Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Surat Muhammad

الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ

Arab-Latin: allażīna kafarụ wa ṣaddụ ‘an sabīlillāhi aḍalla a’mālahum

Terjemah Arti: 1. Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka.

Terjemahan Tafsir Bahasa Indonesia

Surat ini dimulai dengan penjelasan akan buruknya balasan bagi orang-orang kafir, dan balasan yang baik bagi orang-orang yang beriman; Allah mengabarkan bahwa mereka yang menolak untuk masuk islam dan memalingkan manusia dari agama Allah, mereka adalah orang-orang kafir quraisy dan yang semisal dengan mereka; Allah menghapuskan amalan mereka yang mereka dahulu memuliakan manusia sebagaimana memuliakan tamu dan bersilaturahmi, yang mereka beramal dengan kebaikan kecuali kekufuran yang bersama mereka menjadikan amalan-amalan mereka terhapus dan lenyap.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۙ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

wallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa āmanụ bimā nuzzila ‘alā muḥammadiw wa huwal-ḥaqqu mir rabbihim, kaffara ‘an-hum sayyi`ātihim wa aṣlaḥa bālahum

2. Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.

Allah mengabarkan bahwa mereka yang bersedekah karena Allah, beramal dengan amalan shalih dan bersaksi bahwa apa yang datang dari Muhammad ﷺ adalah kebenaran; Maka barangsiapa yang kondisinya demikian maka Allah hapuskan keburukan-keburukan dari mereka yang telah mereka kerjakan, dan Allah memperbaiki keadaan mereka; Dimana Allah memberikan petunjuk kepada amalan yang baik dan murni niat mereka dan tujuan-tujuan mereka.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا اتَّبَعُوا الْبَاطِلَ وَأَنَّ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّبَعُوا الْحَقَّ مِنْ رَبِّهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ لِلنَّاسِ أَمْثَالَهُمْ

żālika bi`annallażīna kafaruttaba’ul-bāṭila wa annallażīna āmanuttaba’ul-ḥaqqa mir rabbihim, każālika yaḍribullāhu lin-nāsi amṡālahum

3. Yang demikian adalah karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang bathil dan sesungguhnya orang-orang mukmin mengikuti yang haq dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.

Allah menjelaskan bahwa kesesatan ini adalah sebab mereka yang kufur dan mengikuti kebathilan, dimana setan membujuk mereka, yang akhirnya mereka menyekutukan Allah, beramal di atas kemaksiatan, adapun hidayah untuk orang-orang yang beriman menghapuskan keburukan karena sebab mereka mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka dan kemudian beriman kepada Allah saja dan kepada Rasulullah ﷺ, serta beramal dengan amalan shalih yang dicintai oleh Allah dan diridhai-Nya. Permisalan seperti ini adalah menjelaskan keadaan orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang kafir telah dijelaskan oleh Allah kepada manusia akan permisalan dan keadaan mereka yang merugi dan selamat bagi yang beriman. Agar manusia dapat mengambil pelajaran dan menempuh jalan keselamatan serta menjauhkan dari jalan kesesatan dan kerugiaan.

فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ۚ ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ

fa iżā laqītumullażīna kafarụ fa ḍarbar-riqāb, ḥattā iżā aṡkhantumụhum fa syuddul-waṡāqa fa immā mannam ba’du wa immā fidā`an ḥattā taḍa’al-ḥarbu auzārahā, żālika walau yasyā`ullāhu lantaṣara min-hum wa lākil liyabluwa ba’ḍakum biba’ḍ, wallażīna qutilụ fī sabīlillāhi fa lay yuḍilla a’mālahum

4. Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Allah memerintahkan orang-orang yang beriman ketika bertemu dengan orang-orang kafir di peperangan yang berkecamuk agar mengajak orang-orang kafir masuk islam; Jika mereka mengabaikan ketika terjadi peperangan, maka wajib bagi kalian untuk menyerang leher-leher mereka, dan terus dalam keadaan menyerang sampai mereka binasa karena terbunuh, setelah itu ikatlah mereka sebagai tawanan perang, kemudian tunggulah sampai keadaan mereka membaik dan berikan pilihan yaitu mungkin dengan menjadi budak, dibunuh atau membayar fidyah, ini semua dikerjakan oleh pemimpin, maka wajib bagi kalian mengerjakan hal ini hingga selesai peperangan, ketahuilah bahwa yang telah disebutkan sebelumnya dari hukum-hukum adalah kebenaran yang diperintahkan Allah kepada kalian. Seandainya Allah berkehendak Allah mampu menghukumi kafir secara langsung dengan tanpa menuntut kepada kaum muslimin untuk berperang dan jihad, akan tetapi Allah menginginkan menginginkan adzab dengan tangan-tangan kaum muslimin dan dengannya memerintahkan kalian untuk berjihad, sebagai pelajaran bagi kalian dan mereka serta untuk menolong agama dan syariat Allah. Kemudian Allah mengabarkan bahwa mereka yang membunuh di jalan Allah tidak akan Allah hapuskan amalan-amalan mereka.

سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ

sayahdīhim wa yuṣliḥu bālahum

5. Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,

وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ

wa yudkhiluhumul-jannata ‘arrafahā lahum

6. dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka.

5-6. Allah menejelaskan bahwa mereka para syuhada karena sebab ketaatan mereka akan diberikan petunjuk menuju keridhaan-Nya dan jalan untuk sampai ke surga, dan Allah akan perbaiki urusan dunia dan akhiratnya serta hati-hati dan niat-niat mereka, kemudian di akhirat mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh nikmat sepanjang mereka mengingingkan memasukinya. Allah telah mengabarkan dan mensifati kenikmatan tersebut kepada mereka, sehingga mereka rindu dan ingin masuk surga, dan mereka bergegas dalam beramal untuk mendapatkan kemenangann yang mengantarkan kepada surga, yang di antaranya adalah jihad di jalan Allah dan Allah juga telah mengabarkan kedudukan mereka di surga, maka jika mereka memasukinya mereka akan langsung pergi menuju ke dalam derajat/kedudukan yang telah ditentukan secara langsung.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

yā ayyuhallażīna āmanū in tanṣurullāha yanṣurkum wa yuṡabbit aqdāmakum

7. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.

Allah menjanjikan hamba-hamba-Nya yang beriman yaitu mereka yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya ﷺ dan beramal dengan segera ketika bertempur dan tawadhu ketika berjihad dan bukan karena dendam dalam menolong agama Allah. Allah akan menolong mereka dan memberikan bantuan, dan mengokohkan kaki-kaki mereka; Maka sungguh pertolongan akan datang dengan kekokohan dan kesabaran.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ

wallażīna kafarụ fa ta’sal lahum wa aḍalla a’mālahum

8. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.

Adapun mereka yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ mereka adalah orang-orang yang celaka, lemah dan merugi. Maka Allah tidak memberikan pahala atas amalan-amalan mereka.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

żālika bi`annahum karihụ mā anzalallāhu fa aḥbaṭa a’mālahum

9. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.

Allah menjelaskan bahwa adzab bagi mereka adalah nyata karena sebab mereka membenci dan marah terhadap apa yang telah Allah turunkan kepada Nabi-Nya ﷺ dari Al Qur’an Al Adzim; Allah hapuskan amalan-amalan mereka dan meniadakannya; Sehingga tidak bermanfaat amalan-amalan tersebut di dunia dan tidak juga di akhirat. Telah dijadikan dalil hukum oleh sebagian ulama pada ayat ini atas siapa yang membenci sesuatu dari apa yang telah Allah turunkan, maka dia telah kafir.

۞ أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۖ وَلِلْكَافِرِينَ أَمْثَالُهَا

a fa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna ‘āqibatullażīna ming qablihim, dammarallāhu ‘alaihim wa lil-kāfirīna amṡāluhā

10. Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu.

Allah mencela kafir Mekkah dengan berkata : Apakah kalian tidak berjalan di muka bumi dan melihat dengan mata-mata kalian pelajaran akibat dan musibah-musibah dari kaum-kaum sebelumnya yang mendustakan para utusan mereka sebagaimana Ad, Tsamud, dan kaum Luth ?! Sungguh Allah membinasakan mereka dan mengadzab mereka serta menimpakan kepada mereka keburukan karena sebab kesyirikan, pengingkaran kepada para Nabi mereka, yang telah mereka lakukan. Dan agar mereka tahu bahwa ini adalah akhir dari kesombongan mereka dan kedustaan kepada Nabi Allah.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَىٰ لَهُمْ

żālika bi`annallāha maulallażīna āmanụ wa annal-kāfirīna lā maulā lahum

11. Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.

