidak akan melawan kalian (berhadapan secara langsung) dan juga mereka tidak akan bertahan dalam peperangan, mereka akan mencoba menyerang kalian dari belakang; maka ketika tidak mereka dapati celah untuk berperang memerangi kalian, dan tidak ada juga penolong yang menolong mereka atas kalian, mereka akan berhenti memerangi kalian.

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

sunnatallāhillatī qad khalat ming qabl, wa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlā

23. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

Ketahuilah bahwasanya ini semua adalah sunnatullah yang telah diberikan kepada umat-umat sebelumnya yaitu pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang beriman. Maka jika mereka kokoh di atas perintah-perintah Allah, Allah akan menghinakan orang-orang kafir. Dan itu adalah sunnatullah yang tetap abadi dan tidak didapati bahwasanya sunnatullah tergantikan, serta tidak akan didapati bahwasanya sunnatullah akan berubah.

وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

wa huwallażī kaffa aidiyahum ‘angkum wa aidiyakum ‘an-hum bibaṭni makkata mim ba’di an aẓfarakum ‘alaihim, wa kānallāhu bimā ta’malụna baṣīrā

24. Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Ketahuilah Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ ۚ وَلَوْلَا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

humullażīna kafarụ wa ṣaddụkum ‘anil-masjidil-ḥarāmi wal-hadya ma’kụfan ay yabluga maḥillah, walau lā rijālum mu`minụna wa nisā`um mu`minātul lam ta’lamụhum an taṭa’ụhum fa tuṣībakum min-hum ma’arratum bigairi ‘ilm, liyudkhilallāhu fī raḥmatihī may yasyā`, lau tazayyalụ la’ażżabnallażīna kafarụ min-hum ‘ażāban alīmā

25. Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)nya. Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang yag kafir di antara mereka dengan azab yang pedih.

Allah menjelaskan bahwasanya orang-orang kafir Mekah mereka adalah orang-orang yang menolak ke-Maha Tunggalan Allah, dan mendustakan Rasul-Nya, dan memalingkan kalian untuk tidak umroh dan thawaf di Ka’bah, serta menahan kalian dari menyembelih hewan kalian. Setiap perbuatan mereka orang-orang kafir adalah kezaliman dan permusuhan, dan kalau tidak karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Akan tetapi Allah tidak mengizinkan kalian untuk memerangi mereka disebabkan kasih sayang Allah terhadap orang-orang yang beriman dan orang-orang yang lemah di Mekah.

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

iż ja’alallażīna kafarụ fī qulụbihimul-ḥamiyyata ḥamiyyatal-jāhiliyyati fa anzalallāhu sakīnatahụ ‘alā rasụlihī wa ‘alal-mu`minīna wa alzamahum kalimatat-taqwā wa kānū aḥaqqa bihā wa ahlahā, wa kānallāhu bikulli syai`in ‘alīmā

26. Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ingatlah wahai manusia pada hari dijadikannya hati mereka orang-orang kafir sombong tidak mau menerima kebenaran; Mereka menolak untuk menulis perjanjian di secarik kertas: Bismillahirohmanirohim; mereka menolak untuk menetapkan kerisalahan Muhammad, dan menolak orang-orang yang masuk dalam barisan kaum muslimin yang mereka datang dari kelompoknya. Maka Allah menurunkan ketenangan keridhaan di dalam hati orang-orang yang beriman. Mereka orang-orang beriman menetapi syarat-syarat yang terdapat di dalam perjanjian hudaibiyah sebagai pengagungan kepada Allah untuk menetapi di atas perjanjian. Dan mereka tetap menetapi kalimat Taqwa yaitu Lailahaillallah dan hak-haknya. Sungguh Allah Maha Tahu atas segala sesuatu, tidaklah tersembunyi dari-Nya meskipun sebesar biji atom di langit maupun di bumi.

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

laqad ṣadaqallāhu rasụlahur-ru`yā bil-ḥaqq, latadkhulunnal-masjidal-ḥarāma in syā`allāhu āminīna muḥalliqīna ru`ụsakum wa muqaṣṣirīna lā takhāfụn, fa ‘alima mā lam ta’lamụ fa ja’ala min dụni żālika fat-ḥang qarībā

27. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.

Allah mengabarkan akan memberikan Wahyu kepada rasulnya di dalam mimpi beliau; di mana nabi melihat dalam mimpinya masuk ke dalam Mekkah dan berthawaf di Ka’bah, maka beliau mengabarkan akan hal ini kepada para sahabatnya; beliau mengabarkan kepada sahabatnya untuk meyakinkan bahwasanya mimpinya adalah kebenaran yang akan terwujud di tahun ini.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

huwallażī arsala rasụlahụ bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓ-hirahụ ‘alad-dīni kullih, wa kafā billāhi syahīdā

28. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Ketahuilah wahai manusia bahwa Allah dialah yang mengutus nabi nya Muhammad dengan petunjuk yaitu ilmu yang bermanfaat yang menunjuki dari jalan kesesatan, dan melindungi sesuatu yang berbahaya dan beliau juga membawa agama yang benar yaitu agama Islam untuk meninggikan kalimatullah di atas semua agama. Cukuplah Allah yang jadi saksi atas kebenaran yang dibawa oleh utusan-Nya.

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

muḥammadur rasụlullāh, wallażīna ma’ahū asyiddā`u ‘alal-kuffāri ruḥamā`u bainahum tarāhum rukka’an sujjaday yabtagụna faḍlam minallāhi wa riḍwānan sīmāhum fī wujụhihim min aṡaris-sujụd, żālika maṡaluhum fit-taurāti wa maṡaluhum fil-injīl, kazar’in akhraja syaṭ`ahụ fa āzarahụ fastaglaẓa fastawā ‘alā sụqihī yu’jibuz-zurrā’a liyagīẓa bihimul-kuffār, wa’adallāhullażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti min-hum magfirataw wa ajran ‘aẓīmā

29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Allah menutup ini dengan menyebutkan rasuNya dan para sahabatnya yang mereka semua adalah pilihan Allah. Allah menjelaskan bahwa mereka keras terhadap orang-orang kafir dan berlepas diri dari mereka, mereka adalah orang-orang yang berkasih sayang terhadap sebagian yang lain sebagaimana jasad yang satu. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Dan Allah tidak menyelisihi segala janji-janji-Nya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!