Mengaji Cara Baru: 5 Metode Mengaji di Indonesia, Dari yang Terlama Sampai Terbaru

Berkat perkembangan zaman dan teknologi, sekarang kita bisa memilih metode mengaji cara baru yang sesuai dengan kebutuhan. Jika dulu kita hanya mengandalkan Al-Quran cetak, maka kini sudah tersedia format fisik lain seperti DVD hingga digital yang bisa diakses secara online dan offline. Ada juga lembaga yang menyediakan metode untuk mahir membaca Al-Quran dalam hitungan jam.

Di bawah ini ada lima metode mengaji yang paling sering dipakai di Indonesia.

  • Metode Baghdadiyah

Metode Baghdadiyah sering juga disebut sebagai metode eja. Sesuai namanya, metode ini berasal dari Baghdad saat berada di bawah kekuasaan Bani Abbasiyah. Metode Baghdadiyah sudah dipakai selama kurang lebih satu abad oleh masyarakat Indonesia. Secara garis besar, kita akan mempelajari huruf-huruf Hijaiyah yang ditampilkan secara utuh atau lengkap di dalam setiap langkahnya. Sehingga bisa membuat kita lebih paham sebelum mengaji.

  • Metode Iqra

Bisa dikatakan metode Iqra adalah yang paling populer dan masih dipakai di Indonesia dengan format yang berbeda-beda. Iqra terdiri dari 6 jilid dan disusun oleh As’ad Humam yang berasal dari Yogyakarta. Sejak kemunculannya, metode Iqra berkembang sangat pesat dan menyebar secara merata ke seluruh penjuru Nusantara. Meski tidak tergolong dalam mengaji cara baru, tapi sampai sekarang metode Iqra masih diterapkan, terutama untuk anak-anak.

  • Metode Al-Barqy

Metode Al-Barqy dipercaya sebagai salah satu cara membaca Al-Quran secara cepat yang paling awal ditemukan. Adalah dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya bernama Muhadjir Sulthon yang menemukan metode ini di tahun 1965 dengan target siswa-siswi SD Islam At-Tarbiyah di Surabaya. Sebagian besar siswa yang memakai metode Al-Burqy ternyata dapat membaca Al-Quran secara cepat. Lantas Muhadjir membukukannya dengan judul Cara Cepat Mempelajari Bacaan Al-Quran Al Barqi di tahun 1978.

  • Metode Qiro’ati

Metode ini digagas oleh KH. Dachlan S. Zarkasyi yang berasal dari Semarang. Metode Qiro’ati telah disiarkan sejak awal tahun 1970 dan mempermudah siswa untuk mempelajari Al-Quran secara cepat. Saat itu Zarkasyi merasa belum ada metode membaca Al-Quran yang memadai, sebab sebagian besar di antaranya hanya mengandalkan hafalan, bukannya metode yang tartil. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1986, dia menerbitkan 6 jilid materi pembelajaran membaca Al-Quran untuk anak umur 4-6 tahun.

  • Metode Jibril

Terakhir ada metode Jibril yang menggunakan taqlid atau menirukan sebagai intisarinya. Dengan metode ini, para siswa akan menirukan bacaan yang diucapkan guru mereka. Dalam hal ini, metode Jibril dikenal dengan sifat pembelajaran teacher-centris dengan guru sebagai sumber atau pusat informasi di dalam tahap pembelajaran tersebut. Jika kita ingin menerapkan metode mengaji cara baru ini, maka kita harus mempunyai kecakapan dalam bacaan Al-Quran.