Ketahuilah wahai manusia bahwa yang menyebabkan keberhasilah orang-orang yang beriman dan kemuliaan mereka dan juga adzab bagi orang-orang kafir adalah, bahwa Allah adalah Tuan bagi orang-orang beriman dan Penolong bagi mereka. Sedangkan orang-orang yang kafir kepada Allah dan mengingkari ayat-ayat Allah, maka tidak ada bagi mereka penolong, dan yang mencegah mereka dari adzab Allah yang pedih.

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ

innallāha yudkhilullażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, wallażīna kafarụ yatamatta’ụna wa ya`kulụna kamā ta`kulul-an’āmu wan-nāru maṡwal lahum

12. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.

Allah menyebutkan dengan lembut dan penuh kasih sayang kepada orang-orang yang beriman dan dengan penuh kemurkaan kepada orang-orang kafir, Allah mengabarkan bahwa akan memasukkan mereka yang beriman kepada Allah dan membenarkan kerisalahan utusan Allah ﷺ dan beramal dengan amalan shalih ke dalam surga yang mengalir di bawah pepohonan dan istananya sungai-sungai sebagai bentuk pemuliaan kepada mereka, dan bagi orang-orang kafir yang bermain-main di dunia yang fana, dan mereka berfoya-foya dengan kenikmataannya sebagaimana hewan ternak maka akhir dari balasannya adalah kekekalan mereka di neraka jahannam yang akan menjadi tempat tinggal mereka.

وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً مِنْ قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَ أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ

wa ka`ayyim ming qaryatin hiya asyaddu quwwatam ming qaryatikallatī akhrajatk, ahlaknāhum fa lā nāṣira lahum

13. Dan betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.

Kemudian Allah menghibur Nabi-Nya ﷺ agar tidak bersedih atas apa yang menimpanya dari celaan kaumnya dan karena dikeluarkannya Nabi dari negerinya Mekkah, yang beliau sangat mencintainya dan lahir di dalamnya kemudian hidup selama 53 tahun di Mekkah; Allah mengabarkan bahwa banyak dari negeri yang penduduknya lebih kuat daripada negerimu yang engkau telah dikeluarkan darinya dan kecelakaan bagi negeri tersebut karena sebab penghuninya yang kufur dan sombong. Dan tidak ada penolong dan tidak [ula yang mampu mencegah bagi mereka yang kafir.

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ

a fa mang kāna ‘alā bayyinatim mir rabbihī kaman zuyyina lahụ sū`u ‘amalihī wattaba’ū ahwā`ahum

14. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (shaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?

Allah menyebutkan bahwa tidak dapat disamakan antara siapa yang mudah dalam beramal dan kehidupannya di atas petunjuk dan dalil dari Allah dan ilmu atas perintah-perintah-Nya dan antara siapa yang setan telah membuat indah keburukan dari sebuah amalan serta mengikuti hawa nafsunya di atas segalanya. Tidak ragu lagi keduanya tidak dapat disamakan selamanya.

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

maṡalul-jannatillatī wu’idal-muttaqụn, fīhā an-hārum mim mā`in gairi āsin, wa an-hārum mil labanil lam yatagayyar ṭa’muh, wa an-hārum min khamril lażżatil lisy-syāribīn, wa an-hārum min ‘asalim muṣaffā, wa lahum fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa magfiratum mir rabbihim, kaman huwa khālidun fin-nāri wa suqụ mā`an ḥamīman fa qaṭṭa’a am’ā`ahum

15. (Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?

Ketahuilah bahwa sifat dari surga yang Allah telah janjikan bagi orang-orang yang bertakwa; Padanya terdapat sungai-sungai dari air yang baik yang tidak berubah, dan sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai dari madu yang tidak didapati kekurangan. Padanya juga terdapat buah-buahan yang beraneka macam, dan nikmat yang paling besar adalah ridha Allah dan ampunan bagi mereka atas dosa dan balasannya; Bahkan dosa-dosa mereka digantikan dengan kebaikan sebagai kemulian dan kebaikan dari Allah. Maka apakah penghuni surga keadaannya sama dengan penghuni nereka dalam tempat yang mereka tidak akan keluara di dalamnya selamanya, dan penghuni neraka diberikan air mendidih sehingga sama dalam balasan atas keduanya ? Kemudian dikembalikan kondisi mereka untuk diadzab kembali.

وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ حَتَّىٰ إِذَا خَرَجُوا مِنْ عِنْدِكَ قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مَاذَا قَالَ آنِفًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ

wa min-hum may yastami’u ilaīk, ḥattā iżā kharajụ min ‘indika qālụ lillażīna ụtul-‘ilma māżā qāla ānifā, ulā`ikallażīna ṭaba’allāhu ‘alā qulụbihim wattaba’ū ahwā`ahum

16. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.

Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwa di antara mereka orang-orang munafik ada yang mendengarkan ucapanmu tanpa mengumpulkannya di dalam hatinya barang sesuatupun, sehingga jika dia keluar dari majelismu berkata mereka (munafik) atas orang-orang yang berilmu yang hadir dalam majelismu dengan penghinaan : Apa yang sebenarnya Muhammad katakan barusan ? Ketahuilah bahwa mereka adalah orang-orang munafik yang Allah tutup hati-hati mereka, mereka tidak akan paham kebenaran dan tidak pula kebenaran dapat memberi petunjuk kepadanya, mereka adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka dalam kekafiran dan kesesatan.

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

wallażīnahtadau zādahum hudaw wa ātāhum taqwāhum

17. Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya.

Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman yang mengikuti petunjuk (kebenaran) dan menjawab seruan Allah, sungguh Allah tambahkan cahaya kepada mereka dan ilmu, dan dikokohkan di atas ketakwaan dan dimudahkan baginya (untuk bertakwa).

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ

fa hal yanẓurụna illas-sā’ata an ta`tiyahum bagtah, fa qad jā`a asyrāṭuhā, fa annā lahum iżā jā`at-hum żikrāhum

18. Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang?

Allah berkata kepada mereka orang-orang munafik dengan celaan : Apakah kalian menunggu hari dimana ditegakkan kepada kalian secara tiba-tiba, dan kalian tidak sadar akan hal itu ? Maka telah datang tanda-tanda kedekatan akan hal itu, namun tidak memberikan manfaat kepada kalian, dan kalian tidak juga beriman, maka mana lagi yang bisa mumbuat kalian ingat ketika datang hari kiamat ?! Dan telah dimaklumi ketika datang hari kiamat maka tidak berguna keimanan bagi yang sebelumnya tidak beriman, dan tidak akan diterima taubat pada hari itu.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

fa’lam annahụ lā ilāha illallāhu wastagfir liżambika wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wallāhu ya’lamu mutaqallabakum wa maṡwākum

19. Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

Maka jika jelas bagimu wahai Nabi Allah apa yang telah Kami kabarkan akan kondisi orang-orang yang berbahagia dan yang menderita; Maka ketahuilah bahwa tidak ada yang disembah dengan benar kecuali hanya Allah, mintalah kepada Tuhanmu ampunan atas dosa-dosamu, dan mohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman, ketahuilah bahwa Allah mengetahui setiap gerak-gerikmu yang engkau hidup siang dan malam.

وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌ ۖ فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُ ۙ رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَأَوْلَىٰ لَهُمْ

wa yaqụlullażīna āmanụ lau lā nuzzilat sụrah, fa iżā unzilat sụratum muḥkamatuw wa żukira fīhal-qitālu ra`aitallażīna fī qulụbihim maraḍuy yanẓurụna ilaika naẓaral-magsyiyyi ‘alaihi minal-maụt, fa aulā lahum

20. Dan orang-orang yang beriman berkata: “Mengapa tiada diturunkan suatu surat?” Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka.

طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَعْرُوفٌ ۚ فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ

ṭā’atuw wa qaulum ma’rụf, fa iżā ‘azamal-amr, falau ṣadaqullāha lakāna khairal lahum

21. Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.

20-21. Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan mereka yang membenarkan Rasul-Nya ﷺ, mereka menginginkan untuk diperintah memerangi musuh, oleh karenanya mereka berkata : Tidakkah telah turun wahai Rasulullah ﷺ surat baru yang memerintahkan kami untuk berjihad melawan kafir. Adapun orang-orang munafik mereka memiliki sikap lain yang tidak memiliki permisalan yang disifatkan Allah pada ayat ini; Maka jika turun ayat yang berkenaan dengan jihad engkau akan melihat hati-hati mereka ragu akan agama Allah dan terdapat kemunafikan, mereka melihat jihad seolah-olah maut di hadapan mereka, mereka sangat takut untuk berperang. Maka seandainya benar mereka berihad melawan kafir, sungguh kebaikan bagi mereka di dunia dan akhirat.

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ

fa hal ‘asaitum in tawallaitum an tufsidụ fil-arḍi wa tuqaṭṭi’ū ar-ḥāmakum

22. Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?

Kemudian Allah menujukan perkataan-Nya kepada orang-orang kafir dengan celaan kepada mereka, Allah berkata : Apakah kalian buta dengan penolakan kalian akan perintah Allah, kalian meninggalkan perintah tersebut dan tidak mengerjakannya; Sungguh kalian rusak hidup di bumi dengan kesyirikan, dzalim, dan menumpahkan darah serta memutus tali silaturahmi.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

ulā`ikallażīna la’anahumullāhu fa aṣammahum wa a’mā abṣārahum

23. Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.

Allah menjelaskan bahawa mereka yang membuat kerusakan di muka bumi dan memutus tali silaturahmi sungguh mereka jauh dari Allah, dan jauh dari rahmat-Nya; Maka adzab yang cocok bagi mereka karena sebab mereka tidak mendengar apa yang bermanfaat bagi dirinya, mereka juga tidak melihat kebaikan dan kebenaran.

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

a fa lā yatadabbarụnal-qur`āna am ‘alā qulụbin aqfāluhā

24. Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

Allah memerintahkan untuk mentadabburi ayat Al Qur’an dan memahaminya dan melarang dari ingkar kepada ayat Al Qur’an, Allah berkata : Apakah mereka tidak mentadabburi Al Qur’an, dan menjadikan akalnya serta pikiran-pikirannya berpikir atasnya ?! Akan tetapi hati-hati mereka terkunci, sehingga mereka tidak paham dan berpikir.

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى ۙ الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْ

innallażīnartaddụ ‘alā adbārihim mim ba’di mā tabayyana lahumul-hudasy-syaiṭānu sawwala lahum, wa amlā lahum

25. Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.

Ketahuilah bahwa mereka yang murtad setelah islam dan kembali kufur setelah jelas kebenaran atasnya; Mereka telah dihiasi oleh setan akan kemurtadan mereka, dan angan-angan mereka panjang dan mereka berangan-angan berumur panjang. Mereka yang murtad tidak membuat Allah rugi dan Allah akan menghapuskan amalan-amalan mereka.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ ۖ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ

żālika bi`annahum qālụ lillażīna karihụ mā nazzalallāhu sanuṭī’ukum fī ba’ḍil-amr, wallāhu ya’lamu isrārahum

26. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka.

Allah menjelaskan sebab dari kemurtadan mereka yang bahwasanya mereka berkata kepada manusia yang membenci Al Qur’an dan islam dari golongan yahudi dan munafik, mereka berkata : Kami akan mentaati kalian dan akan saling tolong menolong bersama kalian dalam memusuhi Rasul ﷺ, dan menyelisihi apa yang datang darinya. Allah kemudian menampakkan apa yang mereka katakan dan apa yang mereka sembunyikan dan pembicaraan rahasia meeka dan juga apa yang mereka perintahkan dalam senyap; Dengan ini semua, Allah singkap mereka, dan Allah jelaskan urusan mereka kepada orang-orang yang beriman agar tidak tertipu oleh mereka.

فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ

fa kaifa iżā tawaffat-humul-malā`ikatu yaḍribụna wujụhahum wa adbārahum

27. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka?

Allah mengabarkan keadaan orang-orang kafir yang buruk ketika mereka meninggal dan malaikat datang di sisi mereka, para malaikat memukul wajah-wajah mereka dan punggung mereka alat pemukul yang terbuat dari besi ?!!

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

żālika bi`annahumuttaba’ụ mā askhaṭallāha wa karihụ riḍwānahụ fa aḥbaṭa a’mālahum

28. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.

Allah menjelaskan bahwa adzab ini yang menimpa mereka, dan siksaan yang menimpa mereka, karena sebab mereka mengikuti dan beramal dengan apa yang Allah murkai dan yang Allah tolak dari ucapan, amalan mereka serta meninggalkan dan membenci apa yang Allah cintai dan ridhai dari ucapan dan amalan yang di antaranya jihad di jalan Allah; Sehingga Allah hapuskan amalan-amalan mereka, dan membatalkan pahala bagi mereka.

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ

am ḥasiballażīna fī qulụbihim maraḍun al lay yukhrijallāhu aḍgānahum

29. Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?

Kemudian Allah menegur mereka orang-orang munafik dengan menyingkap rahasia-rahasia mereka dan menampakkannya, Allah berkata : Apakah mereka orang-orang yang dalam hatinya ada permusuhan dan dengki kepada islam menyangka bahwa Allah tidak akan menampakkan apa yang ada dalam hati-hati mereka dan menampakkan kepada Rasul ﷺ dan kaum muslimin atas mereka.

وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ ۚ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ

walau nasyā`u la`arainākahum fa la’araftahum bisīmāhum, wa lata’rifannahum fī laḥnil-qaụl, wallāhu ya’lamu a’mālakum

30. Dan kalau Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.

Allah menjelaskan sebagian kuasa-Nya yang nampak, Allah berkata : Kalau saja Kami berkehendak wahai Nabi Allah, kami akan tampakkan kepadamu perihal mereka dan kami tampakkan (apa yang mereka sembunyikan) di hadapan mata-mata mereka, agar kami dapat memberikan kepadamu tanda-tanda mereka secara khusus yang tanda tersebut berbeda dan nampak pada wajah-wajah mereka, dan agar nampak maksud-maksud dari tujuan ucapan mereka melalui lisan-lisan mereka dan yang dapat dipahami dari makna ucapan mereka. Allah Maha Mengetahui amalan-amalan kalian yang tidak tersembunyi bagi-Nya sesuatupun dari amalan-amalan makluk, dan Allah akan membalas kalian atas amalan-amalan tersebut.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

wa lanabluwannakum ḥattā na’lamal-mujāhidīna mingkum waṣ-ṣābirīna wa nabluwa akhbārakum

31. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

Allah menjelaskan akan sunnah atas sunnah-sunnah-Nya dalam penciptaan, Allah berkata : Sungguh Kami menjadikan pelajaran bagi kalian wahai orang-orang yang beriman dengan peperangan dan jihad kepada musuh-musuh Allah sampai Kami terangkan kepada kalian siapa mujahid yang jujur, yang sabar di antara kalian, dan siapa yang menjadi mujahid tidak jujur, dan bersabar. Kami terangkan kabar-kabar kepada kalian agar jelas kejujuran atas kedustaan.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَىٰ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ

innallażīna kafarụ wa ṣaddụ ‘an sabīlillāhi wa syāqqur-rasụla mim ba’di mā tabayyana lahumul-hudā lay yaḍurrullāha syai`ā, wa sayuḥbiṭu a’mālahum

32. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.

Ketahuilah bahwa mereka yang mendustakan agama Allah dan memalingkan manusia dari keimanan kepada-Nya, dan memusuhi Rasulullah ﷺ yang jujur; Mereka adalah orang-orang yang tidak dapat merugikan Allah dengan apapun dengan sebab kekafiran mereka dan kesesatan mereka, dan Allah akan membatalkan amalan-amalan mereka yang mereka amalkan di dunia, seperti memberi makananan dan silaturahmi; Karena sebab Allah tidak menerima amalan dari diri yang kafir.

۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ

yā ayyuhallażīna āmanū aṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụla wa lā tubṭilū a’mālakum

33. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan membenarkan Rasul-Nya ﷺ, tetaplah di atas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ dalam perbuatan yang diperintahkan dan menjauhi larang-larangan-Nya, dan jangan merusak amalan-amalan kalian, sehingga menjadikan amalan-amalan kalian hilang karena sebab riya dan syirik serta kemaksiatan.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ

innallażīna kafarụ wa ṣaddụ ‘an sabīlillāhi ṡumma mātụ wa hum kuffārun fa lay yagfirallāhu lahum

34. Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.

Ketahuilah bahwa mereka yang kafir kepada Allah dan ingkar terhadapa ayat-ayat-Nya serta mendustakan Rasul-Nya ﷺ, dan memalingkan selain mereka dari keimanan kepada Allah dan tauhid; Kemudian tidak bertaubat dari hal itu, tidak juga berislam dan kemudian mati, maka mereka adalah orang kafir; Mereka adalah orang-orang yang tidak diampuni atas dosa-dosa mereka. Dan Allah haramkan bagi mereka, tempat kembali mereka neraka selamanya.

فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ

fa lā tahinụ wa tad’ū ilas-salmi wa antumul-a’laụn, wallāhu ma’akum wa lay yatirakum a’mālakum

35. Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.

Maka jika Allah tidak mengampuni orang-orang kafir, maka janganlah kalian wahai orang-orang yang beriman, lemah dalam memeranginya. Jangan kalian takut dan gentar, jangan pula meminta berdamai dan meminta kemurah hatian mereka, agar mereka memberikan waktu istirahat dan agar meninggalkan kalian sedangkan kalian adalah orang-orang yang dapat mengalahkan, memiliki kuasa dan di atas musuh-musuh kalian. Allah sesungguhnya bersama kalian, menolong kalian dan mengokohkan kalian. Allah akan mengganjar kalian atas jihad kalian dan kesabaran kalian serta amalan kalian yang shalih, dan tidak dikurangi sedikitpun dari pahala untuk kalian.

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

innamal-ḥayātud-dun-yā la’ibuw wa lahw, wa in tu`minụ wa tattaqụ yu`tikum ujụrakum wa lā yas`alkum amwālakum

36. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

Ketahuilah bahwasanya hakikat kehidupan dunia : Permainan, senda gurau dan tipuan, tidak selamanya dan juga tidak ada hisab. Maka jika kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ serta apa yang datang darinya, dan kalian jadikan antara diri kalian dan adzab Allah benteng dengan bertauhid dan mengerjakan apa yang Allah cintai dan ridhai, dan meninggalkan apa yang dibenci-Nya dan larang; Allah akan memberikan kalian pahala dan balasan di akhirat, Allah tidak menginginkan kalian terbebani dengan apa yang menyusahkan kalian dengan mengambil seluruh harta-harta kalian yang membahayakan kalian, sungguh Allah hanyalah memerintahkan kalian untuk mengeluarkan sedikit dari harta kalian dala zakat yang wajib bagi kalian, jika telah sampai nisab pada harta kalian.

إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ

iy yas`alkumụhā fa yuḥfikum tabkhalụ wa yukhrij aḍgānakum

37. Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.

Allah menjelaskan dari sisi hikmah dalam syariat-Nya; Allah mengabarkan bahwa seandainya Dia menuntut kalian untuk berinfak dengan semua harta kalian dan mewajibkan atas kalian dengannya; Maka sungguh kalian akan menjadi orang-orang yang bakhil dan terhalang dari perintah Allah dan yang akan nampak adalah kebencian dan kedengkian.

هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ ۖ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ ۚ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ ۚ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

hā`antum hā`ulā`i tud’auna litunfiqụ fī sabīlillāh, fa mingkum may yabkhal, wa may yabkhal fa innamā yabkhalu ‘an nafsih, wallāhul-ganiyyu wa antumul-fuqarā`, wa in tatawallau yastabdil-qauman gairakum ṡumma lā yakụnū amṡālakum

38. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.

Allah menutup surat ini dengan membahas infak, jihad di jalan Allah dengan raga dan harta, Allah berkata : Ingatlah kalian wahai orang-orang yang beriman, kalian diseru untuk berinfak dalam jihad kepada musuh-musuh Allah dan Kami yang menolong agama kalian. Maka di antara kalian wahai manusia ada yang bakhil berinfak ketika berjihad di jalan Allah, barangsiapa yang bakhil, maka dia bakhil dengan dirinya sendiri; Karena apa yang telah lalu dari sedekah kalian akan menjadi tumpukan pahala di akhirat kelak. Ketahuilah bahwa Allah adalah Maha Kaya dibandingkan kalian dan kalian adalah faqir yang membutuhkan Allah dalam pertolongan dan taufik, maka jika kalian menolok untuk beriman kepada Allah dan mengerjakan amalan yang diperintahkan; Sungguh kalian akan celaka, dan Allah akan gantikan pengganti kalian (kaum) yang lain kemudian di bumi tidak akan jauh dari kebaikan; Akan tetapi mereka akan mentaati Allah dan Rasul-Nya ﷺ, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan raga.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!